NovelToon NovelToon
Cinlok Dengan Boss

Cinlok Dengan Boss

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Bullying di Tempat Kerja / Anak Lelaki/Pria Miskin / Janda / Cintapertama / Berondong / Tamat
Popularitas:21k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Haryani

Raka Alfareza (23) seorang OB diam-diam mencintai Akira, Boss ditempatnya bekerja.

Sedangkan Akira (33) seorang janda beranak 2 pemilik perusahaan dimana Raka bekerja. Akira masih mencintai mantan suaminya dan berharap bisa bersama lagi.

"Saya mencintai anda, Bu." Raka.

Akan kah cinta Raka pada Akira terbalaskan?
Atau kah Akira justru rujuk dengan mantan suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 21 Orang Baik

"Permisi Raka, ini ada kiriman parcel dari kantor," ucap seseorang tersebut.

Seseorang itu tak lain ialah sopir mobil kantor dimana Raka bekerja.

Raka yang masih duduk di kursinya segera bangkit untuk menerima parcel tersebut.

Zaskia yang hendak pergi membelikan Raka obat juga menghentikan langkah kakinya menatap pada seseorang yang mengantarkan parcel untuk Raka.

"Ini benar dari kantor Pak?" tanya Raka.

"Betul Raka, parcel ini dari kantor, Bu Lina sendiri yang meminta saya untuk mengantarkannya," jawab pria itu.

"Baik, Pak, parcelnya saya terima. Tolong sampaikan pada bu Lina terima kasih dari saya," ucap Raka.

"Oke Raka, kalau begitu saya kembali kekantor," ucapnya.

"Iya, Pak, hati-hati," ucap Raka.

Sopir mobil kantor itu segera kembali ke kantor setelah selesai menjalankan tugas dari Lina untuk mengantarkan parcel pada Raka.

Raka yang masih berada di teras, segera meneliti parcel tersebut. Didalam parcel itu berisi buah-buahan dan juga ucapan 'Semoga lekas sembuh'.

"Memangnya di kantor tempatmu bekerja suka ngirim parcel untuk karyawan yang lagi sakit?" tanya Zaskia.

Wanita itu ikut melihat ucapan semoga lekas sembuh yang ada di dalam parcel tersebut.

Raka mengedikkan bahunya tidak tahu.

"Bu Lina itu siapa?" tanya Zaskia yang mendengar bila sopir mobil kantor tadi mengatakan bila parcel tadi itu kiriman dari Bu Lina.

"Bu Lina itu sekretaris Bu Akira, bos di tempatku bekerja," jawab Raka.

"Wahh, apa karena kamu ini karyawan teladan jadi saat sakit yang ngirimin parcelnya itu petinggi perusahaan?" tanya Zaskia yang tak percaya bila petinggi perusahaan mengirimi Raka parcel.

"Aku tidak tahu, Zas," jawab Raka.

Tidak lama kemudian Zaskia teringat pada dirinya yang hendak membelikan Raka obat.

"Tidak usah, Zas, aku sudah baikan nanti malam juga bisa berangkat kuliah," ucap Raka.

"Beneran?" tanya Zaskia yang diangguki kepala oleh Raka.

"Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu ya, Raka. Kamu jangan lupa istirahat di rumah," ucap Zaskia.

"Iya, Zas. Terima kasih sudah dibesuk, kamu hati-hati di jalan," ucap Raka.

"Iya, Raka." ucap Zaskia.

Wanita itu kemudian masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari rumah Raka.

Raka sendiri masih duduk di kursi teras dengan membaca buku catatan milik Zaskia. Catatan itu berisi materi pembelajaran kuliah tadi malam yang tidak ia ikuti.

Raka meminjam buku itu untuk ia catat kembali dibuku catatan miliknya.

Tidak lama kemudian Raka disapa oleh tetangga sebelah rumahnya yang baru saja keluar dari rumah.

"Tumben Ka, siang hari kamu ada di rumah?" tanya pria itu.

Raka yang disapa oleh tetangganya tentu saja langsung menutup buku catatan milik Zaskia untuk menghentikan membacanya.

"Lagi tidak enak badan, Bim," jawab Raka singkat.

"Makanya kamu itu banyak-banyak istirahat, Ka, jangan kerja terus. Ini kamu pergi pagi pulang sore, dirumah sebentar lanjut lagi berangkat kuliah sampai hampir tengah malam baru pulang," ucap Bima tetangga Raka.

"Terima kasih Bima kamu sudah perhatian padaku," jawab Raka menanggapi ucapan Bima.

Pria itu kemudian bangkit dari tempat duduknya, lalu menenteng parcel dan juga buku milik Zaskia membawanya masuk kedalam rumah.

Raka tidak ingin mendengar cibiran dari Bima sehingga memilih masuk ke dalam rumah.

"Ck, siapa yang perhatian," ucap Bima yang ditinggal masuk oleh Raka.

Dikantor ada Bayu dan teman sesama OB mencibirnya, para staff juga mengerjainya.

Di kampus ada Arga yang tidak suka dengannya, terlebih lagi saat ia berdekatan atau terlalu akrab dengan Zaskia.

Sedangkan di rumah kontrakannya ada tetangganya yang selalu mencibir dirinya, orang itu tak lain ialah Bima, seorang pria yang memiliki mulut seperti wanita.

Tapi karena ia begitu sabar, Raka setiap harinya mampu menghadapi mereka semua.

Begitu masuk ke dalam rumah, pria itu langsung membuka parcel yang dikirimkan orang kantor untuknya.

Raka jadi terpikirkan oleh ucapan Zaskia tadi.

"Apa aku seteladan itu sampai-sampai bu Lina mengirimkan parcel untukku?" gumam Raka tak habis pikir dirinya diberi parcel dari kantor.

Pria itu kemudian mengambil kartu ucapan yang ada di dalam parcel tersebut, lalu meletakkannya ke dalam laci nakas.

Ia tidak tahu saja bila yang memerintahkan Lina mengirim parcel untuknya ialah Akira.

Bukan tanpa sebab wanita itu mengirimkan parcel untuk Raka. Ia jadi merasa berperan penting penyebab Raka sakit.

Seandainya ia tidak membiarkan Raka turun dari mobilnya dan mengantarkan pulang kerumah pria itu, mungkin Raka tidak akan sakit pikir Akira.

Tidak lama kemudian Akira yang sedang bekerja dikejutkan dengan kedatangan Azzam dan Azzura. Kedua anak kembarnya itu meminta pak Ujang mengantarkan mereka ke kantor Akira.

Tadinya pak Ujang menolak karena itu melanggar perintah dari Akira untuk membawa Azzam dan Azzura langsung pulang ke rumah.

Tapi, karena kedua anak kembar itu mengancam dirinya, pak Ujang akhirnya mengalah dan mau mengantarkan kedua anak itu datang kekantor.

Akira yang terkejut mendapati kedua anak kembarnya sudah berada di ruang kerjanya menatap tajam pada pak Ujang untuk meminta penjelasan dari pria paruh baya itu.

"Maaf, Bu, mereka saya bawa kemari. Tadi saya diancam mereka bila tidak mau mengantarkan maka Non Azzura dan Den Azzam akan datang sendiri kekantor," ucap Pak Ujang sebelum ditanya Akira.

Akira beralih menatap pada kedua anak kembarnya yang terlihat begitu senang datang kekantornya.

"Bukannya mama tadi sudah bilang setelah pulang sekolah Azzam dan Azzura langsung pulang ke rumah," ucap Akira pada kedua anak kembarnya.

"Kami bosan dirumah, Mah. Jadi kami minta diantarkan Pak Ujang kekantor Mama aja," ucap Azzam.

"Kalian di sini juga akan bosan karena tidak ada mainan dan adanya hanya orang kerja," ucap Akira.

"Kan ada Om Raka, Ma, kami bisa mainan dengannya," ucap Azzam.

Akira mengernyitkan keningnya mendengar perkataan dari Azzam.

"Iya, Ma, Om Raka tidak akan marah pada kami walaupun kami membuat seisi kantor berantakan," ucap Azzura setuju dengan ucapan Azzam.

Sebetulnya kedua anak itu datang ke kantor Akira bukan untuk menemui Mama mereka, tapi ingin bertemu dengan Raka lalu bermain dengan pria itu.

"Jelas saja lah Om Raka tidak akan marah pada kalian, karena kalian itu kan anak-anak Mama. Om Raka tidak marah pasti karena dia takut dipecat," ucap Akira.

Wanita itu tidak tahu saja bila Raka benar-benar tidak memarahi Azzam dan Azzura itu karena dia pria yang baik bukan karena takut dipecat.

"Tapi kemarin aku lihatnya Om Raka itu orang baik," ucap Azzura.

Anak-anak seperti Azzam dan Azzura tentu saja bisa merasakan ketulusan dari seseorang yang memperlakukan mereka.

"Iya deh, baik," ucap Akira mengalah membuat kedua anak kembarnya itu tersenyum lebar.

"Tadi saat aku masuk kekantor Ini kok tidak lihat Om Raka, ya Ma?" tanya Azzam.

"Om Raka lagi sakit," jawab Akira.

"Sakit apa, Ma?" tanya Azzam dan Azzura serentak.

"Mama tidak tahu," jawab Akira.

"Ayo kita besuk om Raka, Ma," pinta Azzam dan Azzura serentak.

1
Bunda Puput
Luar biasa
sahira
aku pengunduh baru novel toon semoga cerita nya mantap mantap yakkkk/Hey/
harwanti unyil
sakit hati
Nuri20
Jangan mau sama Arga, Zas. Arga terlalu posesif.
Nuri20
Semangat thor, lanjut terus ceritanya..
G Use
Thor...anda lagi tulis pengalaman pribadikah...kalau nulis novel setahu saya tidak pake kata Aku...seolah anda lagi nulis kisah pribadi...
Tri Haryani: Tidak apa-apa kakak.

Terima kasih sudah memberi kritik dan saran untuk author. Author akan berusaha memperbaikinya bila ada kesalahan dalam penulisan.

Bukan hanya dicerita novel saya ini saja yang menggunakan sudut pandang, melainkan banyak novel lainnya juga menggunakannya.

Semoga kakak suka dengan ceritanya dan happy reading.
total 3 replies
E-ra
Raka suka sama Akira ya. Semangat memperjuangkan cintamu
Nuri20
Niat nolong, tapi justru bikin orang kecewa ya begitu.
Tara
smoga ada karma bagi yg jahat😤😡🤔
Ara Julyana
hai kk othor salam kenal ya,aku mampir
Tri Haryani
Jangan lupa tinggalkan like dan coment-nya ya..

Ikuti akun author juga, supaya bisa terus menikmati karya terbaru dari author.

Terima kasih, salam sayang dari author untuk pembaca tercinta.
Tri Haryani
Jangan lupa tinggalkan like dan coment-nya ya..

Ikuti akun author juga, supaya bisa terus menikmati karya terbaru dari author.

Terima kasih, salam sayang dari author untuk pembaca tercinta
Sondang Sartika Lumbanraja
language thor
Sondang Sartika Lumbanraja
biasanya karyawan malah baik dan sopan ama OB dan OG
Nuri20
Semangat thor, lanjutkan ceritanya.
Nuri20
Ini karya barunya othor ya?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!