NovelToon NovelToon
Menantu Yang Tak Dianggap

Menantu Yang Tak Dianggap

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:54.1k
Nilai: 5
Nama Author: Eni pua

Siapa yang tidak ingin dicintai oleh ibu mertua?
Mila, selalu berusaha menjadi menantu yang baik dan berbakti. Tetapi pada kenyataannya, dia selalu menjadi yang tersakiti dan tidak pernah dianggap sebagai menantu.
Bahkan sang suami, lebih memilih percaya pada ibunya.
Kehidupan seperti apa yang akan Mila jalani dan akankah Mila bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eni pua, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21. Bersama mantan

Mila menghubungi Kakek untuk meminta izin menyewa rumah selama satu tahun. Tidak disangka Kakeknya setuju dengan permintaan Mila. Rupanya Adrian dan Kakek telah membuat kesepakatan untuk membuat Mila dan Hisam menyudahi hubungan mereka secara alami.

Selama ini, perceraian mereka masih belum juga ada yang mengurus. Baik Hisam maupun Mila sama-sama berada di dalam status yang tidak jelas. Meski secara agama mereka telah bercerai.

Kakek sengaja menempatkan Mila di perusahaan Pak Joni untuk membuat Hisam tidak meremehkan Mila lagi seperti dulu. Mila yang sekarang bukan lagi Mila yang dulu.

Kakek ingin Mila melihat orang-orang yang sudah menyakitinya menyesal.

Terkadang, emosi Mila menggebu-gebu untuk membalas setiap tetes airmatanya, tetapi terkadang hatinya rapuh saat Adrian dengan jelas mengingatkan untuk tidak perlu membalas dendam dan fokus menatap masa depan dengannya.

Melepaskan Hisam dan ibunya, menjadikan mereka orang asing untuk selama-lamanya. Mengurus surat cerai dan memulai hidup baru dengan menikahi Adrian. Tetapi ternyata tidak semudah itu, Mila masih terbelenggu dengan masa lalunya.

Sepulang kerja, Mila dan Hisam ada rencana untuk bertemu klien. Mila sudah bersiap dan berkemas untuk segera menuju alamat yang sudah di sepakati. Tiba-tiba, Hisam datang.

"Bu Mila. Maaf, mobil saya berada di bengkel, apa bisa saya ikut mobil Bu Mila?" tanya Hisam ragu.

Mila menatap Hisam tajam. "Baiklah, tapi saya mau mampir ke minimarket. Jika anda keberatan, anda bisa naik kendaraan lain."

"Tidak-tidak, saya tidak keberatan. Saya akan tunggu di depan," jawab Hisam sambil tersenyum.

Mila menarik napas berat. Bagaimana mungkin dia setuju, Hisam satu mobil dengannya?

Mila berjalan keluar menuju keluar kantornya dan Hisma sudah menunggunya. Saat melihat Mila, Hisam langsung mengikuti langkah Mila menuju ke mobilnya.

Sesampainya di mobil Mila, Hisam terdiam sejenak. Mobil Mila begitu mewah dan dia sudah bekerja di perusahaan besar. Sebenarnya Hisam ingin sekali mendengar cerita Mila hingga bisa sesukses ini setelah berpisah dengannya. Melihat kenyataan ini, Hisam cukup bahagia karena dulu dia mengira Mila menderita setelah berpisah.

"Jadi ikut tidak? Waktunya sudah mepet," tanya Mila membuyarkan lamunan Hisam.

"Tentu," jawab Hisam lalu bergegas masuk ke mobil.

Mila segera memakai sabuk pengaman diikuti Hisam. Mobil Mila melaju cepat menuju tempat pertemuan di sebuah cafe. Mobil berhenti tepat di depan cafe dan Mila segera memarkirkan mobilnya.

"Bukannya tadi kamu mau mampir ke minimarket, kenapa kita langsung ke sini?" tanya Hisam sambil membuka sabuk pengaman.

"Tadi asisten Pak Bara menghubungiku untuk memajukan jam pertemuan. Maaf aku tadi lupa bilang pada Pak Hisam," jawab Mila datar.

"Oh, baiklah," ucap Hisam singkat.

Mereka bergegas masuk dan ternyata Pak Bara sudah berada di sana. Mila berbasa-basi sekedarnya untuk menghilangkan kecanggungan.

Mila dengan cekatan dan dengan bahasa yang apik, mampu bernegosiasi dengan Pak Bara sehingga kerjasama akhirnya bisa di capai. Hisam terpana melihat Mila yang dia kenal lemah dan pendiam itu, kini telah berubah menjadi wanita yang supel dan pandai berbicara memperlihatkan kemampuannya.

Selesai pertemuan, Pak Bara langsung pamit pergi dikuti Mila dan Hisam. Mila berhenti di dekat mobilnya.

"Saya akan mengantar anda pulang," kata Mila sambil membuka pintu mobilnya.

"Apakah kamu tidak jadi ke minimarket?" tanya Hisam.

"Jadi. Tapi aku antar kamu dulu, takutnya kamu ditunggu di rumah," jawab Mila agak canggung dengan pertanyaan Hisam. Pertanyaan yang akan membuat orang salah paham, seolah mereka dekat.

"Siapa yang menunggu? Satu-satunya orang yang biasa menungguku, kini ditunggu orang lain. Aku ikut, sekalian ada yang mau aku beli," jawab Hisam kecewa.

Mila tidak ingin bertanya lebih banyak. Dia mempersilakan Hisam masuk ke mobilnya untuk segera berangkat menuju ke minimarket terdekat.

Hanya beberapa menit, sampailah mereka ke minimarket. Mereka berbelanja seperti sepasang suami istri. Mereka sesaat lupa jika mereka bukan lagi pasangan.

Saat mereka menyadari, mereka terlihat sangat canggung. Apalagi Hisam yang beberapa saat lalu bagaikan berada di dalam mimpi. Bisa kembali bersama Mila.

Mila bergegas menghentikan belanjaannya dan segera menuju kasir diikuti Hisam. Mereka tidak lagi berbicara satu sama lain hingga sampai di rumah Hisam. Mobil Mila berhenti tepat di depan rumah Hisam. Mila menatap rumah yang pernah memberinya kenangan buruk dalam hidupnya.

"Terima kasih, sudah bersedia mengantarku pulang," ucap Hisam dengan hati bercampur aduk.

"Sama-sama," jawab Mila singkat.

Hisam bergegas melangkah masuk. Mila sesaat memperhatikan Hisam yang disambut oleh oleh seorang wanita yang sudah sangat sepuh. Dialah, Bu Siti, mantan ibu mertuanya. Kini beliau terlihat lebih tua dan tampak lemah. Berjalan pun sudah tidak bisa tegak lagi dengan sebelah kaki yang diseret ketika berjalan.

Tidak terasa airmata Mila menetes perlahan. Entah karena kasihan atau dia merasa senang, melihat orang yang dulu begitu garang dan kejam padanya, kini telah berubah lemah.

"Ibu, kenapa ibu keluar. Udara sangat dingin, Mari kita masuk. Tadi Hisam membelikan beberapa kebutuhan kita sehari-hari," ucap Hisam sambil memegang tangan ibunya.

"Hisam, kamu diantar siapa, sepertinya seorang wanita, apa kamu sudah memiliki kekasih baru?" tanya ibunya terbata-bata.

"Bukan, Ibu. Itu teman kerja Hisam. Hanya teman biasa," jawab Hisam sambil melihat ke arah mobil Mila yang mulai bergerak pergi.

Mila bergegas menghidupkan mobilnya dan melaju dijalanan yang cukup sepi.

Sepanjang perjalanan menuju ke hotel, Mila terus terbayang wajah perempuan yang sudah lanjut usia itu. Betapa kejamnya dulu dan betapa lemahnya dia sekarang. Apakah karma itu datang sebelum sempat dia balas dendam?

Ternyata balasan itu lebih cepat dari yang Mila harapkan.

Sesampainya di hotel, Mila mendapatkan panggilan telepon dari Kakek, yang ternyata sudah mendapatkan rumah untuk Mila.

...****************...

1
Elok Pratiwi
males baca nya kebanyakan drama menderita bila ujung ujung nya balikan lagi
Yuliyanti
mls sdh bacanya, ujung2nya blikn lgi
Eni pua: nggak balikkan lagi kak. Mantannya meninggal 🤧
total 1 replies
Yuliyanti
mls sdh bacanya ujung2nya blikn lgi/Applaud//Applaud/
Eva Daniarti
semoga hisam cepat mengetahui anaknya n menyesal..
Siti Fatimah
oohhh seperti itu , jadi Mila sebenarnya tidak pernah keguguran ...
Siti Fatimah
Hasan Husain 🤔 memangnya sewaktu Mila pergi dari rumah dalam keadaan hamil 🤔 bukannya habis keguguran ya dan SM dokter tidak boleh hamil sebelum 1 tahun 🤔 harus ada yg menjelaskan enggak ngerti bingung 🤔🤔🤔
Siti Fatimah
hah Hisam - Hisam jadi lelaki ko bodoh sekali 🤦
Siti Fatimah
hahahaha .
Siti Fatimah
wanita paling paling bodoh yg mau di madu , apapun alasan yg di ucapkan pria yg ingin poligami 6idak akan pernah membawa kebahagiaan apalagi ketenangan batin dan pikiran ,, Mila kamu tidak di madu aja setiap hari menderita menangis dan keguguran sudah dua kali ...
Siti Fatimah
sama Bu Siti saya juga tidak suka Mila jadi istri anak mu yg bodoh dan bejat apalagi di tambah mertua jahat seperti mu Bu Siti iiihhhh serem .
Siti Fatimah
Mila kenapa tidak pernah punya pikiran buat merekam setiap omongan mertuanya buat bukti ke anaknya gimana sadisnya sang ibu ..
Siti Fatimah
Mila mertua mu sterss gila dan parahnya seorang pembunuh dan taruhannya adalah nyawamu mil ,, lindungi Mila SM calon anaknya dari incaran mertua jahat nya 🙏🙏🙏
Siti Fatimah
bagus Mila bangkit tunjukan kalau mertuamu gila dan parahnya punya hati jahat biar hisam tau semua kejahatan ibu tersayang nya , Mila bermain cantik lah untuk menghadapi manusia yg tidak punya hati .
Siti Fatimah
enggak yakin hisam akan percaya omongan Mila secara hisam itu bodoh terus seorang anak dari ibu yg tidak punya hati keibuan ,, udah Mila lebih baik minta cerai dari hisam ya walaupun perceraian di larang oleh Agama tapi kalau untuk menyelamatkan diri kenapa tidak karena bisa saja suatu saat nyawamu juga akan hilang di tangan mertuamu , mertua mu membunun calon cucu kandungnya aja mampu apalagi cuma menantu yg anak orang lain ,, sudah selamatkan nyawa mu persetan dengan cintamu karna percuma punya cinta tapi taruhannya nyawa ..
Siti Fatimah
ah Mira - Mira bodoh ko di piara hanya untuk bisa bersama dengan orang yg di cintai 👎 , udah Mira udah lebih baik menyerah buang laki sombong dan bodoh mu itu ..
Siti Fatimah
Nemu satu lagi cerita dunia halu yg peran wanita nya lemah dan bisanya cuma menangis ,, mau di masukin ke daftar favorit ah mau memanasi Mila agar meninggalkan mertua dan suami sombongnya ,, Mila buat punya cinta tapi hidup di dalam neraka 😤👎
Eni pua: Makasih Kak, wkwkwk.
Ini ikutan event mertua kejam. Kalau nggak kejam sama Mila, bukan mertua kejam. 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!