Sebelum membaca karya ini, lebih baik baca dulu novel sebelum nya yang berjudul " MENDUNG DI ATAS LUKA"
Sebab novel ini lanjutan dari sana.
Selamat membaca
Firman mengira hidupnya akan tenang setelah memutuskan hubungannya dengan Dea, seorang wanita yang ia tinggalkan dalam keadaan hamil akibat dari perbuatannya. Ia menghilang dengan maksud untuk melupakan tanggung jawabnya pada kesalahan yang pernah ia lakukan pada suatu malam.
Selama ini dia mengira cinta nya untuk Alea. Ternyata itu semua salah, cinta sesungguhnya hanya untuk Dea, wanita yang tidak bisa ia lupakan walaupun sudah berusaha.
Akankah Dea memaafkan Firman?
Sanggupkah Firman memperjuangkan cinta masa lalunya?
Yuk ikuti terus kisah mereka!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gentra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Keesokan harinya.
Aldi akan kembali ke negara di mana ia tinggal, Zora dan Dea mengantarkan laki-laki itu ke bandara. Meskipun Zora tidak mengijinkan Aldi untuk pergi, akan tetapi Aldi harus menyelesaikan pekerjaan nya terlebih dahulu. Sebab ia juga sudah ada niat untuk menetap di negara ini, sebab Aldi juga belum bisa jauh dari gadis kecil yang selalu membuat nya rindu setiap saat.
Gadis kecil itu terlihat sangat murung, ia tidak bersembunyi untuk melakukan apapun.
"Hai sayang... jangan seperti itu lah, kan Papa juga hanya untuk bekerja. Pasti akan kembali jika semuanya sudah selesai" kata Aldi sambil berjongkok, mensejajarkan tubuh dengan putri kecil nya.
"Papa baru juga sebentar, masa aku sudah di tinggal lagi. Kenapa om Rangga nggak jauh bekerja nya, kalau begitu nanti aku bilang sama Kakek biar Papa bisa bekerja di kantor nya. Jadi nggak harus jauh dari ku dan Mama" kata Zora sambil berurai air mata, anak kecil itu sangat sensitif sekali perasaan nya. Apapun yang terjadi pasti masuk ke dalam hatinya, memang Zora itu lain dari anak seusia nya.
"Ya, nggak seperti itu juga Nak... kan perusahaan Papa ada di sana! Nanti kalau bekerja sama om Rangga yang mengurus di sana siapa? pasti Zora juga ngerti kalau udah dewasa" bujuk Aldi sambil membawa gadis kecil itu kedalam pelukan nya.
"Papa janji ya, jangan lama-lama di sana! " kata Zora sambil mengajak Aldi berjanji dengan jari kelingking mereka.
Aldi menerima itu, dan setelah itu Dea yang berusaha untuk mengenang kan putrinya. Ia merasa tidak enak terhadap Aldi desa semua sikap Zora.
"Sayang, biarkan Papa pergi dulu nanti ketinggalan pesawat. Kan masih ada Mama sama Nenek dan juga kakek, ngakak bakal Zora merasa sepi. Mereka semua sayang ko sama kamu! " kata Dea sambil tersenyum dengan menggunakan bahasa yang halus, agar gadis kecil itu mengertilah.
Dengan berat hati gadis kecil itu membiarkan laki-laki dewasa yang suka di panggil Papa itu pergi meninggalkan nya, hati Zora merasa sangat sedih tetapi ia juga tidak mampu untuk menahan sang Papa untuk tetap berada di sampingnya. Mungkin yang Zora tahu Aldi itu Papanya, sebab yang dia tahu hanya Aldi yang selalu bersama nya selama ini.
Akhirnya Aldi pergi meninggalkan Zora dan Dea, sebab sebentar lagi pesawat yang akan di naikin akan berangkat. Zora gadis polos yang merindukan sosok ayah, menatap nanar kepergian Aldi.
"Sudah jangan seperti itu, do'akan Papa biar selamat di perjuangan. Dan semoga cepat kembali dan bisa berkumpul bersama kita lagi" kata Dea sambil mengelus kepala putrinya, dan Zora mengangguk dengan pelan.
"Iya, Ma... " gadis itu menjawab sambil menundukkan pandangan nya, lalu balik badan dan melangkah kan kakinya dengan rasa kecewa.
Dea sangat mengerti dengan apa yang di rasakan putrinya, tapi ia juga tidak bisa berbuat apapun untuk mewujudkan keinginan putrinya.
Andaikan Aldi mengajak nya untuk menikah, pasti Dea akan menerimanya walaupun nggak ada rasa cinta. Ia akan lakukan apapun demi putri nya, bisa tinggal bersama Aldi.
Dea dan Zora sudah berada di dalam kendaraan, mereka akan segera pula. Akan tetapi Dea tidak mungkin membawa Zora langsung pulang, sudah pasti gadis kecil itu tetap murung.
Akhirnya Dea memutuskan untuk membawa pergi Zora ke salah satu tempat yang mungkin sangat di sukai gadis itu.
merugikan org lain
gak cinta . klu udah begi bisa apa Des segel udah ke buka 🤧🤧🤧
nanti kan lama" tumbuh juga cinta dengan seiring berjalannya waktu
kayak mau perang aja si Aldi 🙏
orang nya sabar bijaksana dewasa gak pemaksa penyayang lagi....
uh mau cari yg gimana lagi coba,,,
apalagi Aldi kerjaan nya juga sdh mapan....
pasti akan lebih tenang kalo qt sudah bisa bahagia....
akan lebih mudah untuk memaafkan kalo hati qt sendiri gak tertekan.....
cari cara gmn bisa sllsi smuany dgn baik
orang tuamu saja malu dgn perbuatanmu.
maka'a klu berbuat berani bertanggung jawab. jgn berani berbuat kabur dr tanggung jawab.
ih.... gemez ama Firman
sangat mencintai Dea tak bisa hidup tanpa dia...baru nyadar setelah gx di peduli kan...sakit hati anak manggil papa ke orang lain itu derita lo Fir8