NovelToon NovelToon
My Lovely Pak Bos

My Lovely Pak Bos

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:98.6k
Nilai: 5
Nama Author: Erenkaaa

Pertemuan tak direncanakan antara CEO Reswara Corp dengan Alintha Kasandra merupakan awal kisah mereka.
CEO Reswara Corp yang merupakan penerus keluarga perusahaan Reswara, Reizan Danish Reswara diusia 25 tahun dia sudah memegang kendali perusahaan.
Lalu Bagaimana pertemuan antara Pemilik perusahaan dengan karyawan itu terjadi, dan apakah ada peristiwa lain selanjutnya.
Akankah Rei terpikat oleh keistimewaan Alin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erenkaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencoba Tegar

Ketika harapan tak sesuai dengan kenyataan, bagiku bukanlah suatu hal yang perlu membuatku jatuh berlarut-larut.

Walaupun sulit dan menyakitkan aku mencoba untuk tetap berdiri dan selalu yakin, Tuhan akan segera memberi jawaban yang terbaik untuk ku.

Setelah Aska pasti tak pernah menjadi manusia pelindung dan pelengkapku, begitu pula dengan mas Rei. Aku mencoba menerima dengan lapang tanpa sedikitpun menggoyangkan diriku.

Salah satu yang membuatku bisa stay adalah ibuku, satu-satunya orang yang selalu ada tepat dibelakangku.

Jangan tanyakan betapa berharapnya aku pada kehadiran Reizan. Namun setelah kejadian yang aku dengar dengan telingaku sendiri bisa kupastikan, akan aku hapus rasaku sepelan mungkin.

"Bu,."

"Lho kamu belum tidur Lin." jawab ibuku, aku pun menggeleng.

Entahlah aku bahkan sulit memejamkan mataku. Walaupun aku berusaha ikhlas namun hati dan pikiranku seolah bertolak belakang.

"Aska akan menikah bu, da...n." aku menjeda ucapanku karena mencoba untuk menahan segal sesak di dadaku.

"Apaa nduk."

"Mas Rei juga akan dijodohkan sama keluarganya." lanjut ku.

Nampak ibuku tersenyum, mengusap kepalaku.

"Berarti belum jodoh." jawab singkat ibuku, bahkan aku pun mengamininya.

"trus Alin harus gimana ibu, walaupun Alin harus ikhlas, tapi aku nggak bisa ada disini." ucapku, ibuku pun tetap tersenyum memberikanku ketenangan.

"Terserah Alin, ibu akan selalu ada dan mendukung semua keputusan kamu."

Aku nampak sedikit berfikir, masih banyak yang harus aku lakukan, tapi aku juga harus tetap melanjutkan kehidupanku.

"Kalau kita tinggalkan tempat ini gimana."

Ibuku mengernyit, entahlah saat ini aku bahkan tidak bisa menebak apa yang ibuku pikirkan.

"Ibu sih ayo aja, kemana pun kamu pergi, ibu selalu berada disisimu." jawab ibuku.

Sedikit merasa lega, kini tinggalah aku membereskan segala yang bersangkutan denganku. Pertama aku harus resign dari cafe, kedua aku akan mengoper sewa ruko toko rotiku.

"Kita mau kemana bu." tanyaku pada ibuku, karena kembali pulang ke kampung halaman pun percuma.

"Nanti ibu akan tanya pakdemu, atau kalau tidak ibu punya teman di Jogja." sahutnya, nampaknya aku lebih memilih untuk ke jogja.

Setidaknya aku masih punya tabungan untuk menyewa rumah disana, dan tentunya aku masih punya sisa gaji di cafe.

segera aku menghubungi pemilik ruko, agar proses oper kontrak segera terealisasi. Sembari menunggu peminat toko pun tetap buka sampai target pesanan dari konsumen terselesaikan.

*

Keesokan harinya aku sudah menyiapkan surat pengunduran diriku pada mbak Angela. Namun sangat disayangkan mbak Angel baru akan ke cafe esok hari. Bisa apa tentu aku akan menunggunya, sambil pelan-pelan mengemas barangku.

Jam maksi hari ini sungguh padat, membuatku sedikit lelah. Bahkan ponselku pun tak tersentuh. Saat tiba jam istirahat aku membuka hape banyak sekali notifikasi, diantaranya dari pemilik ruko.

Segera aku hubungi beliau karena, dia bahkan sudah menghubungiku puluhan kali.

"Hallo pak maaf tadi saya masih jam kerja, jadi tidak bisa angkat telpon." sungguh alasan klise namun memang nyatanya hari ini cukup padat.

"Iyaa mbak Alin gapapa, begini ini ada yang minat oper, kebetulan cocok harganya."

"Yasudah pak, Alin percayakan sama bapak nggeh."

"Okey, besok bisa sekalian proses kalau begitu."

"Baik pak, mari."

Semua bagaikan terencana, oper kotrak ruko sudah pasti clear, bahkan masalah cafe pun, esok baru terjawab.

Walaupun dengan kepercayaan yang tinggi mbak Angel dapat menerima pengunduran diriku tanpa mempersulit, aku tetap jaga-jaga kalau ada sesuatu yang missed.

**

Dengan langkah pasti aku menghadap mbak Angel setibanya dia di cafe, sebelum pengunjung ramai aku pun mensegerakan niatku.

"Mbak bisa minta waktu sebentar."

"Bisa Lin, yuk naik, Intan tolong jagain based Alin bentar yah.." ucapnya.

"Siap bu boss."

Aku berjalan mengikuti boss mudaku itu, sebenarnya meninggalkan cafe ini cukup berat apa daya aku tak bisa bertahan jika disini.

Aku meletakkan amplop dimeja mbak Angel, lama dia menatapku.

"apa ini Lin." tanyanya aku tak bergeming membiarkannya yang membuka benda itu.

"Kamu ada masalah disini." tanyanya aku pun menggeleng.

"trus." lanjutnya.

"Aku harus kembali mbak, ada sengketa ditempatku. Dan itu tidak mungkin sebentar mohon mbak Angel, dapat menerima." jawabku, nampak mbak Angel sedang berfikir.

"Kamu tidak sedang bermasalah dengan yang lain kan Lin." tanyanya dan aku pun dengan cepat menggeleng.

"Baiklah dengan berat hati mbak Acc, kapan kamu berangkat." lanjutnya sambil menghela nafas yang teramat dalam.

"Sedikasih ijin mbak Angel karena dua hari ini saya masih mengurus oper kontrak ruko." jawabku.

"Baiklah dua hari ini kamu terakhir kerja." jawabnya singkat dan aku pun undur diri karena harus bekerja.

Langkahku meringan, aku sudah mantap dengan pilihan. Dua hari aku harus konsisten dengan semua yang sudah aku rencanakan.

Tiba saat hari terakhir dimana aku harus bekerja untuk terakhir kalinya di cafe, aku sudah berpamitan dengan yang lainnya. Bahkan untuk mereka yang tidak bisa aku jumpai aku menuliskan note untuk mengucapkan bye.

Dan sungguh mungkin alam berpihak padaku, hari ini seolah sudah dipersiapkan oleh Tuhan. Cafe tidak begitu ramai bahkan hingga siang hari, tandanya aku tak akan sampai kelelahan.

"Kamu balik kapan Lin."

"Besok mbak jam 9 pagi, soalnya naik kereta jadi sampainya biar gak kemaleman." jawabku, mbak Angel nampak mengangguk.

"Ini gaji terakhir kamu yah, terima kasih untuk lima bulan ini kamu bergabung dengan kami." ucapnya.

"Makasih yah mbak, aku seneng banget bisa kenal mbak." jawabku.

"Mbak Alin jangan lupain kami yah."

"Kalau ada apa-apa hubungi kita-kita aja."

"Tentu saja." sahutku sambil tersenyum pada mereka, satu persatu kupeluk mereka.

Semua barang-barang berat sudah kukirim kan ke alamat teman ibuku, tinggal barang yang terlalu banyak yang tersisa.

Selamat tinggal Surabaya tempatku menempuh pendidikan, mencari pengalaman dan tempat segala kenangan.

*

Pov Reizan

Hari ini gue sudah mendarat di Indonesia, gue sudah cukup lama menantikan hari ini. Tentu saja menanti dimana gue bisa bertemu dengan Alintha, setelah gue berani mengucapkan komitmen padanya sungguh membuat gue sangat bersemangat dalam hidup.

"Ma.." sapaku ketika tiba dirumah.

"Akhirnya anak mama pulang, tuh ada eyang putri." jawabnya.

"Ada apa eyang sampai kesini." tanyaku, karena aku merasa curiga dengan keberadaan eyangku itu.

"Mama gak tau nak." jawabnya, membuat gue pusing seketika.

Eyang putri sosok yang paling diktator, bahkan papa saja tidak bisa melawannya.

Setelah melepas penat, gue memutuskan untuk segera keluar dari mansion. Enggan bertemu dengan eyang putri yang sudah bisa kupastikan ada maksud kedatangannya.

Saat keluar dari kamar gue, mood gue buruk seketika setelah mendapati eyangku berdiri tepat depan pintu.

"Anak nakal yahh, sudah sampai tapi enggak mau nyapa eyang." ucapnya, karena gue memiliki sopan santun pada yang tua gue pun mendekat dan mencium punggung tangannya.

"Tadi capek eyang, Rei istirahat."

"Ini mau kemana padahal eyang mau kenalin sama calonmu." ucapnya santai.

"Apaaa."

"Kenapa, kamu kan sudah cukup usia untuk membina rumah tangga Rei." lanjutnya.

"Rei punya pilihan sendiri eyang dan enggak akan pernah memilih siapapun yang eyang pilih." jelasku.

"Kamu sudah punya pacar, kenapa gak bilang eyang. Anak dari perusahaan mana." ucapnya, sudah bisa kupastikan eyang gue ini pasti tak akan merestui hubungan gue dengan Alintha.

"Dia bukan dari kalangan pengusaha eyang tapi dia memiliki toko kue."

"Apaa, tidak bisa kamu hanya akan menikah dengan selevel sama keluarga kita." sungutnya.

"Sudahlah Rei bukan papa yang bisa eyang atur." jawabku lalu melenggang meninggalkan eyang putri yang masih emosi.

"Renita, kamu didik seperti apa anak lelakimu itu, anak tidak berbakti sama orang tua." ucapnya bahkan aku masih bisa mendengar teriakannya. Gue tulikan telinga demi menjumpai Alintha.

Setibanya di cafe gue mengendarkan pandangan tak ada sosok yang kucari, bahkan tokonya tutup, jika tak dicafe lalu kemana dia.

"Mbak permisi, ehm boleh tanya Alin nya masuk shift berapa." tanyaku pada pegawai cafe mbak Angel.

"Lohhh, masnya teman mbak Alin." tanyanya gue pun mengangguk.

"Mas nggak tau mbak Alin resign, dan mungkin sekarang sudah pulang." lanjutnya, apa gue gak salah dengar, Alintha gue pergi.

"Pulang kemana dan dia pakai apa." ucap ku panik.

"Kemarin saya dengar mbak Alin jam 9 ke Stasiun kereta." jawabnya.

Sekarang bahkan jam sembilan lewat dua puluh menit segera gue lari tergesa-gesa, berniat mengejarnya.

"Tuhan berikan aku kesempatan." ucapku dalam hati.

Tentu saja gue ngerapal doa selama menuju stasiun, semoga dan semoga masih bisa menemukan Alin. Beruntung jalan tol lancar sebelum pukul 10 gue sudah masuk ke halaman stasiun kereta. Segera gue mencari keberadaan Alin dan ibunya. Dia jodohku Tuhan, setidaknya jika engkau tak menjadikannya jodohku, aku akan selalu berdoa dan berharap semoga engkau mengubahnya menjadi Jodohku. Tentu saja aku memaksa Tuhan untuk menjadikan Alin pasangan sehidup semati gue.

*

*

My Lovely pak Boss

1
Cc
Luar biasa
Hasanah
di bab pertama si Rey punya kk perempuan dan adik laki2x klau ngak slah TPI kok ngak prnah muncul
cetom😘😘
kenapa ga bahasa Indonesia aja tor, klo ga sekalian bahasa Inggris aja
Murti Ningsih
tata bahasanya membingungkan walaupun ceritanya lumayan
Murti Ningsih
menurut cerita lokasinya di Surabaya, tapi kok bahasanya loe gue kan aneh. Di Surabaya mana ada loe gue mbak, klw Jakarta iy
cetom😘😘
bahasany di Indonesia kan aja kan ga semua orang ngerti bahasa Jawa
Diana
Luar biasa
Erenka: mamaci sudah mampir
total 1 replies
Asyatun 1
keren banget thoor
Erenka: kasihhh kakakkk
total 1 replies
A.prita
Ishhh emang nenek peyot
RainbowSweety
seandainya kita serumah thor. Mungkin udah aku bantu segala lelahmu supaya aku gak galau nunggu lanjutan wkwk
SongbirdGarden
sukses selalu authorr 🤗🤗 aku selalu mendukung mu
Cakrabirawa Tarihoran
Ih! Kenapa ceritanya relate bangeeeeet! Semangat kak!
bulan ungu
😄
Bisikan Luar Biasa
Aku kepo banget lanjutannya gimana Thor! Plis jangan lama-lama ya!
peto
Thor aku jarang banget nih komen di karya org, tapi aku gregetan mau komen disini soalnya ceritanya bagus dan aku kepo parah sama lanjutannya!!!
Erenka: makasih ya kak
total 1 replies
moon struck traveller
lh kok smpe sini,,,??? thor mna lanjutanx,,,kok kgk ad juga hari updatex,,,?
Erenka
mamacii kak
girlganggoodies
Ceritanya bagus kak. Alurnya juga asik jadi bikin ga bosen hihi
MouthofMexico
dari sekian banyak novel yang saya baca, novel inilah yg bnar² bagus, penulisan untaian kata² yg indah, emosi,bahagia,, sedih, sangat mendominasi. novel ini mengajarkan kita ttg arti sebuah pengorbanan, keikhlasan akan takdir yang Allah sdh tentukan,, mahabbah atau cinta kepada Allah dan sesama
Erenka: makasih kakak, semoga suka..
total 1 replies
with_mercii
Thor, kalau tiba-tiba aku kurus berati itu salahmu ya. Habisnya ceritamu bikin lupa waktu wkwkwk Semangat!
Erenka: siaaapp kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!