NovelToon NovelToon
World Of Shelter

World Of Shelter

Status: tamat
Genre:Zombie / Mengubah Takdir / Perperangan / Kumpulan Cerita Horror / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daffa Rifky Virziano

Ketika infeksi misterius yang berasal dari bunga menyebar ke seluruh dunia, mengubah manusia menjadi kawanan zombie, Virz—seorang bocah yang selamat—berjuang untuk bertahan hidup di dalam sebuah shelter. Bersama dengan sekelompok penyintas lainnya, mereka berusaha mencari penyebab wabah tersebut dan melawan para zombie di dunia yang berada di ambang kehancuran. Di tengah kekacauan dan ketakutan, mereka harus menemukan harapan dan jawaban sebelum segalanya benar-benar hancur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daffa Rifky Virziano, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Konfrontasi

Saat mereka berkendara menjauh dari medan pertempuran, suasana di dalam kendaraan mulai terasa lebih tenang. Laira, yang duduk di depan, tiba-tiba menerima pesan di alat komunikasinya. Wajahnya berubah menjadi serius, dan tanpa menoleh, dia memberi tahu Virz tentang kabar buruk yang baru saja diterimanya.

“Virz... ada kabar dari salah satu anggotaku,” katanya dengan suara pelan namun tegas. “Keith dan Deni… mereka tewas dalam serangan oleh pasukan Jack."

Ruangan di dalam kendaraan menjadi sunyi seketika. Hafiz dan Arka menundukkan kepala, merasakan duka yang mendalam atas kehilangan dua rekan mereka. Keith dan Deni adalah bagian dari perlawanan mereka, pejuang yang selalu berada di garis depan bersama mereka. Berita ini sangat menghancurkan hati.

Virz mengepalkan tangannya erat, menahan amarah dan kesedihan yang membuncah di dalam dirinya. "Mereka berjuang demi kebenaran," ucapnya dengan suara bergetar. "Jack akan membayar untuk ini."

Laira melanjutkan dengan nada yang lebih serius, “Meskipun Mereka tewas, Mereka berhasil menyelamatkan beberapa berkas penting yang dia selidiki. Berkas-berkas itu aman sekarang, dan sebelum dia menghembuskan napas terakhirnya, Deni berhasil menyerahkannya kepada salah satu anggota timku. Berkas itu ada di Markasku sekarang, dan aku akan memberikannya kepadamu, Virz.”

"Terima kasih, Laira," ujar Virz dengan suara pelan, namun penuh dengan rasa hormat. "Aku tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan Keith dan Deni. Dengan ini, kita akan membuat Jack bertanggung jawab atas semua yang telah dia lakukan."

Laira mengangguk, "Kita semua punya peran dalam perang ini."

Laira, Virz, Hafiz, dan Arka bergerak cepat menuju markas persembunyian mereka yang terletak di dekat Lembah Kematian, tidak jauh dari Distrik Kupu-Kupu.

Setibanya di markas, mereka disambut oleh anggota Laira yang lain, mengetahui bahwa misi mereka kini semakin mendesak. Tak lama berselang anggota Laira segera menyerahkan berkas-berkas yang diselidiki oleh Deni dan Keith.

Virz menerima berkas itu dengan tangan gemetar. “Mereka berdua mengorbankan nyawa mereka demi ini,” katanya dengan suara rendah namun penuh tekad. “Kita harus memastikan pengorbanan mereka tidak sia-sia.”

Laira mengangguk. "Kita tidak punya banyak waktu. Jack pasti sudah mulai memperkuat pasukannya, Kita harus bergerak cepat untuk melancarkan ke Distrik Kupu-kupu sebelum dia sempat merespons."

Hafiz, yang telah mempersiapkan strategi sejak perjalanan mereka, membuka peta Distrik Kupu-Kupu dan sekitarnya. "Kita perlu menyerang titik-titik strategis, memotong jalur komunikasi mereka, dan menghancurkan pusat kendali Jack. Jika kita berhasil melumpuhkan komando utamanya, kita punya kesempatan untuk membebaskan distrik ini."

Arka menambahkan, "Kita harus memperhitungkan kekuatan pasukan Jack. Mereka akan siap untuk melawan kita, dan kali ini, mereka tidak akan menunjukkan belas kasihan."

Virz mengangguk setuju. "Kita tidak punya pilihan lain. Ini adalah saat yang menentukan. Kita serang mereka dengan segala yang kita punya."

Laira menambahkan "Dengan Pasukan tambahan sebanyak 10 orang yang aku miliki sekarang kita mempunyai tenaga tambahan"

Virz menjawab, "Benar, total dari kita ada 15 orang. Kita akan membagi menjadi 3 tim: tim pertama Aku, Hafiz, Arka, dan dua rekanmu akan menuju ke tempat Jack; tim kedua, 5 orang lainnya, akan bertugas memotong jalur komunikasi mereka; dan tim ketiga, Laira, kau memimpin 4 sisanya untuk menjaga bagian luar distrik."

Dengan strategi yang matang dan semangat balas dendam membara di dalam hati mereka, Laira, Virz, Hafiz, dan Arka mulai merencanakan serangan mereka yang berikutnya. Penyerangan ini tidak hanya untuk menghancurkan kekuatan Jack, tetapi juga untuk membalas kematian Keith dan Deni, serta membebaskan Distrik Kupu-Kupu dari kekejaman Jack.

Saat malam mulai menjelang, tim Virz mempersiapkan diri untuk melancarkan serangan terorganisir ke Distrik Kupu-Kupu. Dengan strategi yang telah disepakati, mereka membagi diri menjadi tiga regu sesuai rencana.

Regu 1: Virz memimpin regu pertama melalui jalur tersembunyi yang telah mereka identifikasi sebelumnya. Dengan panduan dari Hafiz, yang sangat berpengalaman dalam operasi penyusupan, mereka berhasil mendekati gedung pusat komando tanpa terdeteksi. Arka, yang berperan sebagai penembak jitu, menetap di posisi strategis di luar gedung untuk mengamankan pintu masuk dan menutupi pergerakan tim.

Setelah mencapai pintu masuk utama, Hafiz menggunakan peralatan pembobol pintu elektronik untuk membuka akses ke dalam gedung. Mereka bergerak cepat dan senyap, melewati lorong-lorong dengan senjata siap tembak. Virz memimpin dengan determinasi kuat.

Begitu tiba di ruang kontrol utama, mereka mendapati beberapa prajurit Jack sedang berjaga. Tanpa membuang waktu, tim ini langsung melancarkan serangan kilat, menghabisi semua penjaga saling tembak pun terjadi dengan cepat semua penjaga tewas.

Mendengar kericuhan yang terjadi Alarm pun dibunyikan oleh penjaga diluar, Pertemuran ketangkasan dan kecepatan pun terjadi.

Regu 2: Regu ini bergerak cepat dan efisien menuju menara komunikasi utama distrik. Dengan menggunakan peralatan pemotong dan peledak yang telah disiapkan, mereka menonaktifkan sistem komunikasi satu per satu. Tindakan ini diiringi dengan serangan sabotase pada generator listrik kecil yang mendukung peralatan komunikasi cadangan.

Saat mereka menyelesaikan misi, salah satu dari mereka mendeteksi patroli musuh yang mendekat. Dengan keahlian tempur yang solid, mereka menyiapkan pertahanan dan pertempuran terjadi 2 anggota regu ini Tewas dan menyisakan 3 orang, regu ini bergerak ke titik pertemuan yang telah disepakati untuk bergabung kembali dengan regu lain sebagai unit penembak jitu dan menetap dibeberapa posisi strategis.

Saat pertempuran di Distrik Kupu-Kupu semakin memanas, kekacauan merajalela di setiap sudut distrik. Meskipun tim Virz telah berhasil menyusup dan menghancurkan sebagian besar jalur komunikasi Jack, musuh tidak menyerah begitu saja. Jack, yang terkenal dengan taktik liciknya, mengerahkan seluruh kekuatan yang tersisa untuk mempertahankan Kekuasaannya.

Saat ini Jack masih belum diketahui keberadaannya, Virz menyadari bahwa pertempuran ini tidak akan semudah yang mereka kira. Jack dan pasukannya telah bersiap dengan jebakan-jebakan yang tersembunyi di dalam gedung.

Saat mereka bergerak lebih dalam, suara ledakan kecil terdengar, memicu serangkaian ledakan di koridor yang mereka lewati. Dinding-dinding runtuh, dan asap tebal mulai memenuhi ruangan. Hafiz segera memerintahkan semua orang untuk mencari perlindungan dan berpisah, sementara Virz berusaha menenangkan tim dan memastikan mereka tidak terjebak dalam kepanikan.

Jack muncul dari bayangan bersama dengan sekelompok prajurit elitnya, menembaki regu Virz dengan brutal. Suara tembakan dan teriakan memenuhi udara saat kedua pihak saling bertukar serangan. Arka, yang telah memposisikan dirinya sebagai penembak jitu, berhasil menjatuhkan beberapa prajurit Jack dengan tembakan presisi, tetapi tekanan dari musuh tetap besar.

Virz akhirnya berhadapan langsung dengan Jack, Suara tembakan dan ledakan menghilang di kejauhan, meninggalkan mereka berdua dalam keheningan yang dipenuhi ketegangan.

Jack, dengan senyum sinis di wajahnya, menatap Virz dengan tatapan dingin, sementara Virz menyiapkan diri untuk pertarungan yang sudah lama dia nantikan.

Mereka berdua saling mendekat, tanpa perlu kata-kata. Ketegangan di antara mereka memuncak, dan dalam sekejap, pertarungan brutal pun dimulai.

Jack melancarkan serangan pertama, melemparkan pukulan kuat ke arah Virz, yang dengan cepat menghindar dan membalas dengan serangan siku yang menghantam rahang Jack. Keduanya terlibat dalam pertarungan sengit, saling memukul dan bertahan dengan keahlian tempur yang terasah oleh pengalaman bertahun-tahun.

Pertempuran mereka menjadi semakin intens. Mereka bertarung dengan senjata dan tangan kosong, saling melancarkan serangan brutal. Jack, yang sudah marah dan terdesak, menggunakan segala cara untuk bertahan, bahkan menggunakan taktik curang seperti melemparkan granat asap untuk membingungkan Virz.

Di tengah-tengah pertarungan, Jack mulai berbicara dengan nada mengejek, "Kau pikir bisa menghentikan ini, Virz? Ini hanya awal dari apa yang sudah aku rencanakan. Tidak ada yang bisa menghalangiku, termasuk kau." Lalu memukul Virz

Virz, dengan amarah yang membara, meninju Jack dengan keras di perutnya, membuat Jack mundur beberapa langkah. "Kau membunuh teman-temanku, Jack," katanya dengan suara yang bergetar penuh emosi. "Keith dan Deni tewas karena rencana gilamu."

Jack tertawa kecil, meskipun kesakitan, "Mereka hanyalah pion, seperti semua orang di dunia ini. Mereka memilih untuk melawan, dan itulah yang terjadi pada orang-orang bodoh seperti mereka. Memangnya apa yang kau harapkan dari mereka di dunia yang Hancur karena Wabah ini? "

Mendengar kata-kata itu, Virz semakin marah. Dia menyerang Jack dengan serangkaian pukulan cepat, setiap serangan dipenuhi dengan rasa sakit dan kehilangan yang dia rasakan. "Kau tidak mengerti apa arti pengorbanan, Jack! Mereka tidak mati sia-sia. Mereka mati untuk menghentikan monster sepertimu."

Jack mencoba melawan, tetapi kekuatan Virz yang didorong oleh amarah membuatnya kewalahan. "Kau pikir kematian mereka akan membuat perbedaan?" Jack menyeringai meskipun darah mengalir dari mulutnya. "Rencana ini sudah bergerak jauh sebelum kau tahu, dan kematian mereka tidak akan mengubah apapun."

Virz menghentikan serangannya sejenak, menatap Jack dengan tatapan penuh kebencian. "Aku tidak peduli apa rencanamu, Jack. Apa yang kau lakukan, semua kebohongan dan pembunuhan ini, akan berhenti di sini. Aku akan memastikan itu. Kau hanya sampah yang haus kekuasaan."

Dengan tekad yang bulat, Virz melancarkan serangan terakhir, pukulan keras yang menghantam wajah Jack dengan kekuatan penuh. Jack terjatuh ke tanah, terkapar dalam keadaan yang tak berdaya. Namun, meskipun kalah, senyum sinis Jack tetap tersungging di bibirnya.

"Ini belum berakhir, Virz," Jack berbisik dengan suara yang nyaris tak terdengar, "Zombie Zombie itu akan menghancurkan kalian…kekuasaanku" Jack lalu mengeluarkan sebuah Remot kecil dari sakunya dan menekannya. "LIHAT LAH VIRZ KEHANCURAN INI".

Seketika terjadi Ledakan besar di Luar dan muncul 2 Zombie berukuran 5 meter dari ledakan itu.

Jack tertawa dengan kencang dan akhirnya dia menghembuskan nafas terakhirnya karena kehabisan darah, Seisi Distrik pun kacau,Pasukan Jack yang tersisa, yang sudah terpojok dan kehilangan komando, mencoba melakukan perlawanan terakhir yang putus asa.

Laira dan timnya yang bertugas menahan perimeter menghadapi perlawanan berat dari pasukan musuh yang berusaha melarikan diri dari distrik. Pertempuran sengit terjadi di berbagai titik keluar, dengan suara tembakan, ledakan, dan teriakan memenuhi malam.

Laira menunjukkan kepemimpinannya dengan mengatur strategi pertahanan yang efektif. Mereka berhasil menghancurkan beberapa kendaraan musuh yang mencoba menerobos barikade mereka, tetapi gelombang serangan musuh tidak berhenti.

tak berselang lama fokus semua orang terdiam terhadap zombie raksasa itu.

1
Ig : Author_fanie.liem
Aku kasih saran ya harus ada spasi di setiap tanda baca.
NRLY_RCH
aku juga tinggal di Depok-_-
Daffa Rifky V: wkqkw sama kita brarti
total 1 replies
Resmi
tolong perbaiki author
Daffa Rifky V: oke siap hehe
total 1 replies
Romeo Shavana
ditunggu lanjutannya
aizen
jadi inget yang lidah panjang game Left4Dead
aizen
Best For U Beb
Daffa Rifky V: thank uu
total 1 replies
aizen
Menarik untuk dibaca
Khilmi Nur Sahira
sereemmmmm
Nightcore Yagami
cracker keren nih asli
Nightcore Yagami
akwkwkw maap tor gue kira tuyul
Nightcore Yagami
kalo udah zona ijo smua mantep ni
Nightcore Yagami
latar indonesia ? mantap
Hentai Man
baca baca taunya udah chapter sgini/Casual/
Romeo Shavana
ngeship Virz sama erlina/Angry/
Romeo Shavana
hai author, aku lagi kepo kepo cari karya zombie ternyata ada yang menarik, mnurutku ceritanya bagus aku suka karya karya begini, semangat aku akan baca terus novel kamu yang ini sampe tamat/Drool//Drool//Drool/
Daffa Rifky V: makasih dukungannya nantikan ya
total 1 replies
Pande
nice
Khilmi Nur Sahira
semangat torre sehat selalu
Daffa Rifky V: aamiin
total 1 replies
Pande
update lagi tor mantap
Ig.tinasali85
up
Ig.tinasali85
Lanjut Thor 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!