"Perjodohan?? Ini bukan jaman Siti Nurbaya, Pah..."
Naomi menolak keras perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya.
"Tidak bisa menolak, ini wajib hukum nya Nao...."
Bagaimana mungkin dia akan menikah dengan adik dari sang mantan pacar yang sampai saat ini masih di cintai nya...
Apakah nanti rumah tangga nya akan semulus jalan tol? atau seperti jalan jalan yang penuh dengan lubang dan juga kerikil tajam?
Simak kisah selanjutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepergok
"Mau ke mana Vino?" ucap Marissa dalam hati.
Marisa yang sebenarnya sudah bangun, ia pura-pura memejamkan matanya saja dan malah melihat suaminya yang sudah bangun pagi-pagi sekali kemudian masuk dalam kamar mandi dan melihat Vino yang saat ini sudah rapi.
Padahal jelas-jelas Marisa tahu jadwal hari ini Vino itu sampai sekali bahkan tidak ada agenda ke kantor, jika tidak ke sana juga tidak apa-apa karena tidak ada sesuatu yang harus diurus penting dan juga tidak ada pertemuan dengan klien, tetapi entah mengapa Vino malahan pagi-pagi sekali berpenampilan seperti layaknya ingin pergi ke kantor saja.
Masih sama, Marisa masih berpura-pura memejamkan matanya tetapi ia tahu semua aktivitas Vino pagi hari ini dengan penampilannya yang seperti mau ke kantor itu membuat semua orang yakin jika Vino pagi ini pergi ke kantor tetapi entahlah ada sedikit kecurigaan di dalam hati Marissa dengan kepergian Vino pagi-pagi ini.
Karena selama bersama dengan Vino laki-laki itu tidak pernah pergi ke kantor sepagi ini paling pagi itu jam 07.00 baru berangkat tetapi ini tidak, mengapa jam 06.00 Vino sudah siap dan rapi.
Apalagi Marissa melihat gelagat aneh dari Vino dan tentu saja Marisa juga tahu kalau Vino saat ini melihat ke arah dirinya apakah ia benar-benar tidur atau tidak hingga akhirnya Vino melangkah kakinya secara pelan-pelan dan membuka serta menutup pintu kamar dengan sangat pelan juga.
"Jangan kamu pikir aku bodoh!"
Setelah melihat Vino keluar dari kamarnya, Marisa buru-buru bangun kemudian masuk ke dalam kamar mandi ia penasaran dengan apa yang dilakukan oleh suaminya pagi-pagi sekali.
Marisa yang memang bukan perempuan yang hanya diam saja dan dia juga sangat licik langsung saja bergegas mandi dan bersiap-siap tentu saja ia juga akan mengikuti Vino Ke mana suaminya pergi pagi.
Tidak ingin semuanya curiga Marisa juga berpura-pura berpakaian rapi seolah-olah dirinya akan mengunjungi butiknya karena ada sesuatu yang harus disiapkan pagi ini.
Dan benar apa yang dipikirkan oleh Marissa setelah sampai ke bawah kedua mertuanya juga sama bertanya kenapa dirinya pagi-pagi begini sudah keluar dari rumah dan jawaban Marisa sangat santai karena harus menyelesaikan pekerjaan di butiknya.
Marisa yang sudah keluar dari rumah langsung saja menuju ke mobilnya ia mengikuti Ke mana arah mobil Vino yang pastinya tidak jauh dari mobilnya.
Entah mengapa rasa kecurigaan Marissa semakin kuat, terbukti saat ini mobil Vino sedang melaju menuju ke arah kampus di mana kampus itu Marisa tahu kalau Naomi kuliah di sana.
"Brengssekkkk!! pasti Vino ingin menemui perempuan itu, Aku tidak akan membiarkan Itu semua terjadi!!"
Marissa menghentikan mobilnya yang berada tidak jauh dari tempat di mana Vino saat ini sudah berada di depan gerbang kampus Naomi tentu saja Marisa juga tidak ingin gegabah.
Perempuan itu harus bermain cantik supaya ia tahu apa yang dilakukan oleh suaminya di luar sana dan tentu saja untuk memberikan pelajaran kepada Naomi yang pastinya akan membuat name malu nanti.
Sama seperti yang dilakukan oleh Vino,.Marissa juga menunggu sampai ada sesuatu kejadian yang membuat dirinya tahu betul apa yang dilakukan oleh suaminya.
Dan tentu saja semuanya benar. Setelah menunggu kurang lebih dari lima belas menit,.Marisa melihat sebuah mobil yang melaju dari arah belakang mobilnya tentu saja ia yang memang tidak tahu itu mobil siapa namun nampaknya curiga setelah melihat suaminya yang malahan nekat untuk menabrakkan diri di depan mobil itu.
"Vino memang gila dan siapakah orang yang ada di dalam mobil itu, apakah dia Naomi?"
Marissa melihat semuanya jika Vino sengaja menabrakkan diri di depan mobil itu dan Marisa jadi bertanya-tanya siapa yang ada di dalam mobil itu hingga Vino nekat berbuat yang tidak tidak.
Hingga akhirnya Marisa memelototkan matanya manakala ia melihat Naomi keluar dari mobil yang ada di depannya itu dan benar apa yang dipikirkan dari tadi jika Vino berniat untuk menemui Naomi.
"Brengssekkkk!! jadi memang benar kalau Vino pagi-pagi sudah keluar rumah ingin bertemu dengan Naomi? Aku tidak akan membiarkan semuanya ini!!"
Marisa yang masih di dalam mobil hanya melihat saja apa yang akan dilakukan suaminya kepada Naomi itu, hingga akhirnya Marisa mengikuti kedua mobil yang ada di depannya, tentu saja Marisa penasaran ke mana perginya kedua mobil itu.
Marissa juga ikut masuk ke sebuah cafe tetapi ia mengatur jarak supaya tidak diketahui oleh Vino dan tentu saja di sini Marisa tidak bisa berbuat apa-apa, ia bahkan tidak bisa mendengar percakapan yang diucapkan oleh suaminya itu kepada Naomi.
Namun Marissa semakin kesal manakala ia melihat suaminya yang terus mendekati Naomi dan memegang tangan Naomi hingga akhirnya melihat Vino yang saat ini memeluk tubuh Naomi.
Dari tadi sudah mencoba menahannya ia tidak akan marah-marah di tempat umum dan akan memberikan pelajaran kepada Naomi tetapi rasanya ia sudah tidak tahan tangannya sudah gatal ingin menampar Naomi.
Brengssekkkk!!
Plakk...
Marisa sudah geram langsung saja menghampiri Naomi dan juga Vino, ia lalu menarik tangan Naomi kemudian menampar gadis cantik itu.
"Brengssekkkk dasar pelakor!!"
Plakk...
Bukan hanya satu kali saja Marissa menampar pipi Naomi tetapi perempuan gila itu melakukannya sebanyak dua kali hingga akhirnya Naomi yang tidak siap apapun juga langsung jatuh ke lantai.
"Kau!! apa-apaan, hentikan Marissa!!!" geram Vino yang melihat Marisa menampar Naomi, hingga membuat Naomi jatuh tersungkur ke lantai.
Vino sendiri kaget melihat kedatangan Marissa di sini ia juga tidak menyangka jika Marissa akan berbuat sedekat Itu bahkan dengan mata kepalanya sendiri Vino melihat Marisa menampar gadis yang masih sangat ia cintai.
"Apa? Kamu ngomong hentikan? perempuan murahan itu adalah pelakor, kenapa masih saja kamu membelanya!!" teriak Marisa hingga semua orang yang ada di sana melihat ke arah Marissa.
"Diam kamu Sa!!"
Tentu saja Vino tidak terima jika Marissa mengatai Naomi sebagai perempuan murahan padahal ia tahu sendiri seperti apa namanya itu dan pastinya selamat berhubungan dengan dirinya karena belum pernah menyentuh Naomi, dan Vino yakin jika Naomi masih perawan.
Jlebb.
Sementara Naomi yang hanya menyimak saja ia langsung saja berdiri dan menatap ke arah Vino dan juga Marissa.
Ia tahu kalau dirinya salah karena menemui suami orang tetapi ia juga tidak menyangka jika Marissa akan ke sini dan membuat onar di tempat ini terlebih lagi mengetahui dirinya sebagai pelakor padahal Naomi sendiri tidak pernah merusak hubungan Vino dengan Marissa meskipun ia sadar kalau dirinya masih mencintai Vino tetapi sadar diri antara dirinya dan Vino sudah tidak bisa lagi bersatu.