Rellyne Scouth.
Siapa yang tidak mengenal gadis ini? Dia adalah seorang model internasional sekaligus keturunan kedua dari keluarga Davis Scouth, pengusaha besar di Belgia.
Tubuh tinggi semampai, hidung mancung, bibir sedikit tebal, mata yang sangat indah dan jangan lupakan kulitnya yang putih bersih seperti susu. Sayangnya, tubuh indah model cantik ini tidak pernah bisa dijamah oleh siapapun karena Ree mempunyai satu prinsip.
Tetapi kebodohannya di satu malam membuat Ree menentang prinsipnya sendiri, bagaimana setelah itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MeNickname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 - Mulai Gila
Ree menunggu kedatangan Kenzo dengan harap-harap cemas karena memang dia tidak tahu pukul berapa pria itu akan datang. Yang pasti Kenzo akan datang hari ini.
Ree berdiri di balkon kamarnya dengan pandangan lurus menuju gerbang utama dibantu oleh teropong kecil kesayangannya, area mansion memang sangat luas tapi letak kamar Ree berada di lantai tiga jadi pemandangan diluar sana bisa terlihat karena ketinggiannya.
Pucuk di cinta ulam pun tiba, begitulah kata pepatah di tanah air. Kenzo akhirnya datang dengan sebuah taksi. Beruntung Ree sudah memberi pesan kepada para penjaga keamanan supaya mempersilahkan kekasihnya untuk masuk. Lebih tepatnya kekasih gadungan.
Pria tampan itu tentu terheran-heran, bagaimana mungkin dia bisa memasuki kawasan mansion megah itu dengan mudah.
Kenzo juga sedikit terkejut karena ternyata wanita yang telah dihamilinya itu adalah seorang yang kaya raya, pantas saja dia menolak semua uang yang Kenzo berikan. Tetapi meskipun begitu tak membuat nyali seorang Kenzo Walter menciut, dia turun dari taksi yang telah disewanya dengan gagah berani. Apapun yang terjadi dia harus kembali ke London dan membawa serta anaknya. Kenzo memang terlalu berambisi.
Ree tersenyum licik disaat melihat Kenzo berada tepat di depan mansionnya, "Sudah ku duga kau akan masuk ke dalam perangkapku."
Wanita yang saat ini sedang hamil muda itu segera turun untuk memanggil kedua orang tuanya dan menemui Kenzo. Sementara Kenzo terlihat disapa oleh satu orang penjaga keamanan di pintu masuk, "Mari ikut dengan saya, Tuan."
Lagi, Kenzo dibuat terheran-heran. Semua orang yang bekerja disini seakan sudah tahu bahwa dirinya akan datang. Ini aneh sekali.
Dengan langkah pasti Kenzo pun mengikuti arah jalan yang ditunjukan oleh orang tersebut, dan ternyata Kenzo diminta masuk ke ruang tamu.
"Silahkan duduk Tuan, saya akan memanggil Nona Muda." namun belum sempat penjaga keamanan itu keluar, terdengar suara seorang wanita memasuki gendang telinga Kenzo, satu suara yang pernah di dengarnya.
"Sayang, akhirnya kau datang juga. Kau tahu tidak, aku sangat merindukanmu." suara Ree terdengar merayu. Wanita itu langsung bergelayut manja di tangan Kenzo. Dan lebih parahnya lagi tanpa aba-aba Ree langsung menyerang bibir pria itu, beruntung tinggi mereka tidak terlalu jauh jadi Ree dapat menjangkau bibir Kenzo dengan mudah.
Jangan tanya Kenzo bagaimana, tentu saja dia sangat terkejut dengan serangan mendadak ini. Dia mulai sadar disaat lidah Ree mencoba untuk menerobos masuk ke dalam mulutnya. Refleks Kenzo hampir mendorong tubuh Ree tetapi ada suara lain yang menghentikan pergerakannya.
"Apa yang kalian lakukan!" Davis datang dengan aura menyeramkan ditambah lagi ia disuguhkan sebuah pemandangan yang tidak-tidak.
Ree melepaskan Kenzo, wanita itu memandang Daddynya tanpa dosa, "Perkenalkan dia kekasihku Dad, Kenzo Walter." ucapnya dengan raut wajah bahagia. Tetapi..
Bugh
Satu bogem mentah mendarat dengan mulus di sudut bibir kiri Kenzo dan pelakunya adalah Davis.
"Jadi kau yang sudah berani menghamili putriku hah?" Dengan banyaknya kemarahan yang telah Davis pendam berhari-hari, pria paru baya itu terus melayangkan tinjuan pada Kenzo. Sementara Kenzo sendiri tak sanggup untuk melawan.
Bugh Bugh Bugh
Ree menjerit histeris, wanita itu mencoba untuk menghentikan aksi Daddynya. Walau sebenarnya ia sangat senang melihat Kenzo seperti itu.
"Cukup Dad, kau bisa membunuh calon suamiku!!"
"Ayo lawan aku k*parat! Kau sudah berani menghamili putriku, perlihatkan padaku seberapa besar nyalimu itu!!" Davis terlihat seperti orang kesetanan.
Liona juga tidak tinggal diam, dia membantu putrinya untuk menghentikan aksi suaminya.
"Berhenti Dad jangan menyalahkan Kenzo. Kami melakukannya atas dasar suka sama suka, tidak adil kalau Daddy hanya menyalahkan dia!!" bela Ree yang mana membuat Davis berhenti memukuli Kenzo.
"Bawa dia dari sini, aku tidak ingin melihat wajahnya!!" akhirnya Davis pun pergi diikuti oleh Liona yang akan mencoba menenangkan hati suaminya.
"Kau baik-baik saja? Ayo ikut aku, kita harus mengobati lukamu."
Kenzo diam saja, dia menatap Ree dengan tatapan yang sulit diartikan. Dia tidak mengerti dengan situasi yang terjadi. Satu kali Ree memanggilnya dengan kata sayang, satu kali Ree menciumnya, berkali-kali Ree mengatakan kalau dia adalah kekasihnya. Dan bahkan Ree sudah membelanya. Apa benar wanita ini sudah mulai gila?