Ingin adalah karya yang sebelumnya dan Sudah direvisi di beberapa bagian.
Naura menerima tawaran kakak sahabatnya dengan imbalan tiga puluh juta rupiah. Tugasnya juga mudah hanya membatalkan pernikahan seseorang. Tanpa bertemu, hanya berbicara melalui telpon, dan uang muka juga sudah dia terima, Tentu saja gadis itu bersedia, dan pergi ke acara pernikahan dengan cara menyamar.
Tapi siapa sangka aksinya itu justru membuat dirinya terjebak pernikahan dengan pria yang dia batalkan pernikahan nya. Pria itu memaksanya, jika tidak mau di laporkan ke polisi. Tentu saja dia menolak karena takut identitas nya ketauan,
Bagaimana Naura menghadapi suaminya?
Bagaimana pernikahan nya?
Apakah akhirnya rahasia dia terbongkar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesona Dewa
Dewa masih terus menatap gadis itu yang makan dengan lahapnya, "apa dia tidak malu, atau memang dia kelaparan, makannya seperti itu, kalau biasanya para gadis makan dengan santai dan malu-malu tapi lihatlah dia makan dengan begitu lahap." batin Dewa geleng kepala.
"Mau lagi?"
Naura mengangkat kepalanya, "tidak, terimakasih aku sudah kenyang."
"Baguslah,"
"Kamu enggak makan?"
"Melihatmu makan dengan begitu lahap, aku jadi merasa kenyang, "
"Sayang kalau tidak di habiskan,"
"kamu mau?"
"Tidak,"
"Asal kamu tau steak di restoran ini yabg paling enak, dari semua tempat yang pernah ku coba."
'Tentu saja kau bicara seperti itu, bukankah ini milik keluargamu, dasar gadis bodoh, apa dia kira aku tidak tau, heheheh" batin Dewa lagi
"Ini, kamu yang bayar, aku mau ke toilet." Ucap Dewa menyerah kan kartu kredit nya, sengaja ingin mengerjai gadis kecil itu.
"Eh, tunggu, aku tidak bisa, kamu saja"
"Tidak bisa? mana mungkin, hanya membayar kamu tidak bisa!"
"Iya, maaf"
"Baiklah ayo," Dewa menggandeng Naura tepatnya menyeretnya, berjalan menuju kasir, kembali gadis itu menutupi wajahnya. Selesai membayar mereka pun keluar dan pulang.
Selesai makan malam, Dewa langsung membawanya pulang, tak ada perdebatan, karena ternyata gadis itu ketiduran.
"Dasar bocah, bisa-bisanya dia tidur, tapi kalau di lihat-lihat dia lucu juga. Aku jadi penasaran apa yang membuatnya kabur dari rumah, bukankah dia tidak punya pacar?"
Mobil berbelok menuju apartemen nya, dan segera dia memarkirkan mobil tersebut.
Dewa menatap wajah damai sang istri yang masih terlelap, pria itu mendekat dan membuka sabuk pengaman, jarak yang begitu dekat membuatnya bisa menghirup aroma manis tubuh sang istri, membangkitkan sesuatu di dalam dirinya. Dewa mendongak dan kini wajahnya berhadapan dengan wajah Naura yang masih tertutup rapat.
Lama di pandanginya wajah polos itu, jujur di dalam hatinya dia mengakui jika Naura cantik, saat yang sama Naura membuka matanya, dan dia langsung terbelalak saat melihat wajah Dewa berada tepat di depan nya , yang hanya berjarak beberapa centi saja.
"A..apa yang...?" tanya gadis itu tergagap, bahkan gadis itu tak mampu menyelesaikan kalimatnya.
"Apa?" tanya Dewa dengan santainya, pria itu masih betah berada di posisinya, enggan untuk mundur apalagi menjauh.
"M..minggir!" ucap Naura namun kali ini dia kehilangan keberaniannya ,hanya mampu bicara dengan nada pelan, bahkan jelas terlihat wajah pucat nya yang sesekali menelan salivanya.
"Kalau aku tidak mau kau mau apa?" tanya Dewa yang masih saja betah menggodanya.
Wajah Naura pucat, dia takut dan panik, "Mi..nggir" lagi gadis itu berteriak dalam hati, suaranya tak lagi mampu keluar,
Dewa memajukan wajahnya membuat Naura semakin panik, senyum terlihat jelas di wajah Dewa, Senyum penuh kemenangan karena Naura benar-benar ketakutan.
Naura menutup matanya, dan menelan salivanya kasar, namun apa yang ada di pikirannya tak sama dengan kenyataan, Dewa melewati Wajahnya dan berbisik, "turun,"
Setelah itu pria itu mundur, dan melangkah keluar dengan senyum jahatnya. Meninggalkan Naura yang masih membeku di tempatnya, gadis itu membuka mata, wajahnya memerah menahan malu, atas apa yang dia pikirkan, dan tadi Dewa juga mengejeknya.
Naura turun dan membanting pintunya dengan keras, terdengar jelas tawa Dewa yang sarat dengan ejekan.
Dia berjalan di belakang pria itu sambil terus menekuk wajahnya. Kesal, marah dan juga malu, itulah yang dia rasakan saat ini. Sementara di dalam lift Dewa masih terus tersemyum mengejek.
"Awas saja kau telah mengerjaiku, tunggu pembalasan ku, aku akan membuatmu bertekuk lutut padaku, " batin Naura kesal.
Gadis itu langsung masuk ke kamarnya, dia malu dan marah. Dewa tersemyum simpul, "aku akan membuatmu lebih malu dari ini, aku yakin kau akan jatuh dalam pesonaku,"
nggak usah bikin cerita yang banyak tapi gantung 😔
ceritanya nanggung nih...