NovelToon NovelToon
PERFECT REVENGE

PERFECT REVENGE

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:928
Nilai: 5
Nama Author: SuciptaYasha

Berlatar di Seoul, Seo Yerin adalah wanita karier sempurna yang hidupnya hancur setelah diracuni oleh suaminya sendiri dan dikhianati sahabat dekatnya. Namun setelah kematiannya, ia secara misterius kembali ke masa lalu tepat di hari saat dirinya dilamar.

Apa yang akan dia lakukan selanjutnya? Pertama, dia menghajar orang yang melamarnya tepat di hadapan semua orang dan merencanakan balas dendam kepada sahabat dan semua orang yang membuatnya menderita.

Namun di tengah usahanya mengubah takdir, ia tanpa sadar terlibat dengan seorang pria berbahaya dari dunia bawah tanah—seorang mafia dingin yang juga sedang menyiapkan balas dendamnya sendiri.

Apakah pembalasan dendamnya dapat membawanya menuju kebahagiaan? Atau malah membuatnya semakin terseret ke dalam jurang neraka? Saksikan perjalanan Yerin hanya di novel ini ☺️☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SuciptaYasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17 Perdebatan sengit

Yo-han menarik napas panjang, mencoba menahan denyut di pelipisnya yang terasa mau pecah. Ia menatap mobilnya, Lykan HyperSport yang hanya ada 7 unit di dunia tapi sekarang miliknya lebih mirip dengan besi rongsokan.

“Menikahimu?” Yo-han tertawa sinis. “Aku lebih memilih kembali ke gudang tadi dan membiarkan mereka memukuliku sampai mati daripada harus menghabiskan sisa hidupku dengan wanita gila sepertimu!”

Mata Yerin seketika menyipit tajam. “Apa kau bilang? Gila?”

“Ya! Gila! Mana ada wanita normal yang menyetir mobil seperti orang kesurupan sampai mobilku hancur jadi rongsokan!” bentak Yo-han frustrasi.

“Oh, jadi ini soal mobil?” Yerin melipat tangan di dada, suaranya naik satu oktav. “Kau menolakku karena aku menghancurkan mainan mahalmu ini? Hebat sekali! Padahal kalau aku tidak menyetir, kepalamu mungkin sudah jadi pajangan di markas para preman itu sekarang!”

“Aku bisa menyelamatkan diriku sendiri! Aku sudah biasa menghadapi situasi seperti itu!” Yo-han maju selangkah, emosinya meluap. “Jika saja kau tidak ikut campur dan masuk ke mobilku, aku pasti sudah pergi dengan tenang menggunakan taktikku sendiri!”

“Sekarang kau menyalahkanku?” Yerin mendengus tak percaya. “Kau benar-benar orang yang tidak tahu terima kasih!”

“Kau tahu? Sejak pertama kali bertemu dengamu, aku merasa seolah kehilangan harga diriku! Sebenarnya apa yang salah dengan kepalamu?!"

“Sekarang kau membicarakan harga diri? Apa pentingnya harga diri bagi pria yang mengambil kesempatan dalam kesempitan?” Yerin melempar pandangan jijik. “Tadi kau sangat menikmati bersandar di pangkuanku, kan?”

Wajah Yo-han memerah padam. Ia ingin membalas dan meluruskan semuanya dalam satu kalimat. Tapi ia yakin jika semua kata-katanya bisa dengan mudah dipelintir oleh wanita di hadapannya..

Yerin akhirnya mengibaskan tangannya, raut wajahnya berubah muak. “Sudah, lupakan saja! Aku juga tidak sudi menikah dengan pria keras kepala dan tidak tahu cara berterima kasih sepertimu! Silakan saja kau melajang sampai tua, sampai kau membusuk bersama harga dirimu yang tidak berguna itu!”

Yerin berbalik, hendak melangkah pergi meninggalkan Yo-han di bahu jalan.

“Tunggu!” teriak Yo-han.

Yerin berhenti, namun tidak berbalik. “Apa lagi? Mau minta ganti rugi mobil? Tagih saja ke neraka!”

“Serahkan dokumen itu padaku,” tuntut Yo-han dengan suara yang mulai merendah namun penuh tekanan. “Kau sudah menolakku, jadi dokumen itu tidak ada gunanya lagi bagimu.”

Yerin berbalik perlahan, menatap Yo-han dengan senyum ledekan yang paling menyebalkan. Ia merogoh tasnya dan mengeluarkan kertas hasil tes DNA. Ia memegangnya di depan wajah Yo-han dengan penuh ekekan.

“Kau menginginkan ini?” tanya Yerin menggoda. Jemarinya mulai meremas kertas itu perlahan.

“Berhenti, Yerin. Jangan lakukan itu!” Yo-han mencoba mendekat dengan waspada.

Yerin justru semakin semangat. Ia meremas kertas itu hingga menjadi bola kecil di tangannya.

“Kubilang jangan! Itu dokumen asli!” Yo-han mulai panik.

Namun, tindakan Yerin selanjutnya benar-benar di luar nalar. Bukannya merobek atau membuangnya, Yerin justru memasukkan bola kertas itu ke dalam mulutnya, mengunyahnya dengan ekspresi penuh kemenangan, lalu berbalik pergi begitu saja.

Yo-han membeku di tempatnya. Matanya melotot tidak percaya melihat senjata rahasianya berakhir sebagai camilan malam wanita itu.

“SEO YERIN!!! KAU BENAR-BENAR GILA!!!”

DUAAAK!

Karena saking kesalnya dan tidak tahu harus berbuat apa lagi, Yo-han menendang pintu mobilnya yang sudah penyok.

Malangnya, pintu itu justru copot sepenuhnya dan jatuh ke aspal dengan suara dentuman keras.

.....

Keesokan harinya.

Cahaya matahari pagi menyelinap melalui jendela besar di kediaman mewah keluarga Seo, namun suasananya terasa sedingin es.

Di meja makan panjang berbahan marmer, seluruh keluarga Seo sudah berkumpul.

Yerin melangkah masuk dengan bahu yang merosot. Meski sudah mandi dan mengenakan pakaian kerja yang rapi, sisa-sisa kelelahan dari aksi kejar-kejaran maut semalam masih membekas di wajahnya.

Ia duduk tanpa suara dan mulai mengambil potongan buah dengan gerakan mekanis.

"Yerin, kau baik-baik saja?" tanya ibunya lembut, matanya menyiratkan kekhawatiran. "Wajahmu pucat sekali. Kalau lelah, sebaiknya libur dulu hari ini dan beristirahat di rumah."

"Aku baik-baik saja, ibu," jawab Yerin pendek, mencoba memberikan senyum tipis yang dipaksakan.

Suasana kembali sunyi, hanya suara denting sendok yang beradu dengan porselen. Sampai akhirnya, Seo Jihoon meletakkan serbetnya dan menoleh ke arah sang ayah.

"Apa Ayah sudah mengatakan hal itu pada Yerin?"

Yerin menghentikan kunyahannya. Perasaannya mendadak tidak enak. "Mengatakan apa?"

Seo Kangwoo meletakkan tabletnya, ia menghela napas panjang yang terdengar sangat berwibawa sekaligus menekan.

"Malam ini, kau harus menghadiri pesta ulang tahun Walikota Cha."

Yerin langsung meletakkan garpunya dengan suara denting yang agak keras. "Pesta Walikota? Ayah, aku sudah bilang berkali-kali, aku tidak punya urusan lagi dengan keluarga mereka."

"Kau masih merupakan tunangan Cha Minhyuk," sahut ayahnya dingin, suaranya tidak menerima bantahan. "Jangan lupa bahwa aliansi politik dan bisnis kita masih bergantung pada hubungan ini."

"Tapi Ayah! Aku sibuk sekali di kantor. Seorin Fashion sedang dalam masa krusial, aku tidak punya waktu untuk berdiri berjam-jam di pesta membosankan seperti itu!"

Mata Kangwoo menajam, ia menatap Yerin melalui kacamata bacanya. "Sibuk? Sibuk bertemu dengan para pria tak jelas di luar sana sampai pulang larut malam dengan penampilan berantakan?"

"Ayah..." suara Yerin melemah. Ia tahu ayahnya pasti sudah mendapat laporan dari orang-orang di rumah tentang jam pulangnya semalam.

"Cukup. Kau akan datang ke sana bersama kakakmu. Pilih gaun terbaikmu," perintah ayahnya final. Ia bangkit dari kursi, namun sebelum melangkah pergi, ia menoleh sekali lagi. "Dan satu hal lagi, Yerin. Jangan melakukan hal gila di sana. Jangan berani-berani mempermalukan nama keluarga Seo di depan Walikota."

Yerin hanya bisa terpaku, tangannya mengepal di bawah meja. Ia tidak punya pilihan selain mengangguk pasrah.

Beberapa saat kemudian, Yerin sudah berada di dalam mobil menuju kantor. Pemandangan kota Seoul yang sibuk berlalu di balik jendela, namun pikirannya tertuju pada satu orang.

"Semua ini gara-gara dia," gumam Yerin dengan gigi terkatup.

Ia membayangkan wajah Yo-han yang menyebalkan semalam. Kemarahannya meluap setiap kali mengingat penolakan pria itu.

"Seandainya bajingan itu menerima lamaranku semalam, aku pasti sudah punya alasan kuat untuk memutus pertunanganku! Aku bisa saja bilang aku sudah hamil atau semacamnya..."

Yerin memukul bantal kursi mobilnya dengan kesal.

"Ini semua salah Kang Yo-han! Dia yang membuatku harus masuk ke dalam mulut singa malam ini. Pria mesum tidak tahu terima kasih itu... awas saja kalau aku bertemu dengannya lagi, akan kupastikan dia membayar untuk setiap detik penderitaanku hari ini!"

Dengan perasaan dongkol yang membuncah, Yerin mencoba mengatur napasnya, bersiap menghadapi hari yang panjang sebelum terjebak dalam pesta formal yang paling ia benci.

1
Kustri
qu diundang gk nih, pengen jd pagar betis, eh pagar ayu☺
Kustri
nyogok pkai vote biar crazy up😊😍
Caveine: makasihhh😍
total 1 replies
Kustri
klu ayah kandung yohan kakek nara, berarti nara ponakan yohan dong
Caveine: iya kak 😍👍👍
total 1 replies
Kustri
setelah yerin yo han tamat, bisa x thor kisah nara diangkat, unik soal'a☺🥺
Kustri
apa situasi ini ada dikehidupan yerin sblm'a
biasa'a akan mengulangkan kejadian" sblm'a
Kustri
lanjuuut
Kustri
qu terkejut, ternyata nara...waow!
keren crita'a
Kustri
nyogok ☕ biar crazy UP
Kustri
yo han anak terbuang... kebetula sekali yg nemu ayah'a

bagus alur'a... jgn smp gk lanjut ya thor
Kustri
lagi" perebutan warisan
oowh... ternyata anak pungut yg menguasai dunia bawah calon'a yerin, gpp yg penting kuat smua
😂🤭
Kustri
mgkin pas yerin dilamar, blm ada tanda" klu sahabat & pacar'a saling suka
betul g yaa🤔
lanjuuut thor💪
Kustri
siapa dia?
aah inilah org yg akan menolong yerin, seorang dr dunia bawah
Kustri
☕u yerin, semangat cpt sadar kembali u balas dendam
Kustri
thor, kembalinya jendral perang koq blm dilanjut... pdhal qu sukaa lho
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!