Menceritakan tentang dua orang asing.Yang tidak saling mengenal.Memiliki karakter yang berbeda.Yang laki - laki memiliki sifat yang dingin,kaku dan cuek.Tapi sangat tampan dan kaya.Dan digilai banyak wanita.
Sedangkan yang perempuan,memiliki sifat yang lembut dan ceria.Perbedaan mereka dipersatukan dalam sebuah pernikahan.Karena perjodohan dari orang tua mereka,yang sudah berteman sejak masih muda.
Bagaimana kisah rumah tangga yang mereka sembunyikan itu??
Ini adalah karya Perdana saya.Jangan lupa like dan dukungannya ya.
Terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Flora Caem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 21
Hari berlalu dengan cepat
"Sudah tiga bulan,Allea menjadi seorang istri dari Devan Andersson.Hubungan mereka pun semakin membaik.Selain dengan kesibukan kuliahnya,Allea juga selalu melayani suaminya dengan baik.Menyiapkan segala keperluan sang suami.Mulai dari menyiapkan pakaian hingga menyiapkan makanan.Walaupun kadang bukan ia yang memasak langsung.Jangan lupakan dengan kebutuhan suaminya di atas ranjang,semakin hari suaminya semakin mesum.
***
"Saat ini Devan mengajak istrinya,untuk berkunjung ke kediaman mertuanya.Orang tua Allea.Selama mereka menikah,Devan belum pernah kesana.
"Devan dan Allea baru saja tiba di kediaman orang tua Allea.Rumah nampak sepi.Mungkin orang tuanya masih ditoko.Orang tua Allea mempunyai usaha kecil,sebuah toko sembako.
"Apa ibu ngak ada dirumah ya??". Kata Allea
"Turun aja dulu,siapa tahu ibu didalam".Sahut Devan.Allea mengikuti saran suaminya.Turun dari mobil bersama Devan.Allea mengetuk pintu berkali - kali.Hingga tak lama,terdengar sahutan dari dalam.Ternyata ibunya ada dirumah.Pintu dibuka, keluar sang ibu menyambut mereka.
"Akhirnya kalian datang juga!!".Kata Sarah,ibu Allea.Allea pun langsung memeluk ibunya.Sarah pun membalas pelukan putrinya,dan mengelus bahu putrinya dengan lembut.Setelah pelukan keduanya terlepas,giliran Devan yang menyalami ibu mertuanya.
"Ayok masuk dulu",ajak sang ibu.Allea mengajak suaminya untuk masuk.Dan Devan pun mengikuti dari belakang.Mereka bertiga duduk diruang keluarga.
"Maaf ya bu,Devan dan Allea baru datang berkunjung.Ujar Devan merasa tak enak".
"Ngak papa nak Devan,ibu maklum kok".Kalian pasti butuh waktu berdua untuk penyesuaian.Belum lagi dengan kesibukan kalian berdua.Jawab Sarah dengan tersenyum. "Oh iya nak,buatin minum sana,sama suamimu.Ibu sampai lupa,karena keasikan ngobrol,kata Sarah sambil terkekeh.Allea menurut saja, dengan ucapan ibunya.Ia pun berlalu menuju kebelakang,membuat minum.
"Allea membawakan minuman untuk mereka bertiga".Devan duduk dengan sopan, sambil berbincang dengan sang ibu.
"Jadi gimana??",Allea udah isi belum??.Pertanyaan sang ibu membuat Allea menunduk dengan wajah yang memerah.Mereka berdua juga belum membahas soal anak.
"Kalau itu,kami belum kepikiran bu.Tapi semoga saja cepat isi,jawab Devan sambil mengedipkan matanya pada Allea.Melihat itu,Allea melototkan matanya pada suaminya.
"Sarah tersenyum,melihat interaksi anak dan menantunya".Ia pun senang melihat hubungan keduanya tidak ada kecanggungan.Berarti mereka sudah menerima pernikahan ini dengan baik,pikirnya.
"Iya sudah,ibu mau siapin makanan dulu buat kalian.Nanti ibu akan hubungi ayah,biar cepat pulang.Kalian ngobrol aja berdua.Atau ajak suamimu istirahat dikamar nak.Kata sang ibu.
"Aku bantu ya bu!!!",sahut Allea.
"Tidak usah,kamu disini aja temanin suamimu".Ibu bisa sendiri.Jangan lupa ajak suamimu istirahat nak,siapa tahu nak Devan mau istirahat.Kata sang ibu lagi,sambil berlalu menuju dapur,meninggalkan mereka berdua diruang keluarga.Mendengar omongan ibu mertuanya,Devan mengedipkan matanya menggoda Allea.
"Dasar mesummm!!!".
"Devan malah tertawa melihat tingkah istrinya, yang malah pergi meninggalkannya di ruang keluarga".Tidak lama Devan pun menyusul istrinya, untuk masuk kedalam kamarnya.Devan melihat sekeliling kamar.Kamar Allea memang tidak sebesar kamar dirumah Devan.Tapi walau kamar itu kecil,semua barang - barangnya sangat rapi.Tidak ada barang yang berserakan.
"Devan berjalan dan menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang".Karena tidak ada sofa dikamar Allea.Yang ada hanya meja belajar, yang diatasnya banyak buku yang tersusun rapi.Ia bersandar dikepala ranjang, sambil memperhatikan Allea.Yang sibuk mengambil beberapa barang yang akan ia bawa kerumah mereka nanti.