Shisil wanita cantik yang dinikahin oleh orang duda tampan beranak satu, shisil disuruh nikah mudah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alexia Alexander, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
"Maafkan aku sayang, aku tidak bisa memberitahu soal ini"Didalam hatinya Alvaro yang menatap tunangannya.
"Alvaro bisa ikut om bicara sebentar saja"ucapan Ayah Ryan yang menatap tajam kepada Alvaro dan pergi.
"Baik om"ucapan Alvaro yang ikutin pergi ayah Ryan.
"Om Al makanan Lexia belum selesai"ucapan Lexia yang melihat Alvaro pergi.
"Biar tante vani yang suapi Lexia"ucapan Vania yang gantian menyuapi Lexia.
Tiba-tiba Bunda Rania menghampiri Lexia dan Vania.
"Lexia sayang kamu kan sudah besar, bisa makan sendiri"ucapan Bunda Rania yang tahu cucunya.
"Tapi Lexia masih kecil Nenek"ucapan Lexia yang sedikit manja.
"Sayang kamu tidak pernah manja sama siapapun"ucapan Bunda Rania yang senyum kepada cucunya.
"Sudah-sudah tante, tidak apa-apa xia sama aku dan Shisil"ucapan Vania yang menyuapi Lexia.
"Nak Vania, Daddy nya tidak pernah mengajarinya manja"ucapan Bunda Rania yang memberi nasihat kepada cucunya.
Danyal dan Shisil menghampiri Yang lainnya dan mendengar ucapan bundanya, "Bun biarkan saja"ucapan Danyal yang sambil mengandeng istrinya.
"Tapi Danyal"ucapan bunda Rania terhenti dengan tatapan putranya.
"Lexia manja sama mommy nya dan tantenya saja kok bun"ucapan Danyal yang tersenyum kepada putrinya.
"Benar juga, Lexia manja dengan keluarganya saja"didalam Hatinya Bunda Rania yang melihat cucunya.
"Mom, Lexia ngantuk mau tidur"ucapan Lexia yang sudah mulai mengantuk.
"Sini Lexia anak mom sudah ngantuk ya sayang"ucapan Shisil yang langsung menghampiri anak tirinya.
"Shisil bawa Lexia kekamar kita sana"ucapan Danyal yang ingin mencari seseorang.
"Baik kak, kau tidak istirahat juga sayang"ucapan Shisil yang mengendong anak tirinya.
"Nanti aku menyusul kamu sayang"ucapan Danyal yang mencari seseorang.
"Kak Danyal mencari kak Al ya"ucapan Vania yang membereskan sisa makanan Lexia.
"Ya sekarang Al dimana Vani?"ucapan Danyal yang masih mencari Alvaro.
"Kak Al sedang bicara sama om Ryan"ucapan Vania yang melihat bunda Rania.
"Oh gitu"ucapan Danyal yang singkat.
Seorang pelayan membawa tamu penting ke taman belakang mansion milik danyal, "Maaf tuan danyal ada tamu yang ini bertemu dengan anda"ucapan Pelayan tersebut.
"Siapa?"ucapan Danyal yang penasaran.
"Tuan Danyal bisa lihat sendiri"ucapan Pelayan tersebut.
"Sekarang dia ada dimana?"ucapan Danyal yang menatap tajam kepada pelayan tersebut.
"Saya antar ke ruang kerja anda tuan"ucapan Pelayan tersebut takut dengan tatapan Danyal.
"Nanti aku kesana, kau boleh melanjutkan pekerjaan kamu"ucapan Danyal yang segera mencari Alvaro.
"Sepertinya kak Danyal mencari Alvaro"didalam hatinya Vania yang sedikit cemas.
Dan seorang yang bertemu dengan Danyal pun muncul di taman belakang mansion milik Danyal, "Kau tidak menyambut ku Danyal"ucapan Orang asing tersebut.
"Kau datang pun tidak ada gunanya Devano"ucapan Danyal yang menjahili sahabatnya.
"Jahat banget jadi sahabat, nikah pun tidak mengundang aku"ucapan Devano yang menatap menyebalkan kepada Danyal.
"Bukan dia datang ke pernikahan aku, sekalian aku jahili" didalam hatinya Danyal yang sedang menjahili sahabatnya.
"Devano kau itu datang pernikahannya Danyal"ucapan Alvaro yang baru datang dari suatu tempat.
" Punya tunangan pikun banget"gumam Keyra yang kesal kepada tunangannya
"Bunda lihat anak, suka banget jahili aku"ucapan Devano yang mengadu dengan bunda Rania
"Lepasin bunda aku itu"ucapan Danyal yang menatap tidak suka kepada Devano
"Kalau aku tidak mau, kau mau apa"ucapan Devano yang semakin meluk bunda Rania.
"Ini bocah minta dihajar juga"didalam hatinya Danyal yang mengepalkan tangannya.
Akhirnya Alvaro dan ayah Ryan datang dan melihat pertengkaran yang tidak wajar, "Ternyata sifat kamu seperti anaknya danyal ya"ucapan Alvaro yang meledek Devano.
"Maksud kamu apa Al?"ucapan Devano yang tahu ledekan Alvaro.
"Hah!,kau menyamakan aku seperti Lexia"ucapan Devano yang belum sadar dengan sendiri.
"Hmm, putra sayang kenapa baru pulang daddy dan mommy kangen loh"ucapan Danyal yang sambil mengejek sahabat sendiri dan mengelus kepala Devano.
"Pantes kayak bocil usia 5 tahun sumpah"ucapan Alvaro yang ketawa dengan kelakuan dua sahabatnya.
"Devan kamu sadar tidak sih"ucapan Keyra tunangan dan sekaligus sahabat istri Danyal
"Sudah biarkan saja, ini hiburan bagi aku"ucapan Alvaro yang terus ketawa.
"Bunda buat minum untuk kalian berdua dulu"ucapan Bunda Rania yang pergi ke dapur.
"Badannya saja yang besar otak bocil banget"ucapan Keyra yang kesal lalu menghampiri sahabatnya.
"Sebaiknya ayah bantu bunda dan kalian lanjut mengobrol nya"ucapan Ayah Ryan yang menyusul istrinya.
"Oke ayah"ucapan Vania yang menatap sahabatnya.
"Sayang ulangi ucapan kamu"ucapan Devano yang sadar dengan ucapan tunangannya sendiri.
"Tidak kata ulang"ucapan Keyra yang duduk didekat sahabatnya
"Hah!,gini amat punya cewek suka ngambek"ucapan Devano yang menatap Danyal.
"Apa menatap aku seperti itu Devan"ucapan Danyal yang mengelus-elus kepala sahabatnya.
"Kak Danyal masih normal tidak sih"ucapan Shisil yang lewat didepannya.
"Apa!"ucapan Danyal yang tersadar sebentar.
Alvaro yang ketawa melihat kelakuan kedua sahabatnya sendiri, "Kalau tidak normal malam ini kak boleh tidur di luar"ucapan Shisil yang geleng-geleng kepala.
"Hah!,seorang Danyal tidur di luar kamar karena perkara seperti ini"ucapan Alvaro yang ketawa parah.
"Shisil sayang jangan dong"ucapan Danyal yang langsung menghampiri istrinya.
"Ternyata Danyal jadi suami takut istri setelah di ancam"didalam hatinya Devano yang melihat sahabatnya.
"Devano jangan ngobrol sama setan loh"ucapan Danyal yang langsung merayu istrinya.
"Tidak kok"ucapan Devano yang mundur ke belakang Alvaro.
"Hmm, Danyal mumpung kamu di suruh tidur luar"ucapan Alvaro yang memberikan kode kepada Danyal.
"Iya juga, mumpung ada Devano di sini"didalam hatinya Danyal yang menatap istrinya.
"Gimana kalau kita ngobrol sampai pagi, suruh istri kamu dan dua cewek tidur dikamar kalian berdua saja biar aman"ucapan Alvaro yang ingin berbicara dengan Devano dan Danyal.
"Ide bagus"ucapan Danyal yang tersenyum lembut kepada istrinya.
"Apa boleh kita tidur dikamar utama kak"ucapan Vania yang takut dengan Danyal.
"Boleh kok, sekalian temani Lexia".ucapan Danyal yang menatap kedua sahabatnya.
"Tumbenan kak Danyal mau aku hukum tidur di luar"didalam hatinya Shisil yang menatap tajam suaminya.
"Hadeh Shisil mulai curiga nih, aku harus gimana"didalam hatinya Danyal yang tatap tajam kedua sahabatnya.
"Eh buset tatapan Danyal mengerikan"didalam hatinya Alvaro yang menatap istrinya Danyal mulai curiga.
"Emak tolong Devano pingin pulang"ucapan Devano yang pelan tapi kedengaran Alvaro.
"Pulang kemana Devan"ucapan Alvaro yang memegang lengan Devano.
"Al lepasin aku mau pulang sekarang"ucapan Devano yang tertahan langkahnya.
"Devan lihat belakang kau, big bos mau marah itu"ucapan Alvaro yang menunjuk Danyal.