Update setiap hari senin -jumat jam 19.00 /20.00 Waktu Indonesia Barat.
Kisah keturunan dari Kaisar Yuan Lin yang di nobatkan sebagai Kaisar wanita pertama di Kekaisaran Yuan.
Bagaimana perjalanannya mari ikuti di novel ku? Jangan lupa untuk like, komentar, favorit, vote and share. TERIMAKASIH 🙏💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keluar Dari Kawasan Gunung Chu.
Seorang gadis remaja berusia lima belas tahun berjalan seorang diri tanpa seorang teman yang menemaninya di hutan yang gelap di kawasan gunung Chu tanpa arah yang di tuju. Gadis ini berkali-kali menghela napas panjang untuk gadis itu bisa merasakan ketenangan dan kedamaian di dalam hatinya yang sedang risau memikirkan masa depannya yang akan datang. Ia tak pernah menangis untuk dirinya sendiri karena kekerasan hatinya yang membuat dirinya tegar terhadap kehidupan yang keras.
"Yuan shiang, setelah kamu menjadi seorang Maharani yang memimpin sebuah Kekaisaran Yuan yang besar maka kamu harus tegar dan kuat dalam menjalani kehidupanmu yang harus mementingkan kepentingan rakyat mu di atas kepentingan pribadi mu sendiri. Meskipun kamu di landa kesedihan sekalian kamu harus pantang mundur dan menangis seperti wanita yang lain. Karena kamu bukanlah seorang wanita biasa melainkan sseorang penguasa tertinggi di seluruh negeri ini. " Kata Yuan shiang dengan nada tegas untuk dirinya sendiri.
Ia berjalan tanpa melihat adanya pertarungan antara kelompok orang memakai pakaian yang ada gambar seruling hitam melawan kelompok orang yang memakai ikat kepala lambang langit yang berbentuk naga sampai ada seseorang yang bersiul ke arahnya dari atas pohon rindang.
"Hushh, jika kamu ingin melihat tontonan gratis lebih enak nonton di atas pohon rindang ini. " Kata seorang pemuda tampan yang duduk dengan tenang di atas pohon rindang di atas kepala Yuan shiang.
"Oh, baiklah. "Jawab Yuan shiang melompat ke atas pohon rindang lalu duduk di samping kanan pemuda tampan itu.
" Hei, kau pilih kelompok yang mana dari kedua kelompok di bawah sana? " Tanya pemuda tampan itu sambil menawarkan segenggam kuaci kepada Yuan shiang.
"Aku pilih kelompok yang memakai baju gambar langit naga. " Jawab Yuan shiang acuh tak acuh kepada pemuda tampan di sebelahnya.
"Hmm, baiklah aku pilih kelompok yang bajunya ada gambar seruling hitam. Ayo kita bertaruh jika kelompok pilihan mu yang menang, maka aku akan menjadi pelayan mu seumur hidupku, tapi jika kelompok yang aku pilih yang menang, maka kamu yang menjadi pelayan ku seumur hidup mu. Bagaimana? Apakah kamu setuju untuk bertaruh dengan ku? " Pemuda tampan itu menantang bertaruh dengan Yuan shiang yang di perhatikan dengan saksama oleh pemuda itu dengan terpesona.
"Baik, aku setuju untuk bertaruh denganmu." Jawab Yuan shiang nada tegas kepada pemuda tampan itu.
"Setuju, aku Chen Long akan menepati janjiku kepada mu, Nona cantik." Kata Chen Long nama pemuda tampan itu yang menatap tertarik pada Yuan Shiang yang sangat cantik jelita meskipun gadis itu saat ini memakai pakaian dan riasan sederhana.
Mereka memperhatikan pertarungan antara kelompok sekte seruling hitam melawan sekte naga langit yang terjadi di bawah pohon rindang dengan santai sambil memberikan komentar satu sama lainnya tentang pertarungan yang seru itu.
"Wah, kaki ketua mereka tertendang oleh pria yang giginya bolong. " Kata pemuda tampan itu dengan suara ramai kepada Yuan shiang.
"Salah, orang itu bukan ketua sekte naga langit tetapi pimpinan kelimanya saja buktinya saja ia kalah oleh pemuda yang memakai baju warna hijau toska yang memukul kepalanya hingga benjol. " Kata Yuan shiang dengan tepat sekali mengenai pertarungan antara kedua kelompok itu.
"Hmm, Nona kamu sungguh bermata tajam dan otak kuat. Bolehkah aku mengetahui namamu yang tentunya secantik orangnya? " Tanya pemuda tampan itu nada ramah kepada Yuan Shiang.
"Kau tak boleh memanggilku dengan sebutan Nona, teman. Karena aku sudah memiliki suami yang saat ini sedang aku cari di seluruh wilayah di negeri ini. " Kata Yuan shiang dengan nada tegas kepada pemuda tampan itu yang manyun karena pemuda tampan itu langsung patah hati mendengar dirinya telah memiliki seorang suami yang sangat dirindukan dirinya.
"Ahhh, baiklah Nyonya muda bolehkah aku tahu siapa namamu itu biar aku tahu siapa majikan ku yang telah mengalahkan ku di ajang pertaruhan dadakan kita di hutan luar gunung Chu? " Tanya pemuda tampan itu yang menunjukkan bahwa kelompok yang di pilih oleh Yuan Shiang yang keluar sebagai pemenangnya.
"Namaku Li Shiang Yuan atau boleh memanggil diriku dengan sebutan Nyonya muda Li. " Jawab Yuan shiang yang menggunakan marga Li Jia Han untuk marga nya yang sekarang sesudah dirinya menjadi milik Li Jia Han.
"Nyonya muda Li, siapakah suamimu yang amat tega meninggalkan mu seorang diri di gunung Chu? " Tanya seseorang dari arah bawah pohon rindang dengan suara bergema.
"Pendekar Bangau Emas Sakti. " Jawab Yuan shiang asal saja karena gadis itu tidak pernah tahu nama julukan Li Jia Han di dunia persilatan daratan besar meskipun ia tahu bahwa kekasih atau tunangannya itu adalah Ketua Pulau Salju Abadi.
"Wah, nama julukan suamimu sungguh luarbiasa sekali. Apakah dia seorang pria yang hebat yang sesuai dengan julukannya? " Ucap pemuda tampan yang memakai baju berwarna hijau toska yang diam- diam menyerang Yuan shiang dengan serbuk warna putih yang di sebar di depan mata Yuan shiang.
Weerrr!
Yuan Shiang terkejut sekali dengan serangan yang tiba-tiba itu namun sebuah lengan panjang entah darimana telah menampar pelipis kanan pemuda tampan baju warna hijau toska hingga remuk.
Plakkkk!
Bruakk!
Yuan Shiang yang lemas akibat serangan maut secara tiba-tiba itu terjungkal jatuh dari atas pohon rindang namun ia tidak merasakan sakit sama sekali karena seseorang telah menangkap tubuhnya dengan sigap.
" Adik Shiang. " Suara Li Jia Han yang halus itu memanggilnya.
" Kak Han.. " Panggil Yuan Shiang lemas kepada Li Jia Han yang telah berhasil menyelamatkan Yuan Shiang dari serangan maut pemuda sekte naga langit yang ingin membunuh Yuan Shiang sesudah gadis itu menyebutkan marga gadis itu adalah marga Li.
"Thaihap ternyata gadis itu adalah istrimu yang telah kamu ceritakan kepada ku di bukit gunung Chen beberapa hari lalu? " Tanya Chen Long yang telah turun dari atas pohon rindang dengan nada hormat kepada Li Jia Han.
"Iya, Chen Long. Dia adalah Li Yuan Shiang istri ku. " Jawab Li Jia Han dengan nada tegas sekali kepada Chen Long seraya memerintahkan Lau Kim Cheng, Chou Chie dan Huang Jing Yu untuk menghabisi sekte naga langit dan mencuri kartu undangan sekte seruling hitam dari jasad para anggota sekte seruling hitam melalui isyarat matanya yang tajam.
"Siap, tuan muda Li. " Jawab Ketiga orang anak buahnya dengan nada serentak.
Lalu Li Jia Han membawa Yuan Shiang pergi dari kawasan gunung Chu menuju ke kota kecil yang bertuliskan 'Kota Kecil Bawah Gunung Chu Utara'.
Bersambung!