NovelToon NovelToon
The Marriage Business

The Marriage Business

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Obsesi / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: DHEVIS JUWITA

"Suamiku, ayo buat anak!" ajak Gretel yang sudah siap di atas ranjang tanpa sehelai benang pun.

"Bagaimana lagi aku harus bilang padamu kalau pernikahan kita itu hanya pernikahan bisnis!" Hansel merasa kesal karena istrinya yang selalu berusaha mengajaknya bercinta.

"Bisnis punya anak, 'kan? Ayo kita buat pernikahan ini menguntungkan!" Gretel tetap memaksa dan hal itu terus berulang setiap harinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TMB BAB 21 - Pikiran yang Salah

Ethel sampai ke kantor dengan raut wajah masam, dia masih kesal pada Jesa karena meninggalkannya tanpa tanggung jawab.

"Gree..." Ethel mendatangi ruangan saudaranya tapi tidak mendapati Gretel. "Di mana dia? Setelah menikah kinerjamu jadi tidak profesional, Gree. Kau selalu mementingkan urusan pribadimu!"

Lelaki itu jadi bertambah kesal, dia kemudian naik ke lantai atas di mana ruangan presdir berada. Bukan untuk menemui Keenan tapi dia ingin menemui Pedro dan meminta laporan mengenai Jesa.

"Bagaimana?" tanya Ethel saat masuk ke ruangan Pedro.

Pedro menunjuk berkas yang berada di atas meja. "Bacalah sendiri!"

"Kenapa tidak menjelaskannya saja, aku malas baca!" tolak Ethel.

"Memangnya urusan denganku apa, tugasku hanya mencari informasi," ucap Pedro tak mau kalah.

Dengan sebal Ethel mengambil berkas itu kemudian membacanya dengan seksama. Matanya terbelalak mendapat kenyataan mengenai Jesa.

"Apa ini tidak salah?" tanya Ethel.

Sepertinya Pedro memang harus menjelaskan supaya Ethel berhenti mengganggunya.

"Orang tua Jesa sudah meninggal karena kecelakaan, mereka meninggalkan anak-anak mereka pada kakek mereka. Sayangnya, orang tua Jesa meninggalkan hutang besar yang membuat keluarga Coper bangkrut karenanya, kakek Jesa pun akhirnya menikahkan cucu mereka satu persatu. Kebetulan saudara Jesa itu perempuan semua, bukannya membantu melunasi hutang justru saudara-saudara Jesa pergi pindah ke negara lain. Kini hanya Jesa seorang diri yang harus melunasi hutang, dia memilih bekerja dari pada harus dinikahkan oleh kakeknya," jelas Pedro.

"Jadi dia memilih bekerja dengan April?" tanya Ethel.

"April membantu keluarga Coper melunasi hutang pada akhirnya tapi sebagai balasan Jesa harus bekerja menjadi asistennya," sambung Pedro.

"Apa Jesa dan April saling mengenal sebelumnya?" Ethel padahal sudah membaca berkas mengenai Jesa tapi jika belum mendengar dari mulut Pedro, dia belum merasa puas.

"Mereka teman kuliah, sepertinya April mempunyai dendam pribadi pada Jesa," jawab Pedro.

"Kalau begitu, atur jadwal bertemu dengan April!" perintah Ethel.

Pedro hanya bisa mendesaah pelan, dia sudah biasa direpotkan dengan urusan seperti ini.

"Pasti sebentar lagi akan jauh lebih merepotkan," gerutunya.

...***...

Di sisi lain, Gretel ikut bersama suaminya ke kantor Hansel. Mereka berjalan beriringan berdua ketika sampai dan menjadi pusat perhatian para staff kantor.

"Kau bisa langsung ke ruanganku, Gree," ucap Hansel saat mereka berada di lift berdua.

"Baiklah." Gretel menjawab setenang mungkin padahal di dalam hatinya dia menjerit tidak karuan.

Saat lift terbuka, Boy menyambut keduanya. Dia sempat main mata bersama Gretel sejenak. Akhirnya perlahan-lahan hubungan Gretel dan Hansel semakin dekat.

"Lumayan juga," komentar Gretel ketika melihat tumpukan berkas di meja Hansel. Tapi, dia sudah terbiasa akan hal itu. "Serahkan semua padaku!"

Gretel merenggangkan otot lehernya dan membuka blazer yang dia pakai. Dia mengambil tumpukan berkas di meja Hansel dan ingin memeriksanya.

Baru kali ini Hansel melihat sisi lain dari Gretel, ternyata istrinya begitu serius saat bekerja.

Dia pun ikut duduk di samping Gretel dan mencoba membantu tapi dilarang oleh gadis itu.

"Kau bisa duduk di kursimu dan melakukan pekerjaan lain, Suamiku," ucap Gretel.

Sungguh Hansel tidak biasa dengan sikap Gretel yang seperti itu.

"Apa tadi kami salah makan sarapan?" Hansel bermonolog dengan dirinya sendiri. Sebelumnya dia berpikir jika Gretel akan menyerangnya.

Tapi, pikiran itu ternyata salah.

1
Mer
adohh...sakit perutku ngakak abes🤣🤣🤣🤣
nobita
calon anaknya Gretel " Hero" sedangkan calon anaknya Ethel "Mochi"... 😄
nobita
emang menantu bisa dibeli??
nobita
menikah mendadak... parahh nihh
nobita
kakak dan adik sama sama somplak🤭
nobita
lama lama Kesalahan jadi gila dengan tingkah nya Ethel
nobita
akhirnya perasaannya pada Hansel terbalas kan
nobita
tapi kamu suka kan dengan kesempatan ini Gree... alasan saja 😄
nobita
itu pikiran yang konyol Gre.. hadeh hadehhh
nobita
makluk halusnya Abel.. kekasih Hasel
nobita
gak pernah gagal kok karya author kesayangan q ini.. hebat banget👍
nobita
teman dating nya ternyata tetangganya😄🤣 .. ngakak akuu
nobita
baru di peluk suaminya aja udh seneng banget ya Gre
nobita
kata kata jebakan yang menguntungkan kamu Gre🤣. lanjutkan
nobita
semangat Gretel taklukkan suami mu
nobita
yang ke 17 kali di jamin berhasil.. sampai langsung nikah
nobita
awal yang menarik thor🤭🤣
🧟‍♂️🧟‍♂️
terlalu memaksa orang untuk mencintai kita itu adalah sikap yang egois najiss dengan melakukan mc perempuan ini
manda
ngakak bgtt
Tira Aneri
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!