Bai Wang seorang pemuda yang tidak bisa membangkitkan jiwa beladirinya, mencoba menjadi kuat demi membalas dendam keluarga Bai yang di hancurkan oleh sekelompok orang misterius dan demi mencari keberadaan ayah dan ibunya yang hilang entah kemana.
Perjalan panjang untuk menjadikan dirinya kuat, membuat dirinya menemukan sesuatu yang sangat berharga yang di milikinya, salah watu dari ketujuh Benih Mutiara Kekacauan yang di berikan oleh ibunya. Saat tahu kekuatan tersembunyi di Benih Mutiara Kakacuan itu, ia pun berencana untuk mengumpulkan ke tujuh pecahan itu.
Namun perjalanannya tidak lah mudah, banyak rintangan yang menghampirinya, hingga suatu saat dirinya akan bertemu dengan kaisar iblis yang juga menginginkan Benih Mutiara Kakacuan yang ada padanya.
Mampukah Bai Wang mengumpulkan semua Benih Mutiara Kakacuan itu? Atau malah sebaliknya dirinya akan mati dalam pencariannya untuk menjadikan dirinya kuat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saadahrafael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. Laba-Laba Ungu VS Bai Wang
Aura emas di tubuhnya keluar, mengelilingi tubuhnya. Pedang berkarat langsung memunculkan cincin berwarna hitam dengan lingkaran 3 cincin yang menandakan Pendekar Perak Tingkat 3. Bai Wang menyatukan 3 cincin berwarna hitam dengan tubuhnya, muncul bayangan raksasa jenderal perang di balik tubuhnya dengan satu mata sambil membawa pedang di tangannya.
Bai Wang yang marah karena laba-laba itu melukai Lin Zhan, akhirnya mengeluarkan kekuatan aslinya. Angin berhembus dengan kencang, pohon-pohon bergoyang dengan kuat membuat Laba-Laba Ungu yang merasakan aura mencekam dari bayangan jenderal mundur beberapa langkah.
"Tidak akan ku lepaskan kau Laba-Laba busuk! Akan ku bunuh kau!" marah Bai Wang mengangkat pedangnya, begitupun bayangan Jenderal perang itu yang juga mengangkat pedangnya, siap membelah tubuh Laba-Laba Ungu.
Tebasan Cahaya Matahari
Serunya dengan mengayunkan pedangnya ke arah Laba-Laba. Laba-laba Ungu yang melihat langsung berlari mencoba menghindari serangan Bai Wang.
Wuus.....
Boom.....
Duuar.....
Satu tebasan langsung membelah tanah dan mematahkan banyak pohon hingga berjarak 20-an meter. Laba-laba Ungu yang berhasil menghindari mengeluarkan kekuatannya, jaring laba-laba beracun.
Syuut....
Syuut....
Bai Wang melihat jaring-jaring itu melesat ke arahnya, menebaskan pedangnya hingga membuat jaring-jaring beracun itu meleleh terkena kekuatan cahaya nya.
Beraninya kau mempermainkan ku!" marahnya dan melayang di udara, mengangkat kedua tangannya, memejamkan mata dan menyerap cahaya alam sekitar ke dalam tubuhnya. Perlahan cahaya mengalir ke dalam tubuhnya, dan setelah itu matanya berubah berwarna emas. Mata di bayangan tubuh Jenderal Perang juga berubah menjadi emas, dan setelah itu dia menebaskan pedangnya nya ke arah Laba-Laba Ungu.
Syuut.....
Duuar.....
Duuar.....
Duuar.....
Ledakan beruntun membuat tempat itu langsung hancur seketika, api terdapat dimana-mana hingga membuat pohon patah dan hangus seketika. Laba-laba Ungu yang memiliki kekuatan setingkat dengan Pendekar Kaisar tidak mudah di kalahkan. Dia masih berdiri menatap Bai Wang, dan setelah itu mengeluarkan suaranya dengan di Sergai kekuatan.
Gelombang angin ungu dengan racun langsung menghantam kearah Bai Wang.
Bai Wang yang melihat mengeluarkan jurusnya.
Pusaran Angin Cahaya
Sebuah pusaran pu-ting beliung dalam bentuk cahaya menghantam gelombang angin ungu beracun.
Wuuuus......
Angin berhembus sangat kencang, Bai Wang berusaha menahan kekuatannya agar serangannya tidak kalah dengan Laba-Laba Ungu. Namun karena kekuatannya jauh di bawah Laba-Laba ungu, akhirnya dirinya tepental dan menabrak pohon.
Brak.......
Bugh......
Uhuk....Uhuk.....
Bai Wang terbatuk sambil memegang dadanya yang sakit, "Sial!" umpatnya karena tidak bisa menandingi kekuatan Laba-Laba ungu.
Bai Wang bangkit dan berdiri dengan memegang pedang berkaratnya sambil mengusap bibirnya yang berdarah. "Aku tidak boleh menyerah. Aku harus mengalahkan laba-laba busuk ini. Jika tidak, maka aku lah yang akan mati di kaki beracun nya," batinnya siap melawan kembali.
Walaupun ia tahu dirinya mustahil untuk menang, tapi sekuat tenaga dia akan berusaha mengalahkan laba-laba Ungu tersebut.
Bai Wang melesat, menyerang langsung dengan jarak dekat. Menebaskan pedangnya ke tubuh Laba-laba ungu.
Trang......
Pedang dan kaki Laba-Laba saling beradu. Laba-laba Ungu yang melihat membengis, balik melawan dengan kaki yang terus menyerang Bai Wang.
Trang....
Trang....
Trang....
Bai Wang menghindari agar tidak terkana kaki Laba-Laba yang terdapat racun.
Bai Wang melompat ke atas, mengumpulkan kekuatan cahaya nya di ujung pedang berkarat dan setelah itu melesatkan kekuatannya.
Tusukan Cahaya Ekstrim
Syuut.
Sebuah laser berbentuk cahaya melesat secepat kilat ke tubuh Laba-laba.
Ting
Tubuh Laba-laba yang keras tidak tergores sedikit pun oleh kekuatan Bai Wang. Bai Wang yang melihat terkejut karena jurusnya tidak berefek sama sekali.
"Sial! Tubuh nya ternyata juga seperti besi," gumamnya. Namun saat ia mau menyerang, laba-laba Ungu menghilang dari pandangan nya. "Kemana dia?" ucapnya melihat sekeliling. Namun tiba-tiba laba-laba muncul di belakangnya sambil menyerangnya. Bai Wang yang merasakan langsung menoleh hendak menangkis serangan itu. Tapi karena laba-laba Ungu memiliki kekuatan diatasnya, kecepatannya tidak sebanding dengan Bai Wang, hingga akhirnya Bai Wang terpental sangat jauh.
Laba-laba Ungu berlari ke arah Bai Wang hendak membunuh. Bai Wang yang melihat menghindar dari serangan kaki Laba-Laba hingga bukan tubuh nya yang terbelah, melainkan pohon yang ada di belangnya yang terpotong menjadi dua.
Bai Wang menahan tubuhnya dengan bertumpu dengan pedangnya.
Uhuk.....Uhuk....
Batuknya dengan mengeluarkan darah, darah memuncrat di tanah. Bai Wang yang melihat mendongak menatap Laba-laba yang kini berdiri di depannya.
"Sial! Mungkinkah aku akan mati di sini?" batinnya yang sepertinya tidak bisa menghindar dari Laba-Laba ungu.
Hah, Bai Wang menghela nafas. Setelah itu memejamkan mata saat Laba-Laba mengangkat kakinya siap membunuh dirinya.
.
.
.
Bersambung
Para reader's Jangan lupa like, komen, hadiah dan vote nya agar autor rajin update.
kenapa diyulis tamat....😒
nanti giliran korbannya perempuan ditolong ......terlalu...