"Gimana bisa coba gue masuk novel?! Emangnya masuk akal? Udah kayak di novel aja!"
tahap revisi🙏
jangan lupa masukan ke favorit ya( ◜‿◝ )
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Giani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 21
...Happy Reading 💚...
Episode 21
" Eh, eh! Ini bukannya Aluna ya? Kok dia ada dipostingannya Cakra? Bukannya dia ada di Bogor?"
" Iya, apa mungkin dia udah pulang? Wah mereka cocok so sweet banget sih!"
Lontaran gadis gadis membuat Garvan menghentikan langkahnya, dia membalikkan tubuhnya dan berjalan kearah kumpulan para gadis.
" Apa yang Lo bilang?" Aura gelap dan tatapan tajam yang seakan bisa membunuh dari Garvan membuat mereka ketakutan.
" Jawab!" Bentak Garvan emosi.
" I- i- itu, C- ca- Cakra dia update instastory bareng Aluna di mall." Jelas salah satu dari mereka. Garvan merebut ponselnya untuk memastikan, sekian detik kemudian amarahnya langsung ada dipuncak.
Braakk
Prang
Aakhh
" Ada apa?" Seorang pemuda bernama Adelio Atharizz yang merupakan sahabat dekat Garvan.
Bukannya menjawab Garvan dengan cepat berjalan kearah gerbang tanpa memperdulikan siapapun. Dia langsung masuk ke mobilnya dan tak lupa mengambil ponsel miliknya. Dia mendial nomor seseorang, setelah diangkat dia langsung berucap.
" Cari dimana lokasinya. Sekarang!" Tekannya langsung menutup panggilan.
Tak lama mobil merah mengkilat itu melaju dengan cepat meninggalkan area sekolah.
" Hosh, hosh. Tuh anak hah kalau cemburu udah kayak hah kesurupan reog aja!" Ujar Lio dengan nafas terengah engah.
...***...
" Enak? " Aluna mengangguk semangat. Sungguh dia sangat menikmati acara shopping hari ini. Lihatlah banyaknya barang yang dia belanja, dan sekarang dia tengah kulineran di sebuah cafe yang menyajikan banyak makanan manis.
Cakra tersenyum gemas, lihatlah Aluna begitu menggemaskan apalagi makannya yang belepotan seperti itu. Tangan Cakra terangkat membersihkan noda coklat disudut bibirnya. Aluna tersentak, dia langsung menarik diri memundurkan tubuhnya.
Tangan Cakra ada diatas angin, dia merasa hampa. Lagi lagi dia tersenyum kecut, selalu saja penolakan.
" Sudah puas?" Tanya Cakra. Aluna menggeleng dengan jujur, " Sebenarnya belum, tapi ini udah melebihi dari kata cukup. Hehe," Aluna cengengesan.
" Aluna!" Sontak Aluna memutar kepalanya, dilihatnya Garvan berjalan dengan langkah lebar menuju kearahnya. Tak lupa raut marah menghiasi wajah Garvan, Aluna menyerngit heran.
" Rey? Kamu kok disini?" Heran Aluna. Setelah dekat Garvan segera menarik Aluna berdiri tiba tiba, Aluna saja sampai terantuk kakinya.
" Aduh! Kamu kenapa sih?" Kesal Aluna.
" Bagus! Saat aku nggak ada kamu malah pergi berdua sama cowok lain!" Geram Garvan. Aluna mengerjap beberapakali. Apa katanya?
" Cowok lain? Rey! kamu tahu kan Cakra itu sahabatku?" Bingung Aluna. Cakra yang mendengar itu menahan sesak di dada.
" Bisakah aku berharap bukan hanya sekedar sahabat saja, Una?"
" Kamu nggak tau dia-" seketika Garvan terdiam. Hal itu membuat Aluna merasa aneh. Kenapa dengan Garvan ini?
" Sudahlah, ayo kita pulang!" Putus Garvan menarik Aluna tapi ditahan dengan Cakra.
" Tunggu sebentar, kamu mau pulang?" Tanya Cakra. Aluna mengangguk dengan sedikit terpaksa, pasalnya dia masih belum puas. Cakra menghela nafas, dia tidak rela. Ia masih ingin menghabiskan waktu bersama Aluna.
" Eh iya, belanjaanku! Makasih ya, traktirannya. Lain kali traktir aku lagi ya?" Pamit Aluna tersenyum lebar. Namun tangan Garvan langsung menutupi wajahnya.
" Gak usah senyum senyum sama cowok lain!" Ketus Garvan.
" Rese!" Aluna mencebikkan bibirnya, dia langsung mengambil tas belanjaannya dan pergi meninggalkan Cakra yang menatapnya sendu.
" Apa gue harus ngalah?"
...***...
Sampai di apertement aluna segera masuk tanpa memperdulikan Garvan yang terus merengek seperti anak kecil. Contohnya seperti ini.
" Sayang, jangan cuekin aku dong!"
" Maaf ya?"
" aaa Aluna!"
" Maaf ya?"
" Janji deh, apapun yang kamu mau bakal aku turutin!" Seketika Aluna berhenti, Garvan yang dibelakangnya hampir saja menubruknya jika dia tidak sigap berhenti. Aluna berbalik dengan tatapan selidik.
" Apapun?" Ulang Aluna memastikan. Garvan langsung mengangguk patuh dengan mata berbinar berharap Aluna memaafkannya.
" Janji?" Tangan Aluna menyodorkan kelingking pada Garvan yang langsung menautkan jarinya dengan senyum merekah.
" Janji!"
Beberapa saat kemudian
" Sayang~ udah ya?" Aluna menahan tawanya. Dia menatap Garvan yang tengah memakai daster dengan wajah yang dia dandani dengan make up.
" Puas banget jailin ni cowok!" Batinnya ketawa puas.
" Tunggu, tunggu! Kita selfie dulu." Aluna mengambil ponsel Garvan yang ada dinakas dan membuka kamera. Dia mengarah kamera kearahnya dan Garvan.
" Ayo ciss dulu!" Garvan semakin merutuki dirinya, andai Aluna bukan kekasih hatinya mungkin habis ditangannya.
" 1... 2... 3... Cekrek, cekrek." Aluna memekik girang. Garvan menghela nafas malu, dia langsung membuka daster tersebut hingga menyisakan boxer. Aluna yang sibuk menatap hasil Poto selfinya tersentak kaget saat Garvan memeluk pinggangnya dari belakang.
" Liat! Bagus kan?" Garvan mendusel duselkan hidungnya dileher Aluna.
" Heh! Kamu belum cuci muka!?!" Aluna mendorong muka Garvan menjauh. Namun ide jail muncul dikepala Garvan, dia mendekatkan dirinya semakin dekat pada Aluna dan menghadiahi ciuman berturut turut kepada Aluna.
" Ahaha Rey! Jangan gitu geli, hihi stop, Rey!!" Aluna mencoba menghindar namun Garvan malah semakin gencar.
" Rasain nih! Kamu yang mulai iseng." Ujar Garvan tersenyum. Tatapannya menghangat menatap Aluna yang tertawa.
...Bersambung 🙏...
Jangan lupa tinggalkan jejak 🥺
maaf dedek lupa up, sebagai gantinya mau double up deh☺️
jangan lupa tapi like komentnya ya?🥺
jdi ngebleng aku bacanya