NovelToon NovelToon
Terpaksa Jadi Wanita Penghibur

Terpaksa Jadi Wanita Penghibur

Status: tamat
Genre:Duniahiburan / Tamat
Popularitas:120.3k
Nilai: 5
Nama Author: Indah Batam

Mengisahkan tentang kehidupan seorang wanita malam yang harus bekerja keras, demi memenuhi kebutuhan ayah kandung nya. Dia rela melakukan apa saja, demi mendapatkan banyak uang untuk keluarga nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah Batam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dirawat Haris

Selesai makan roti kering dengan teh manis hangat, Haris mengambil bungkusan obat yang berada di atas bufet dan memberikan nya pada ku.

"Ini di minum dulu obat nya, Ndah! Biar cepat sembuh, biar kita bisa berantem lagi di atas kasur."

Haris berucap sambil memberikan bungkusan plastik obat pada ku. Aku pun menerima bungkusan itu dan memilih obat yang harus aku minum.

Setelah selesai meminum obat, aku menyerahkan bungkusan itu kembali pada Haris. Dia langsung meletakkan bungkusan itu kembali di atas bufet.

"Cepat sembuh ya, sayang!" bisik Haris.

Haris mendekat dan mencium kening ku dengan lembut.

"Iya abang ku, cayang." balas ku sambil nyengir kuda.

"Bang, tolong ambilkan ponsel ku di dalam tas itu!" pinta ku.

Aku menunjuk ke arah tas ransel hitam yang tergantung di belakang pintu.

Haris segera berdiri dan mengambil ponsel ku yang ada di dalam tas. Setelah mendapat kan nya, Haris pun langsung memberikan ponsel itu pada ku.

Aku mengotak-atik ponsel itu untuk mencari nomor kontak Lisa. Setelah menemukan nya, aku langsung menghubungi Lisa sang kapten.

"Halo, Lis. Hari ini aku izin libur ya, aku gak bisa masuk kerja!" pinta ku.

"Emang nya kenapa gak masuk kerja, Ndah?" tanya Lisa.

"Aku sakit, Lis. Badan ku demam, magh ku juga kambuh." jawab ku.

Aku menjelaskan tentang keadaan ku pada Lisa.

"Udah berobat belom? Kalo belom, biar aku antar kan ke klinik!" tanya Lisa.

"Udah, Lis. Aku udah suntik di klinik, udah di kasi obat juga sama dokter nya." jawab ku.

"Oh, oke lah kalo gitu. Semoga cepat sembuh ya, Ndah!" balas Lisa.

"Amin, makasih ya, Lis." jawab ku.

"Iya sama-sama, Ndah." balas Lisa.

Setelah panggilan berakhir, aku meletakkan ponsel di atas meja. Haris sedari tadi hanya berdiam diri sambil menatap ku.

"Ada apa, bang? Kok muka nya gitu lihatin nya?" tanya ku.

Aku bingung melihat raut wajah Haris yang tampak sangat serius menatap wajah ku.

"Wajah mu pucat banget, Ndah. Abang belikan makanan di luar ya! Mau makan apa, biar abang cari kan sekarang?" tanya Haris.

"Sate ayam sama bandrek susu aja, bang! Biar anget perut ku kalau di isi dengan bandrek." pinta ku.

"Oke tunggu bentar ya, abang cari kan sekarang!" balas Haris.

"Oke siap, sayang." jawab ku.

Aku tersenyum pada Haris, dan dia pun kembali mengecup kening ku dan berlalu pergi keluar kamar untuk membeli makanan.

Setelah kepergian Haris, aku kembali membaringkan diri di atas kasur sambil memeluk guling.

Beberapa saat kemudian, rasa kantuk pun mulai menyerang. Mungkin karena pengaruh obat yang aku minum tadi, hingga akhirnya aku pun kembali tertidur lelap.

Sekitar kurang lebih setengah jam, Haris kembali ke kamar dan menenteng beberapa bungkusan makanan di tangan nya.

Karena mendengar suara pintu terbuka, aku langsung terbangun dan menoleh pada nya.

"Kalau masih ngantuk tidur aja lagi, Ndah!" usul Haris.

Haris meletakkan semua bungkusan itu ke atas meja. Lalu dia membuka bandrek susu dan menuangkan nya ke dalam gelas, dan meletakkan gelas itu di atas meja.

Aku hanya diam sambil memperhatikan gerak-gerik Haris sedari tadi. Aku kembali duduk bersandar di dinding dan meminum bandrek sedikit demi sedikit.

Setelah itu, aku kembali meletakkan gelas di atas meja. Haris duduk di samping ku sambil menempelkan punggung tangan nya di kening ku.

"Masih anget kening mu, Ndah." ujar Haris.

Haris menurunkan tangan nya dari kening ku, dan beralih menggenggam kedua tangan ku.

"Kita makan dulu ya! Habis tu langsung istirahat lagi! titah Haris.

Aku mengangguk setuju, lalu Haris pun langsung beranjak dari kasur dan bergegas menyiapkan makanan untuk ku.

"Ini sate ayam nya, Ndah!" ujar Haris.

Haris menyodorkan piring yang berisikan sate ayam dengan kuah kacang ke tangan ku.

Setelah itu, dia pun menyiapkan makanan untuk diri nya sendiri. Ternyata dia membeli makanan yang sama dengan ku.

"Abang beli sate juga ya?" tanya ku.

"Iya, sayang. Biar sama-sama makan sate kita." jawab Haris sambil menggigit sate milik nya.

Aku dan Haris memakan sate itu dengan santai dan tenang. Aku hanya memakan sate nya lima tusuk saja, dan sisa nya aku letakkan di atas meja.

Berhubung kesehatan ku belum begitu pulih, maka nya masih ada rasa pahit-pahit nya di lidah, dan itu masih menyiksa selera makan ku.

"Kenapa gak di habiskan sate nya, sayang?" tanya Haris.

"Udah kenyang, bang." jawab ku.

"Kenyang dari mana, makan nya cuma dikit gitu?" omel Haris.

"Mulut ku masih pahit, bang." jawab ku lagi.

"Oh, ya udah kalo gitu. Sisa nya di simpan aja ya! Mana tau nanti mau makan lagi."balas Haris.

"Iya, bang." jawab ku.

Tak lama kemudian, adzan magrib pun berkumandang. Aku berusaha bangkit dari kasur sambil berpegangan tembok.

"Mau kemana, Ndah?" tanya Haris.

"Mau ke kamar mandi, bang. Aku mau whudu trus shalat." jawab ku.

Setelah mendengar jawaban ku, Haris pun langsung berdiri dan memapah ku ke kamar mandi. Setelah selesai, aku kembali ke kamar dan Haris mengekori ku dari belakang.

"Kita shalat berjamaah ya, Ndah!"

Aku hanya mengangguk sebagai jawaban atas ajakan Haris tersebut. Kami berdua pun menunaikan shalat berjamaah di dalam kamar.

Selesai shalat, aku mencium punggung tangan Haris secara takzim, lalu Haris membalas nya dengan mengecup kening ku.

Setelah selesai menunaikan kewajiban, aku kembali duduk di atas kasur dan meminum bandrek yang masih tersisa tadi. Sedangkan Haris, dia mulai sibuk dengan ponsel nya.

"Sibuk amat, bang. Lagi chattingan sama siapa sih?" tanya ku penasaran.

"Sama Ferdi, sayang. Ferdi bilang, besok udah bisa mulai mengerjakan proyek pembangunan yang tiga ruko itu." jawab Haris.

"Oh, kirain." balas ku sedikit lega.

"Kirain apa sih, sayang? Kirain chattingan sama cewek ya?" tebak Haris sambil tersenyum genit pada ku.

"Ya, mungkin juga sih!" balas ku cuek.

"Cie cie cie, cemburu nih ceritanya?" ledek Haris.

Haris menoel-noel hidung ku, dan dia terus saja meledek ku dengan tingkah-tingkah konyol nya.

"Iihh, apa an sih, bang! Ge er banget sih jadi orang." gerutu ku.

Aku ber pura-pura judes di hadapan Haris. Padahal dalam hati sudah dag-dig-dug tidak karuan gara-gara ulah nya itu.

"Hahaha."

Haris hanya tertawa lepas, melihat tingkah ku yang lucu menurut nya.

Tak lama berselang, adzan isya pun berkumandang. Aku dan Haris kembali menunaikan shalat berjamaah bersama. Setelah selesai shalat, Haris pun bertanya pada ku.

"Mau makan apa lagi, Ndah? Atau ada kepengen cemilan yang mau di beli?" tawar Haris.

"Gak ada, bang. Aku cuma ingin dirimu menemani ku disini, itu aja udah cukup bagi ku." jawab ku sambil tersenyum.

"Uluh uluh, manis banget sih rayuan nya. Udah pandai menggombal sekarang ya!" ledek Haris.

Haris mengacak-acak rambut ku saking gemas nya, dan aku pun hanya cengar-cengir mendengar ledekan nya.

"Iya, sayang. Abang akan selalu menemani mu disini." balas Haris sambil memeluk ku.

"Makasih ya, bang. Udah sabar merawat ku, menemani ku, dan menjaga ku selama ini." ujar ku.

Aku membalas pelukan Haris dan menenggelamkan wajah ku di dada nya.

"Iya sama-sama, sayang. Ya udah, sekarang kita bobok ya!" ajak Haris.

Aku mengangguk setuju dan membaringkan tubuh ku di atas kasur. Begitu juga dengan Haris, dia juga ikut berbaring di sebelah ku.

Aku dan Haris tidur dalam satu selimut dan saling berpelukan. Haris tidak pernah lupa dengan kebiasaan nya untuk mengecup kening ku sebelum tidur.

Tak butuh waktu lama, akhirnya aku dan Haris pun tertidur dan mulai masuk ke alam mimpi masing-masing.

Jujur, aku sangat bahagia bersama nya. Aku bahagia bisa mengenal nya. Dan aku sangat bersyukur mendapatkan cinta yang tulus dari nya.

Waktu berjalan begitu cepat, tidak terasa sudah seminggu aku sakit. Dan sudah seminggu pula aku libur bekerja.

Berhubung kesehatan ku sudah mulai membaik, aku putuskan mulai besok malam akan masuk kerja kembali.

Namun sebelum itu, aku meminta izin terlebih dahulu kepada Haris. Dan alhamdulillah, dia mengizinkan nya.

Biar bagaimanapun juga, dia yang sudah merawat dan menjaga ku selama terbaring sakit.

Jadi aku harus menghormati keputusan nya, karena dia adalah bagian dari hidup ku saat ini.

1
Jesi Jasinah
sampai disini, kalau ada waktu nanti lanjut lagi
Indah Batam: terima kasih kunjungan nya kakak 🥰🥰
total 1 replies
Anonim
bneran kisah author ini
Indah Batam: hehehehe 😁😁
total 1 replies
Jesi Jasinah
lanjut
Indah Batam: siap 🥰🥰
total 1 replies
Bulan Rindu
Aku suka baca part Haris sama indah. ngebucin gimana gitu 🤭. semangat 💪
Bulan Rindu: Sama-sama. semangat terus
total 2 replies
neng ade
Siapa meluncur thor cantik ku ❤❤
Indah Batam: Siap kakak,, di tunggu kehadiran nya,,👌👌😘😘
total 1 replies
neng ade
Alhamdulillah .. selamat ya utk bang
Ryan dan Indah.. semoga menjadi keluarga yg samawa .. bahagia dan langgeng sampai maut memisahkan .. semoga cepat hamil ya thor.. jngn tamat dlu dong 😍😍
Indah Batam: aaamiiiiinn,,semoga saja🥰🥰🤲🤲
total 5 replies
neng ade
Semoga pernikahan nya berjalan dngn lancar
Indah Batam: aaamiiiiinn 🥰🥰🤲🤲
total 1 replies
neng ade
alhamdulillah.. meski ada rasa gregetan sm si ayah yg ga punya malu klo soal uang tp si ayah merestui nya lalu bagaimana dngn nenek .. masa iya ga dikasih tau sm Indah
Indah Batam: nenek sudah di beritahu ayah kak
total 1 replies
neng ade
cepatlah menikah Ndah dari pada terus tersakiti..
neng ade
iihh .. gregetan banget sm ayah nya itu .. matre nya minta ampun .. seenak nya aja minta mahar 20 jt
enak nya tuh kalian bertiga dilempar aja jauh2 ke laut Amazon ..
Indah Batam: ke laut Batam aja kak, biar gak buang2 ongkos 🤣🤣🤣
total 1 replies
neng ade
bilang aja sejujur nya sm ayah mu itu Indah . masa iya sih dilarang .. emang nya may anak nya selama nya jadi wanita penghibur.. Indah juga harus hidup bahagia .. jngn terus2 an dijadikan sapu perah ..
Indah Batam: sapi perah tak bertanduk, hehehehe 😁😁😁
total 1 replies
Bulan Rindu
Cerita nya bagus dan nyesek Thor. semangat 💪
Indah Batam: Iya kak, author juga ikutan nyesek ngetik nya🤧🤧🤧🤧
total 1 replies
Leo
lanjut Thor
Indah Batam: Siap kakak 🥰🙏
total 1 replies
Leo
lanjut
Indah Batam: baik🥰🥰
total 1 replies
Leo
next
Indah Batam: Assiaapp 🙏😍😍
total 1 replies
Leo
lanjut Thor
Indah Batam: assiaapp 🥰
total 1 replies
Leo
lanjut
Leo
next
Leo
mantap👍👍👍
neng ade
sudahlah Ndah jngn dibuat rumit .. seharusnya kamu harus bersyukur. mendapatkan orang sebaik bang Ryan dari pada harus tetap manjadi wanita malam dari pelukan laki2 satu kepelukan laki2 yg lain nya .. sdh saat nya mengakhiri petualangan mu di dunia mlm..
Indah Batam: Iya tuh, author juga geregetan lihat indah, pengen ngejitak jidat nya, bandel banget di bilangin🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!