Rian Angga Wijaya adalah seorang Siswa Sma yang barumemasuki kelas 2, rian populer dikalangan siswa/siswi karena parasnya yang sangat tampan dan pintar dalam segala mata pelajaran apalagi dia adalah pemain basket .
Tiba-tiba harus menuruti permintaan aneh sang bunda tercintanya yg memaksa dia harus menikah dengan wanita pilihan bundanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Swhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
~~Aku Menikahi Cewe Aneh~~ ((Edisi Lamaran Ke-3))~[20]
[ Rain ]
Aku tiba-tiba terbangun dikamar ku sendiri, padahal aku baru pulang dari masjid abis sholat subuh, berarti aku, Ahh sial pasti aku tertidur lagi.
Berarti yang membawa ku kekamar....
Aku pun langsung beranjak dari tidur, dan berjalan kearah pintu dan membukanya, aku pun keluar sambil lari tergesa-gesa, menuruni tangga untuk menemui keluarga ku .
" Ahh !! sial kenapa hal itu kambuh pas dihadapan keluarga ku sih, Aku gak mau mereka tau " -Batin ku-
Karena aku gak fokus melihat kearah depan karena otak ku masih berkecamuh dengan perasaan ku, Hingga akhirnya aku menabrak seseorang.
Brukk....
"Aduhh ....!! aku pun terjatuh dan menimpah seseorang yang aku tabrak, aku berusaha bangun tapi entah kenapa aroma tubuh orang ini mengganggu fikiran ku, yang entah kenapa membuat ku nyaman dan rasa hangat dari tubuh orang ini sangat familiar, aku mencoba mengingat, disaat aku mencoba mengingat sesuatu,
" Ehemm ehemm...!!! segitu enaknya kah punggung gua sampe kau tak beranjak dari punggung gua" suara orang tersebut menyadarkan saya, kalo saya ternyata masih berada dipunggung nya, aku pun mengutuk diri sendiri kenapa aku bisa kaya gitu sih,
"Oh maaf maaf aku gak sengaja" Ujar ku, sambil berusaha bangun dari tubuhnya, aku pun bangun dari tubuhnya yang ku timpa tadi, tapi ko orang ini gak bangun-bangun seberat itu kah badan ku, sampe dia merasakan sakit dan gak bisa bangun,
" Siall rain !! kenapa berat badan kamu buat anak orang ngeringis dan gak bisa bangun " -Batin ku mengutuk diriku-
Aku pun mengulurkan tangan ku, untuk membantu dia buat bangun, dan orang itu pun mengulurkan tanganya, akhirnya aku menariknya untuk bangun, tapi sialnya ini orang badannya berat bener, udah tinggi berat lagi, aku pun masih berusaha untuk menariknya dan akhirnya aku pun bisa menariknya bangun, tapi sialnya aku tidak bisa menahan berat badannya yang membuat ku oleng pengen jatuh tapi orang itu yang melihat aku akan terjatuh, menarik ku sampai aku berada dipelukannya.
Aku dan dia pun melepaskan diri dari insiden pelukan tersebut.
" Degg " Suara itu muncul dijantung ku, ketika aku melihat mata orang tersebut, dan entah kenapa aku mengenali mata itu, wajah itu, tapi ahh masa iyah itu dia, perasaan yang mempunyai wajah dan mata itu orangnya masih kecil dan dia rada kerempeng, tapi itu udah lama sekali pas aku memasuki SMA, tapi masa anak itu dia, ahh mungkin mirip aja, anak kecil itu tak mungkin setinggi ini.
Dan disaat aku tersadar dari lamunan ku, nih orang ku lihat malah menatap aku dan terdiam sambil memandangku,
"Ehh liat muka saya bisa biasa aja gak sih, saya tau saya cakep gak usah terpesona gitu bisa gak" ujar ku, menyadarkan dia biar tidak menatap aku berlebihan.
"Wehh kau pede sekali adik kecil, jangan terlalu pede deh gak baik untuk kesehataan otak entar bisa kaya teman gua jadi gak punya malu'' Ujarnya mengejek ku dengan nada datar.
" Ahh!! sabar rain, aku tau aku pendek tinggi ku 153 pantas saja dia mengira aku masih kecil walaupun kalimat biasa tapi itu menyakitkan, ketika umur ku sudah 21 dipanggil adik kecil, dikira saya anak paud nih orang belum pernah makan bangku sekolahan apa " -Batin ku-
" Ehh kalo ngomong jangan sekate kate, adik kecil-adik kecil, kamu nya aja yang ketinggian gini-gini umur saya lebih tua dari kamu" kesal ku, dan dia hanya terdiam.
"Umur kau berapa Haa !!! sampe manggil gua adik kecil? tanya ku lagi sambil bertolak pinggang didepan dia dan menatap tajam kedia, dengan maksud supaya dia takut kepada ku, tapi malah dia hanya terdiam dan terus memandangi ku, ini orang salah makankah.
"Umur gua 16 untuk sekarang minggu nanti umur gua 17 " Ujarnya lagi dengan terus masih menatap ku, aku pun yang mendengar kalimatnya hanya bisa mendelik kesal kearah dia.
"Kamu 16 tahun sudah setinggi ini, saya yang kependekan atau kau yang ketinggian" Ujar ku sambil menatap kesal dan masih gak percaya baru 16 tahun tingginya udah setinggi ini, apalagi nanti aku pun mengeleng-gelengkan kepala ku karena masih gak percaya seakan aku tuh kurcaci jika bersanding dengannya.
Selagi aku masih menatap tak percaya, ku lihat dia masih menatap ku, dan anehnya semakin aku menatap tajam dan melotot kearah dia karena kesal, tapi perasaan ku saja atau emang iyah , semakin aku kesal wajah dia merah sampai keleher dan kuping, setakut itukah dia saya marahin.
Hingga akhirnya suara panggilan umma dan papi menyadarkan orang tersebut,
" Rainn kamu udah bangun? Tanya umma yang sudah ada didepan ku, sedangkan papi didepan anak itu.
"Udah umma, Maaf mungkin aku kecapean dan aku tanpa sadar malah jatuh pingsan" ujar ku menjelaskan suapaya umma gak berpikir macam-macam.
"Sudah masalah itu lupakan saja, ayo kalian berdua ikut saya, dan kamu malah disini, bunda kamu dari tadi menggerutu anak nya gak balik-balik, dikiranya kamu kabur" Ledek papi keanak tersebut.
"Pih aku belum mandi, aku mandi dulu yah" Ujar ku, yang merasa gak enakan masa ada tamu, tapi tuan rumahnya masih bau jigong dan iler.
"Tidak usah mandi, lagian suruh siapa tuh orang dateng dadakan, dikira saya ulang tahun dikasih surpaise, biarin aja kebauan tuh orang yang dateng seenaknya tuh orang dari dulu bikin saya kesel mulu" Papi malah melarang ku mandi dan malahan papi, menggerutu hal yang tidak aku mengerti, dan sedangkan umma hanya tersenyum mendengar gerutuan papi disamping ku, sambil memeluk tangan ku, dan berjalan mengikuti papi kearah ruang tamu.
Dan ku lihat ada 2 orang dilihat kaya sepasang suami istri, apa mungkin itu orang tua dari nih orang .
Dan sepasang suami istri itupun berdiri pas melihat kami yang berada didepannya.
"Kamu dari mana saja sih, bunda kira kamu kabur baru aja bunda mau nyincang kamu jadi isian bergedel dirumah nanti" Ujar sosok yang mengaku bunda yang menarik anak itu sambil memukul bahu anak itu.
"Aduhh bunda sakit jangan pukul-pukul lagi udah sakit tambah sakit nih" Ujarnya yang mengeluh kesakitan, mendengar kalimat itu aku jadi merasa sangat bersalah, akhirnya aku melepaskan rangkulan umma dilengan ku, aku pun menghampiri orang tersebut dan bundanya, aku pun menghalangi supaya bundanya gak mukul dia lagi.
"Maaf jangan pukul lagi kasihan, tadi dia habis terjatuh itu semua salah ku" ucap ku dihadapan bundanya, dan aku pun mengusap-usap bahu orang tadi yang kena pukul bundanya sambil meniup-niup bahu tersebut dengan maksud agar sakitnya ilang.
O.iya,aku juga sudah up episode terbaru loh 😮😮
Ditunggu yah kak kedatangannya.....😄😄😍
~Two world ~
aq gk ngrti bahasa jepang thor,,