NovelToon NovelToon
Captain Reira

Captain Reira

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:695.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Bang_JAI

Jika kau menyebut rasa sepi merupakan suatu hal yang harus kaubunuh, lalu membuangnya di riang tawa yang paling dalam, berarti itu tidaklah berarti bagiku.



Aku memeluk rasa sepi seakan rasa itu diciptakan Tuhan hanya untukku sendiri. Separuh hatiku mati oleh sunyi yang bersiul dengan irama yang lambat.




Semuanya berubah ketika aku menemukan wanita tergila yang pernah aku temui di dalam hidup.




Wanita dengan impian gila untuk memberi makan pinguin di Antartika, melihat naga di Laut Cina Selatan, lalu mencari kodok sebesar kucing di daratan Afrika.




Wanita yang berani menyelam di laut lepas






Wanita yang membawaku bersampan di danau, serta mengarungi lautan luas.







wanita yang berani menemuiku dengan cara memanjat gedung fakultas.












Aku tidak tahu momen gila apa lagi yang akan menyeretku.




Tunggu saja, wahai kawanku. Kau akan melihatnya nanti.




"Hei, kau yang sedang berdiri! Sikat kapal ini, pemalas!!!" Ia berteriak memerintah padaku






Ia adalah Reira.




Oh ... bukan.





Ia adalah Captain Reira.





























"Gue mau merasakan betapa indahnya menunggu pagi dari ketinggian segitu. Di saat itu, lo bakal sadar jika dunia itu terlalu sempit jika lo hanya berjalan di satu titik. Dunia bisa lebih dari itu."

Beberapa jam sebelum kami bertemu di puncak Bromo.


*Mari taburkan komentar dan like teman-teman :)

UPDATE SETIAP HARI

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang_JAI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Sungguh menyenangkan berbincang-bincang dengan anak-anak yang Reira anggap sebagai awak kapalnya. Mereka menghormatiku seperti hormat kepada bendera sembari menyebutkan jabatanku sebagai wakil kapten. Baru kali ini aku mendapat jabatan, walaupun jabatan itu hanya berada di dalam imajinasi kami masing-masing.

Nasi bungkus yang aku bagikan tidak bersisa sedikit pun. Mereka memakannya bersama-sama, bahkan ada yang ingin membawa pulang bagian yang tidak termakan. Mereka masih bertahan untuk bermain di keliling api yang mereka hidupkan di dalam tong besi. Nyanyian nyaring anak-anak itu terdengar hingga rooftop gedung tempat diriku memerhatikan tawa Reira di bawah senyuman rembulan. Baru aku sadari jika Reira mempunyai lesung pipi yang bersembunyi di balik senyum pipi kanannya, serta sebuah tahi lalat yang bersembunyi di balik telinga.

"Gue senang banget hari ini. Terima kasih udah mengajak gue ke sini," ucapku sembari menghidupkan tembakau malam.

"Tidak, harusnya gue yang berterima kasih karena lo udah mau jadi cahaya baru bagi mereka." Ia bergerak selangkah untuk melihat ke bawah gedung.

"Sejak kapan lo jadi kapten mereka?" tanyaku.

"Sewaktu pertama kali gue ngelihat mereka ngamen di depan mobil gue. Trus, gue ngajakin mereka semua makan di restoran ayam goreng dengan pakaian kumuh mereka. Satpamnya aja sampai ngehadang gue buat masuk."

"Hah, beneran? Lo gila banget." Aku tertawa.

"Enggak semua orang yang bisa makan di restoran. Mereka rata-rata pengamen dan anak-anak dari perkampungan kumuh di dekat sini," balasnya. Matanya menatapku sejenak. "By the way, Fasha bagaimana?"

Pertanyaannya membuatku tersenyum kecil. Ia mengingatkanku hal yang sempat aku lupakan. "Begitulah, gue enggak ada komunikasi. Padahal, dulu akrab banget. Gue sama dia udah sahabatan dari SMA."

Bibir Reira menarik senyum, walaupun hanya setengah. "Pria dan wanita itu enggak bisa berteman begitu lama. Salah satu dari mereka pasti akan bisa menyimpan sebuah rasa."

"Itulah yang terjadi sama gue. Fasha membuat gue jatuh hati, hingga semua yang udah bangun selama ini berakhir dengan sia-sia."

Ia terdiam sesaat, lalu menatapku dalam. "Lo mau tahu satu rahasia?"

"Apa itu?" tanyaku balik.

"Tuhan menciptakan pria dan wanita dengan sebuah magnet di hati mereka, sehingga sangat sulit untuk tidak jatuh cinta."

"Teori bodoh dari mana itu?" tanyaku sembari tertawa.

"Entahlah, tapi itulah kenyataannya." Reira mengangguk. Matanya menyipit menatapku. "Itu bisa aja terjadi sama kita berdua."

"Hahaha ... gue kadang lupa kalau lo juga wanita." Aku berhenti sejenak. Kembali aku telaah kalimatnya tadi. "Maksud lo?"

"Kita bisa jadi saling jatuh cinta," ulangnya kembali. "Lo mau tahu rahasia yang kedua?" Reira berhenti menatapku.

Aku menggeleng. Reira kembali berceloteh mengenai hal-hal yang kadang terdengar gila. "Rahasia yang kedua?"

Aku mendengarkan helaan napasnya dalam sunyi yang tercipta. Kuperhatikan detail wajahnya dalam jarak sedekat ini. Hidungnya tepat membentuk garis mancung sempurna. Bibirnya tipis dengan sedikit lekukan di bagian bawahnya. Tidak ada yang lebih menarik dari matanya yang bening itu, menarikku dalam bayang-bayang yang terbentuk saat ia menatapku.

"Hati gue berada di kutub yang sama dengan yang lo punya," jawab Reria.

Detik itu menjadi titik di mana aku menyimpulkan bahwa ia tetap akan menjadi kaptenku yang akan membawaku kepada semua momen yang tidak bisa aku duga sebelumnya. Kurasa, pikiran yang awalnya menganggap Reira sebagai serangga pengganggu, kini berubah menjadi wanita yang selalu kutunggu kehadirannya. Momen demi momen yang kuanggap sangat membuatku kesal, pada akhirnya menjadi spesial. Aku ingin selalu merasakan itu, mengarungi kapal kecilnya menuju imajinasinya yang tidak berujung.

"Tapi, Tuhan selalu punya rencana yang enggak pernah lo duga. Who knows? Mungkin lo duluan yang jatuh cinta ke gue." Ia menepuk pundakku dengan tawa liciknya.

***

1
Siti Arbainah
giliran sama Mawar gak nolak sama sekali tpi saat sama Reira selalu ada aja alasan .
Sheety Saqdiyah
Luar biasa
tom sudiyanto
cerita terbaik saat ini, dari semua cerita yg pernah saya baca di sini. pemilihan kata dan kalimatnya puitis.
Ayuw Cyntha
baca Ampe sini,,yg jadi pertanyaan kalo David masih ❤️ reira knpa sulit ninggalin mawar? kalau waktu itu reira dak ngilang,apakah bola panas masih dmainkan ma david n mawar dblakan reira?n knpa masih ngeganja aja,pdhal udah ada obat sakit hatinya yaitu mawar
Ayuw Cyntha
karna ada moment special pada minerva
Ayuw Cyntha
sedikit banyak itu jga ulah reira..
Ayuw Cyntha
penyesalan selalu datang dakhir
Ayuw Cyntha
siapa suruh nitip2 ma org pa lagi lawan jenis...dak novel dak nyata...ati2 kalo nitip🤣,mereka ada rasa karena terbiasa bersama,sentuhan2 kecil bisaendatangkan rasa yg TK biasa..
Ayuw Cyntha
Raira jga salah...udah tau mawar ada rasa ma david,,malah disuruh deket2...mereka sering ber2 mestilah ada moment2 yg bikin suasana awkk....
Ayuw Cyntha
Mereka lama2 terbiasa bersama
Ayuw Cyntha
kyk nya jodohin mawar ma david
kavena ayunda
david rasain uda kegoda mawar jd siap2.patahhati😂
kavena ayunda
lanjut
kavena ayunda
abimana lebih pantes dr.david yg uda.kotor
kavena ayunda
dsvid uda kegoda.jalang
kavena ayunda
satu kata kec3wa bgt sama.david
kavena ayunda
slaah sndiri lu tergoda sama.jalang david rasain
kavena ayunda
kn bner mawar gatel
kavena ayunda
mawar semakin gatel berani pegang paha pcr temen😂😂 pelacur kalah ama lu neng
kavena ayunda
mawar si.penggoda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!