NovelToon NovelToon
Menjadi Ratu Di Tangan Kakak Ipar

Menjadi Ratu Di Tangan Kakak Ipar

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Dhessy

follow Ig : dhee.author

Mungkin ini tidak sepantasnya. Tapi apa daya kalau Mika terlanjur dibuat nyaman oleh kakak iparnya sendiri.

Sedangkan lelaki yang dia sebut suami, dia lebih mementingkan wanita lain ketimbang dirinya.

Nalurinya sebagai perempuan yang haus akan perhatian sudah terpenuhi oleh kakak iparnya, Gavin.

Hingga perlahan cinta itu tumbuh dan tak bisa dicegah lagi. Rasa ingin memiliki itu begitu kuat. Sekuat rintangan yang harus mereka lalui agar bisa bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhessy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21

"Lo ngapain di sini?"

Mikha memekik kesal melihat Gilang sudah berdiri di depan restoran tempatnya makan malam bersama teman-temannya.

Entah darimana pula Gilang bisa tau keberadaan Mikha. Yang pasti, Mikha tak ingin pulang bersama Gilang.

"Lo nggak pulang-pulang. Ya gue cariin lah."

"Kan, gue udah bilang kalau gue bareng sama temen gue."

"Temen Lo yang mana? Buktinya Lo mau masuk ke mobil Gavin, kan?"

"Lo mending diem, deh. Itu di dalam juga ada beberapa temen gue. Nggak cuma gue doang."

"Ya udah bareng gue aja biar nggak sempit itu mobil."

"Oke, fine! Tunggu di sini sebentar."

Mikha terpaksa mengatakan pada Gavin kalau dia harus memilih pulang bersama Gilang.

Lagipula, Mikha juga butuh Gilang untuk membuang pikiran teman-temannya yang masih mengira kalau Mikha ada hubungan khusus dengan Gavin.

Setelah beberapa langkah Mikha meninggalkan mobil Gavin, satu pesan masuk ke handphonenya. Dari Gavin.

[Besok kita ketemu, ya. Sebentar saja di cafe ****]

Mikha melirik Gilang sebelum membalas pesan diri Gavin. Untung saja Gilang tidak sadar kalau Mikha belum mendekatinya lagi.

[Siap, Kak Gavin Sayang. 😘]

Senyum Mikha merekah membaca balasannya untuk Gavin.

"Sudah?"

"Eh, udah!" Tangan Mikha dengan sigap mematikan layar handphonenya dan memasukan handphonenya ke dalam tas.

Mikha tak menolak lagi saat Gilang memintanya untuk masuk ke dalam mobil.

"Harusnya Lo nggak perlu jemput gue."

"Kenapa? Nggak suka gara-gara Lo nggak bisa pulang bareng Gavin?"

Tak menjawab pertanyaan Gilang, Mikha lebih memilih membuang pandangannya ke jalanan.

Percuma bicara panjang lebar dengan Gilang. Mengatakan kalau Mikha ingin bersama teman-temannya untuk yang terakhir sebelum kembali ke kampus lagi. Gilang tidak akan percaya.

"Lagian Lo kenapa, sih? Kemarin-kemarin kayaknya Lo biasa aja mau gue nggak pulang sekalipun."

"Harus diperjelas lagi kalau gue pengen memperbaiki hubungan pernikahan kita? Lo sadar nggak kalau gue itu mulai cemburu lihat Lo deket-deket sama Gavin?"

"Lo cemburu apa cuma takut kalau video Lo gue sebar ke orangtua? Ngaku Lo!"

"Ya udah kalau Lo nggak percaya. Kenyataannya, gue emang ngerasa cemburu Lo dekat sama Gavin. Gue nggak rela istri gue deket-deket sama cowok lain."

Mikha tak ingin lagi menanggapi ucapan Gilang. Mikha sudah tidak percaya lagi dengan apa yang keluar dari bibir Gilang.

Cemburu? Sudah terlambat.

Andai sejak awal Gilang tak membuat masalah, tentu Mikha tak akan membiarkan hatinya jatuh kepada Gavin yang selama tiga bulan ini membuatnya nyaman.

Bersama Gavin, Mikha menemukan dunianya. Dia bisa menjadi dirinya sendiri tanpa harus berpura-pura bahagia di hadapan orangtuanya sendiri dan kedua mertuanya.

Bersama Gavin, Mikha layaknya ratu. Gavin selalu membahagiakan Mikha. Tak pernah sekalipun Gavin membuat Mikha bersedih. Apa yang Mikha mau selalu diwujudkan oleh Gavin.

Dan kata cemburu dari Gilang, sudah tidak berarti apa-apa bagi Mikha. Terasa hambar. Tak sedikitpun Mikha terbuai.

"Minggu depan ada acara gathering kantor di Ciwidey. Lo mau ikut?"

"Nggak." Mikha menggeleng cepat. "Gue udah mulai kuliah."

"Weekend, Kha. Masa kuliah?"

"Kenyataannya begitu. Lo nggak percaya? Nih, lihat jadwal gue."

Gilang membaca jadwal kuliah Mikha. Tak bisa fokus karena harus membagi fokusnya dengan jalanan.

"Nggak bisa ijin aja?"

"Nggak! Kuliah gue lebih penting."

"Masa gue sendiri?"

"Kan, ada sekertaris Lo yang hot itu. Sama dia-lah. Udah ada dia ngapain ngajak aku segala?"

Gilang menghembuskan napas panjang. Ternyata tak mudah menaklukkan hati Mikha.

Dia pikir Mikha akan sama dengan perempuan lain. Yang akan luluh jika Gilang bersikap sedikit lembut.

Gilang mengatakan kalau dia cemburu pun sudah tidak mempan bagi Mikha.

Mungkin karena banyaknya luka yang Gilang berikan di pernikahan mereka. Sikapnya yang acuh pada Mikha. Menjalin hubungan panas dengan sekretarisnya sendiri.

Mau bagaimana lagi? Sejak awal Gilang sudah mengatakan kalau dia tidak bisa mencintai Mikha. Tapi tetap saja dipaksa untuk menikahi Mikha.

"Btw, gimana, Lang? Lo udah bisa ketemu sama orangnya belum?"

"Belum. Memangnya wajahnya gimana, orang fotonya aja sobek pas kepalanya?"

Yes. Mikha memperlihatkan foto tersebut pada Gilang. Tapi, sengaja dia sobek di bagian kepala. Mengatakan bahwa dia menemukan foto tersebut sudah dalam keadaan sobek.

Padahal, Mikha sudah menggandakan foto tersebut. Yang asli dia simpan, dan duplikatnya dia sobek lalu ditunjukkan pada Gilang.

"Kan, bisa dicari dengan petunjuk jaketnya. Itu jaket mahal loh, pasti yang punya juga bukan orang sembarangan, kan?"

"Kan, itu model lama, Kha. Udah lama juga. Orang pasti juga bosan dengan model itu. Banyak model baru yang lebih bagus."

"Iya juga, sih. Lo pernah punya jaket kayak gitu nggak?"

"Pernah."

"Pernah?"

Gilang gelagapan. "Eh. Maksudnya dulu gue pernah punya yang kaya gitu. Tapi beda warna."

"Oh..." Mikha mengangguk. Tanpa Gilang tau, bibir Mikha mencebik mendengar Gilang yang terus saja berkilah.

Memang pada dasarnya pembohong. Pintar saja dia bersilat lidah. Ada saja cara dia untuk melindungi dirinya sendiri agar kebohongannya tak terungkap.

🌹🌹🌹

"Hai, Kak. Udah lama nunggunya?"

"Belum. Baru lima menit."

Mikha langsung duduk di samping Gavin.

Cafe tersebut di design dengan beberapa bagian. Ada yang ruangan biasa. Baik indoor maupun outdoor. Ada juga yang private room semacam yang Gavin pesan.

Sesuai namanya yang private room, ruangan itu memang benar-benar tertutup. Pintunya terbuat dari kaca yang jika dilihat dari luar, apa yang ada di dalam ruangan tidak tampak sama sekali.

"Kenapa, sih, ngajak ketemu di sini? Kenapa nggak di kantor aja kemarin?"

Gavin tersenyum lebar. Diraihnya tubuh Mikha untuk masuk ke dalam pelukannya. Mikha bersandar dengan nyaman di pelukan Gavin.

"Sesekali ketemu di luar gini nggak masalah, kan? Kakak kangen sama kamu."

"Aku juga kangen sama kak Gavin."

"Kakak ada sesuatu buat kamu."

"Apa itu?"

Gavin melepas pelukan Mikha lalu menegakkan tubuhnya. Mikha pun mengikuti apa yang Gavin lakukan.

Tak berselang lama, beberapa pelayan masuk ke ruangan tersebut. Masing-masing mereka membawa barang yang berbeda.

Buket coklat, buket bunga, buket uang, sebuah boneka besar. Dan juga ada yang membawa sebuah kotak beludru berwarna merah. Mikha tidak tau apa isinya.

Gavin meminta mereka untuk meletakkan barang-barang tersebut ke tempat duduk yang masih kosong.

"Semua buat kamu."

Mikha tak bisa berkata-kata melihat kejutan yang diberikan Gavin untuknya. Ini terlalu banyak.

"Kenapa kakak kasih ini ke aku."

"Kamu suka?"

Mikha mengangguk pasti. "Suka. Suka banget."

"Dan ini... Yang paling spesial." Gavin membuka kotak beludru tersebut.

Menampakkan sebuah cincin berlian cantik yang harganya Mikha tau kalau itu tidak murah.

"Kakak tau aku nggak mungkin pakai ini sekarang."

Gavin mengangguk mengerti. "Kakak paham. Kakak cuma pengen kasih ini ke kamu. Kakak berharap suatu saat cincin ini bisa kamu pakai."

Mikha meneteskan air matanya. Perempuan mana yang tak merasa terharu mendapatkan kejutan seperti ini. Perempuan mana yang tak suka jika diperlakukan seperti ini?

Hal yang paling membahagiakan bagi Mikha adalah ketika dia dipertemukan dengan Gavin.

"Terimakasih ya, Kak. Aku benar-benar bahagia bisa mengenal Kak Gavin. Andai tidak ada Kak Gavin, aku nggak tau apakah aku bisa sebahagia ini atau tidak."

Gavin membalas pelukan Mikha tak kalah erat. Bibirnya terus mencium puncak kepala Mikha dengan penuh sayang. "Apapun untukmu, Sayang."

"Kakak yakin nggak kita bisa bersatu suatu saat nanti?"

"Jika Tuhan berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin."

Mikha semakin mengeratkan pelukannya. Dalam hati berdoa agar Allah mempersatukan mereka. Bagaimanapun caranya.

🌹🌹🌹

Masih pagi udah update. Hasil ngetik semalam, karena tau hari ini aku nggak akan bisa ngetik. jadi semalam ngebut, dapat segini, pagi ini di up. 😘😘

1
Hera sasuwe
👍
akukaya
bukan perut tak boleh terima...tapi mulut dgn tenggorokkan yg tidak terima,rasa loya...
akukaya
yg hamil harus pandai kawal hormon.. jgn mentang2 lagi hamil, harus nurut kata ngidam... harus tahu jam berapa ... memang tak kenal waktu ngidam nya, tapi kan masih boleh kawal.. biarin nangis .. tinggal tunggu matahari terbit boleh pergi Bandung... hahahahaha hahahahaha... mengawal emosi,mengawal ngidam berpahala ... SABAR.....
akukaya
kau itu aku🙏
Linda Liddia
Makanya jadi org jgn keras kepala & kegedean gengsi giliran di cuekin malah tantrum
Linda Liddia
Karena keegoisan ortu akhirnya anaknya banyaklah menderita drpd merasa bahagia..Andai aja ortu Mikha merestui Mikha dgn Gavin pasti gak kayak gini akhirnya..Jadi ortu jgn egois pikiran juga kemauan & kebahagian anak
Sapa Nyana
thor bikin Mikha hamil sama Gavin 🤭🤭🤭🤭🤭
Lisna Wati
bener tuh mba mia
Eli sulastri
Ya Allah udah sedih sampe nangis eh mimpi Alhamdulillah moga Gavin dan keluarga selalu bersama dan bahagia
Eli sulastri
Mikha cepat sadar kasian anak2mu dan Gavin
Eli sulastri
apakah sekarang juga akan berulah lagi ketika tau Gavin akan menikahi Mikha? Semoga jangan ya biar Mikha bahagia sama Gavin
Dewi Ink: Hallo ka, ijin sharing🙏 karya Novelku yang berjudul:
180 Hari Menjalani Wasiat Perjodohan.
Siapa tahu suka, terimakasih😊
total 1 replies
Eli sulastri
nyesek kan Gilang moga hati kamu ikhlas melepas Mikha buat Gavin
Eli sulastri
moga ada jalan terbaik buat cinta mereka dan moga mereka berjodo jadi 😭
Eli sulastri
semoga jodo Mikha Gavin dan direstui orangtua Mikha
Erna M Jen
akhirnya nikah juga gavin dan mikha setelah melewati banyaknya masalah..akhirnya sah juga...
Erna M Jen
sedih juga kisah cinta mikha dan gavin saling mencintai tapi terhalang restu orang tua ..😂
Erna M Jen
aku kecewa sama sikapnya gavin..kasihan mikha lupakan gavin dan pergi yang jauh
Erna M Jen
makanya mikha cari bukti yang banyak biar bisa cerai sama gilang yang sdh selingkuh darimu..💪
Erna M Jen
mikha sama gavin cocok jadi pasangan aku suka kalo mereka berjodoh..setelah cerai sama gilang
Erna M Jen
cape juga jadi istri yang tak dianggap..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!