NovelToon NovelToon
MAMA MUDA

MAMA MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Petualangan
Popularitas:186.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rossa Purnama

Nia seorang gadis yang baru lulus sekolah mengalami "kecelakaan" hingga mengakibatkan dia mengandung anak yang tak pernah ia harapkan.

Kekasih yang menodainya tanpa berdosa meninggalkannya tanpa rasa tanggung jawab. Menimbulkan kekecewaan dan frustasi hingga ingin menggugurkan kandungannya.

Namun akhirnya, Nia dipertemukan orang-orang baik yang menyayanginya. Bahkan, seseorang merubah hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rossa Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kelas Ibu Hamil

(POV Nia)

Tak pernah ku sangka sebelumnya bisa melewati kehamilanku sampai saat ini. Tujuh bulan sudah aku merasakan kehadiran janin di dalam rahim. Beruntungnya aku dikelilingi orang-orang baik yang selalu memberikanku suntikan semangat.

Mbak Febi, kakak angkat yang sudah seperti kakak sendiri. Bu Titin, tetangga kontrakan yang sudah seperti seorang ibu. Dan Mbak Tari, seniorku di tempat kerja yang selalu mengerti keadaanku. Ya, ini semua berkat Tuhan Yang Maha Baik mengirimkan mereka orang-orang baik yang begitu peduli padaku.

Tak sampai di situ, hari-hariku juga berwarna setelah kedatangan seorang pria yang begitu memperhatikanku setelah aku dicampakkan kekasihku sendiri. Dia adalah Raka, seorang dokter yang bekerja di tempat yang sama denganku.

Dimulai dari pertemuan yang tak disengaja. Saat itu, dia dengan sopannya menanyakan sebuah alamat padaku yang kebetulan alamat itu merupakan alamat tempat kerjaku. Jadilah kami berdua berboncengan menuju tujuan yang sama.

Saat itu, karena rasa panikku, aku tak begitu memperhatikan parasnya. Padahal siapa saja yang melihatnya akan terpesona pada pandangan pertama. Tak sedikit para staf wanita yang menyukainya, belakangan ku tahu Mbak Tari pun menyukainya.

Kami cukup dekat, namun aku memberi jarak dengan tidak memberi sedikit pun harapan lebih untuknya. Tak jarang aku menolak saat diajak makan atau hanya sekedar diantar pulang. Aku hanya tak ingin kedekatan kita menjadikan hati ini nyaman dibuatnya.

Lambat laun dia yang selalu mendekatiku membuatku merasa nyaman berada di dekatnya. Namun aku cukup tahu diri, dengan keadaanku yang sudah tak gadis lagi mana ada yang mau, termasuk dokter itu, mungkin saat nanti mengetahui yang sebenarnya pun dia akan menjauhiku.

Hingga suatu hari, secara tidak langsung dia mengutarakan perasaannya.

"Nia, sudah sekitar dua bulan kita dekat. Aneh rasanya jika hanya sekedar hubungan teman," ucapnya kala itu.

Aku yang mengerti menjawabnya tanpa basa-basi. "Emang kamu gak sadar, ya, dengan perubahan tubuhku terutama perutku?" kataku.

Tak ku sangka dengan santai dia menjawab, "Hamil? Aku tahu kamu hamil bahkan sudah sejak lama. Lalu apa masalahnya jika kamu hamil?"

"Tahu dari mana?"

"Itu gak penting. Yang paling penting maukah kita mengganti status teman diantara kita?"

Tentu saja pertanyaan itu membuatku salah tingkah. Aku tak bisa menerimanya begitu saja, banyak yang harus dipertimbangkan karena aku bukan lagi gadis labil yang bisa ganti pasangan ketika mulai bosan. Aku harus mencari seorang pendamping sekaligus sosok seorang ayah untuk anakku kelak.

"Aku tak pernah memikirkan hal itu. Aku hanya ingin fokus terhadap janinku. Entah akan ada kesempatan atau tidak, tapi sepertinya dua bulan belum cukup."

"Ah, kamu memberiku tantangan?"

Aku menggedikan bahu dan berlalu meninggalkannya.

Ya, harapan itu sedikit ku berikan melihat ketulusannya. Yang paling penting dia tidak keberatan mendengar aku hamil, tapi ini tak cukup karena bayi ini belum lahir. Bagaimana jika telah lahir? Akankah dia mencintai anakku seperti mencintai ibunya?

Namun harapan itu kembali ku musnahkan setelah aku melihat perubahan drastis dari Mbak Tari. Perlahan dia menjauhiku, lalu menyindirku dengan staf yang lain, semakin lama bahkan dia memperingatiku untuk menjauhi dokter muda itu.

Aku tak merasa keberatan karena kedekatanku dengan Dokter Raka jauh-jauh hari sudah ku beri jarak. Hanya saja mungkin aku akan merasa ada yang hilang. Namun jika mengingat kebaikan Mbak Tari sebelumnya, tentu saja aku harus mengalah. Sebetulnya aku tak menyangka Mbak Tari seperti itu, tapi begitulah cinta dapat menyihir siapa saja yang jatuh cinta.

Tapi nanti suatu saat segala sesuatu dapat berubah tanpa pernah kita sangka sebelumnya.

***

(POV Author)

"Mbak, yakin mau nganter?"

"Duh, gimana ya, Dek. Ngadak-ngadak Mbak gak enak badan kayaknya masuk angin deh."

"Ya udah, gak apa-apa, Mbak. Mbak istirahat aja. Aku minta alamatnya aja, Mbak."

"Oke, Mbak kirim lewat WA, ya."

Nia bersiap untuk mengikuti kelas ibu hamil yang telah direncanakan sebelumnya. Nia menggunakan longdress berwarna putih dibalut outer cardigan berwarna hitam, sedangkan untuk penutup kepala dia memilih pashmina hitam dipadu padankan dengan cardigan yang dikenakannya.

"Mbak, aku berangkat dulu, ya. Aku tadi masak, Mbak. Baiknya makan dulu sebelum istirahat."

"Iya, Dek, gak usah khawatirin, Mbak."

"Iya, deh. Assalaamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

Baru saja Nia keluar dari gang kontrakan, seseorang yang biasa menunggunya tiap pagi melambaikan tangan.

"Raka? Ngapain di sini?"

"Apa lagi kalo bukan menjemput permaisuri."

Nia mendelikan mata.

"Yuk, naik! Aku udah siap antar."

"Aku 'kan udah bilang gak usah. Lagian emang kamu gak masuk kerja?"

Pria itu memamerkan gigi putihnya yang tersusun rapi.

"Hehe, Aku ambil cuti."

"Sampai ambil cuti?"

"Makanya ayo naik! Aku ambil cuti demi menemanimu."

Dengan terpaksa Nia menaiki motor Raka.

"Lain kali jangan kayak gini. Aku gak suka kamu sampai meninggalkan pasien hanya demi mengantarku, egois tahu!"

"Oke, ini terakhir, Manis!"

Raka segera menghidupkan mesin motor lalu melajukannya. Tak ada pembicaraan selama perjalanan, hingga sepuluh menit kemudian mereka sampai.

Kelas ibu hamil dimulai sekitar lima belas menit lagi. Ada beberapa ibu hamil dengan usia kandungan berbeda tengah berkumpul di sebuah ruangan, sedangkan para suami yang setia mengantar mereka bercengkrama satu dan lainnya di depan.

Saat Nia memasuki ruangan banyak mata yang menatapnya, mungkin karena Nia baru kali ini mengikuti kelas atau bisa jadi ada alasan lain yang menarik perhatian mereka. Nia memilih duduk di barisan ke dua karena hanya itu tempat yang masih kosong.

Seorang ibu menyapanya dengan ramah seraya berkata, "Neng masih muda, ya!"

Nia membalas dengan senyuman.

"Nikah muda, ya? Usia berapa sekarang?" Ibu itu kembali bertanya.

"Bisa dibilang begitu, Bu. Usia saya 18 tahun."

"Semoga sehat-sehat, ya, janin dan ibunya."

"Aamiin." Nia mengamini.

"Eh, Neng, diantar suaminya, ya? Wah, suaminya perhatian sekali gak malu ngantar istri, udah gitu ganteng lagi. Itu mah atuh, Neng, suami idaman."

Nia membulatkan mata. "Suami?" gumamnya. Namun segera ia tersenyum saat wajah yang bertanya berubah menjadi heran.

Tak lama kemudian seseorang memasuki ruangan, tampaknya ia merupakan bidan yang akan menjadi pembimbing kelas hari ini.

"Hai, Bu. Apa kabar semuanya? Semoga kita semua selalu sehat," sapanya begitu telah memasuki ruangan.

Bidan itu memberikan materi dengan gamlang, para ibu hamil memperhatikannya dengan seksama. Materi minggu ini masih seputar kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan yang membahas tentang apa kehamilan itu, perubahan tubuh ibu selama kehamilan, keluhan umum saat hamil dan cara mengatasinya, apa saja yang perlu dilakukan ibu hamil dan pengaturan gizi termasuk pemberian tablet tambah darah untuk penanggulangan anemia.

Setelah memberikan materi, kini saatnya melakukan senam hamil. Bidan memanggil para suami yang mengantar istrinya tak terkecuali Raka untuk membantu paasangannya melakukan senam ibu hamil.

Nia kebingungan, begitu pun Raka. Tapi mereka tetap mengikuti arahan bidan. Beda dari pasangan yang lain, mereka melakukannya sangat kaku hingga ibu-ibu yang lain mengejek mereka. "Dasar anak muda. Biasa sih kalo pasangan baru suka malu-malu di depan umum," ucap salah satu di antara mereka.

"Ya Allah, ingin rasanya cepat-cepat mengakhiri semua ini," lirih Nia dalam hati.

1
Bubur Ketan
🥺🥺🥺
cinbar
Waah inspirasi nyata
Mala Mala Sdj
koq tiap masak gk prnh pake daging2an sih ayam kek sapi kek ikan kek...kan ibu hamil perlu tuh thor 😅🙏
Mala Mala Sdj
800 sbulan murah bgtt..kost kamar aja sm harganya :)
crt bagus tulisan dn tata bahas bagus 👍
Atmani Ani
anak siapa ya si feri
vi
Thor , jadi kapan up lagi Thor????
Niea Susanti
kalau yg ini masih lanjut gk kak.. bagus lo kok gk dilanjut.. ditungguin lo kk
Luluk Erna Faqih
klu yang ini masih ad kelnjutannya gk kak😁
Elinda Safitri
visual nya dong thor
Elinda Safitri
manggilnya raka dong thor ..jngn rak ..udh kaya rak piring
Elinda Safitri
dokter raka apa udh tau kalau nia sedang hamil
Elinda Safitri
tetangga tentu pada baik dn ramah ..karena blm tau kalau hamil diluar nikah ..
Cha_Cha: Setelah tau pun juga baik dan ramah kok.
total 2 replies
Cha_Cha
Kaak... kapan up? aku menunggu!!!
babylaaa
kapan up kak?
Cha_Cha
Lanjut, Thor! Semangaattt!
Cha_Cha: Ok kak😊😊😊
total 4 replies
Chalista Ensa
Kapan up lagii kak???
IG:samudra_lee_19: Cara gabung ke gc saya sekarang silakan buka novel KONTRAK PERNIKAHAN (end) bab terakhir ya. Ada info cara bergabung karena sekarang sudah banyak para penikung. Ini adalah salah satu solusi pencegahan kami. Kami melakukan ini supaya lebih hati-hati dalam menerima tamu.

Untuk sementara kami tolak ya, mohon maaf sebesar-besarnya. Silahkan masuk lagi ya sesuai pengumuman nya. Harap memaklumi keputusan kami bersama. 🙏🙏🙏

Kami tunggu kedatangan nya kembali😊.
total 1 replies
Wina Nurwenda
lanjuttt thorrr
Fatma Wati
nangis Thor
Bella Anggel
Lanjut Up Lagi Setiap Hari Sampai TAMAT Makin Penasaran Selanjutnya Ceritanya Bagus Dan Menarik Semangat Nulisnya Tetap Setia Dukung Karyanya Dan Menunggu Up Lagi Thorr 🙏🙏🙏💪
Mia Alfiya
kapan up lagi kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!