Kisah tiga orang pria playboy bernama Riko, Aril dan Romi yang bersahabat dengan dua pria lainnya yang bernama Refan dan Bagus.
Tiga playboy ini iri melihat kehidupan dua sahabat mereka lainnya yang sudah berumah tangga hidup dengan bahagia bersama keluarga mereka.
Hal ini membuat mereka juga ingin bahagia seperti sahabat mereka lainnya. Tetapi kedua sahabatnya menyuruh dan mendukung mereka untuk berhenti menjadi seorang playboy dan membantu mereka mendapatkan pendamping hidup yang mereka sebut bidadari surga.
Ternyata untuk menjadi pria yang baik sangat sulit, mereka menjalani berbagai cobaan untuk mendapatkan bidadari surga mereka. Mungkin itu hukuman atas perbuatan mereka selama ini.
Akankah mereka berhasil insaf menjadi seorang playboy dan mendapatkan bidadari surga mereka atau mereka akan kembali pada hobby lama mereka sebagai seorang playboy?
Silahkan ikuti kisah selanjutnya. Tapi sebelum membaca silahkan pilih menu favorit dan jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya ya untuk mendukung novel ini.
Terimakasih....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Duapuluh satu
Keesokan harinya Riko mengabari teman - temannya kalau anak Refan sakit dan sedang di rawat di RS. Ibu dan Anak. Mereka berjanji untuk menjenguk ke Rumah Sakit malam hari sepulang dari kantor.
Bagus datang bersama istrinya sedangkan yang lain datang sendiri. Mereka bertemu di parkiran Rumah Sakit dan langsung menuju ruangan rawat inap Naila anaknya Renita.
Sampailah mereka di depan kamar rawat inap Naila.
Tok.. tok.. tok..
Pintu diketuk tiga kali. Tak lama pintu terbuka dan Refan yang terlihat. Refan merasa sangat terkejut dengan kedatangan teman - temannya.
"Eh kalian rupanya yang datang" ucap Refan terkejut.
Para sahabat Refan masuk dan segera menghampiri Refan dan Naila.
"Kami di kabari Riko katanya anak kamu sakit? Jadi kami janjian datang ke sini" ujar Bagus.
"Iya kemarin gak sengaja ketemu Riko di Restoran saat aku beli makan malam untuk kami berdua" jawab Refan.
Refan memperhatikan gerak - gerik Riko. Kemarin tanpa sengaja Refan melihat sikap Riko sedikit aneh ketika Riko mendengar kabar bahwa Naila sakit. Saat ini Riko juga sedang melihat putrinya dengan tatapan aneh.
Wajah kamu mirip sekali dengan Mama kamu Nak, tapi mata kamu mirip pria brengsek itu. Kamu pasti akan menjadi wanita yang cantik seperti Mama kamu tapi tirulah hati Papa Refan kamu. Dia pria setia dan baik hati. Semoga kamu menjadi anak sholehah karena didik oleh Mama Kinan kamu yang juga solehah. Aamiin.. doa Riko.
"Silahkan duduk" ucap Refan pada teman - temannya.
Ayu istrinya Bagus menghampiri Kinan yang sedang menemani Naila tidur.
"Apa diagnosis Dokter Nan?" tanya Ayu.
"Kelelahan Yu" jawab Kinan.
"Kok bisa kelelahan? Kan Naila di rumah aja kan? Kemarin waktu kami datang dia malah sudah tidur?" tanya Ayu penasaran.
"Paginya Naila di bawa Mas Refan ke rumah Omanya, Mamanya almarhumah Renita. Di sana lagi ada acara keluarga dan Mamanya Almarhumah Renita meminta Naila menginap hari sebelumnya tapi Mas Refan gak kasih izin. Jadi pagi Naila di antar ke rumah mereka seharian di sana, udah sore baru diantar pulang. Kata Bik Nah di saja Naila memang kurang tidur, mungkin mereka lagi kangen sama Naila" jawab Kinan.
"Ih sekangen apapun tapi namanya anak - anak kan memang harus lebih banyak tidur. Kasihan jadinya kan" sambut Ayu.
Kinan hanya bisa tersenyum membalas ucapan Ayu.
"Kalau menurut aku Fan, mengingat keadaan Naila yang seperti ini. Kami lebih membatasi keluarga Renita untuk membawa Naila. Kasihan kan korbannya jadi Naila. Kita mah orang besar gak kerasa kalau kurang istirahat hanya sehari tapi anak - anak kasihan banget. Lihat masih bayi udah di infus, di cucuk jarum tangannya. Pasti sakit banget itu" ujar Bagus.
"Tapi aku tidak mencegahnya Gus, mereka kan punya hubungan darah. Gak mungkin aku melarang mereka ingin bertemu Naila" jawab Refan.
"Kamu harus tegas, kalau tidak Naila akan sering mengalami hal seperti ini. Kamu mau setiap Naila dibawa sama Omanya Naila berakhir di rumah sakit?" tanya Romi.
"Ya gak mau Rom" jawab Refan.
"Kamu harus tegas" sambung Bagus.
"Ya memang kemarin aku sudah bilang juga sama Mamanya Almarhumah Renita. Kalau kangen sama Naila cukup datang ke rumah aja. Naila gak bisa di bawa - bawa lagi" tegas Refan.
"Trus mereka bisa terima?" tanya Riko.
"Kamu kyak gak kenal aja Mamanya Renita Ko" balas Refan.
"Iya, mana mau dia menerima semua itu dengan mudah. Mamanya Almarhumah Renita kan cerewet. Dulu aja waktu kita kuliah pertama kali ajak Renita keluar malam Mamanya ngomel panjang banget. Iiih aku sempat trauma ketemu Mamanya" sambut Romi.
"Hahaha.... sampai - sampai kalau kita mau jemput Renita ke rumahnya kamu selalu nunggu di mobil aja kan?" sindir Riko.
"Iya" Romi menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Riko mendekat ke tempat tidur dan memperhatikan wajah Naila yang sedang tidur.
"Wajahnya mirip banget sama Renita ya Fan?" tanya Riko.
Lagi - lagi Refan memperhatikan sikap Riko. Walau dia berusaha untuk tidak suudzon tapi Refan tidak bisa membuang rasa curiganya kepada Riko.
"Kok kamu ngeliatin Naila sampai segitunya Ko, udah pengen punya anak? Makanya cepetan nikah biar cepat juga punya momongan" sindir Bagus.
Riko hanya tersenyum membalas ucapan Bagus.
"Cepat sembuh ya Naila biar bisa main lagi sama Kak Salman di rumah" ujar Ayu.
"Makasih tante" jawab Kinan.
"Kinan kelihatan banget ya Fan sayang sama Naila" ucap Aril.
"Alhamdulillah seperti yang kalian lihat" jawab Refan.
"Kamu harus banyak bersyukur Fan, aku lihat sejak menikah dengan Kinan hidup kamu semakin berubah lebih baik. Kamu terlihat lebih terawat" sambut Bagus.
"Nan.. kamu punya teman atau sodara lagi gak yang seperti kamu?" tanya Aril.
"Maksud kamu?" tanya Kinan.
Kinan tau teman - teman Refan sebaya dengannya karena Kinan dan Refan juga seumuran. Sekarang Kinan sudah lebih nyaman bertemu dan berkumpul dengan teman - teman Refan.
"Kalau ada saudara dan teman kamu yang seperti kamu aku mau lho Nan, mau nikah maksudnya" ujar Aril bercanda.
"Kamu bercanda aja bisanya" sindir Bagus.
"Ih aku gak bercanda, aku serius lho Gus. Aku rela tinggalkan wanita - wanita itu demi wanita seperti Kinan" balas Aril.
"Enak aja... cari sana sendiri" ujar Refan.
Mereka ngobrol dan bercanda hingga malam semakin larut. Karena ini adalah rumah sakit mereka tidak bisa berlama - lama. Sekitar jam sembilan malam mereka pamit untuk pulang.
Sebelum pulang mereka berpamitan dengan Refan, Kinan dan Naila yang sedang tidur. Refan sangat terkejut ketika Riko berpamitan dengan Naila dia sempat mengelus lembut kepala Naila.
Cepat sembuh ya Nak, kamu anak yang kuat, Om yakin kamu sekuat Mama kamu. Dan Om juga yakin kamu berada di tangan orang yang tepat. Papa Refan dan Mama Kinan sangat menyayangi kamu. Om bisa melihatnya secara jelas mereka tulus mengurus kamu dan menyayangi kamu. Om juga sebenarnya sangat menyayangi kamu tapi Om tidak bisa berbuat apapun. Tapi kamu tidak perlu khawatir. Seandainya di dunia ini tidak ada yang mau menerima keberadaan kamu, Om bersedia mengasuh kamu Nak. Om janji. Ucap Riko dalam hati.
Refan memperhatikan gerak - gerik Riko dengan sangat intens, membuat Riko jadi salah tingkah dan tidak bisa berlama - lama melihat dan menyentuh Naila.
Bayi kecil itu terlihat sangat nyenyak sekali tertidur. Bayi mungil tanpa dosa tetapi akan membawa beban dosa orang tuanya seumur hidupnya.
Kasihan sekali kamu Nak... Om yakin Allah pasti akan menguatkan hati kamu untuk menanggung semua beban ini. Kamu akan menjadi anak yang hebat. Dia Riko dalam hati.
Riko, Romi, Aril, Bagus beserta istrinya berpamitan pulang dan pergi meninggalkan Refan, Kinan dan Naila yang masih terbaring lemah.
Sesampainya di mobil Riko langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Ya Tuhaaaan.... kasihan sekali anak itu. Aku tak sanggup rasanya melihat gadis mungil itu lemah tak berdaya. Berilah kesehatan kepadanya, dan beri dia kekuatan untuk menanggung semua beban ini.
Tanpa sadar air mata Riko menetes saat mengingat kembali bagaimana keadaan Naila tadi. Dadanya rasanya sangat berat, dengan seluruh kekuatannya akhirnya Riko menjalankan mobilnya menuju apartemennya.
.
.
BERSAMBUNG
gua rasa hana cm mo anaknya d urus riko dh makanya nitip anak nya 2hr gua rasa gak bakalan balik2 lg...