Tampan dan mempesona itulah aku.
Aku mendapat perlakuan buruk dari masyarakat karena wujudku yang buruk rupa, bahkan kesialan sering menyertaiku. Aku putus asa dan mengakhiri hidup yang menyebalkan ini.
Namun, Tuhan berkehendak lain. Dia memberiku kesempatan kedua untuk hidup kembali setelah menerima ketidak adilan, tentunya kesepakatan ini tidak akan aku sia-siakan, apalagi dengan wujud tampan ini.
Namun, menjadi tampan dan mempesona itu tidak terlalu enak seperti yang ku pikir, aku terlibat banyak masalah sampai menyeret ku ke jurang kematian. Aku tak hanya terlibat dengan para wanita, akan tetapi oktum penegak hukum dan sekelompok kriminal juga.
Tuhan benar-benar mempermainkan hidupku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nov & Van, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
Aku bingung mau mengenakan apa untuk pergi ke pesta ulang tahun Adelia, sampai lemari tempat pakaian dibongkar gara-gara cari baju yang cocok untuk dipakai. Namun hasilnya nihil, gak ada baju yang cocok untuk pergi ke pesta Adelia
Orang kismin sepertiku mana punya baju bermerek, pastinya orang-orang yang hadir di pesta mengenakan baju bagus semua, kalau saja aku pakai baju biasa dikira gembel mending gue tidak pergi.
Hah, aku menghela nafas mengemas kembali lemariku. Sepertinya aku tidak bisa pergi besok.
***
Pagi, sekolah.
Aku melangkah gontai di memasuki koridor, terilihat satu dua tiga butir siswa berlalu lalang hari masih pagi suasana masih sepi.
Tak jauh dari pandanganku aku melihat Stella, Moza, dan Andra tengah mengobrol di papan Mading, aku berniat menghampiri mereka dan sekedar menyapa.
"Pagi," sapaku muncul di belakang, mereka berbalik menatapku lalu dengan serempak membalas sapaanku kecuali Andra yang seperti batu.
"Eh, kebetulan kau ada disini, kami barusaja membicarakan kamu lo." Stella berkata ceria menimbulkan tanda tanya di otakku.
"Bicara tentang apa?" tanyaku sedikit bingung.
"Tentang kau yang akan pergi ke pesta ulang tahun Adelia Brandon, And-"
"Sepertinya aku tidak pergi," selaku.
Ha? Mereka menatapku terkejut.
"Kenapa?!" tanya Stella menyambar.
"Aku tidak punya baju yang cocok," kataku malu-malu. Padahal rencananya aku mau beli jas baru tapi uang pula yang menipis, makan apa jika uang ini habis beli baju. Apalagi pengeluaran akhir-akhir ini banyak sekali, mau minta uang dengan Dokter Alex, tapi pekerjaanku saja tidak becus yang ada kupingku sakit dengar ceramahnya.
Aku benar-benar diterjang dilema, pengen banget tidak hadir, pastinya nanti Adelia mengira aku sombong, kan gak lucu dibilang miskin sombong lagi. Namun, akhirnya aku juga tetap tidak bisa pergi ke pesta itu.
"Tapi bukannya kau harus menghadiri pesta itu, Adelia sendiri yang mengantarkan undnagan kan rugi kalau kau tidak datang," celetuk Stella.
"Kau tidak punya baju yang cocok," gumam Moza melihatku dari atas sampai bawah. Kami semua menatap Moza.
"Kau tidak bisa tidak menghadiri pesta itu. Huh, baiklah kurasa aku ada beberapa baju yang cocok kau gunakan." Moza berkata bak dewi penyelamatan, aku tersenyum senang mendengarnya.
"Istirahat kedua temui aku di tempat biasa," kata Moza yang aku angguki dengan cepat.
Seperti yang Moza suruh, setelah bel istirahat berbunyi aku segera keluar kelas dan mencarinya di ruangan klub feshion. Kuhampiri dia yang tengah sibuk di meja menjahit.
"Kau menjahit apa?" tanyaku. Moza melirikku sekilas lalu kembali fokus menjahit.
Tak berselang lama ia berhenti menjahit, dan menyerahkan sebuah baju padaku.
"Coba," katanya.
Tanpa disuruh dua kali aku mencoba jas yang baru saja dia jahit, aku memutar badanku membelakanginya melihat pantulan diriku di cermin.
Ckckck parah, jasnya sangat bagus seperti merek ternama yang kawe dan lagi bajunya juga pas di tubku.
"Coba lihat." Moza memutar tubuhku menghadapnya, ia melihat dari sudut ke sudut, lalu mengangguk-angguk, "Oke sudah cocok, tinggal di setrika biar rapi. Lepas kembali, biar diseterika terlebih dahulu."
Aku melepasnya dan memberikan kembali padanya. Aku sebenarnya bingung bagaimana Moza membuat jas sebagus ini dalam waktu singkat.
"Ini jas yang kami pamerkan tahun lalu, tapi sayangnya ini tidak terlalu menarik perhatian, sebab jas ini tidak sempurna..."
auto fav 😍
semangat up
semangat up, biar cepet naik😏