NovelToon NovelToon
Malam Pertama Dengan Pria Misterius

Malam Pertama Dengan Pria Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:73.9k
Nilai: 5
Nama Author: kiya12

sebuah lengan membawaku kedalam pelukannya entah kenapa ragaku tidak bisa aku kendalikan, aku menatapnya lelaki dengan manik coklat dengan rahang kokoh.
sentuhan demi sentuhan membuatku terlena, aku tidak bisa berbuat apa apa entah ada apa dengan tubuhku, aku menikmati setiap sentuhannya.
"egh"
hanya itu yang keluar dari mulutku, hingga sesuatu yang melesak masuk kedalam tubuhku aku hanya mampu menangis namun menikmatinya sangat menikmatinya.
hingga berita kehamilan menyebar membuatku tak bisa mengelak sebuah pernikahan dengan lelaki yang tidak aku inginkan menjadi tameng penghalang impian impianku untuk meniti masa depan yang indah dan cerah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiya12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belum Usai

"Bagaimana?" sofi menaikan kedua kakinya ke atas meja, menunggu laporan yang di bawa bawahannya.

"di terluka, saya sudah membuat warga desa membenci nona kena" jelasnya, membuat sofi tersenyum penuh kemenangan.

"beruntungnya, di sana ada lelaki yang dekat dengan non Kena jadi lebih mudah bagi saya untuk menghasut warga dan menyebarkan gosip bahwa mereka telah berzina di sana" jelasnya, sofi bertepuk tangan dengan keras lalu menurunkan kedua kakinya ia berdiri dan menghampiri bawahannya.

"kau sangat sempurna, kerjamu sangat memuaskan" pujinya sambil membelai lembut wajah lelaki itu.

"karena tugasmu sudah selesai, ini bonus untukmu" ujar sofi sambil memberikan sejumlah uang didalam amplop coklat.

"jangan lupa, selalu laporkan keadaannya, akan lebih seru jika lebih dari ini, aku ingin dia lebih menderita" ujar sofi lalu tertawa, tiba tiba ada rasa sesal yang menelusup di hati lelaki itu, tidak kah ini keterlaluan? sebetulnya apa kesalahan nona kena pada sofi? pertanyaan yang memenuhi benaknya saat ini, perubahan ekspresinya diketahui oleh sofi.

"kau boleh pergi" ucap sofi, lelaki itu pun pergi sedikit ragu dengan langkahnya.

"habisi dia" desis sofi, dan seseorang yang menunggu di depan pintu menusuk lelaki yang barus aja keluar dari ruang kerja sofi.

"hah selesai sudah semuanya, selangkah lagi dan kau Kena" sofi menegak wine di gelasnya dan membuang sembarang gelas itu.

Prang

seakan suara pecahan gelas adalah melodi terindah yang di dengarnya, ia memejamkan matanya sejenak lalu membukanya kembali.

"lihat Kena, Rey akan menjadi milikku sekarang, nikmati sisa hidupmu dengan penderitaan temanku sayang" gumamnya dengan seringai penuh kemenangan...[]

"bagaimana bu bidan" ujar bi inah bertanya saat bu bidan keluar dari kamar kena.

"tidak ada yang mengkhawatirkan, sejauh ini masih baik baik saja, namun ibu kena harus istirahat total tidak boleh banyak bergerak dulu" jelas bu bidan, bi inah mengangguk mengerti.

"kalau saya boleh tahu, kenapa ibu kena bisa terluka seperti itu?" tanya bu bidan penasaran, karena ia baru saja pulang dari puskesmas.

"itu, mmm tadi anu" bi inah ragu untuk bercerita.

"tadi warga menuduh teh Kena dan kang asep berzinah bu bidan" jelas ima. raut wajah bu bidan sedikit terkejut, namun dia menetralkan kembali ekspresi wajahnya.

"benarkah?" tanya bu bidan.

"iya bu, padahal sebelum liburan kesini teh kena memang sudah hamil" jelas ima, membuat wati terkejut mendengarnya, ia merasa bersalah karena telah menuduh asep kala itu.

"oh begitu, sepertinya hanya salah paham saja ya" ujar bu bidan.

"iya bu" bi inah melihat Asep meringis "bu bidan, tolong obati asep juga, kasihan dia" bu bidan beralih ke asep.

"sepertinya lukanya cukup parah" komentar bu bidan saat melihatnya "coba buka bajunya" perintah bu bidan.

dengan ragu, asep membuka kaos dekilnya. semua mata terkejut saat melihat punggung asep bukan hanya lebam melainkan berdarah. beruntungnya, bagian dada dan perut tidak terlalu parah karena asep menghalanginya dengan kedua tangannya.

"akang" lirih wati.

"ya Allah asep"

setelah selesai di periksa oleh bu bidan, dan mengeluarkan beberapa lembar obat untuk asep bu bidan merapihkan kembali tasnya.

"tolong lukanya dikompres dengan air hangat, ini obat anti nyeri dan antibiotik nya jangan lupa juga untuk mengoleskan salepnya ya" wati yang menerimanya mengangguk.

"Terima kasih bu bidan" ujar wati.

"jadi berapa biayanya bu bidan?" tanya bi inah, yang sudah membuka dompetnya.

"tidak perlu, ini adalah musibah bu inah, semoga ibu kena dan kang asep lekas sembuh ya" ujar bu bidan, ternyata selain manusia keji Tuhan juga menciptakan manusia berhati malaikat...[]

Malam mulai larut, bi inah menatap wajah Kena ia merasa gagal menjaganya.

tiba tiba pandangan bi inah jatuh pada benda pipih milik Kena, ia mengaktifkannya. entah sejak kapan benda itu mati.

sebuah panggilan langsung masuk saat ponsel milik kena telah menyala sempurna.

"h.. halo" ujar bi inah menjawab telpon.

[bi, saya rey dimana kena?] suara rey di sebrang sana, dia masih mengemudi kan mobilnya.

"t.. tuan rey non kena" bi inah tergugu, bagaimana dia menjelaskan keadaan nya.

[ada apa bi? katakan]

"non kena, tuan dimana" bukan menjawab bi inah malah balik bertanya.

[saya sudah mau sampai, sebentar lagi] jelas Rey, dia sadar sesuatu telah terjadi di sana.

"bibi tunggu tuan"

telepon berakhir, bi inah menyimpan kembali benda pipih itu pada tempatnya.

"maafin bibi non, mungkin ini lebih baik" ujar bi inah, ia menghapus air matanya.

bi inah menutup pintu kamar kena dengan perlahan, di kursi bambu usang miliknya Asep berbaring di sana, sedangkan wati mungkin dia sudah pulang kerumahnya.

30 menit berlalu, bi inah masih menunggu kedatangan seseorang di balik pintu rumahnya. Suara deru mobil membuatnya bergerak cepat membuka pintu.

seorang laki-laki yang ditunggu, akhirnya datang.

"tuan" sapa bi inah.

"bibi kenapa? ko wajah bibi luka luka, tangan bibi juga" ujar rey yang tak sengaja menatap luka luka itu.

namun, bi inah menggeleng bibirnya tersenyum namun matanya menangis. Rey mengerti.

"bibi istirahat aja sekarang, orang saya akan tiba beberapa menit lagi" ujar rey meyakinkan "bibi ngga usah khawatir, apapun yang terjadi hari ini saya jamin tidak akan pernah terjadi lagi" jelas rey, bi inah mengangguk.

"non kena pendarahan, tapi bu bidan bilang tidak apa apa harus istirahat total jangan banyak bergerak" jelas bi inah, membuat rey memejamkan matanya. Entah apa yang terjadi hari ini namun, mendengar Kena pendarahan seperti itu pasti sesuatu yang fatal telah terjadi.

"Kena dimana bi?" rey bertanya, bi inah menunjukan kamarnya.

"saya masuk dulu, bibi istirahat besok kita kembali ke jakarta" ujar rey, bi inah mengangguk lalu meninggalkan rey tanpa sepatah katapun.

rey merogoh saku celananya mengeluarkan benda pipih dari dalamnya.

"halo, kalian jaga lokasi saya seaman mungkin" perintah rey, setelah itu ia mematikan sambungan telponnya.

perlahan, pintu kayu yang hampir usang itu di bukanya. Pujaan hatinya berbaring meringkuk di sebuah ranjang kecil.

"Hai sayang" ujar rey sambil membelai rambut Kena, melihat pelipisnya di perban juga ada luka kecil di lengannya membuat hatinya meradang.

ia membuka jaketnya, dan berbaring di samping kena, memeluknya dari belakang dengan erat, rasa rindu, rasa khawatir dan juga rasa cintanya membuat lelaki itu enggan berjarak sedikit pun...[]

Hari sudah pagi, ayam berkokok bersahutan aktifitas di dapur terdengar seperti biasanya. Kena mengerjapkan kedua bola matanya, sebuah lengan yang terasa berat di perutnya membuatnya berbalik.

"R.. rey" Kena terkejut bukan main Rey? dia disini memelukku? lalu bagaimana dengan aisyah?

"ada apa sayang" tanya rey saat menyadari kena telah bangun.

"R.. rey kamu kapan datang?" ujar Kena bertanya ragu.

"semalam, kamu sudah terlelap" ujar rey, matanya masih terpejam lengannya masih setia melingkar di pinggang Kena.

"Rey, lepasin kamu udah nikah d..." rey mengecup bibir kena, dia terlalu bawel di pagi hari.

"kamu calon istriku, ibu dari anakku" jelas rey dengan tegas.

"bagaimana dengan aisyah" tanya kena menelisik.

"ya urusan suaminya, bukan urusan aku" jelas rey, kena merasa bingung.

"maksudnya apa? bukannya kamu suaminya aisyah? kamu mualaf juga kan?" tanya kena ngotot, rey membuka matanya dan menatap dua manik yang begitu dirindukannya.

"dia Ray bukan Rey, aku rey bukan ray" jelasnya, kena menggelengkan kepalanya sepertinya gara gara terkena lemparan batu kemarin otaknya tidak berjalan seperti semestinya.

"bodohnya ngga ilang ilang" ledek rey membuat kena memanyunkan bibirnya.

dan sedetik kemudian, rey ********** dengan lembut perlahan namun pasti, tidak ada ***** di ciumannya kali ini, murni karena ketulusan dan kerinduannya pada sang pujaan hati.

"aku merindukanmu" bisik rek di telinga kena, perempuan itu tak kuasa menahan air matanya.

"aku selalu ingin mati tanpamu rey, semua begitu sulit, aku hampir menyerah" ujar Kena, Rey membawa Kena kedalam dekapannya, membelai lembut rambut itu, membiarkannya menangis tergugu menumpahkan segala perasaannya.

1
tri
ljuuut thoor.......semangat
Riki Ridwan Margana
gak jelas cerita nya sneh
NatalieLaurentRenes
lanjut up nya Thor
NatalieLaurentRenes
beughh Thor kok Rey selingkuh sich. nti Sofi hamil pula lgi
NatalieLaurentRenes
ayo othor smngat nulisnya
NatalieLaurentRenes
malah satu udh kelar . masalah berikutnya tunggu di bereskan. Krn ad biangkerokny dr semua yg terjadi
NatalieLaurentRenes
harapanku Ray dan Rey itu kembaran . heraaan klo lihat netizen yg mengharapkan ad pemain yg mualaf .
NatalieLaurentRenes
kembar deh kyakna. kena Ray sj gak kenal kena.
NatalieLaurentRenes
mudah2an Ray dan Rey itu saudara kembar ya Thor
NatalieLaurentRenes
mampir dulu
Siti Nihayatul
laanjuuut
Siti Nihayatul
semangat mhk thor...
lanjutkan
Siti Nihayatul
tetap semmmaangat
Siti Nihayatul
aq selalu ngeliek thor.tetap semangat
Siti Nihayatul
suka
Deliani Deliani
kena dan rey bahagia
Lailatul Istiqomah Istiq
up
Lailatul Istiqomah Istiq
aq nunggu kelanjutan nya thor ...cerita nya seru..
Anonim
mna ko gda kelanjutannya thor...
Keyzha Aninditha
lanjut donk thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!