Apa jadinya jika dua saudara kembar yang terpisah selama bertahun-tahun bertemu?
Dewi Hana Saputri dan Clarissa Hani Widjaya, keduanya memiliki sifat dan karakter yang berbeda, tapi keduanya sama-sama mencintai satu pria yang sama.
Siapakah yang di pilih pria itu?
'Ada berbagai macam manusia yang lahir didunia ini, seseorang mengatakan tidak ada satupun manusia yang telahir semuanya sama walaupun fisik mereka mirip tapi karakternya pasti berbeda.'
Ini novel pertamaku, mohon dukungannya dan tolong jangan menjatuhkan autho ya 😄 Terima kasih banyak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20 "Sekretaris Pribadi"
🌼flashback on🌼
Arka terus menjauh dari Hana, semakin banyak masalah yang datang semakin Arka menjauhi Hana. Arka jadi sering mengabaikan Hana. Ia mencari waktu untuk sendirian, untuk menenangkan pikiran nya, berjalan-jalan mengambil foto dan juga menarik diri dari lingkungan dan keluarganya yang sudah terpecah belah. Arka benar-benar melakukan usahanya sendiri untuk menyembuhkan segala penat yang mengganggunya , tanpa ia sadari ia sudah membuat Hana menyerah karena diabaikan begitu saja.
"Bagaimana hubunganmu dengan Hana?" Angga, teman dekat Arka saat ini menemani Arka di club. Sejak keluarga nya hancur Arka sangat sering main ke club, untuk menghilangkan beban pikiran. Ia minum-minum hingga mabuk.
"Hana? aahhh---" Arka tersenyum dengan mata yang tertutup. Ia kembali meneguk wine miliknya. Angga menggelengkan kepalanya melihat Arka yang sudah benar-benar mabuk. Jika sudah seperti ini Arka akan menginap dirumah salah satu temannya.
"Jangan bilang kau hanya menjadikannya pelarian? atau pelampiasan? atau apa? Ar! berhentilah seperti ini, kau memberi dia harapan palsu, berhenti memberikan harapan palsu pada setiap wanita yang kau temui" Angga mengomel , ia hapal betul dengan sifat Arka. Ia juga hafal betul soal kisah masa lalu Arka yang membuat hatinya terluka. "Tidak semua wanita sama dengan dia" lanjut Angga.
Mata Arka kini kembali terbuka, sebuah senyuman muncul mengarah pada Angga, "mungkin seperti yang kau bilang" Pandangan Arka kembali terlihat kosong , entah apa yang di pikirkan nya sekarang. Pada awalnya Arka memang berniat untuk main-main saja . Ia melakukan semua itu pada semua perempuan, Arka bersikap manis dan baik pada perempuan dan tak jarang membuat mereka salah paham atas sikapnya itu. Setelah diputuskan oleh cinta pertamanya , Arka merasa sangat hancur . Ia tahu bagaimana rasanya ditinggal saat sedang benar-benar jatuh cinta dan luka itu membuat Arka menjadi seperti ini sekarang . Ia tidak pernah serius dan tidak pernah lagi mau untuk menjalin hubungan dengan siapapun , hanya mendekati perempuan yang ia suka dan meninggalkannya saat ia sudah bosan atau merasa tidak asyik lagi . Awalnya memang seperti itu , ia juga berniat melakukan hal yang sama pada Hana. Namun setelah waktu berlalu, setelah mereka menjadi semakin dekat dan setelah Arka menyadari bahwa Hana berbeda dengan perempuan lain , perasaan itu mulai tumbuh. Arka menyadari dirinya memang menyukai Hana, namun ia masih ragu untuk menyatakan perasaan itu. Ia masih ragu pada dirinya sendiri dan memutuskan untuk mencari waktu yang tepat untuk mengatakan perasaan yang sebenarnya pada Hana.
Dan malam itu, malam dimana Arka melihat Hana bersama pria lain, adalah malam terakhir mereka bertemu. Arka menyerah, ia pikir Hana sudah tidak mau lagi dengannya karena beberapa minggu lalu Arka memang terkesan mengabaikannya. Dan setelah itu, mereka tidak pernah bertemu lagi bahkan sampai hari ini.
🌼flashback off🌼
Arka menutup matanya dan sedikit memijit pelipisnya kenangan itu kembali menghantuinya.
"Ahhh! sial! Hani, kenapa aku harus bertemu dengan seseorang bernama Hani itu? sialnya kenapa mereka mirip sekali" Arka beranjak dari tempat duduknya dan menggelengkan kepalanya berusaha menyingkirkan jauh-jauh kenangan Hana yang terus mengusiknya.
🌺🌺🌺🌺🌺
Jam makan siang hampir tiba, tersisa satu jam lagi dan Hani masih belum melihat kehadiran Arka di hotel .
“Haiss kenapa aku jadi mencarinya” Dengan sadar Hani segera memukul kecil kening nya saat matanya terus menuju ke arah pintu masuk dan bertanya-tanya soal kemana perginya Arka hari ini . Beberapa detik berselang pintu hotel lalu terbuka , terlihat Arka yang baru saja datang dengan ponsel ditangan nya.
Hani segera berpura-pura sibuk dengan aktivitasnya ia bahkan mengalihkan pandangan nya dari arah pintu dan tak ingin tertangkap basah sedang menantikan kehadiran Arka.
"Hani, Hallo" Suara Arka terdengar sangat jelas, Hani terkejut saat melihat pria itu sudah berdiri di depan meja resepsionis. staff yang berdiri di sebelah Hani lalu melirik tajam ke arah Hani.
“Kau sedang apa?” Tanya Arka setelah menaruh ponselnya ke dalam saku celana nya. Ia seakan sengaja mengganggu Hani dengan pertanyaan yang tidak penting.
“kapan kau akan ganti kameraku?” Arka mengecilkan volume suaranya dan seakan tak ingin orang lain mendengar soal pembicaraan mereka . Hani menghela nafasnya menatap Arka dengan sangat malas.
“Sudah kubilang kirimkan nomor rekeningmu” Balas Hani dengan suara yang juga di kecilkan.
“Aku tidak mau”
“Lalu apa maumu?” Hani menggertakan giginya , geram dengan apa yang dilakukan Arka padanya.
“Hmmmm biar ku pikir” Arka masih berdiri di depan meja resepsionis , Ibunya baru saja memasuki area hotel ia langsung menghampiri Arka yang terlihat sedang bermalas-malasan disana.
"Manager Arka, apa yang sedang kau lakukan?"
"Ya ampun, ibunda ratu datang" Arka tersenyum lalu memberikan salam hormat kepada ibunya. Hani menundukkan kepalanya dan merasa canggung ketika CEO hotel itu berada di sekitarnya.
“Kau tidak ke ruanganmu?” Tanya ibunya
“Ah ! aku bosan di ruanganku , Tapi aku punya sedikit ide untuk membuatku betah disana” Jawab Arka ia sedikit mendekatkan dirinya pada ibunya
“Apa?”
“ibunda, tolong jadikan orang ini sekertaris pribadiku” Bisik Arka pada telinga ibunya .
“Apa?! mana bisa seperti itu—“
“Kalau begitu aku tidak mau masuk kerja lagi , aku tidak akan datang lagi” Arka mengancam dengan senyuman nya . Ibunya benar-benar dibuat kesal oleh kelakukan Arka selama ini . Sementara Hani masih diam , ia berpura pura tidak peduli dengan kedua orang itu.
“bagaimana? Cepat putuskan 1 2—“
“Baiklah! Siapa namamu?” Mata ibunya Arka menuju ke arah Name tag yang digunakan oleh Hani.
“Apa? aku?” Tanya Hani dengan ragu.
"Clarissa Hani Widjaya - Mulai sekarang kau jadi sekertarisnya Manager utama Arka” Ucapan ibunya Arka jelas membuat Hani terkejut, begitu juga dengan staff yang berdiri di samping Hani. Pasalnya ia sudah menjadi pegawai tetap selama bertahun - tahun tapi Hani yang baru datang dan masih magang langsung tiba-tiba diangkat menjadi sekertaris pribadi. Hal itu membuat staff tadi melirik ke arah Hani dengan tatapan iri .
“Ta-tapi—“
"Ikut denganku sebentar, Ibunda kami harus bicara empat mata terlebih dahulu" Belum sempat Hani mengiyakan tangan Hani sudah diseret Arka menjauhi front office. Hani berusaha melepaskan tangan Arka tapi sia-sia Arka terus membawanya menuju ruangan pribadinya. Dengan sangat terpaksa Hani mengikuti langkah kaki Arka.
.
Setelah sampai diruangannya Arka segera melepaskan tangan Hani. Ia duduk di kursi keberasarannya menatap Hani dengan intens.
Gadis didepannya ini selalu menolaknya, Arka yang sangat jarang menerima penolakan menjadi sedikit kesal. Tapi itu juga yang membuatnya tertarik pada Hani.
🌺🌺🌺🌺🌺
tetap semangat thor 💪