NovelToon NovelToon
Tiga Ketukan

Tiga Ketukan

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Supernatural / Tamat
Popularitas:146k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ahra

Tok ... tok ... tok ...

Apa yang akan kalian lakukan jika ada yang mengetuk pintu utama rumah kalian malam-malam? Membiarkannya atau beranjak untuk membukanya. Saranku lebih baik kalian acuhkan saja daripada membukanya. Aku tidak mau kejadian yang kualami terjadi pada kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Kelam

Ahra menuruni tangga satu per satu, menuju ruang tamu. Di sana, Nyonya Tiara masih duduk di dekat Tuan Dika yang terbaring kaku dengan kain putih yang menutupi seluruh tubuhnya. Ia menangis tanpa henti.

Ahra yang melihat pemandangan itu, malah tersenyum menyeringai dengan pandangan tajam. Di sana hanya ada beberapa kerabat saja. Para tetangga sudah tidak ada.

Ia berjalan keluar rumah melewati mereka dengan tenang. Ia tak peduli jika sampai ada yang melihatnya, meskipun itu tak akan terjadi. Ia menuju pintu gerbang.

Tak ada satpam atau siapapun di tempat jaga, karena semua pelayan, supir, dan satpam sedang cuti. Kecuali Mbok Sumi yang menawarkan diri untuk tetap bekerja meski diberi cuti.

"Malam yang indah," gumamnya sambil memandangi ke atas langit yang gelap tanpa adanya bulan dan bintang.

Lalu ia segera pergi keluar gerbang, berjalan menuju halte bus di dekat depan gerbang komplek. Ia segera naik setelah bus ke tempat yang dituju datang. Ia duduk di kursi paling belakang.

Ahra segera turun dari bus setelah sampai di halte tujuannya. Ia segera masuk ke gang kecil di sebelah halte itu. Tak ada lampu jalanan di sana, jadi tempat itu benar-benar gelap dan bisa membuat orang berfikir macam-macam.

"Hmp, aku datang," gumamnya sambil tersenyum menyeringai.

Ia berdiam diri sejenak di depan pagar rumah seseorang, lalu segera menghampiri rumah itu.

TOK ... TOK ... TOK ....

Tak lama, pintu rumah itu terbuka. Ia langsung tersenyum senang saat melihat orang itu dalam pandangannya, Mbok Sumi.

"Nona?" Terlihat Mbok Sumi terkejut saat melihat Ahra.

Ahra hanya tersenyum sebagai balasan. "Sudah lama aku tidak melihatmu," ujarnya.

"No--nona, a--ada apa malam-malam ke sini?" tanya Mbok Sumi terbata.

"Bukankah kau akan pulang kampung?"

"Besok saya baru berangkat, Nona. Kebetulan anak saya baru pulang dari rumah sakit."

"Ooh ...."

Mbok Sumi tenggelam dalam pikirannya. Ia sedang mencari alasan agar Ahra pergi dari rumahnya.

"Kau tidak tahu?" tanya Ahra bergumam.

Mbok Sumi memandang sosok Ahra yang menatapnya datar. "Tahu apa, Nona?"

Ahra mendekatkan wajahnya ke telinga Mbok Sumi. "Dia sudah tidak ada di sini," bisiknya terdengar mengerikan.

Mbok Sumi memundurkan langkahnya mendadak karena bulu kuduknya berdiri seketika. "Si--siapa yang Nona maksud?"

"Menurutmu?" Bukannya menjawab, Ahra malah memberikan teka-teki pada Mbok Sumi.

Mbok Sumi kebingungan, apa yang harus ia lakukan saat itu. Membiarkan Ahra masuk ke rumahnya, atau menyuruh Ahra pulang dengan alasan sesuatu. Tapi, alasan apa?

"Hei," panggil Ahra tak lama. "Maukah kau bermain denganku?"

"Hah?"

"Aku punya satu permainan, ayo kita bermain," ucap Ahra sambil tersenyum. "Bukankah, dulu kita tak sempat memainkannya."

"Ma--maksud Nona?" Mbok Sumi merasa ada yang tidak beres.

Ahra tersenyum lalu terkikik nyaring, matanya menatap sinis ke arah wanita itu. Mbok Sumi yang takut perlahan mundur, menjauh dari Ahra.

"Aku hitung sampai sepuluh," ujarnya. "Satu ... dua ...." Ahra perlahan maju satu langkah sesuai hitungannya.

Mbok Sumi langsung berbalik lalu berlari karena tingkah Ahra.

"Sepuluh ... aku datang, siap atau tidak." Ia langsung berlari mengejar Mbok Sumi sambil tertawa. "Kau pikir aku tidak tahu, kau sudah tahu siapa aku kan?" tebak Ahra.

Mbok Sumi berteriak kaget karena tiba-tiba saja Ahra ada di hadapannya.

"Kau tidak akan bisa lari," sinis Ahra.

Wajah Mbok Sumi langsung pucat pasi. Jantungnya berdetak kencang. Napasnya memburu. Ia tidak tahu harus melakukan apa.

Ahra langsung mencekik leher Mbok Sumi dengan kuat.

"Eu, ka-kau ...." Mbok Sumi berusaha melepaskan cekikan Ahra dari lehernya.

"Hmp, kau akan mati seperti dia." Ahra semakin menekan cekikannya.

Dadanya sesak. Ia tak bisa bernapas. Tak lama pandangan Mbok Sumi perlahan memudar. Ahra langsung melepaskan cekikannya, lalu tersenyum puas saat Mbok Sumi terjatuh ke lantai dan tak bergerak lagi.

Pandangannya beralih pada sosok di hadapannya. Ia tersenyum melihat gadis itu yang gemetar ketakutan melihatnya. Tanpa peduli dengan gadis itu yang merupakan putri dari Mbok Sumi, Ahra langsung pergi berlalu dari sana dengan santai.

"I--ibu ...." isak gadis itu sambil berjalan menghampiri Mbok Sumi.

Ia memeriksa denyut nadi lewat leher Mbok Sumi. "Ibu ...." Ia langsung menangis karena tak ada tanda-tanda ibunya masih hidup.

Tak lama, hujan pun turun menghiasi sunyinya malam, menciptakan gemercik air yang saling beradu, semakin lama hujan makin deras. Hanya bunyi air yang terdengar, tanpa ada satupun suara lainnya. Tentu menambah kesan menyeramkan.

Namun, tak menghentikan langkah gadis itu dalam kegelapan. Entah bagaimana bisa gadis itu merasa bebannya hilang.

"Hah, akhirnya ...." kikiknya.

Gadis itu terus berjalan tanpa henti. Tak peduli dengan rambutnya yang basah dan bajunya yang sudah basah kuyup.

Ahra menghentikan langkahnya saat tanpa sengaja netranya melihat sosok seseorang tak jauh dari tempatnya. Ia langsung menggigit giginya kuat, kesal karena melihat gadis itu.

---

"Kau, dasar menyebalkan!" Mia langsung menerjang ke arah Ahra.

Ia langsung mendorong Ahra ke belakang ketika berada di hadapannya, tak peduli jika payung yang dipinjamkan orang padanya jatuh.

"Semua ini salahmu!" Mia menduduki perut Ahra dan langsung memukul-mukul wajah Ahra.

"Aa, apa yang kau lakukan?" teriak Ahra tak terima sambil menutupi wajahnya agar tidak terkena pukulan Mia.

"Semua ini salahmu!" Mia tidak berniat untuk berhenti.

"Hentikan!" Ahra mendorong Mia sekuat tenaga sampai terpental jauh ke belakang.

UHUK ... UHUK ....

Mia terbatuk dan merasa tubuhnya seolah mati rasa. Rasa sakitnya yang lama belum hilang, lukanya tentu sembuh. Ia mencoba bangkit dari posisinya yang tengkurap.

"Kau ... berani melakukan ini padaku," geram Ahra sambil berjalan mendekati Mia.

"Ahra?" seru seseorang dari arah samping, ternyata itu Nyonya Tiara dengan payung di tangannya. "Apa yang kau lakukan?" tanyanya kebingungan.

"Mamah?" Ahra terkejut dengan kehadiran Nyonya Tiara.

Mia mencoba bangkit dengan sekuat tenaga. Ia tidak mau Nyonya Tiara mengetahui keberadaan Mia. Untungnya ia berada di tempat gelap, dan Nyonya Tiara tak memandang ke arah tempatnya berada. Sepertinya Ahra pun sama, ia tak mau jika Nyonya Tiara tahu keberadaan Mia.

"Ayo masuk, Ahra," ajak Nyonya Tiara dengan menggenggam tangan Ahra.

Ahra menatap ke arah Mia. Aku akan mengurusmu nanti, batinnya.

Mia menatap kepergian kedua orang itu merasa lega. Untunglah ia tak ketahuan.

"Ah, aku tak bisa bergerak," lirihnya.

Ia takut dia akan kenapa--kenapa. Tubuhnya sudah menggigil kedinginan karena terus diguyur air hujan. Perlahan ia terisak karena merasa tak bisa melakukan apapun.

"Apa yang harus kulakukan?" Mia menangis sesenggukan.

"Nona? Anda baik-baik saja?" seru seseorang dari arah belakang Mia.

Mia menoleh ke arahnya lalu tersenyum senang karena untungnya ada orang yang melihatnya. Wanita itu langsung menghampiri Mia dan segera membantu Mia untuk bangkit dengan payung di tangannya.

1
Liaa
Kenapa nama tokohnya pake nama sendiri?
Rania Puspa
serem amat dah gw byagin aj udh ngerii mkir lgi mau nerusin baca atw kgk ya 🤔
KMA
hhm
Rosananda
Awal cerita yang bikin deg-degan
bagus sekali ceritanya 👍
jihan
kisah nyata kah ini
jihan
waaahhh cerita horor raaaa....
seremmm weehh tp seruu
Michaaa Dimitrics
Wow this ending of this story is very amazing. Could you tell me will you make the sequel of your story? If yes may I follow your social m3dia or 3mail because I don't want to miss it.
[Bayu Pratama]
tuan Dika udah gk ada
ceritanya sangat seru
Rin
Hhm
ren rene
mati kabeh thor
Satriyo Agung Prawiro
Sadis y kak Ahra🤣, lanjutkan ka smgt👍🏼
🏡s⃝ᴿ🅰️nny ༄⃞⃟⚡PETIR
like
🏡s⃝ᴿ🅰️nny ༄⃞⃟⚡PETIR
ide ceritanya bagus
🏡s⃝ᴿ🅰️nny ༄⃞⃟⚡PETIR
lanjut ah...
🏡s⃝ᴿ🅰️nny ༄⃞⃟⚡PETIR
baru mulai udah sereeemmmm
Syahrul Abdul Jabbar
Serem gak tuh
REX
terbaik
Meliseis Dhemewa
Semangat, Kak Ahra! 💪💪💪
Ahrarara17: Semangat juga buat Kak Meliseis 🤗🤗💪💪💪
total 1 replies
Samsul
Awal yang bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!