NovelToon NovelToon
Oh My Introvert Husband

Oh My Introvert Husband

Status: tamat
Genre:Perjodohan
Popularitas:13.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: SHy

Berniat menolong wanita yang tengah mabuk di klab malam, Aidan justru terjebak pernikahan dengan wanita yang ternyata adalah adik kelasnya di kampus.

Perbedaan sikap antara keduanya membuat kehidupan rumah tangga mereka berjalan tidak seperti kehidupan rumah tangga pada umumnya.

Apakah akhir cerita mereka akan berakhir bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SHy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OMIH-21

Setelah melewati drama yang panjang, barang-barang Alea dan Aidan pun sudah tersusun rapi di kamar mereka masing-masing. Alea manarik diri dari atas kasur ketika perutnya terasa lapar. Wajar saja jika kini perutnya sudah memberontak meminta makan mengingat hanya sarapan tadi pagilah yang masuk ke dalam perutnya sampai sekarang.

Alea keluar dari dalam kamarnya mencari keberadaan Aidan. Melihat pintu kamar Aidan yang terbuka lebar membuat Alea berjalan ke sana. Mata Alea menyipit tidak melihat keberadaan Aidan di dalam kamarnya.

"Kemana dia?" gumam Alea. Alea memilih menuruni tangga mencari keberadaan Aidan.

Alea mendengus melihat orang yang dicarinya kini tengah duduk di sofa dengan laptop di pangkuannya. Aidan terlihat sangat serius menatap layar laptop dengan kesepuluh jarinya berselancar di atas keyboard.

"Aidan..." Panggil Alea yang kini sudah mendudukkan tubuhnya di samping Aidan.

Sejenak Aidan menghentikan aktivitasnya melirik ke arah Alea. Kemudian ia kembali sibuk dengan laptopnya.

"Lo gak dengar gue manggil!" Sungut Alea melihat Aidan tidak merespon panggilannya. "Gue laper..." Keluhnya. "Lo dengar gue gak sih!" Umpat Alea memegang pergelangan Aidan.

Aidan menghentikan aktivitasnya. "Kalau lo laper, lo bisa makan!" Jawab Aidan seadanya.

"Gue mau makan apa? Gak ada sama sekali makanan di sini!" Rutuk Alea. "Emangnya lo udah makan?" Tanya Alea.

"Gue belum makan."

"Terus kita mau makan apa, Aidan..." Sungutnya lagi.

"Lo bisa masak?" Tanya Aidan menatap wajah memelas Alea.

"Tentu saja tidak." Cetusnya.

Aidan nampak menghela nafas mendengar jawaban Alea. "Pesan makanan saja." Putusnya. Mengambil ponselnya yang ada di atas meja. "Lo mau makan apa?" Tanya Aidan melihat daftar menu yang akan ia pesan.

"Terserah. Yang penting gak pake lama."

Alea nampak menguap beberapa kali menahan kantuknya. Bahkan sudut matanya nampak berair. Sudah hampir satu jam ia menunggu namun makanan yang dipesan Aidan tak kunjung datang.

"Lama banget sih datangnya... Gak tau gue udah laper banget apa..." Keluh Alea lirih. Kini rasa kantuknya sudah tidak bisa ia bendung lagi. Perlahan mata Alea pun tertutup.

Aidan melirik ke sisi sebelah kanannya dimana Alea kini sudah tertidur pulas dalam keadaan duduk. Beberapa helai rambut nampak menutupi wajah cantiknya. Bunyi suara bel menghentikan aktivitas Aidan yang tengah menatap Alea dalam. Sepertinya pesanan mereka sudah sampai.

Setelah mengambil pesanan mereka dari kurir, Aidan pun meletakkan makanan yang masih terbungkus plastik itu di atas meja. Melihat Alea yang masih lelap, Aidan memilih mengambil piring, sendok dan air minum di dapur terlebih dahulu.

"Lea, bangun..." Aidan mengguncang pelan bahu Alea. Sebenarnya ia tidak tega melihat wajah Alea yang begitu damai dalam tidurnya. Tetapi mengingat Alea yang kelaparan Aidan memutuskan untuk membangunkannya saja.

Merasa tidurnya terusik, Alea pun membuka matanya secara perlahan.

Deg

Jantung Alea berdetak kencang ketika melihat wajah Aidan yang begitu dekat dengan wajahnya. Bahkan Alea dapat mengamati setiap pahatan di wajah Aidan yang begitu sempurna. Alis matanya yang tebal dan hidungnya yang mancung membuat Alea sejenak tertegun. Kesadarannya kembali ketika tangan Aidan sudah melambai di wajahnya.

"Lo gak jadi mau makan?" Tanya Aidan yang sudah kembali duduk di sofa.

"Tentu saja gue mau makan. Lo gak liat gue udah kelaparan dari tadi!" Ketus Alea yang sudah kembali ke alam sadarnya.

Aidan diam. Ia lebih memilih membuka bungkus makanannya dibandingkan mendengarkan suara cempreng Alea yang memekakkan telinga.

*

*

*

*

Lanjut? Happy reading!:)

Jangan lupa like, komen, vote dan rate bintang 5 supaya author makin semangat nulisnya. Dukungan teman-teman sangat berarti untuk kinerja jari author dalam menulis😉

Terimakasih sudah membaca karya recehku:

1
Felycia Fernandez
Kk Shy..
kenapa gak nulis novel lagi?? aku kangen sama cerita kk Shy...
semua novel kk Shy sudah aku baca...
kangeeeen dengan karya kk Shy☹️
Bungatiem
ahh jadi males nerusin baca nya
Dafa Jalalludin
aku mampir KK othor 💪
Bu Kus
wah kasih nama anak orang dedemit nih cika apa udah bancaan kasih nama 🤣🤣
Bu Kus
wah Lea udah ada rasa cemburu nih kayanya
Bu Kus
jangan galak galak Lea nanti bucin sendiri lho
Bu Kus
jangan salah kan papa mu Lea karena hinaan dari kakekmu papa mu sampe gk kenal lelah
Bu Kus
kenapa pintu gak di kunci ketahuan kan sama si kecil
Bu Kus
lanjut thro
Mai
dengerin tuh leo bicara...jafi cwe kok seneng jadi pelakor 🤬🤭🤭🤗
Mai
oojh ..manisx
Mai
bagus...semgat Alea untuk keutuhan rumah tangga'
Erna Suryani
Luar biasa
nobita
tuh kan kemajuan Alea mau belajar memasak... demi apa coba? yg pastinya demi ayang Aiden
nobita
iyaa setan tampan
nobita
yuup aku mampir kak
Ida Rodiah
Luar biasa
Efratha
buang aja Thor,suami "gue guenya" si Alea tuh,pengen aku sembeli rasanya tuh laki 😡,tuh kan berhasillah dirimu Thor,membuat diriku esmosi 😀
Efratha
Luar biasa
Tika Sartika12
itulah kenapa pernikahan itu harus di umumkan biar ga terjadi salah faham dan menimbulkan fitnah,, agar orang tau bahwa kita sudah di miliki
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!