NovelToon NovelToon
The Secret Of My Love

The Secret Of My Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Vanila Latte

Pertemuan ku dengannya adalah sebuah takdir, dimana aku harus terluka dan dipermainkan oleh hidupku sendiri...


Dia yang menjagaku, dia yang perhatian dan dia satu-satunya yang perduli...


Namun dia yang terlalu menyakiti, lebih dari orang-orang yang membenci diri ini...


Hay... Namaku Reyna...
Selamat datang dalam kisah hidup ku yang penuh dengan tangisan dan juga kepedihan... Reyna yang tak pernah diharapkan namun diciptakan oleh Tuhan... meskipun begitu, aku sangat bersyukur dalam hidup ini...

Tuhan memberiku kesempatan untuk bahagia walaupun tidak bertahan lama...

Bersyukurlah pada Tuhan dengan masalah yang kalian miliki, karena dengan masalah itu Dia hanya ingin menguji seberapa sabar dirimu...


Jangan seperti aku yang mudah menyerah, jangan seperti diriku yang selalu lari dari masalah...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanila Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

My teacher is my love

Matahari menyeruak memasuki kamar seorang gadis lebih tepatnya apartemen Yasya yang kini terdapat Reyna didalamnya. Gadis itu menggeliat dan mengerjapkan matanya beberapa kali mencoba mengumpulkan puing-puing nyawa yang masih tersisa. Ia membuka selimut yang membungkus tubuhnya, dan ia tersentak ketika melihat lengan besar yang memeluk pinggangnya.

Reyna membalikkan tubuhnya, dan ia rasakan hembusan nafas yang sangat dekat membuat tengkuknya meremang.

"Pak Yasya?"

Reyna masih tidak menyangka. Semalam ternyata mereka tidur bersama. Reyna mengucek matanya beberapa kali, memastikan apa yang terjadi padanya memang benar-benar terjadi.

Pria itu masih tidur dengan lelapnya, dengan rambut yang acak-acakan, dan kemeja putih khas orang pulang dari kantor.

Alis yang tebal dengan bulu mata yang lentik, hidung yang bangir serta bibir tipis itu membuat wanita manapun akan takluk dengan pesonanya. Sangat tampan.

Reyna tak bisa berhenti untuk tersenyum ketika melihat tangannya yang masih memeluk pinggangnya dengan manja.

Perlahan Reyna mengelus wajahnya tampan Yasya. Bahkan jarak antara mereka hanya satu senti. Untung saja Yasya sedang tidur saat ini, jika dia bangun bisa jadi dia mendengar jantung Reyna yang berdetak tak karuan.

Mata gadis itu membelalak kala tangan besarnya memegang tangannya yang tengah menyentuh pipi mulus itu.

"Sudah puas melihat wajah saya?" ucap Yasya dengan senyum nya dan matanya yang terbuka.

Reyna menarik tangannya dari jemari Yasya dan segera membelakangi tubuh pria itu.

Tiba-tiba saja wajahnya memerah begitu mengingat kejadian baru saja yang membuat dirinya malu akan apa yang ia perbuat sendiri.

Tiba-tiba Reyna merasakan pelukan pria itu semakin erat dipinggangnya dan gadis itu mrasakan wajahnya telah menempel di tengkuknya membuat Reyna menggelinjang kegelian karena nafasnya yang ia rasakan.

"Pak" Reyna menggigit bibir bawahnya. Ia merasakan keadaan mereka saat ini begitu intim.

"Ada apa?" tanya Yasya yang tak beralih dari posisinya.

"Pak Yasya kenapa bisa ada disini tadi malam?"

"Kenapa? memangnya tidak boleh?"

"Bu... bukan begitu... tapi"

"Tapi apa?l? heummm?"

Reyna merasa sangat nyaman dengan posisi ini, sebenarnya ia sangat takut jika saja Yasya tak dapat menahannya. Ia hanya bisa menahan karena ia sendiri juga menginginkan dan merasa nyaman.

Reyna kaget bukan main ketika Yasya membalikkan tubuhnya dan membuatnya berada diatas gadis itu.

Mereka saling berpandangan, entah kenapa tatapannya begitu sangat nyaman bagi Reyna, dia menatap gadis itu dengan intens, sedangkan jantungnya masih berpacu tak beraturan.

"Pak Yasya" Reyna mencoba memberanikan diri untuk bertanya. Namun berbeda dengan ekspresinya kali ini, dia tampak mengerutkan dahinya.

Reyna menutup matanya dan menggeleng pelan.

"Reyna... saya"

"Ada apa pak?" Tanya gadis itu dan menengadahkan pandangan kearahnya.

Dengan cepat pria itu mencium bibir Reyna dengan lembut, seolah dia ingin menyatakan perasaannya yang paling dalam. Mataku masih terbuka, mencoba menemukan jawaban dari perlakuannya, perlahan kututup mataku dan mulai terbuai oleh ciumannya yang penuh kasih sayang.

Semakin lama tubuh mereka terasa panas satu sama lain, Reyna mengkalungkan tangannya dileher pria itu.

Yasya menarik gadis itu hingga posisinya duduk dipangkuannya.

Reyna merasakan tubuhnya bergetar hebat, takut jika sesuatu terjadi padanya. Hal yang selama ini ia jaga akan musnah begitu saja. Reyna mendorong pelan dada bidang pria dihadapannya.

"Pak, jangan" katanya dengan mata yang berkaca-kaca, ia merasa takut jika perbuatan mereka terlampau jauh dan diluar batas bayangannya.

"Maaf... saya pasti membuat kamu takut kan?" kata Yasya sembari menghapus jejak air mata gadis itu dengan punggung tangannya.

Reyna membalas pelukan pria itu. Entah mengapa jika didekatnya ia tak segan bahkan ragu untuk menitikkan air mata seperti ini. Berbeda dari orang lain, dia adalah orang yang sangat Reyna percaya saat ini.

"Pak Yasya... tolong bantu saya, saya ingin cari mama."

Kata gadis itu dengan suara sumbangnya khas orang baru menangis. Yasya dengan lembut mengusap rambut Reyna yang panjang itu .

"Tentu... saya akan bantu kamu" ucap Yasya seraya mengecup puncak kepala Reyna.

***

Waktu sudah menunjukkan pukul 06.39 dan Reyna masih setia untuk berada di depan cermin. Dengan hanya menggerai rambutnya, gadis itu bergegas turun untuk berangkat ke sekolah.

Reyna melewati pagi hari yang sangat indah, dengan kecupan serta pelukan hangat dari seseorang yang benar-benar ia cintai dan begitu ia percayai.

tin.. tin...

Sebuah mobil berwarna silver menghentikan langkah gadis itu.

"Ayo berangkat."

"Pak Yasya... bukannya tadi bapak pulang ya?"

"Saya mau kuliah, kebetulan searah, jadi saya jemput kamu sekalian" Reyna masih diam mematung dengan memandangi wajah tampan pria yang kini tersenyum kearahnya, yang tampil beda dengan gaya casual. Dengan hanya memakai kaos hitam dan jaket serta celana jeans. Dia tampak lebih muda dari biasanya.

"Saya tau saya tampan, tapi kalau kamu terus memandangi saya seperti itu apakah pak Nugroho tidak akan menghukum kamu nantinya."

Gadis itu memutar bola matanya malas dengan apa yang dikatakan Yasya barusan ane. Begitu percaya diri.

Segera ia membuka pintu mobil dan duduk disebelah pria itu yang kini tengah bersiap untuk membelah jalanan ibukota.

Sesampainya di sekolah gadis itu melemparkan senyum pada Yasya yang kini mulai membalas senyumannya.

"Makasih ya pak" kata Reyna seraya bergegas untuk turun dari mobil. Namun tangan pria kekar itu menarik lengan Reyna dengan sangat kuat hingga tubuhnya terjatuh diatas tubuh Yasya

"Pak...???" wajah gadis itu tiba-tiba bersemu merah, dapat ia rasakan betapa degup jantungnya sama dengan apa yang Reyna rasakan.

"Kalau pamit itu sopan sedikit... atau mau saya ingatkan seperti ini setiap pagi?" kata Yasya dengan senyuman nakalnya, membuat gadis itu dengan kesal memukuli dada bidang pria itu.

"Ihhh genit tau" kata Reyna kesal.0

Cup..

Sebuah ciuman mendarat dipipi gadis itu dan blus. Dapat dipastikan bahwa wajahnya pasti semakin memerah kali ini.

Reyna segera keluar dari mobil dan berlari tanpa memperdulikan Yasya yang kini mulai tertawa jahil sepeninggalnya.

***

"Reyna, gue seneng banget bisa ketemu sama lo... kangen tau sehari ngga ketemu" ucap Kanaya yang berjalan sambil memeluk lengan gadis itu dengan erat. Membuat sang empunya merasa risih akan perlakuannya yang sedikit tidak normal.

"Aduh udah deh Nay, jangan meluk gue mulu... ihh malu tau diliatin."

Reyna melepaskan Kanaya dari lengan Reyna dan segera menariknya. Ia takut Kanaya akan berbuat senonoh lagi padanya, meskipun itu tidak mungkin.

"Reyna...." sebuah suara samar, namun dapat didengar oleh telinga gadis itu, membuat Reyna membalikkan tubuhnya dan ia melihat Hengky kini telah berdiri dihadapannya dan Kanaya.

"Eh, kayanya gue harus duluan deh. Gue lagi pengen makan baso, elo samperin dulu tuh si babang tampan" bisik Naya membuat Reyna semakin jengkel dibuatnya

"Nay... tungguin gue" Reyna hendak ingin lari dari Hengky, namun dengan cekatan tubuhnl pria itu beralih menghadang tubuh Reyna yang kini mulai bisa menghembuskan nafasnya. Hingga akhirnya Reyna tak dapat melihat punggung Naya yang semakin lama semakin menghilang.

"Kamu menghindar?" tanya Hengky membuat Reyna spontan menggeleng.

"Rey makan diluar yuk... dicafe sebelah."

"Tapi naya?" kata Reyna dengan tangannya yang menunjuk ragu pada bayangan sahabatnya yang kini menghilang.

"Aku traktir, cuma bentar aja" dengan paksa tangan Hengky meraih lengan gadis itu dan membawanya ke cafe yang jaraknya tak jauh dari sekolah , kira-kira 5 menit berjalan sampai.

"Mbak...." panggil Hengky pada pelayan cafe saat kami tengah duduk dimeja paling depan menghadap jalanan.

"Ky... ada apa ya? kok kamu ngajakin aku kesini, bukannya dikantin sama aja."

"Nggak apa-apa, cuma pengen aja" katanya sembari tersenyum seperti biasa.

"Mbak... mas.... mau pesan apa?" suara pelayan dan uluran buku menu darinya membuat Hengky menghentikan perkataan dan segera mendongak menatap pelayan itu.

"Saya mau pesen udang crispy sama ayam penyet level 5, terus minumnya satu kopi dan vanilla late mbk" kata Hengky tanpa jeda didalamnya membuat Reyna membulatkan matanya.

"Baik, silahkan ditunggu ya" kata sang pelayan sembari beralih meninggalkan tempat mereka.

Reyna mengernyitkan dahi, dan menatap sahabatnya penuh tanda tanya.

"Kamu kenapa Rey? ada yang salah."

"Bukan, bukan itu... tapi kamu masih inget menu favorit aku dicafe ini? bukannya itu udah lama banget ya?."

"Aku nggak akan lupa semua tentang kamu Rey" jari-jari pria tampan di hadapan Reyna menyentuh punggung tangan gadis itu, segera ia menarik tangannya dari genggaman Hengky.

"Eemmm... aku mau tanya? apa kamu ada masalah?" tanya Hengky dengan pandangannya yang menatap gadis itu dengan sendu.

"Maksud kamu?"

"Aku cuma sekedar tanya, kalaupun kamu ada masalah jangan ragu untuk mencariku, aku akan siap bantu kamu dan kamu harus ingat Rey.... aku nggak akan pernah ninggalin kamu" Reyna semakin tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Hengky padanya, setahuku tidak ada yang ia beritahu selain Yasya.

"Nggak... nggak ada sama sekali."

Tiba-tiba keadaan berubah menjadi sunyi, tak satupun kata yang keluar dari mulut Reyna, maupun Hengky.

1
Maizuki Bintang
bgs
s
Luar biasa
Siti Nursidah
ah reyna!!! lupakan pak yasha
Siti Nursidah
udh ga sabar liat lkella dan ibunya hancur ke bongkar kejahatanya
Siti Nursidah
gimn dgn reyna aku ga bisa bayangin
hancurnya hati reyna
Siti Nursidah
tolong jgn buat reyna menderita lg 😭😭😭
sweet@archer
akhirnya ketemu juga... karena akun lama fb kena hack jd ilang. bikin akun baru. karena judul cerita nya lupa lupa ingat nyari muter muter dari berapa bulan yg lalu. akhirnya ketemu. abang yasha ama neng reyna.
sekarang cari season 2 nya gampang. sudah tahu judul nya 😊😊👍👍
𝕗 𝕚 𝕚
ngena banget. sampe ikutan nangis..😭
Elisabet tandi
keren thor karyanya berhasil nguras air mata sy 😭
Yuni Tri Hastuti
Mewek trs thor...😭😭😭
Yucaw
Innalillahi wa innalillahi rojiun..RIP Reyna,tenangkan hati jiwa dan raga mu sayang,selamat menanggung penyesalan tak berkesudahan tuan Reynaldi dan reyhan yg terhormat,semoga yasya tdk stress..😅😅
Yucaw
jangan pak terus ding manggil nya..ganti sayang gitu..meski di saat2 terakhir..biar makin gak bs move on ntar rasya nya..
Yucaw
thorr..tisuku habis thor..bisa utangi ke warung sblh gak thor?? kl aku sendiri yg ngutang aku malu..mataku pd bengkak gara2 kau buat nasib si Reyna spt itu. yasya..dia takkan pernah lagi menemukan cinta nya bahkan stlh Reyna tak lagi di dunia halu ini..
Yucaw
ini sad ending ya thor..Reyna nnt meninggal ya?? betapa pedihnya hidupmu nak ..tak pernah bahagia,hny luka lahir bathin yg selalu kau dpt..thor..Reyna salah apa kd kamu smp kamu ksh dia nasib spt itu?? jujur thor..dia gak traktir kamu seblak level profesor?? tega kamu thor??😭😭😭😭
Yucaw
pernah sih di posisi Reyna dan yasya..tp skip kiss2annya ya..😅😅 sam2 suka,kl yg satu dkt dgn dong lain cemburu,tp gak mau saling mengakui..bedanya kami seumuran..😂🙈
Yucaw
haduhh..kurang suka sm yasya yg gak bs tegas dgn dirinya sendiri,kasihan Reyna donk di kiss2 mulu gak di akui perasaan nya..msh bch bgt udah berani jg ya karakter si Reyna ini..
Yucaw
ini happy apa sad ending sih??😥😥
Yucaw
serius ni yg komentar cm satu??🙀
Yucaw
Reyna tergolong berani untuk gadis usia 16thn,lbh cepat dewasa..mungkin krn kondisi selama ini,dan yasya..jgn bermain api,nnt panasnya kamu sendiri yg rasakan kasihan Reyna hrs hancur berkali2..
Yucaw
kasihan Hengky..sabar ya ky..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!