Sequel of novel ^Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan^
Hwan Sang-Kyu Dzaka Zuumar, singkat saja panggilannya Dzaka, Pria muda berusia 22 tahun yang berprofesi sebagai Model dan Anggota Boyband K-pop yang tengah digandrungi seluruh remaja dunia.
Dzaka dikenal sebagai seorang Casanova, pria yang senang menjahili dan menggoda wanita baperan dengan mulut manisnya. namun belum pernah menyentuh tubuh wanita sedikitpun. sangat terdengar aneh bukan? tapi begitulah nyatanya.
Dibalik itu semua, Dzaka sangat berpegang teguh pada agama yang dianutnya. bahkan ia rela meninggalkan pekerjaannya demi menjalankan rukun islam kedua.
Hingga suatu hari, tiba-tiba Dzaka menjadi seorang Single Daddy untuk Putrinya dari wanita yang tak bertanggung jawab.
Bagaimana bisa? apa yang terjadi? penasaran kan? yuk kepoin 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cece Virgo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Keluarga besar
🌴🌴
Pagi yang cerah, secerah hati yang tengah bahagia untuk memulai hidup baru setelah hari ini. keluarga besar tampak bersiap-siap dengan pakaian yang mereka kenakan di acara formal sebentar lagi. Acara wisuda, yang diselenggarakan pada pagi ini di Aula kampus yang begitu luas. Bisa menampung ratusan orang di dalamnya.
Dzaka tengah bercermin menatap pantulan dirinya yang terlihat sangat tampan dan maskulin. tuxedo biru yang melekat di tubuhnya seolah aura kharisma terpancar dari dalam. Dzaka tersenyum senang, hari ini akan menjadi moment bersejarah yang hanya bisa ia nikmati dalam sekali seumur hidup. Walaupun bisa ia rasakan lagi saat menempuh Strata 2 atau Strata 3, namun Dzaka lebih memilih untuk memulai fokus pada karirnya sebagai Public Figure yang dicintai orang.
Tok tok
"Dzaka!!"
Ketukan pintu bersahut bersama suara wanita, membuyarkan fantasi pria itu yang mungkin tengah berkhayal. Kemudian ia membuka pintu untuk melihat siapa yang mengganggunya.
Ternyata Umma Zoya
"Ya, Ma?"
"Udah siap? Semua keluarga sudah berkumpul" Umma memberitahu
"Oyah?? Nenek, kakek juga??"
"Iya, Sayang. Ayo!"
"Apa aku sekarang terlihat sangat tampan?" Tanya pria itu sembari merapikan rambut klimisnya yang begitu wangi. Di tambah lagi aroma parfume menyeruak masuk ke indra penciuman.
"Sangat tampan! Kamu lebih tampan dari Babamu" Puji Umma Zoya seraya merapikan dasi yang tersampir di lehernya
"Oh ya? Begitu ya, Sayang??" Tiba-tiba suara berat pria parubaya menyahut pujian Umma Zoya. Tentu saja Umma tahu siapa pemilik suara itu.
Umma menoleh, cengengesan. "Hehehe, Hubby. Hubby juga tak kalah tampannya" Puji wanita itu, masih terlihat sangat cantik bak 20 tahun lebih muda
"Hmmm,"
"Umma, tapi lebih tampan aku'kan?" Dzaka tak mau kalah.
Dasar dua pria ini!
"Tentu saja, kamu lebih muda dari Babamu" Ucap Umma Zoya, sembari melirik raut wajah suaminya.
Sengaja memanas-manaskan pria tua itu.
Dan benar saja, Baba Ye-Jun tampak cemberut, membuat Dzaka gemas olehnya.
"Apa masih lama lagi hm?? semua orang sudah menunggu" ketus Baba, menahan kesal
"Is, Baba kesal. hahaha" ledek Dzaka tergelak menatap raut wajah tua itu tapi masih terlihat sangat muda.
"Anak kurang asem! ayo cepatlah!" desak Baba Ye-Jun
Mereka bertiga pun bergegas untuk ke bawah, menemui seluruh keluarga yang telah berkumpul.
Ada Kakek Hwan, Nenek Nam, Tante Aena dan suami, Tante Aera dan Paman Akbar, juga sepupu-sepupu Dzaka. tak lupa kedua adiknya yang turut berkumpul di ruang keluarga itu.
Dzaka memerhatikan mereka satu persatu dari atas tangga, dua sepupu dari Tante Aena, dan dua sepupu juga dari Tante Aera.
Apa?? 2 ..? berarti....
Hingga lamunannya menatap lekat sosok salah satu dari mereka, seketika buyar tatkala kehebohan Nenek Nam yang berteriak memanggilnya.
"Sang Kyu! cucuku!!" Nenek Nam berlari kecil menghampiri cucu pertamanya dengan penuh rasa bahagia dan bangga. Memeluk Dzaka yang telah menginjakkan kaki di lantai dasar.
"Oh nenekku!!" sahut Dzaka turut memeluk tubuh ringkih itu
"Kau tampan sekali! nenek bangga padamu" puji Nenek Nam, merapikan jas yang sedikit kusut oleh pelukan untuk cucunya
"Tentu saja. kau juga cantik sekali nenek, lebih cantik dari semua orang disini" puji Dzaka
"Kau terlalu berlebihan!" Nenek Nam terkekeh.
Sedangkan yang lainnya hanya menggelengkan kepala mendengar pujian berlebihan itu.
Dzaka menyalimi Tante dan Pamannya, tak lupa sang kakek yang teramat ia cintai
"Oppa! lihat deh ada Azkira" sorak Jasmin yang tengah duduk di sofa bersama sepupunya, Azkira, putri dari Tante Aera dan Paman Akbar.
Dzaka tertegun,
Tubuhnya terpaku menatap gadis remaja yang begitu cantik dalam balutan hijabnya. Mendatangi Dzaka bersama Jasmin alih-alih untuk menyapa lebih dekat.
"Hai, Oppa!" sapanya, senyum manis yang terukir
"Hai, Kira. kapan pulang?" tanya Dzaka
"Tadi malam baru nyampe, sengaja hadiri wisuda, Oppa. hehe" jawab gadis cantik itu.
Dzaka terkesima menelusuri wajah gadis itu yang semakin cantik dari pertemuan terakhir mereka. Bersekolah di luar negeri membuat mereka semakin jauh dan tak bisa menikmati masa remaja bersama-sama lagi. dan kini, saudara persepupuan itu telah berkumpul bersama dalam rangka perayaan wisuda Dzaka.
"Ayo cepat kita berangkat. sudah jam 8 lho" Suara Umma Zoya lagi-lagi membuyarkan lamunan Dzaka.
"Ayo, Ra .. sebelum Umma berteriak lagi"
"Iya Eonnie" sahut gadis berusia 17 tahun itu
🌴🌴
ngga skrg 😂🤣🤣🤣