NovelToon NovelToon
Keturunan Ke Tujuh

Keturunan Ke Tujuh

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Supernatural / Contest / Balas Dendam / Eksplorasi-misteri dan gaib / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Reo Ruari Onsiwasi

Season 1

Mampu melihat arwah dan mampu melihat hari akhir seseorang. Mampukah anak-anak Dion dan Lina menanggungnya dan mampukah mereka menghapuskan kutukan yang diwariskan dalam keluarga mereka.

"Mareka membakar kami sekeluarga hidup-hidup, sebagai hukuman atas kejahatan yang tidak pernah kami lakukan. Jika kamu ingin keluargamu lepas dari kutukan maka carilah orang yang mewarisi darah keturunan keluargaku. Kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan nanti." ucap wanita cantik itu pada Te Apoyo.


Season 2

Hal istimewa apa yang dimiliki setiap 'Keturunan ke-7'?
Apakah setiap 'Keturunan ke-7' memiliki keistimewaan?
Apakah sumpah dari generasi terdahulu bisa dihapus?

"Setiap orang adalah 'Keturunan ke-7' dan juga 'Generasi Pertama' takdirmu tidak lepas dari pendahulumu, dan takdir keturunanmu tidak lepas dari perilakumu."

"Aku rela dibenci oleh seluruh dunia. Tapi aku tidak akan sanggup jika sampai dibenci olehmu Esperanza."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reo Ruari Onsiwasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hasil Terapi

"Setelah itu apa lagi?"

Lina diam sesaat.

"Apa mereka menyentuhmu?"

Lina masih diam juga, ia bingung menjawabnya. Karena saat ia melihat mereka, ia pasti langsung menutup mata karena ketakutan lebih dulu.

"Dari banyak orang yang mengaku bisa melihat mahluk halus, katanya jika disentuh oleh mereka rasanya seperti disentuh es. Dingin dan juga membuat merinding."

Lina mencoba mengingat hal itu. Tapi Lina tidak bisa menjawab lagi. Lalu dokter bertanya apakah dia memiliki garis keturunan yang juga seorang Indigo. Lina bilang tidak tahu. Lina pun menceritakan apa yang diceritakan oleh ibu panti asuhan padanya. Bahwa dia dulunya ditemukan menangis di teras panti asuhan tengah malam di saat hujan deras.

Dan saat dokter bertanya apakah orang yang meninggalkan Lina di panti asuhan meninggalkan sebuah pesan. Lina menjawab tidak ada. Dan pertanyaan pun dihentikan.

"Baiklah coba buka matamu sekarang."

Lina membuka mata dengan perlahan. Dan setelah ia melihat dengan jelas ia pun terkejut. Melihat reaksi Lina si dokter sudah tau apa yang terjadi. Terapi masih dilanjutkan.

"Kau melihatnya?"

Lina mengangguk, dan segera menutup matanya. Dia gemetaran. Dion yang berada di sampingnya hanya bisa menatapnya, tanpa berbuat apapun. Karena dokter menyarankan agar dia cukup bersikap pasif. Tujuannya agar terapi hipnotis berjalan lancar.

"Ok tetap tenangkan pikiran. Dengarkan aba-aba saya. Kalau kamu mengerti yang aku ucapkan, anggukkan kepala anda."

Lina mengangguk. Lalu dokter mensugesti Lina kalau yang ia lihat tidak nyata.

"Maka apa pun mereka itu yang membuat anda takut, sebenarnya semua itu hanyalah sebuah ilusi. Tidak nyata. Dan juga tidak ada. Mereka tidak bisa berbuat apa pun. Pada hitungan ke tiga buka mata anda. Saya pastikan anda akan baik-baik saja. Satu... dua... tiga."

Lina membuka matanya. Dokter masih melanjutkan sugestinya. "Anda masih melihatnya? Jika ya, anggukkan kepala anda." Lina pun mengganggukkan kepala. "Sekarang coba ulurkan tangan anda dan sentuh. Saat anda menyentuh mereka yang anda rasakan hanyalah udara kosong." Lina menjulurkan tangannya.

Lina yang masih dalam sugesti dengan berani melakukan seperti yang diperintahkan padanya. Yang selama ini sangat ia takuti dengan berani ia coba sentuh.

"Apa anda sudah menyentuhnya sekarang? Anggukkan kepala anda!" Lina pun mengganggukkan kepalanya. Dion yang ada di situ ikut memperhatikan tangan Lina yang seolah-olah menyentuh sesuatu.

"Sekarang hempaskan mahluk mengerikan itu, itu hanya ilusi. Mereka tidak semengerikan penampilannya. Selain penampilannya yang mengerikan, tidak ada yang perlu ditakuti, karena mereka hanya ilusi." Lina pun melakukan hal yang sama, dan dalam penglihatannya mahluk itu terhempas dan menghilang.

"Anda sudah menghempaskannya?" tanya Dokter. Lina mengganguk.

"Dan ia susah lenyap?" tanya dokter itu lagi. Lina pun mengangguk lagi.

"Baik, mulai sekarang anda tidak perlu takut lagi. Tutup mata anda sekarang," kata dokter.

Lina menutup matanya.

"Dalam hitungan ke 3 anda akan bangun dan membuka mata. Rasa takut sudah hilang. Yang baru saja terjadi akan terlihat sebagai mimpi. Akan tetapi anda akan ingat kalau anda lebih kuat dari mereka. Anda bisa mengalahkan ilusi tersebut. Satu. Dua. Tiga, buka mata anda."

Lina pun membuka matanya. Ia tampak seperti baru bangun.

"Bagaimana perasaan anda? Apa anda melihat sesuatu?" tanya dokter saat Lina sadar dari hipnotis tersebut.

Lina melihat sekeliling dan kemudian melihat yang ia takuti. Tapi kini ia bisa menahan rasa takutnya. Ia tidak histeris dan gemetaran karena ketakutan. Melihat gelagat Lina yang tiba-tiba diam, dokter sudah tidak butuh jawaban lagi.

"Baiklah terapi hari ini cukup sampai di sini dulu. Saya harap kalian bisa datang lagi minggu depan," kata dokter. Dan Dion mengangguk sebagai perwakilan mereka berdua.

Dokter kemudian memberi beberapa resep obat untuk Lina. Pulangnya mereka singgah di sebuah apotik dan membeli obat.Setelah itu mereka pun pulang ke rumah. Vivina memperhatikan mereka berdua sejak turun dari mobil. "Aku penasaran, seperti apa nyonya sekarang? Aku jadi ingin cepat-cepat memberikannya hadiah khusus," kata Vivina dengan senyuman nakal.

Sesampainya di dalam rumah Dion meminta pelayannya untuk membawakan minuman segar untuk mereka berdua. Hal itu di manfaatkan Vivina untuk beraksi. Dua gelas minuman segar telah ia bubuhi obat khus untuk kedua majikannya.

"Silahkan diminum tuan, nyonya," katanya seperti biasa.

Dion dan Lina pun akhirnya minum. Setelah istirahat sejenak mereka makan siang. Karena kondisi Lina belum stabil setelah makan dan minum obat pun Lina pergi ke kamar untuk beristirahat.

Saat hari telah petang, Lina masih tidur, tidak ada tanda ia akan menyediakan makanan untuk Dion. Sebenarnya Dion sudah lama rindu pada masakan istrinya. Tapi karena keadaan Lina masih belum stabil, Dion hanya bisa menerima saja situasi itu. Dion tidak tega meminta Lina melakukan ini dan itu.

Saat makan malam Vivina jadi kesal, ia melihat nyonyanya tidak lagi ketakutan seperti biasa. Meski sudah diberi minuman yang dicampur dengan obat khusus. Lina sesekali terlihat terkejut dan gemetaran tapi kemudian ia bisa tenang hanya dengan memegang tangannya sesaat. Seolah ia mendapat kekuatan tambahan untuk menghilangkan rasa takutnya.

Dan Dion setiap kali Lina ketakutan, pasti akan segera memegang tangan Lina. Dan itu adalah bagian peran Dion dalam proses terapi Lina. Dokter menyarankan agar Lina selalu ditemani oleh seseorang. Dan setiap ia ketakutan, maka seseorang harus memegang tangannya. Agar ia sadar kalau saat ketakutan ia tidak sedang sendirian.

Saat ketakutan acap kali Lina seolah lupa pada orang di sekitarnya. Semua itu karena ia terlalu fokus pada mahluk halus yang dilihatnya. Jadi ia hanya ketakutan. Tidak bisa berpikir dengan jernih. Sekarang setelah mendapat terapi ia mulai berpikir seperti yang dokter katakan. Meski awalnya takut karena terkejut, tapi kemudian dia bisa menguasai dirinya sendiri.

Hari-hari berikutnya, Dion meminta salah satu pelayannya untuk menemani istrinya, tatkala ia sedang tidak ada di rumah. Ros dipilih untuk menenani Lina kemana pun ia pergi dan di mana pun ia berada. Tidak lupa Dion mengingatkan Ros untuk melakukan apa yang Dion lakukan untuk menenangkan Lina.

Vivina akhirnya melaporkan berita terbaru tentang Lina kepada majikan keduanya. Dan tidak lupa ia mengatakan kalau obat itu sama sekali tidak berfungsi pada tuannya.

Majikan keduanya atau tante Dion jadi kebingungan. Tapi walau begitu, ia tetap menyuruh Vivina memberikan obat itu setiap kali ada kesempatan.

"Batu yang keras saja bisa hancur oleh tetesan air, memangnya sehebat apa lalat-lalat itu. Justru bagus kalau obat itu tidak terlihat mengganggu otak mereka. Karena meski terlihat baik-baik saja. Obat itu akan merusak otak mereka secara perlahan-lahan. Dan mereka tidak akan menyadari itu," kata tante Dion melalui ponselnya.

1
Arinda Fira
brillo berhasil kabur
Arinda Fira
sudah pindah saja
Arinda Fira
paranormalnya g jelas
🍏Rahmadani🍃
griss akhirnya bertobat
vera wati
Luar biasa
vera wati
menarik
Ridho Gaming
Luar biasa
Adiwaluyo
mengerikan
Adiwaluyo
awal yang bagus
Neyna 🎭🖌️
Semangat lanjut ke karya barunya opa 💪
Riys
wah keren opah dah tamat nih🥰
Reo Ruari Onsiwasi: makasi banyak eyang. 😍😍😍🤣🤣🤣😷😷😷
total 1 replies
Mihayada
padahal pengen lagi keuwuan Nicholas Ama te espere..tapi dah tamat gpp lah yg penting mereka bersatu
Reo Ruari Onsiwasi: makasi habibah. 🙏🙏🙏😷😷😷
total 1 replies
Mihayada
Sebenarnya yg jahat itu oppa apa pemeran keturunan ketujuh sihhh 😤😤
Reo Ruari Onsiwasi: pemeran keturunan ke tujuh😷😷😷
total 1 replies
Mihayada
ndeso bgt 😂
Reo Ruari Onsiwasi: makasi komentarnya🙏🙏🙏
total 1 replies
🏡⃟ªʸNOLAN👀༄⃞⃟⚡¢ᖱ'D⃤ ̐Kᵝ⃟ᴸ
masih menanti kepastian wehhh..
kek nungguin balesan chat dr si dia..
bentar2 nengokin updatenya..
& masih sama.. belum berubah warna..
tetep abu2.. kuharap segera biru..
biar cpt tau kabar darimu..
kelanjutan karyamu..
🏡⃟ªʸNOLAN👀༄⃞⃟⚡¢ᖱ'D⃤ ̐Kᵝ⃟ᴸ
lanjut dong Oppa!!! jgn biarkan rasa penasaran ini menguasai hati & pikiranku sebab menanti semua jawaban dr sejuta tanya yg masih mengusikku. tetep nunggu season berikutnya.. kuharap coming soon.. sehat2 slalu Oppa..
Mihayada
wkwkw..oppa terinspirasi aqiqah bayi nih pasti😂
Mihayada
sad ending kisah te espere 😔..tapi gpp walaupun gak bisa jadi pasangan di dunia tapi bisa jadi pasangan di surga nanti
Mihayada
cara bisa ngilang in kutukan gimana sihhh..sedih tauu liat te espere kayak gitu..udah serasi plus cocok napa ada halangan kutukan segala..pasti oppa yg buat kutukan nya nihh😤😤
Reo Ruari Onsiwasi: 🤔🤔🤔🤦‍♂️🤦‍♂️🤦‍♂️😷😷😷
total 1 replies
TK006
ini baru benar
Reo Ruari Onsiwasi: ok🤣🤣🤣👍👍👍😷😷😷
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!