NovelToon NovelToon
Rumah Di Samping Kuburan

Rumah Di Samping Kuburan

Status: tamat
Genre:Horor / Tamat
Popularitas:274.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rosa_Nanda

Semalaman suara gaduh di atas genteng itu membuat bulu kuduk merinding.
Entah apa yang tengah ribut di atas genteng sana. Karena, tak terlihat wujudnya.

Karena gangguan itu, akhirnya yang punya rumah membiarkan rumahnya kosong. Namun, Bu Heni tidak membiarkannya kosong begitu saja. Dia menawarkan rumah itu untuk di kontrakan dengan harga yang sangat murah.

Setiap Orang yang menempati rumah itu selalu merasakan hal-hal yang aneh dan tidak masuk akal. Seperti munculnya bayangan hitam yang tinggi besar di ujung teras.

Terror bercak darah di sekeliling rumah membuat bulu kuduk merinding. Apalagi tengah malamnya muncul Makhluk aneh yang menyeramkan. Pundak terasa di tindih balok es yang super dinginpun di rasakan oleh Bunga, orang yang kesekian yang menempati rumah itu.

Bunga dan Angga tetap mencoba untuk bertahan, hingga akhirnya mereka kalah dan mundur dari rumah itu. Setelah Bunga melihat Makhluk aneh yang berwujud ular berkepala manusia yang berambut panjang serta memakai mahkota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosa_Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembangunan Rumah

Selama hampir Tiga Bulan, penebangan pohon beringin itu baru selesai. Dahan-dahannya sudah di potongin, di pisahkan dari cabang dan ranting-rantingnya.

Batang pohon beringin yang sangat besar itu, telah rapi dipotongin, untuk di jadikan kayu bakar.

Akarnyapun tak lupa di bongkar! Dikeluarkan dari dalam  Tanah.

Dengan menyisakan Lobang yang sangat besar...

"Alhamdulillah... Penebangan telah selesai. Tinggal Kita merencanakan Pembangunan Rumahnya." Ujar Pak Jaya.

"Lobangnya harus di tutupi terlebih dahulu! Karena, Rumahnya akan di dirikan di atas lobang itu." Ujar Pak Jaya.

"Baiklah kalau begitu.. Sekarang Kita menutup lobangnya dulu." Para Pekerjapun dengan segera menggali Lubang untuk pembuangan sampah.

Sementara itu, Tanah hasil dari galiannya di buat untuk menutupi Lobang bekas akar pohon beringin itu.

Karena, dikerjakan secara beramai-ramai, Penutupan lobang itu cepat selesai.

Keesokkan harinya, Pengukuran Tanah pun di lakukan.

Setelah mendapatkan ukuran yang inginkan. Mulailah Pembangunan Pondasipun di laksanakan.

Waktu Penempatan batu Pondasi, di tanah bekas lubang pohon beringin itu...

Terjadilah keanehan.

Batu selalu kelelep masuk ke dalam tanah. Padahal... Lubang itu sudah di timbun dengan tanah, dan sudah di padatkan pula.

Seorang Pekerjapun, kakinya terjebak masuk ke dalam tanah itu...

"Kakiku... Kakiku... Tersangkut!" Ujar Seorang Pegawai, sambil menarik-narik kakinya, yang terperosok ke dalam Tanah bekas Akar pohon beringin itu.

Pegawai yang lainnya, sibuk menggali kembali Timbunan Tanah itu.

Akhirnya, dengan susah payah, Kaki Pegawai itupun bisa di keluarkan dari timbunan Tanah itu.

Pekerjaanpun terpaksa si tunda untuk beberapa sa'at.

Hampir setiap hari, ada saja yang terperosok ke dalam bekas akar pohon beringin itu.

Setelah Pemasangan Pondasi beres. Tinggal pemasangan batu batanya. Agar Bangunan segera berdiri.

Batu bata pun dipasang satu demi satu.

Sudah ada kira-kira satu meter tingginya, batu bata itu terpasang.

Siang itu...

Para pekerja tengah menikmati santapan makan siangnya, sambil beristirahat.

Tiba-tiba...

Batu bata merah yang sudah di pasang itu. Dengan perlahan-lahan... Masuk ke dalam tanah. Tepat! Di atas bekas Tumbuhnya pohon beringin itu.

Semua mata melotot! Menyaksikan kejadian itu.

"Astaghfirulahaladziiim..." Bu Heni, yang berada paling dekat dengan tempat itu, terpana kaget. Menyaksikan kejadian aneh itu.

Matanya melotot dengan mulut yang ternganga ketakutan.

"Ya Allah... Kenapa bisa begini?... Pertanda apa ini?.."

Bu Hindun menjerit ketakutan.

"Pak Ustadz! Bagaimana ini?.." ujar Pak Jaya cemas.

"Eyang! Kenapa bisa begitu?.." Yang lainpun bertanya tak mengerti.

"Ibu... Aku takut... Ini pertanda buruk!" Ucap Bu Hindun kepada Ibunya, Dengan penuh khawatir.

Dipeluknya Anaknya itu. Bu Heni mencoba untuk menenangkan Anaknya.

"Tidak usah nangis! Nanti, pasti ada jalan keluarnya" ujarnya menenangkan hati Putrinya.

"Tenang... Tenang... Semuanya harap Tenang!" Ucap Pak Ustadz Sulaeman.

"Iya Tenang... Selama ada Saya, kalian semua jangan takut! dan jangan merasa cemas! Semuanya akan Saya tangani! Harap Tenang! Semuanya." Eyang Kurdi mencoba menenangkan, dengan menyanggupi akan menanganinya.

Perkataan yang takabur!!!

"Eyang Kurdi bicaranya takabur" Ucap Pak Ustadz Sulaeman, bergumam.

Beliau kurang setuju dengan perkataannya Eyang Kurdi.

"Baiklah... Sekarang Kita bereskan lagi! Mungkin, Timbunan tanahnya kurang padat. Ayo! Kita padatkan lagi tanahnya. Setelah itu, Kita dirikan lagi temboknya." Ucap Pak Ustadz Sulaeman.

Para Pegawai dan Seluruh Warga Kampung itu berdo'a dengan khusu.

Sedangkan Eyang Kurdi, membakar Kemenyan nya, untuk berkomunikasi dengan Makhluk penunggu pohon beringin itu.

Setelah beberapa saat, Eyang Kurdi nampak manggut-manggut.

Tak lama kemudian...

"Pak Jaya... Ternyata Makhluk yang tinggal di sini itu, meminta tumbal. Bagaimana ini?.." Ujar Eyang Kurdi. Dia mengatakan apa yang Dia dengar.

"Mohon ma'af Eyang... Kami Sekeluarga tidak akan menurutinya. Kami serahkan Semuanya kepada Allah SWT." Sahut Pak Jaya. Tetap pada pendiriannya.

"Iya Eyang... Sekarang, kita serahkan semuanya kepada Allah SWT. Kita jangan menuruti keinginan Setan dan sejenisnya. Lebih baik Kita memohon pertolongan kepada Allah SWT." Ujar Pak Ustadz Sulaeman.

"Kalau begitu keputusannya, terserah! Saya tidak bertanggung jawab. Kalau suatu saat nanti. Ada suatu kejadian yang tidak di inginkan!!" Ujar Eyang Kurdi.

Semuanya saling pandang, setelah mendengar perkataan Eyang Kurdi, yang seperti mengancam. Karena,

Tidak mematuhi semua perkataannya.

Sedangkan Pak Ustadz Sulaeman dan Pak Jaya Sekeluarga tidak mau melakukannya. Karena, Mereka takut tergolong Orang-orang yang Musyrik.

"Ayo! Kita kerjakan lagi seperti tadi. Semoga, sekarang temboknya tidak akan roboh lagi." Pak Ustadz Sulaeman berharap.

"Baik Pak Ustadz." Sahut para Pekerja.

Mereka mulai membangun tembok dari awal lagi.

Dengan perasaan cemas dan Khawatir, satu demi satu batu bata itu di susunnya dia atas adukan pasir dan semen.

"Coba sekarang, jangan langsung di susun banyak-banyak. Setelah satu baris, biarkan mengering dulu adukannya. Setelah kering, baru di tambahin bata lagi." Ujar Tukang, mengingatkan Para Pegawainya.

"Semoga dengan cara ini, dinding temboknya tidak akan roboh lagi." Lanjutnya lagi.

Semuanya lalu bekerja sesuai dengan apa yang di perintahkan.

Hingga menjelang Sore, Alhamdulillah... Tidak ada lagi Insiden di Tempat pembangunan Rumah itu.

Dinding Temboknya tidak ada yang roboh lagi.

Tidak ada lagi, kaki yang terperosok ke dalam timbunan tanah, bekas akar pohon beringin bersemayam itu.

Semua merasa senang, dengan hasil yang Mereka inginkan.

"Semoga Pembangunan Rumahnya cepat selesai. Jadi, di Tempat ini tidak akan terlihat gelap, dan menyeramkan lagi seperti dulu." Ujar Pak Ustadz Sulaeman.

"Iya Pak Ustadz.. Kami juga berharap begitu. Karena, hari sudah sore... Pekerjaan hari ini, Dicukupkan sampai di sini saja. InsyaAllah... Hari esok Kita lanjutkan kembali

Pekerjaannya. Selamat sore selamat beristirahat! Supaya besok pagi, Tenaganya pulih kembali! Dan, Kita bisa bekerja lagi dengan penuh Semangat! Mari Semuanya! Assalamualaikum!" Ucap Pak Jaya, mengingatkan kepada para Pekerjanya.

Semua bubar untuk kembali pulang ke Rumahnya masing-masing.

Keadaan pun jadi Sepi lagi...

Tempat itu jadi lengang lagi...

Tak ada Seorangpun yang nampak di sana. Semua sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Semua merasa senang dan tenang, Karena, tidak ada gangguan apapun lagi.

Sampai selesai rumah itu di bangun.

Tidak ada lagi hal-hal yang aneh di Tempat itu.

Tanah yang dulunya nampak terlihat sangat Angker dan menyeramkan itu, karena adanya pohon beringin yang sangat besar, dengan dahan dan ranting-rantingnya yang menjulur kemana-mana.

Kini...

Tidak ada lagi kesan angker dan menyeramkan di sana.

Cuma...

Kalau malam hari tiba, hawa magis masih sedikit terasa di sana.

Entah karena, Sosok Makhluk  halus penunggu pohon beringin itu tidak mau pindah dari sana.

Yang jelas...

Seminggu setelah Rumah itu selesai di bangun, lalu di adakan lah Syukuran kepada Allah SWT.

Maka...

Keluarga kecil Pak Burhan pun, menempatinya.

Tanpa adanya rasa takut ataupun ngeri dan khawatir.

Dan...

Benar saja! Tidak ada apapun yang terjadi di sana!

Tidak ada yang mengusiknya.

Hingga sampai satu Bulan,

Pak Burhan dan Bu Hindun serta Anak satu-satunya, yang baru berusia empat tahun itu, menempati Rumah itu.

Namun...

Ketenangan itu tidak berlangsung lama, dirasakan oleh Keluarga kecil itu.

Hingga suatu malam...

Keluarga Pak Burhan di ganggu oleh suara gaduh dari atas atap rumahnya.

Seperti suara yang tengah berlarian di atas genteng. Namun, tak terlihat siapa yang melakukannya.

Siapa yang berlarian di sana?

1
Ira Noviana
ada bagian yg typo
Rosananda: iya, kak ma'af🙏 maklum baru belajar hehe.
Makasih kak sudah mampir, dan makasih pula komennya.
Salam kenal
total 1 replies
Siti Arbainah
trus si Bu Mar jdi bikin usahanya Bunga dan Angga bermasalah gak thor
Siti Arbainah: iya kak😊
total 5 replies
Siti Arbainah
boleh gak sih curiga sama si Eyang Kurdi itu kan dia pernah bilang klo penghuni pohon beringin itu minta tumbal jangan" itu cma rencana dia aja dan skarang rumah itu bnyak teror jga gara" dia lgi
Irka NaArra
nurustunjung aki aki teh,,
Irka NaArra
semangat,,next bikin cerita horror lgi y,
Rosananda: InsyaAllah, terimakasih sudah mampir... dan makasih juga jejaknya.
total 1 replies
Rosananda
makasih sudah mampir
Kak Ya
sukurin kurdi
Kak Ya
jgn d ksh bu 🤭😁
Kak Ya
hindun nya cengeng bgt thorr .. takut dikit nangis. balapan nangis ma anak nya kalo lg ketakutan.
Alief As Syaikh
kok namanya ganti ganti lurr
Jhulie
wah suka nih ma novel horor, aq masukin rak dulu
Rosananda: makasih sudah mampir.
total 1 replies
Bayu Ridwan
mudah"an si kurdi kecebur got kepalanya dulu
Putri Handayani
aku mampir di sini ya kak, semangat upnya 💪💪💪
Edi yuzzardy
action nya kurang...jdi bnyak d skip n males baca lagi,banyak obrolan2 yg gk ke inti cerita...
Rosananda: ma'af kak 🙏 bukannya nyeleweng ke cerita majalah hidayah, tapi itu kan salah satu tokoh yang pernah menempati rumah di samping kuburan itu, dan meninggalnya dengan cara seperti itu. Begitu ceritanya kaka... Terimakasih sudah mampir.
total 2 replies
Edi yuzzardy
jadi nyeleweng ke cerita majalah hidayah ya wkwkwkw..pdhal tema rmh smping kuburan..apa hubungannya...ni jdul nya jgn rmh samping kuburan tp yg lain aza seauai cerita di mjlh hidayah,eyang kurdi susah di kubut hahahahaa....anehhh....jdi gk penting ke isi cerita
Nova Marlina
maaf thor nma ustadz ny soleh apa sulaiman ?
Rosananda: ma'af salah nulis.
total 1 replies
Yuzu💕
semangat thor..

salam dari "Ternyata aku keturunan RPD" mampir kak
Rosananda: makasih sudah mampir.
Salam kembali 🙏
total 1 replies
Dhina ♑
maaf 🙏🙏

"Tak mungkin... Semua rompi kan di jepit, Enggak mungkin fi terbangkan angin.

itu ☝️☝️ ga mungkin di terbangkan angin 🤔🤔
Dhina ♑: semangat berkarya, pantang menyerah
total 2 replies
Nova Marlina
ini nama suaminya anjar ap angga sih ?☺️
Rosananda: terimakasih koreksinya 🙏
total 2 replies
Nova Marlina
suka deh ceritanya..😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!