NovelToon NovelToon
Sekte Nomor Satu Di Alam Semesta

Sekte Nomor Satu Di Alam Semesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Reinkarnasi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen, seorang pemuda modern, bertransmigrasi ke Benua Langit Bela Diri. Sialnya, ia terbangun di dalam tubuh Master Sekte "Puncak Awan" yang sedang sekarat. Sekte tersebut dulunya berjaya, namun kini hanya menyisakan gunung tandus, bangunan hancur, dan Lin Chen sebagai satu-satunya anggota yang tersisa. Saat sekte musuh datang untuk mengambil alih tanah tersebut, Lin Chen membangkitkan Sistem Pembangunan Sekte Terkuat. Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang, membangun fasilitas ajaib, hingga menaklukkan surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Sayap yang Terpotong

​Seperti naga hitam yang membelah lautan, tubuh Ye Fan melesat ke langit meninggalkan jejak energi pedang yang tajam. Angin bergemuruh mengiringi setiap inci kenaikannya.

​Di atas punggung Elang Bersayap Api, ketiga utusan Sekte Api Biru menatap ke bawah dengan senyum meremehkan.

​"Hanya seorang bocah di tahap Kondensasi Qi Lapis ke-8 berani menyerang kita di udara?" cemooh salah satu utusan yang berada di tahap Puncak Kondensasi Qi. "Tetua Ma, biarkan saya yang menampar lalat ini."

​Tetua Ma mendengus sombong. "Jangan buang waktu. Elang Api, sembur dia menjadi abu!"

​Elang Bersayap Api raksasa itu memekik keras, membuka paruhnya yang tajam, dan memuntahkan bola api sebesar rumah yang membakar udara di sekitarnya. Suhu di langit seketika melonjak drastis.

​Namun, Ye Fan bahkan tidak berkedip. Menghadapi bola api raksasa yang siap menelannya hidup-hidup, ia hanya mengangkat Pedang Pemutus Surga di atas kepalanya.

​"Niat Pedang Pembelah Lautan... Hancurkan!"

​Sring!

​Sebuah garis hitam pekat muncul di udara. Detik berikutnya, bola api raksasa itu terbelah menjadi dua bagian yang sangat rapi seolah dipotong oleh penggaris dewa. Api itu berhamburan melewati sisi kiri dan kanan tubuh Ye Fan tanpa melukai sehelai pun rambutnya.

​"Apa?!" Mata ketiga utusan itu membelalak tak percaya.

​Sebelum mereka sempat bereaksi, Ye Fan telah muncul di samping kiri Elang Bersayap Api. Pedang hitamnya memancarkan cahaya pembunuh yang purba.

​Crat!

​Suara robekan daging dan patahan tulang yang mengerikan bergema di langit. Elang raksasa tingkat 2 yang kebal terhadap pedang baja biasa itu menjerit histeris. Sayap kirinya yang terbakar api biru terputus sepenuhnya dari pangkalnya, mengirimkan hujan darah panas ke udara.

​Kehilangan keseimbangan, burung raksasa itu menukik tajam ke bawah seperti meteor yang jatuh.

​"Sialan! Pegangan!" teriak Tetua Ma dengan panik, menggunakan Qi Pembangunan Yayasan-nya untuk menstabilkan tubuhnya di udara sementara dua utusan lainnya jatuh terpelanting.

​BOOM!

​Bangkai elang raksasa itu menghantam pelataran sekte yang berada di luar batas Formasi Awan Pembantai, menciptakan kawah berdebu yang cukup besar. Dua utusan tingkat Kondensasi Qi memuntahkan darah karena benturan tersebut, tulang mereka patah di beberapa bagian.

​Hanya Tetua Ma yang berhasil mendarat dengan aman, meski jubah birunya kini tertutup debu dan penampilannya sangat berantakan. Wajahnya merah padam karena amarah yang meledak-ledak. Reputasinya sebagai Tetua Sekte Bintang Dua baru saja diinjak-injak oleh seorang bocah!

​Ye Fan mendarat dengan elegan sepuluh meter di depan Tetua Ma, mengibaskan darah monster dari pedang hitamnya.

​"Kau!" raung Tetua Ma, menunjuk Ye Fan dengan jari gemetar. "Bocah buas! Berani-beraninya kau membunuh Tunggangan Spiritual peliharaanku! Aku akan merobek meridianmu dan menjadikanmu lentera manusia!"

​Aura Pembangunan Yayasan Lapis ke-2 meledak dari tubuh Tetua Ma. Pusaran api biru muncul di kedua tangannya, memancarkan panas yang bisa melelehkan besi. Ia menerjang maju layaknya badai api, mengarahkan telapak tangannya langsung ke jantung Ye Fan.

​"Telapak Api Penelan Jiwa!"

​Menghadapi serangan dari ahli yang ranahnya jauh di atasnya, Ye Fan tidak mundur selangkah pun. Tulang Pedang Kuno di dalam tubuhnya beresonansi dengan ganas, menolak untuk tunduk.

​"Meskipun ranahmu lebih tinggi, Dao Pedangku seribu kali lebih murni darimu!" teriak Ye Fan. Ia mengayunkan Pedang Pemutus Surga ke depan, menyambut telapak api itu dengan tebasan frontal.

​BLAAAR!

​Gelombang kejut yang kuat menyapu pelataran. Debu dan kerikil terlempar ke udara. Ye Fan terdorong mundur sejauh lima langkah, sudut bibirnya meneteskan darah, namun ia masih berdiri tegak. Di sisi lain, langkah Tetua Ma terhenti secara paksa, dan ada luka sayatan kecil yang mengeluarkan darah di telapak tangannya yang diselimuti api Qi.

​Tetua Ma menatap telapak tangannya dengan ngeri. "Tidak mungkin... Niat Pedang macam apa ini?! Seorang Lapis ke-8 bisa melukai fisik Pembangunan Yayasan?!"

​Di kejauhan, Su Yue yang 'melihat' pertarungan itu mencengkeram jubahnya dengan gugup. Kakak seperguruannya memang sangat kuat, namun perbedaan energi Qi mereka masih terlalu besar.

​Tepat saat Tetua Ma bersiap mengeluarkan senjata spiritualnya untuk membunuh Ye Fan, sebuah suara yang santai dan malas terdengar menembus udara yang tegang.

​"Cukup, Ye Fan. Mundurlah. Kau sudah membuktikan pedangmu."

​Ye Fan segera menyarungkan pedangnya dan membungkuk hormat. "Baik, Guru!" Ia kemudian mundur dan berdiri di belakang Lin Chen dengan patuh.

​Lin Chen melangkah maju perlahan, tangannya masih terlipat di belakang punggung. Ia menatap Tetua Ma dengan tatapan bosan yang biasa ia berikan pada serangga pengganggu.

​Tetua Ma menyipitkan matanya. Ia tidak bisa merasakan sedikit pun fluktuasi Qi dari tubuh pemuda berjubah putih ini. Pemuda ini terlihat seperti manusia fana biasa. Namun, instingnya berteriak ada sesuatu yang sangat salah.

​"Kau pasti Master Sekte dari sekte bobrok ini!" cibir Tetua Ma, mencoba menyembunyikan kegugupannya dengan arogansi. "Karena muridmu telah melakukan dosa besar, kau harus membayarnya dengan nyawamu! Bersujudlah, potong lenganmu sendiri, dan serahkan formasi gunung ini padaku, maka aku mungkin akan mempertimbangkan untuk membiarkan arwahmu bereinkarnasi!"

​Lin Chen tersenyum tipis. "Sekte Api Biru. Hanya sekte Bintang Dua rendahan, namun arogansinya menyentuh langit. Apakah kalian benar-benar tidak pernah diajari untuk melihat dengan siapa kalian berbicara?"

​"Mati kau!" Tetua Ma tidak tahan lagi dengan hinaan itu. Ia memanggil pedang api merah dari cincin penyimpanannya dan melesat ke arah Lin Chen dengan kecepatan kilat, berniat membelah kepala pemuda arogan itu.

​"Guru, awas!" seru Su Yue tanpa sadar.

​Namun Lin Chen bahkan tidak mengangkat jarinya. Ia hanya menghela napas pendek.

​"Berlutut."

​Satu kata yang diucapkan dengan pelan itu membawa hukum dunia di dalamnya.

​BOOOOOOOOOOM!

​Tiba-tiba, langit di atas Puncak Awan berubah menjadi warna keemasan. Sebuah tekanan aura yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata—bagaikan seluruh langit telah runtuh dan menimpa bumi—turun secara instan, menargetkan Tetua Ma dan kedua utusan di belakangnya.

​Ini bukan lagi tekanan Pembangunan Yayasan. Ini adalah penindasan absolut dari entitas tingkat Inti Emas (Core Formation)!

​KRAK! KRAK! KRAK!

​Gerakan Tetua Ma terhenti seketika di udara. Suara tulang-tulang di sekujur tubuhnya patah berbunyi seperti petasan. Pedang api di tangannya hancur berkeping-keping menjadi debu. Tubuhnya terhempas ke tanah dengan kekuatan yang begitu dahsyat hingga lantai giok di bawahnya hancur membentuk kawah sedalam satu meter.

​"UAAARGHH!" Tetua Ma memuntahkan lautan darah bercampur potongan organ dalamnya. Matanya melotot hampir keluar dari rongganya, diisi oleh teror yang paling murni dan absolut.

​Di dalam Dantian-nya, fondasi Pembangunan Yayasan yang ia bangun dengan susah payah selama enam puluh tahun retak dan hancur lebur dalam sekejap hanya karena tekanan aura Lin Chen!

​Dua utusan lainnya yang berada di belakangnya mengalami nasib yang lebih tragis; tubuh mereka langsung meledak menjadi kabut darah akibat tidak mampu menahan tekanan aura Inti Emas.

​"T-Tidak mungkin..." Suara Tetua Ma serak, menatap bayangan Lin Chen yang kini tampak setinggi dewa raksasa di matanya. "I-Inti Emas... L-Leluhur Inti Emas! Wilayah Selatan... tidak mungkin ada leluhur yang bersembunyi di gunung sekecil ini!"

​Ye Fan mendengus dingin dari belakang. "Guruku adalah eksistensi yang tidak bisa diukur oleh pikiran sempitmu."

​Lin Chen berjalan mendekati bibir kawah, memandang rendah Tetua Ma yang kini telah menjadi orang cacat total.

​"Aku awalnya sedang dalam suasana hati yang baik," ucap Lin Chen datar. "Tapi sekte apimu itu bersikeras untuk merusaknya. Sayangnya, aku tidak punya kebiasaan membiarkan orang cacat hidup menderita."

​Lin Chen mengangkat kakinya dan menginjak dada Tetua Ma.

​CRAT. Tanpa ada teriakan lebih lanjut, nyawa Tetua Ma berakhir.

​Sistem di benak Lin Chen berbunyi dengan riang.

​[Ding!]

[Membunuh Ahli Pembangunan Yayasan (Tetua Sekte Api Biru). Mendapatkan 1.500 Poin Reputasi.]

[Evaluasi Arogansi: Sempurna.]

[Memicu Misi Sekunder: Balas Dendam Sekte Bintang Dua! Sekte Api Biru akan segera mengetahui kematian utusan mereka. Hancurkan Sekte Api Biru dalam waktu 10 Hari!]

[Hadiah Misi: Paket Ekspansi Wilayah Sekte, 5.000 Poin Sistem, & Tunggangan Sekte (Tingkat Bumi).]

​Lin Chen menyeringai tipis melihat panel biru di depannya. Sekte Api Biru, kalian benar-benar domba gemuk yang mengantarkan diri ke depan pintu.

​Ia berbalik, jubahnya berkibar elegan tertiup angin seolah ia baru saja menginjak seekor semut, bukan membunuh Tetua Sekte besar.

​"Ye Fan, singkirkan sampah di depan pelataran ini," perintah Lin Chen dengan nada bosan. "Su Yue, bawa gulungan giokmu. Guru akan memandu latihan pertamamu di Paviliun Pedang Ilahi. Karena mereka ingin bermain-main, sekte kita butuh lebih banyak pedang yang tajam."

​"Baik, Guru!" jawab keduanya dengan mata yang membara karena pemujaan fanatik.

​Di mata mereka, sekte kecil yang tersembunyi di balik awan ini bukan lagi sekadar tempat bernaung, melainkan tanah suci tempat legenda paling menakutkan di Benua Langit Bela Diri akan segera dilahirkan.

1
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Ress
Kurang ajar memang🤣/Sob/
Deevy Tresiyana
💪Thor karya mu sangat kereeen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!