NovelToon NovelToon
Dunia Akan Hancur Lagi Dan Aku Sudah Pernah Mati

Dunia Akan Hancur Lagi Dan Aku Sudah Pernah Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Ruang Ajaib
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rizqi Handayani Mu'arifah

Aku sudah mati sekali di hari kiamat.

Sekarang aku kembali—3 hari sebelum semuanya dimulai.

Aku tahu siapa yang akan mati.
Aku tahu monster apa yang akan muncul.
Aku tahu dunia ini tidak bisa diselamatkan.

Jadi kali ini…
aku akan mengubah semuanya.

Atau menghancurkannya dengan caraku sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizqi Handayani Mu'arifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3 Ruang Dimensi Surgawi

****

Setelah kakek memberikan kalung liontin merah, beliau pamit pergi dan menghilang tanpa jejak.

Meskipun Reina tidak mengetahui asal usul dan identitas kakek tersebut tapi dia percaya bahwa beliau bukan orang sembarangan.

"bagaimana cara menggunakan kalung liontin merah ini?" Reina memutar-mutar kalung tersebut tepat dihadapan wajahnya sambil melihat dengan seksama.

"kakek bilang liontin ini memiliki ruang dimensi lain," sambil terus memutar-mutar liontin tersebut.

Sesekali liontin tersebut seperti bersinar, "eh bersinar?"

"aaahhhhh"

Tiba-tiba tubuh Reina seperti tersedot oleh cahaya yang sangat terang benderang, bahkan matanya tidak mampu terbuka hingga akhirnya dia sampai disuatu tempat.

Reina membuka matanya perlahan, "eh? Ini taman?"

Reina berjalan sambil menoleh kanan dan kiri melihat dengan seksama, sebenarnya apa yang sedang terjadi dan tempat apa ini.

"sebenarnya tempat apa ini,?"

"bagaimana kalau tiba-tiba ada hewan buas, atau hantu, jurig, monster atau apapun itu yang tiba-tiba muncul." Reina bergidik merinding membayangkan hal-hal yang sangat menakutkan.

Tiba-tiba "Halo tuan!."

Tanpa diduga muncul dua ekor peri yang muncul tiba-tiba tepat dihadapan reina.

"aahhhh.. Hantuu.." Reina berteriak sambil berlari.

Reina sangat terkejut melihat dua sosok manusia namun memiliki sayap dan terbang dihadapannya, terlebih lagi bentuknya sangat kecil, mungkin tubuhnya hanya setinggi 50cm.

"hei, tuan jangan takut." cegah salah satu peri tersebut.

"siapa kalian sebenarnya dan dimana ini." tanya Reina sedikit ragu dan rasa takut yang bercampur jadi satu.

Dua sosok peri ini berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, sifat merekapun jauh berbeda satu sama lain.

Peri laki-laki bernama fanfan, memiliki sifat lembut, baik dan cenderung ceroboh. Sedangkan peri perempuan bernama Finfin, memiliki sifat cuek, elegan dan tegas, dan sedikit kasar.

"fanfan, berhenti memanggilnya tuan! Dia sama sekali tidak terlihat kuat." ucap Finfin sambil melengos membuang badannya.

"finfin tolong jangan kasar, dia adalah tuan kita. Karena beliau kita bisa terbangun dari tidur kita yang sudah hampir seribu tahun." Fanfan menenangkan finfin yang marah karena tuannya tidak memiliki kekuatan sama sekali.

"dia hanya beruntung memiliki liontin merah surgawi,!"

Reina hanya melongo melihat pertengkaran kecil diantara fanfan dan finfin.

Bentuk tubuh fanfan dan finfin berbeda.

Fanfan terlahir dari inti bumi dan langit badai. Memiliki dua tanduk dikepalanya, kaki sedikit lebih panjang dan tangan yang pendek. Tubuhnya berwarna bersisik biru transparan seperti air laut.

Sedangkan finfin terlahir dari abu dan api, tubuhnya seperti dibaluti cahaya merah yang hangat. Memiliki tubuh yang ramping dan anggun. Bola mata merah menyala dan berambut merah.

"cepat katakan dari mana kamu mendapatkan liontin merah surgawi, dan bagaimana kamu bisa masuk kedalam ruang dimensi surgawi ini." tanya finfin tanpa basa basi dan tegas.

"hei anak kecil.!" ucap Reina sedikit sensi.

"apa kamu bilang? Anak kecil? Bahkan usia saya jauh lebih tua darimu! Saya sudah hidup hampir 10.000 tahun!" omel finfin sembari tubuhnya dipegang oleh fanfan karena hendak menyerang reina.

"finfin tolong sabar, tuan sekarang memang masih lemah pasti suatu saat akan menjadi orang terkuat." ucap fanfan mencoba menenangkan.

"huh.." dengus finfin.

"baiklah perkenalkan saya fanfan, dan ini finfin," sambil menunjuk finfin.

"kami berdua adalah penjaga ruang dimensi surgawi. Tuan kami sebelumnya telah mati jadi kami tertidur hampir seribu tahun. Karena anda datang keruang dimensi maka kami adalah budak anda, dan anda adalah tuan kami." fanfan menjelaskan dengan seksama.

"kami bukan budakmu!" teriak finfin sambil mengayunkan tangannya yang mengepal.

"finfin.!"

"maafkan finfin tuan, finfin memang seperti ini tolong jangan diambil hati." fanfan sangat periang dan suka sekali tertawa.

"secara garis besar ini adalah ruang dimensi yang ada dibalik kalung liontin merah ini," setelah melihat kalung liontin merah ditangannya sudah tidak ada.

"eh, dimana kalungnya?" Reina mencari kalung tersebut, sepertinya terjatuh saat tersedot cahaya tadi.

"tenang tuan, liontin merah tidak hilang. Liontin merah telah menandai anda sebagai pemiliknya, jadi dia telah menyatu dengan anda." ucap fanfan.

"hahahaha, begitu saja kamu tidak tahu! Tapi masih ingin menjadi tuan kami, dasar bodoh!." finfin tertawa terpingkal-pingkal membuat Reina sedikit tersinggung.

"anak ini, awas saja kalau saya sudah menguasai ruang dimensi ini, akan kuhajar kamu!" batin reina.

"finfin kamu tidak boleh bicara seperti ini, bagaimanapun juga dia adalah tuan kita yang membangunkan tidur panjang kita, kalau dia tidak datang kita tidak akan terbangun." ucap fanfan mengingatkan finfin.

"Jadi rahasia apa dibalik ruang dimensi ini?," sambil berjalan melihat-lihat sekitar. Sampai langkah kakinya terhenti melihat sebuah bangunan.

"eh, kenapa ditengah taman ini ada rumah kecil dan reyot?? Hampir roboh?" gumam Reina sambil memiringkan kepalanya.

"huh, rumah itu melambangkan dirimu!" ucap finfin tegas.

"tenang saja tuan, berjalannya waktu gubug jelek itu akan ter upgrade sesuai kemampuan dan pengetahuan anda." ucap fanfan dengan bangga dan senyumnya yang mengembang sangat lebar.

Reina sedikit frustasi melihat gubug tersebut, ternyata dia memang sangat lemah.

"tersadarkan melihat diri sendiri seperti sampah??" ledek finfin sambil tertawa.

Reina membalikkan badannya dan menatap fanfan dan finfin secara bergantian, dan langsung memeluk, "anak-anak tenang saja, saya akan bekerja keras supaya gubug reyot ini bisa berubah jadi istana megah!! Hahaha" ucap reina dengan bangga.

"anak?-

"anak?" ucap finfin dan fanfan secara bersamaan.

*****

Beberapa saat kemudian setelah mereka menyelesaikan dialog dan tanya jawab, Reina langsung berkultivasi dibawah pohon rindang dan sangat sejuk.

Setelah hampir satu minggu bersemedi, Reina membuka matanya secara perlahan "hai tuan, apakah berhasil??" tanya fanfan tepat diwajah Reina.

Finfin hanya bisa menatap dari atas pohon sambil menikmati buah hati yang tumbuh pada pohon penunjang energi spiritual.

Reina merasa didalam tubuhnya seperti dialiri energi listrik yang meledak-ledak, sensasinya sangat menyegarkan dan seperti terlahir kembali, sungguh berenergi.

"sepertinya tubuhku dialiri banyak energi," ucap Reina sambil menatap kedua tangannya.

"waahh anda berhasil tuan, tapi fanfan masih tidak mengerti." tangan kanannya memegang dagunya sambil memikirkan sesuatu.

"apa?" tanya Reina penasaran dan membuat finfin pun mendekat.

Finfin juga merasa ada yang janggal,

"tuan bilang didunia fana sekarang tidak ada energi spiritual dan mungkin baru akan datang dua hari lagi, tapi mengapa anda sudah memiliki energi spiritual meskipun sangat lemah?? Karena kunci agar bisa memasuki ruang dimensi ini adalah kekuatan spiritual" tanya fanfan sambil melihat dan memutari tubuh Reina.

"eh?" sedikit terkejut. "jadi ini alasannya, dikehidupanku sebelumnya, saya merasa tidak ada yang aneh dengan kalung ini, setelah sarah menyerap energi spiritual dia merebut kalung ini. Jadi dia sudah tahu rahasia kalung ini." batin reina.

"hei finfin bukankah tuan kita hebat??" fanfan berbalik menghadap finfin.

"huuh, akhirnya.." batin Reina, karena dia tidak bisa menjelaskan bagaimana bisa terjadi dan mungkin saja dia tidak akan pernah percaya jika dia pernah mati didunia kultivasi sebelum terjadinya kiamat.

Tiba-tiba reina teringat dan berteriak "ahhh, tidak!! Sudah terlambat." ucap reina melemas dan terduduk.

Fanfan dan finfin mendekat dan melihat apa yang terjadi, "ada apa tuan?" tanya fanfan penasaran.

"saya terlambat letusan kekuatan spiritual pertama," rengek Reina.

Membuat fanfan dan finfin saling menatap dan tertawa terbahak-bahak.

"kenapa kalian malah menertawakan saya." tanya Reina sambil berdiri.

"tuan tenang saja, ruang dimensi ini dan dunia fana tidak sama. Anda disini sudah bersemedi sekitar 7 hari yang berarti anda baru melewatkan 7 jam dunia luar." fanfan menjelaskan.

"dasar bodoh!" timbal finfin.

"benarkah? Kalau begitu saya harus keluar dari sini dan pergi ke pulau lotte." ucap Reina

"kalau begitu silahkan anda pergi, ingat tuan. Anda harus berkultivasi dengan giat supaya anda bertambah kuat. Jika anda jauh lebih kuat anda bisa membawa kami keluar." ucap fanfan.

"kalian bisa keluar dari sini?" tanya Reina penasaran.

"tentu saja, saya adalah dewa Naga sakti, dan finfin adalah dewi Phoenix. Semakin kuat anda kami juga akan semakin kuat, artinya kami adalah cerminan anda."

"kalau begitu bukankah saya akan sangat hebat jika bisa membuat kalian menjadi bagian kekuatanku?" tanya Reina.

"tentu saja! Semua tergantung usahamu! Kami tidak ingin tuan yang lemah!" ucap finfin sedikit sinis.

"tuan, anda jangan ambil hati atas sikap finfin. Sebenarnya dia juga baik hati. Dia juga pasti akan menangis jika tuan mati." ucap fanfan berterus terang.

"hah? Ma ? Ti? " reina sedikit tidak terima.

"oh ya, bagaimana caranya supaya saya bisa keluar dari sini?."

"liontin merah surgawi telah menyatu dengan anda, jadi anda hanya perlu fokus dan memusatkan seluruh energi kedalam pikiran kemudian anda tinggal memikirkan dunia luar atau ruang dimensi." fanfan sangat telaten menjelaskan kepada reina.

"oh baiklah."

Kemudian reina mencoba melakukan apa yang telah dijelaskan oleh fanfan dan berhasil keluar dari ruang dimensi.

1
DRR_LOVE
Keren loh, wajib dibaca..
Ellasama
cari referensi Thor supaya tau dan bisa bikin novel yang bagus apalagi reader gak suka type karakter yang lemah apalagi untuk si fl
DRR_LOVE: tentu kak, terimakasih
total 1 replies
Ellasama
gak heran makin dikit yg kasih like
Ellasama
alah ternyata type fl menyek-menye please paling gak suka kalau karakter ny gitu, katanya terlahir kembali dan sudah pernah ngalamin gitu aja gak bisa ngatasin
DRR_LOVE: halo kak, maaf kalau tidak sesuai dengan pemikiran kakak ya.. karena murni hasil dari imajinasi 🙏🙏
total 1 replies
Ellasama
kukira ada zombie ny ternyata dewa-dewi alurnya,,,, agak aneh tp suka kalau ada space entah seterusnya kek mana/NosePick/
Ellasama
Dewi Sinta? film India kah,,,, ada ada aja ni author. pasti ni ada benang merahnya ni🤭
Anime aikō-kā
.
yang
semngat💪
DRR_LOVE: terimakasih suportnya kak😍💪🙏
total 1 replies
yang
hus sana pergi
yang
hmm
DRR_LOVE: halo kak, terimakasih sudah suport😍🙏
total 1 replies
Andira Rahmawati
lanjuttt trusss semangat💪💪💪
DRR_LOVE: terimakasih sudah support kak🙏😍
total 1 replies
Andira Rahmawati
hadir thorrr
DRR_LOVE: Terimakasih kak 😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!