NovelToon NovelToon
Rahasia Ratu Yang Di Anggap Mandul

Rahasia Ratu Yang Di Anggap Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Identitas Tersembunyi / Lari Saat Hamil
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: chas_chos

Kerajaan Zorvath, sebuah negeri yang megah dan agung, dipimpin oleh Raja Reynold Arcturus Zorvath dan Ratu Aurelia Elyse Zorvath. Mereka telah mengikat janji suci selama 20 tahun, namun takdir masih belum memperkenankan mereka untuk memiliki penerus. Empat musim berganti, dari panasnya matahari hingga dinginnya salju, namun harapan akan kehadiran pewaris tahta masih belum terwujud.

Zorvath, sebuah kerajaan yang dikelilingi oleh pegunungan yang menjulang tinggi, menjadi saksi bisu atas perjuangan pasangan kerajaan ini. Desakan dari berbagai pihak semakin kuat, menguji kesabaran dan cinta mereka. Namun, Raja Reynold dan Ratu Aurelia tetap teguh, memegang erat janji mereka untuk menjaga kerajaan dan cinta mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chas_chos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3 / Adegan 21++++++++++

Masa kini 3

Adegan 18++++

Hembusan angin malam menyapa rambut Ratu Aurelia dengan sentuhan yang nyaris seperti belaian. Di balkon kamarnya, ia memandang langit yang dipenuhi bintang, namun pikirannya tetap dihantui kegelisahan yang tak kunjung mereda. Seolah masa lalu dan masa kini bertemu dalam satu bayangan yang sulit dilepaskan.

Tanpa suara langkah, sepasang lengan hangat melingkari pinggangnya dari belakang.

“Sayang…”

Suara Raja Reynold terdengar rendah dan lembut, penuh kerinduan yang ia tahan sejak pagi.

Ratu Aurelia menghela napas pelan saat kepalanya bersandar pada dada pria itu. Kehangatan Raja Reynold menyusup ke dalam dinginnya malam, perlahan juga meluluhkan keresahan di hatinya.

Raja Reynold menunduk, mencium pelipisnya dengan hati-hati seolah menyentuh sesuatu yang rapuh. “Aku merindukanmu,” ucapnya, suaranya bergetar kecil namun penuh ketulusan.

Ratu Aurelia tersenyum halus. “Aku pun merindukanmu, rajaku.”

Dengan lembut, Raja Reynold memutar tubuh istrinya agar mereka berhadapan. Dalam cahaya temaram bulan, wajah Aurelia terlihat begitu lembut, begitu damai, namun Raja Reynold bisa melihat bayang-bayang kekhawatiran di balik mata itu. Ia mengusap pipi istrinya perlahan, ibu jarinya menyapu kulit halus yang sangat disayanginya.

Dan tanpa perlu kata-kata, 8ibir mereka bertemu—sebuah ciuman yang awalnya sekadar melepas rindu namun perlahan berubah mendalam, menghangat, dan penuh hasrat emosional. Keduanya seolah terseret ke dalam arus yang sama, arus yang hanya ada ketika mereka saling menyentuh.

Aurelia menggenggam kerah jubah Reynold, tubuhnya mengikuti tarikan lembut suaminya. Napas mereka saling menyatu, membuat dunia terasa hanya milik berdua.

Raja Reynold menuntun Aurelia ke tempat tidur, bukan dengan tergesa, melainkan dengan ketenangan seorang pria yang ingin memastikan istrinya merasa aman dalam pelukannya. Ia berhenti sejenak, menatap Ratu Aurelia dengan raut yang sulit dijelaskan—kerinduan, kekaguman, sekaligus cinta yang terlalu dalam untuk diungkapkan lewat kata-kata.

C1uman yang sebelumnya hanya untuk melepas rindu, kini berubah menjadi api yang membara, hasrat yang tak terbendung. L1dah mereka saling bertaut, menari-nari dalam irama cinta yang membingungkan. Tangan sang raja tidak diam saja, melainkan menjelajahi setiap lekuk tubuh sang ratu, membangkitkan gelombang-gelombang kenikmatan. Napas mereka terengah-engah, jantung mereka berdetak kencang.

Raja Reynold dengan lembut menurunkan Ratu Aurelia di atas tempat tidur, bibir mereka masih terikat dalam ciuman yang membara. Sejenak, ia melepaskan tautan 8ibir mereka, memandang sang ratu dengan mata yang penuh damba dan cinta. Raut wajah Ratu Aurelia yang cantik dan lembut membuat Raja Reynold tidak bisa menahan diri lagi. Dengan penuh g41rah, ia mulai menc1um setiap inci tubuh sang ratu, meninggalkan jejak cinta di setiap sudut kulitnya.

"Ahhhh..." lengguh Ratu Aurelia, suaranya yang lembut dan merdu memenuhi ruangan, membuat Raja Reynold semakin ter4ngs4ng. Ia tidak bisa menahan diri lagi, c1umannya semakin intens, meninggalkan jejak cinta di setiap sudut tubuh Ratu Aurelia.

Ratu Aurelia merasa seperti terbang, tubuhnya yang lembut dan sensual bergerak-gerak mengikuti gerakan Raja Reynold. Ia tidak bisa mengontrol dirinya lagi, len9uhan-len9uhan kecil keluar dari bibirnya, membuat Raja Reynold semakin gila.

 

Setelah menc4p4i puncak kebahagiaan yang hanya dapat mereka rasakan ketika satu sama lain berada dalam genggaman, Raja Reynold berhenti sejenak. Napasnya masih belum sepenuhnya stabil, namun matanya tak lepas dari wajah istrinya. Ia memandang Ratu Aurelia seperti seseorang yang menatap pusat dunianya—dengan cinta yang begitu dalam, begitu tulus, hingga sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.

Ratu Aurelia berbaring dengan rambut kusut yang terurai di bantal, pipinya berwarna lembut, matanya sedikit berkaca-kaca sementara ia berusaha menormalkan napasnya. Ada kehangatan yang memancar dari dirinya, keanggunan yang tak pernah pudar meski dalam keadaan paling rapuh sekalipun. Reynold menggeser beberapa helai rambut yang menutupi wajah istrinya, gerakannya lambat dan penuh kelembutan, seolah menyentuh porselen yang mudah pecah.

Ratu Aurelia menatapnya, dan dalam sorot matanya, tercermin cinta yang tidak pernah luntur sedikit pun. Pada saat-saat tenang seperti ini, ia bisa merasakan betapa besar kasih yang pria itu miliki untuknya—kasih yang selalu melindungi, memperjuangkan, dan memeluk setiap kekhawatirannya.

“Sayang… tentang masalah Akademi Howard…” suara Ratu Aurelia terdengar pelan, getir, dan mengandung kecemasan yang berusaha ia sembunyikan.

Raja Reynold langsung menariknya ke dalam pelukan, seolah ingin menghalau seluruh beban itu dari pundaknya. “Tidak perlu kamu pikirkan, sayang. Biar aku yang mengurus.” Suaranya hangat, tenang, dan penuh keyakinan—seakan dunia akan tunduk hanya karena ia memintanya.

“Tapi—”

Raja Reynold meletakkan telunjuknya lembut di bibir Aurelia, menghentikan kekhawatiran itu sebelum berkembang lebih jauh. “Liam sudah mengirim surat ke Kerajaan Arvendom. Kita tunggu jawaban mereka. Apa pun yang mereka minta… kita cari jalan keluarnya nanti.”

Nada suaranya begitu menenangkan hingga Aurelia merasa dadanya yang sesak perlahan mengendur.

“Sudah malam,” lanjutnya, mengusap lengan istrinya pelan. “Lebih baik kita istirahat. Besok kamu ada jadwal periksa dengan dokter Andreas, bukan?”

Ratu Aurelia mengangguk kecil. “Iya, sayang… apa kamu bisa menemaniku?” Harapan dalam suaranya terdengar begitu lembut, begitu tulus, hingga sulit untuk ditolak.

Raja Reynold menatapnya dengan rasa bersalah yang terselubung. Ia mengelus puncak kepala Ratu Aurelia, menyusuri rambutnya dengan belaian penuh kasih. “Maaf, sayang… aku benar-benar ingin menemanimu. Tapi minggu ini terlalu banyak urusan kerajaan.” Ia tersenyum tipis, berusaha menenangkan kegelisahan istrinya. “Aku janji, lain waktu aku akan menemanimu. Aku tidak akan melewatkannya lagi.”

Ratu Aurelia menurunkan pandangan, sedikit kecewa namun mencoba memahami. “Tidak apa-apa… aku mengerti.” Suaranya lembut, tapi Raja Reynold bisa mendengar nada kecil kesedihan yang ia sembunyikan.

Raja Reynold memeluknya lebih erat, seakan ingin menebus ketidakhadirannya esok hari dengan kehangatan malam ini. Ia membisikkan kata-kata penghiburan di telinganya—halus, lembut, dan hangat—hingga Aurelia akhirnya mulai luluh. Napas Aurelia perlahan menjadi stabil, ritmenya tenang, tubuhnya mulai merespons rasa aman yang hanya bisa ia temukan dalam pelukan suaminya.

Tak lama kemudian, hembusan napas teratur Ratu Aurelia menandakan ia telah tertidur. Raja Reynold tidak segera menutup mata; ia justru terus membelai rambut istrinya, menikmati ketenangan yang jarang ia dapatkan di tengah beban sebagai raja. Melihat Ratu Aurelia tertidur dalam pelukannya membuat hatinya terisi oleh rasa syukur yang begitu dalam.

Beberapa saat berlalu, dan akhirnya rasa lelah ikut merayap ke tubuhnya. Kelopak matanya terasa berat, namun sebelum benar-benar terlelap, ia memeluk Ratu Aurelia lebih erat—seolah memastikan tidak ada satu pun kekhawatiran yang bisa menyentuh wanita yang ia cintai itu.

Dan malam pun menutup hari mereka dengan damai, menyelimuti keduanya dalam kehangatan cinta yang tak tergoyahkan.

12 Desember 2025

Maaf ya kalau masih banyak typo dan ceritanya membosankan

1
chas_chos
🤕🤕🤕
雨点⃟ᦠLyra Veyᦠ⃟凊湜
Aureliaa, balik gihh, nanti yang ada si rajanya depresod🤭
Sishrye
wkwkwk pasti si cewek bucin akut😂
Sishrye
oh berarti kabar Aurelia mandul itu ga benar ya Thor?
Berarti ini udaa beberapa tahun kemudian begitu kah🙈
Greta Ela🦋🌺
Kayaknya Ratu Aure kebanyakan pikiran deh. Istirahat dulu ratu, kalau udah merasa baikan kembali aja ke istana☺️
Greta Ela🦋🌺
Baik juga Bibi Ema ini
Greta Ela🦋🌺
Dipanggil princess gitu ya🥰
⋆. 𐙚 ˚hiatus💨ᴛ⑅⃝ˢ🐈ʚଓ𓂃ෆ˚
bingung mo komen apa
Alyaaa_Lryyy.
cinta sehidup smati, tp knp ratu kburr pdhl raja mnerima smua kekurangan dan kelebihan ny🥺
chas_chos
🤕🤕
한스 |HANSEN|
Udah di maafin 👉👈 soalnya bentar lagi puasa 👉👈
Cerita Tina
Rajanya keren sih, ga kepancing emosi dan wibawa banget.
Bad Girl..
wahai ratu Aurelia..kembalilah engkau. supaya Olivia tidak menguasai kerajaan. 😭😭😭😭
⋆. 𐙚 ˚hiatus💨ᴛ⑅⃝ˢ🐈ʚଓ𓂃ෆ˚
udih😒
雨点⃟ᦠLyra Veyᦠ⃟凊湜
jangan sampai dimadu ratu aurelia😭
d_midah (Hiatus)
🥰🥰 Suka banget sama pendidikan kayak gini
d_midah (Hiatus)
Hati kamu tidak bisa berbohong, ia sangat rindu🥰
한스 |HANSEN|
ini gimana kak konsep nya 🤣🤣🤣
한스 |HANSEN|
kerasukan duda ketempelan karena mabuk wipol @Tina
Bad Girl..: Woylah...dari mana datangnya komentar ngakak ini..🤣🤣🤣
total 5 replies
한스 |HANSEN|
kasih kit Kat aja kak🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!