NovelToon NovelToon
JOHAN HAWWA

JOHAN HAWWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:14.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tuti Alawiyah

“Teruslah mengisi namaku di dalam hatimu, meski itu bentuk kebencian, aku bahagia telah menjadi sesuatu yang terus kau pikirkan.”

Dunia menyajikan begitu banyak cerita, namun sayangnya tidak ada cinta selain nelangsa yang berpihak kepada seorang, Hawwa Saranetta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tuti Alawiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERIMA CINTAKU, HANYA ITU YANG PERLU KAU LAKUKAN.

Bisakah kau mencintaiku, seperti bagaimana engkau mencintai wanita itu, aku tidak meminta agar itu secepatnya, yang perlu ku lakukan hanyalah merayu, merayu cintamu kepada sang maha cinta.

******

Sebulan pernikahannya telah berlalu, namun tanda-tanda cinta belum muncul sedikitpun dari sang suami, ia sadar bahwa perasaan tidak bisa di paksakan. Namun ia sangat meyakini lambat laun Zohan akan mencintainya seperti yang semestinya.

Di subuh paling tak utuh, ia beranjak dari atas sejadah, baru saja ia menyelesaikan shalat sepertiga malam namun suara ngigauan dari Zohan membuatnya penasaran.

Ia tertawa kecil mendengar suara pria yang sangat di cintai itu, mengigau tengah malam itu terdengar sangat lucu.

Suara ngigauan Zohan sangat lantang tapi tidak jelas apa yang di katakan pria itu, membuat tangannya tidak bisa menolak untuk mengelus bibir tipis dan manis milik suaminya itu.

Cup.

Di kecupnya sekali dua kali, lantas tersenyum penuh kemenangan,“Hanya saat seperti ini aku bisa melakukannya.” Bisiknya pelan seperti sedang meminta ijin.

“Boleh kan aku memelukmu.” Tanyanya sekali lagi kepada pria yang tertidur pulas itu.

Tanpa pengijinan ia langsung memeluk suaminya itu dengan sangat erat, “Aku sangat mencintaimu.”

“Tapi aku tidak.” Jawaban yang tak pernah ia duga sebelumnya, tiba-tiba Zohan terbangun dan menyahut perkataannya begitu saja.

Ia terdiam sejenak, sedikit syok tapi sebisa mungkin ia tidak akan pernah membiarkan dirinya terlihat norak di hadapan suaminya itu.

“Tak mengapa, Aku tidak memintamu untuk segera mencintaiku, kau bisa melakukannya dengan perlahan-lahan.” Ujarnya dengan senyum tipis yang membuat wajahnya semakin karismatik.

“Sayangnya aku tidak merencanakan itu sebelumnya.” Zohan kembali bersuara menunjukkan perlawanan secara terang-terangan.

“Aku tidak mengharapkan rencanamu, karna aku mengandalkan Tuhanku.” ucapnya lugas dengan suara yang tegas.

Dan Zohan hanya bisa terdiam sejenak,

“Aku hanya tidak ingin kau kecewa Hawwa.”

“Aku tidak akan kecewa, karna sudah ku bilang Aku percaya kepada Tuhanku, Yang maha Cinta yang maha membolak balikkan hati manusia.”

Ia menggenggam jemari tangan Zohan dengan erat, kedua insan itu saling bertatapan untuk waktu yang cukup lama.

“Terima cintaku dengan pelan-pelan, hanya itu yang perlu kau lakukan.”

****

Jam tuju pagi, ia menyiapkan sarapan. Nasi goreng komplit dengan omlet telur kesukaan Zohan.

Setelah menikah, Kedua pasangan itu hanya tinggal berdua di dalam rumah yang cukup besar masih di wilayah pesantren juga, tanpa asisten rumah tangga dan sejenisnya, benar-benar hanya mereka berdua.

Sama seperti yang ia rencanakan sebelumnya bahwa kehidupannya setelah menikah adalah tentang Zohan, melayani suaminya, menjadi sitri Solehah untuk pria itu.

Menyiapkan peralatan makan di atas meja, tangan mungilnya begitu lincah mempersiapkan semua sarapan pagi suaminya itu.

Dalam kurun waktu yang bersamaan Zohan pun turun dari lantai kamar mereka.

“Aku sudah menyiapkan sarapan sejak dini hari. Turun dan makanlah sarapanmu.”

“Tidak perlu, aku puasa hari ini.” jawab Zohan dan meninggalkannya begitu saja.

Ia terdiam sejenak.

“Tunggu.” lantas melangkah menghampiri pria itu. “Puasa apa?.” tanyanya. Karna ia tahu betul suaminya biasa puasa Senin Kamis selama ini, sedangkan hari ini adalah hari Jumat, dan lagi tidak ada hari besar dalam Islam yang menyunnahkan untuk puasa hari ini.

“Aku sedang membayar Najar, puasa tiga hari berturut-turut sejak kemarin. Kau makanlah. Aku harus kepondok sekarang.” Zohan menjawabnya tanpa ekspresi, ketidak sukaan tergambar jelas di wajah pria itu.

“Ya sudah hati-hati.” Ia menyalami suaminya itu.

“Nanti aku akan menyiapkan makanan untuk buka puasa.. Hati-hati Di jalan.”

1
KArmila Siregar
ngawur
arfan
up
maura shi
knpa komen dan isi partnya g sama ya
La_wia: Halo kak, karena cerita ini sudah saya revisi kak
total 1 replies
Fa Rel
dr hawaa jd zahrana ne novel gmna sih bingung
Fa Rel
kayak mirip cerita menikahi tuan muda cacat ya coba nyimak dlu deh
DieNa Na
lanjutkan
Laila Badria Rosa
ditunggu ya....lanjut...semangat autor....
Mbok Wami
mampir thor
V
yee
M
ini bukannya cerita
Di nikahkan dengan tuan muda kursi roda bukan
kok jd ambigu gini thor...
berantakan ceritanya
Tien Ensoe
lama gak up ya thor
Sari Emilia
nah kn syukurin zahra kebanyakn tingkah sih...kl dah gtu mo bilang apa nangis smpai jungkir balik...😃😃😃
Sari Emilia
ini ko crt nya langsung k sini y ko ga nyabung dr crt awalnya
Azam Maulana
thor bikin perutku sakit menahan ketawa, bayangin karin saat jatuh di depan farel🤭🤭🤣🤣🤣
Azam Maulana
terus kelanjutan johan hawwa kok nggak lanjut gimana ya thor ini ceritanya????
Azam Maulana
memang sungguh menyakitkan mencintai dalam diam
Azam Maulana
perutmu kenapa zahrana😂😂😂
Amir Ghufron
😄🤣🤣🤣🤣🤣 Robi ,tuan robi
Amir Ghufron
kasihan farel thor
Julizah Tetty Ati Sihombing
up mn ljtnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!