JANGAN LUPA VOTE, LIKE, AND KOMEN!
Hidup joy awal nya sangat sangat bahagia hingga suatu hari datang lah dia. Dia adalah orang yang sudah mengacaukan pikiran joy dan juga hati joy seperti orang gila. Karena saat itu.....
"Aku sayang, cinta sama kamu joy! Menikahlah dengan ku" ucap nya dengan tegas dan yakin
Membuat joy terdiam dengan tatapan kosongnya. Tidak mungkin jika mereka nikah, karena mereka mempunya hubungan saudara.
"Apa kamu sudah gila? Kita ini saudara!" teriak joy
"Iya aku gila, gila karena aku mencintai kamu. Dan aku nggak mau kamu di miliki laki laki lain selain aku, jadi ijinkan aku untuk menjadikan mu istri dan juga ibu untuk anak ku" ucap nya sambil mengeluarkan cincin
"Nggakk! Nggak mungkin!!!" bantah joy
Update : sesuai mood
IG : @queenwang852g7
Stay Tune TEAM MARTHA / WANG 💛
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fera Martha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3
"Yah jadi sepi nih enaknya ngapain yaaa" tanya kak aga
"Iya ni haduhh gitu mama sama papa harusnya ngajak aku tadi, bosen tau nggak disini" cemberut
"Jahat ya kamuu jadi kamu mau ninggalin kakak disini? Ha?" tanya kak aga menyipitkan mata
"Ehh nggak kok kakacuuu" merayu dengan cara manja:)
"Yaudah kamu mau kemana? Biar kakak antar katanya kamu bosen"
"Yaudah ayo kita jalan jalan kak" ajak ku
"Kuyyy"
_______ Di Taman
"Loh kak ngapain ketaman? Katanya tadi mau jalan jalan kok malah kesini" tanya ku bingung sambil melirik kanan kiri dan ya taman nya sangat sepi
"Katanya kamu mau jalan jalan dari pada nggak jelas mending kita kesini aja" ucapnya sambil menggandeng tangan ku
"Ehhh iya iyaaaa" kaget
Akhirnya kita berdua keliling, jalan santuy, lari di taman tersebut. Ya walaupun hanya ditaman rasanya sangat sangat menyenangkan entah itu karena taman tersebut atau sama kakak sepupu yang ganteng :v
Kita juga beli es cream dan lainnya, tak terasa sudah mau malam akhirnya kita pulang.
________ Di Rumah😵
"Dek kamu mau nemeni kakak nggak?" tanya nya saat kita sudah didepan kamar masing masing
"Ha? Temeni? Ngapain?" tanya ku
"Iya temeni, temeni kakak dikamar jadi besok sampai seterusnya kamu temeni kakak tidur, ok makasihhh" ucapnya langsung bergegas masuk kekamar
Busett ni kakak belum aku jawab udah makasih aja, yaudahlah tapi bentarr busetttt gimana kalau nanti aku deg deg an?? Please dia itu gantengggggg apalagi kalau pakai celana pendek aja:( gerutu ku
Akhirnya aku masuk kamar mempersiapkan semua untuk tidur di kamar kak aga, aku pakai baju atasan warna putih tipis dan pendek, untuk bawahan pakai celana jeans super pendek
Tokkkkkk
Tokkkkkk
"Kak aku masuk" nyelonong🤣
"Kak!!!! Kak agaaaaaaaaa!!!!! Oyyyyyyyy" teriak ku mencari nya
"Busett kamu bisa nggak dek jangan teriak udah malam ini loh kasihan telinga kuuuu linuuuu" ujar kak aga baru keluar dari kamar mandi dan seperti biasa hanya memakai celana boxer dada polos
"Hehhee maaf kak, bentar kak aku mau bersihin make up dulu" pamit ku langsung mendekati meja kaca dan menghilangkan make up dan aku baru sadar kalau sejak tadi kak aga itu merhatiin akuuuu. Pleaseee haduh ngapain tu orang harus liat aku sihhhh, kak bikin galfok, gerutu ku dalam hati
"Cantik" kata itu tanpa sengaja keluar dari mulut kak aga dan aku mendengarnya
"Kenapa kak? Kakak mengatakan sesuatu?" tanya ku pura pura bodoh
"Kamu cantik dek, coba aja kamu bukan adik ku udah aku nikahin kamu" ucap kak aga berdiri, menghampiri ku dan memelukku dari belakang
Jlebbbb, "Apa tadi katanya? Kalau aku bukan adiknya dia bakal nikahin aku?" tanya ku dalam otak, akhirnya ku pastikan lagi
"Maksud kakak apa?" tanya ku yang nggak paham sama sekali
"Aku suka, cinta sama kamu dek dari dulu cuma aku takut karena kita saudaraan" ucap kak aga secara terang terangan
"WHAT???!!" SYOKKK DAN LANGSUNG BERDIRI MENGHADAP KAK AGA
"Kenapa dek? Emang nggak boleh? Aku cinta sama kamu, aku takut kehilangan kamu. Aku ingin kamu jadi milik ku" ujar kak aga sambil mengelus pipi ku
"Tapi kak kita nggak boleh kayak gini, kita ini saudara. Lagian nanti kalau mama papa tante sama om tau gimana? Bahaya kita kak" pintah ku
"Udah lah dek kamu pasti suka sama aku kan? Kalau iya kita berjuang sama sama aku nggak mau jauh dari kamu lagi" menggenggam tangan ku
"Maaf kak nggak bisa, lebih baik kita tidur" mengelak dan beranjak ke kasur, berusaha tidur