NovelToon NovelToon
Montir Cantik Milik Aditama

Montir Cantik Milik Aditama

Status: tamat
Genre:Obsesi / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:120.7k
Nilai: 5
Nama Author: Serra R

Susah payah Rico mengumpulkan kepingan hatinya yang berserakan karena dua kali penolakan dari gadis yang merupakan cinta pertamanya.

Disaat dirinya sudah mulai kembali menata hidup tanpa lagi memikirkan cinta.

Hidupnya yang tenang kembali harus jungkir balik setelah secara terpaksa harus memenuhi permintaan sang mama untuk menikahi seorang gadis yang masih sangat belia.

Tak mampu menolak hingga pada akhirnya Rico memilih untuk mengajukan syarat.

"Aku tak akan mendua apalagi sampai menikah lagi, tapi bukan berarti kau berhak atas diriku. Jangan pernah mencintaiku karena cinta bagiku adalah sebuah kemunafikan belaka. Kau bebas dengan hidupmu dan aku dengan kehidupan ku meski kita terikat pernikahan." .... Rico Aditama

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serra R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Mama Yenni benar-benar merawat keduanya dengan baik. Terutama Adit yang memang membutuhkan perhatian khusus. Bocah 10 tahun tersebut mungkin telah bisa menerima keadaan jika dirinya harus duduk di kursi roda entah sampai kapan mengingat kondisi mereka yang tidak sedang baik baik saja.

Senyum Adit selalu mengembang didepan sang kakak. Tak ingin menambah beban berat dan hanya bisa memberi semangat.

"Dek, sudah makan?"

Ehm Adit mengangguk dan melemparkan senyumnya.

"Sudah, tadi mama bawa lauk enak deh kak."

"Mama?" Dee menengok kanan kiri takut sang adek sedang berhalusinasi.

"Dek, yang sabar ya. Do'ain terus mama dan papa disana. Kakak tahu adek merindukan mereka tapi kita harus tetap ingat pada Allah." Dee mengusap lengan kecil Adit penuh sayang.

Hi hihi

Adit terkikik geli membuat Dee semakin tak mengerti. "Jangan jangan dia kesurupan"

"Dek."

"Kakak kenapa? Adit tahu kalau mama dan papa sudah tenang di sana, mereka juga sedang tersenyum melihat kita asal kita tidak bersedih maka mereka juga akan merasakan kebahagiaan yang sama dengan kita. Kata mama Yenni, kita tidak boleh bersedih terus agar apa yang kita inginkan bisa dikabulkan oleh Tuhan."

"Mama Yenni?"

"Heum, tadi mama datang bawain buku cerita juga alat menggambar, itu disana." Adit menunjukkan sebuah lemari kecil yang entah sejak kapan sudah ada disana. Ada beberapa buku dan alat-alat tulis terlihat disana.

"Adit senang?"

"Heum, bukunya bagus bagus. Adit juga dibelikan buku surat surat pendek supaya bisa mendoakan mama dan papa disana, ini bukunya." Adit berbinar memperlihatkan kebahagiaan yang kentara dari sorot matanya yang bening.

Dee ikut tersenyum hatinya menghangat melihat semangat yang berkobar dalam diri adiknya. Tak ada lagi kesedihan terpancar dari mata itu seperti seminggu lalu dimana sang adik selalu histeris saat menyadari kedua kakinya tak lagi bisa digunakan berjalan.

Adit terlihat sangat putus asa dan hal itu sempat membuat Deviana merasa gagal menjaga sang adik. Dee mengusap air mata yang dengan lancangnya menetes di kedua sudut matanya.

"Kalau boleh kakak tahu kenapa panggilnya mama sama tante Yenni?"

"Mama bilang kalau panggilan tante itu buat wanita cantik yang masih muda nah kalau mama katanya sudah tua sudah nggak pantas lagi dipanggil tante." Adit terkikik diujung kalimatnya membuat Dee juga tersenyum menatap haru sang adik.

"Oh ya dek, mulai besok kakak sudah kerja lagi. Apa tak apa kakak tinggal sendiri?"

"Heum, Adit kan sudah besar kak." jawab Adit dengan mata berbinar sambil menganggukkan kepalanya berulang kali demi bisa menyakinkan sang kakak kalau dirinya tak apa apa jika ditinggal sendirian.

Huuuft

Deviana menghembuskan nafas berat. Tak ada pilihan lain bagi gadis itu selain kembali bekerja di bengkel milik Bang Beni. Orang yang ditemuinya tanpa sengaja karena mobilnya mogok dijalan. Dee yang memang suka sekali membantu mendiang papanya dulu sedikit tahu tentang mesin hingga tanpa ragu gadis itu membantunya.

Siapa sangka, kemampuan otodidaknya tersebut malah menjadi ladang pencarian rizki untuknya dan sang adik. Dee masih bersyukur ditengah kehancuran keluarganya dirinya masih bisa menghidupi sang adik meski sangat terbatas.

"Oh ya kak, mama bilang kita bisa pindah rumahnya besok siang. Hari ini masih dibersihkan."

Ha

"Pindah rumah??"

"Iya."

Dee menatap sang adik tak mengerti, namun gadis itu memilih diam dan menunggu saat yang tepat untuk berbicara dengan mama Yenni. Dee tak ingin berhutang budi terlalu banyak. Wanita baya itu sudah terlalu banyak membantunya juga sang adik dirinya tak ingin semakin merepotkan.

*************

"Ric, ada Bella tuh di luar."

"Mau ngapain dia kesini, nggak ada janji temu kan dengan perusahaan papanya?"

"Mau ketemu denganmu katanya."

"Masalah apa?"

Roy mengangkat kedua bahunya tanda tak tahu. Rico menghempaskan punggungnya ke sandaran sofa, memijit pangkal hidungnya pelan.

Bukan tak tahu dengan maksud wanita itu untuk datang, namun Rico tak ingin memberi harapan. Hatinya tak pernah lagi merasakan getaran seperti dulu. Cintanya seolah mati sebelum berkembang hingga membuat Rico enggan untuk memulai suatu hubungan.

Baginya cukup kehadiran mama, kakak ipar dan adiknya. Rico cukup senang dengan hidupnya saat ini. Tak ingin menjalin kasih atau berharap lebih, karena rasa sakit yang dia rasakan bahkan hingga kini masih sangat terasa. Dua tahun perjuangannya dulu sia sia pada akhirnya.

"Aku tak ingin menemuinya jika bukan masalah pekerjaan." putusnya kemudian membuat Roy menghela nafas.

"Sampai kapan Ric?" Rico menoleh tak mengerti pada asisten dan juga sahabatnya tersebut.

"Sampai kapan kamu mau menutup diri begini, apa kau masih mengharap kehadirannya?"

"Tidak!! Aku tak mengharap apapun tapi aku juga tak ingin merasakan hal yang sama."

"Nggak semua perempuan sama seperti dia, Ric. Harusnya kau bisa memahami itu. Coba buka hatimu dan terima mereka siapa tahu kau bisa keluar dari rasa trauma yang kau miliki. Kau lihat kak Ray, kau tahu bagaimana dia lebih dari pada yang aku tahu. Tapi lihat sekarang, dia bahagia dengan cintanya."

"Mungkin nanti, tapi tidak untuk saat ini." Rico meraih gelas diatas mejanya dan meneguk isinya hingga tandas.

Roy menggelengkan kepalanya, percuma juga memaksa jika orangnya sendiri memang tak mau.

"Oh ya Roy, tentang rumah yang mama minta bagaimana, apa sudah kau dapatkan?"

"Mama sedang meninjaunya hari ini." Roy kembali ke mejanya yang memang berada dalam satu raungan dengan Rico, hal itu dilakukan atas permintaan Rico sendiri mengingat beberapa bulan yang lalu, Bella nekat masuk ke dalam ruang kerjanya dan berusaha untuk menjerat Rico.

"Kalau begitu lebih baik kita kesana."

Ha

"Lalu bagaimana dengan pekerjaan mu, bukankah kau bilang sibuk hari ini."

"Biarkan saja, aku sedang ingin menghirup udara segar, ayo." Rico beranjak meraih jas yang dia letakkan di sandaran kursinya dan berjalan dengan tenang keluar dari ruangannya.

"Terserah lah, kan dia bosnya."

Roy merapihkan sebentar mejanya sebelum berlalu mengikuti langkah Rico yang semakin menjauh.

Di lobi dapat mereka lihat keberadaan Bella yang masih bertahan disana. Gadis cantik dengan dress bunga bunga selutut itu nampak tersenyum manis manakala melihat sosok Rico yang berjalan keluar dari dalam lift.

Dengan senyum yang mengembang Bella mendekat.

"Ric, aku tahu kau pasti akan turun juga. Aku sudah menunggumu dari tadi." gadis itu mencebik namun setelahnya menampilkan senyum nya kembali.

"Maaf aku sibuk."

"Nggak papa toh sekarang kamu sudah turun, ayo kita pergi?" Ucapnya dengan upaya meraih lengan Rico namun pemuda itu segera menipisnya.

"Aku ada urusan diluar dan maaf aku nggak ada waktu untuk urusan yang tak penting. Sebaiknya kau pulang, dan jangan lakukan hal percuma yang akan membuang waktumu."

"Bagaimana jika aku ikut, kita bisa makan setelahnya?" tawar Bella yang tak ingin kehilangan kesempatan kali ini.

"Jangan memaksaku untuk bertindak kasar padamu, Bel. Pulanglah!!"

Rico melangkah cepat diikuti oleh Roy yang hanya mengedikkan bahunya. Roy sangat tahu pasti wanita seperti Bella tak akan semudah itu menyerah. Tapi selama masih bisa diatasi maka dirinya tak akan turun tangan untuk membantu Rico.

1
Warni Warni
lahhhhh nanggung ruwetttt
Qaisaa Nazarudin
Wah keren De..👏👏👍👍👍
✮⃝🍌 ᷢ ͩ⏤͟͟͞Rᵃʸʸᵃ༄⃞⃟⚡_𝐙⃝🦜
aku lanjut koment pke ini ya..
astaga pantes aja Rico jadi trauma, disaat dia bner" mencintai seorang gadis tpi mlaah dikhiannati bahkan sampai berbadan dua
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Mungkinkah yg berkeliaran itu om Pras
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Semakin rumit aja masalah kk Dee, semoga aja om Pram segera sembuh sehingga bisa menceritakan kejadian yang diketahui nya
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Ahhhh semakin penasaran dengan cerita yang bakalan bi Sani dan suaminya jelaskan ke mereka semua
Uba Muhammad Al-varo
semoga Dee cepat hamil dan semua penyelidikan dapat terungkap kebenaran nya.
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜: Alhamdulillah Dee dikelilingi orang2 ya ga baek yah sayang sama dia
total 1 replies
☠ᵏᵉ⏤͟͟͞Rᵃᵏ_🆂🆄🅻🆃🅸🅽🍒Atin𝐙⃝🦜
Semoga bi Sani dan Karto bisa memberikan penjelasan yang diperlukan buat Rico dan teamnya
☠ᵏᵉ⏤͟͟͞Rᵃᵏ_🆂🆄🅻🆃🅸🅽🍒Atin𝐙⃝🦜
Semakin penasaran siapa sebenernya om Pram yg berkeliaran
☠Arin_
orang baik ajan selalu dipertemukan dengan irang baik juga
Uba Muhammad Al-varo
semoga Roy dan Vino mendapatkan bukti petunjuk tentang semua kejadian yang dialami keluarga Dee dan Prambudi yang sebenarnya .
☠ᵏᵉ⏤͟͟͞Rᵃᵏ_🆂🆄🅻🆃🅸🅽🍒Atin𝐙⃝🦜
Sepertinya bakalan ada sesuatu yg bakalan ditemukan di rumah kalek
Uba Muhammad Al-varo
ternyata masih ada misteri yang belum terpecahkan,baikan lagi Adit sama kakak Dee, kasihan kakak Dee sedih.
varahmavah
ternyata masih punya rumah satu lagi yaitu rumah lama apa akan ada sesuatu yg mengejutkan seperti rumah ortunya..🤔
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Adit masih blm paham ttg orang dewasa
Uba Muhammad Al-varo
tinggal menunggu MP antara Dee dan Rico, semoga nggak ada lagi, masalah yang dihadapi oleh keduanya yang akan menghancurkan rumah tangga mereka, berbahagia dan harmonis selalu.
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Adit sabar yah dek, nanti Kaka Dee pasti akan menjelaskan kepadamu ttg om Pram
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Semoga kebahagian selalu menaungi pernikahan kalian
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Go go go nikah aja biar saling melengkapi dalam
Segala hal
Uba Muhammad Al-varo
gini toh jalan ceritanya yang terjadi antara Dee dan Rico, sebelum terjadi nya pernikahan, Rico dibuat roolcoster dan akhir yang membahagiakan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!