NovelToon NovelToon
183 Hari Menjadi Kekasih

183 Hari Menjadi Kekasih

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Romansa / Tamat
Popularitas:409.9k
Nilai: 5
Nama Author: Deche

Follow Ig @deche62
Ketika Rahma Sasmita berjalan menuju ke kantornya. Tanpa sengaja ia melihat seorang kakek yang hampir terjatuh karena kakinya keseleo akibat tidak melihat lubang yang ada di trotoar. Namun, siapa sangka pertemuannya dengan kakek itu bisa merubah hidupnya yang tenang menjadi nano-nano.
Rendi Dirgantara Kartabatara seorang pria keren dan tampan. Ia berasal dari keluarga kaya raya namun sayang dia sangat sombong. Pada suatu hari kakeknya memperkenalkan Rendi dengan seorang perempuan sederhana yang berpreofesi sebagai aparatur sipil negara. Kakeknya mengancam jika Rendi tidak menikah dengan perempuan itu maka namanya akan dicoret dari daftar ahli waris. Dengan terpaksa Rendi mengikuti perkataan kakeknya.
Bagaimana hubungan Rendi dan Rahma selanjutnya? Baca cerita ini sampai tamat! Jangan dibaca jika tidak tertarik dengan jalan ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Telepon Dari Kakek

Rahma baru selesai apel pagi, tiba-tiba terdengar suara dering telepon di ponselnya. Ia mengambil ponselnya yang berada di dalam saku celana. Ia membaca nomor telepon yang tertera di layar ponselnya.  ia tidak mengenal nomor telepon tersebut.

Ini nomor ponsel siapa? tanya Rahma di dalam hati.

Jawab jangan, ya? Rahma ragu untuk menjawab telepon tersebut.

Rahma berjalan masuk ke kantor sambil memandangi layar ponsel. Ia membiarkan ponselnya terus berdering. Ia ragu untuk menjawab telepon tersebut. Tiba-tiba ada yang menepuk punggungnya. Rahma menoleh ke samping. Ternyata Irgi yang menepuk punggungnya.

“Hei! Jangan dipandangi terus ponselnya. Jawab tuh, telepon masuk. Berisik berdering terus dari tadi!” seru Irgi.

“Telepon dari siapa, sih?” tanya Irgi penasaran.

Irgi mendekatkan wajahnya ke ponsel Rahma. Ia ingin melihat wajah si penelepon.

“Yah, yang nelepon kakek-kakek.” Irgi mengejek Rahma.

“Kamu jadi sugar baby kakek-kakek, ya?” tanya Irgi

“Enak saja. Sembarangan ngomong!” ujar Rahma kesal.

Rahma melihat layar ponselnya sekali lagi. Ia melihat sekali lagi foto si penelepon. Wajah di foto itu mirip dengan wajah kakek Sultan Wijaya.

Apa kakek yang menelepon? tanya Rahma di dalam hati.

Akhirnya ia memutuskan untuk menjawab telepon tersebut. Rahma menyentuh tombol terima dan telepon pun terhubung.

“Assalamualaikum,” ucap Rahma.

“Waalaikumsalam,” jawab kakek Sultan.

“Maaf, Rahma  lama mengangkat telepon. Rahma kirain orang iseng yang menelepon,” kata Rahma.

“Kakek lupa kasih nomor telepon Kakek ke Rahma. Jadi kamu tidak tau siapa yang menelepon,” ujar kakek Sultan.

“Tidak apa-apa, Kek. Nanti Rahma simpan nomor telepon Kakek,” kata Rahma.

“Sabtu besok kamu ada acara, tidak?” tanya kakek Sultan.

“Tidak, Kek,” jawab Rahma.

“Kakek mau mengajak kamu makan siang di rumah kakek,” ujar kakek Sultan.

“Boleh. Jam berapa?” tanya Rahma.

“Jam sepuluh,” jawab kakek.

“Bisa, Kek. Nanti kirim saja lokasi rumah kakek. Rahma ke sana sendiri,” kata Rahma.

“Kamu ada ke kendaraan, tidak? Kalau tidak ada, Kakek suruh Pak Lilih menjemput kamu,” ujar kakek Sultan.

“Rahma punya motor sendiri. Rahma ke rumah Kakek naik motor,” kata Rahma.

“Hati-hati nyetir motornya!” ujar kakek Sultan.

“Baik, Kek,” jawab Rahma.

“Oke, sampai ketemu besok. Assalamualaikum,” ucap kakek Sultan.

“Waalaikumsalam,” jawab Rahma.

Rahma memasukkan ponselnya ke dalam saku celana , ia berjalan menuju ke ruang kerjanya.

***

Sementara itu di kediaman Sultan Wijaya Kartabatara.

Kakek Sultan baru saja selesai menelepon Rahma, seorang wanita setengah baya menghampirinya. Ia adalah Ibu Claudia Irena, menantu kakek Sultan Wijaya. Ibu Claudia tinggal di rumah kakek Sultan semenjak ia menikah dengan putra kakek Sultan. Kakek Sultan hanya memiliki satu orang putra yang bernama Pak Raja Nagara Kartabatara. Pak Raja meninggal dunia karena kecelakaan pesawat terbang. Pak Raja meninggalkan istrinya Ibu Claudia dan putranya yang bernama Rendi Dirgantara Kartabatara. Kini kakek Sultan hanya tinggal bersama menantu dan cucunya.

“Ayah, sarapannya sudah siap,” kata Ibu Claudia.

“Rendi mana? Dia sudah keluar dari kamarnya, belum?” tanya kakek Sultan.

Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar terbuka, seorang laki-laki menggunakan suit bergaya seperti seorang CEO keluar dari kamar.

“Rendi!” Claudia memanggil  Rendi.

Rendi berjalan menghampiri mamanya.

“Iya, Mah,” jawab Rendi.

“Kakek mencari kamu,” kata Ibu Claudia.

“Ren, duduk sini dekat Kakek.” Kakek Sultan menepuk sofa di sebelahnya.

Rendi duduk di sebelah kakek Sultan. “Ada apa, Kek?” tanya Rendi.

“Besok kamu ada acara, tidak?” tanya kakek Sultan.

1
mama yogi
lanjut,Pak Bobby dan Bu Claudia🤠
flower
lah pak Boby sama bu clau belum kelar hihi
Senja
bahagianya rahma diterima,disayangi, dijaga sm kel kaya pak sultan
Sandisalbiah
lha.... tp oke lha effort nya si Rendi... 😉
Sandisalbiah
setidaknya Rendi berkata jujur pd Rama akan niat dan keinginan kakek Sultan... awal yg bagus sih..
Sri Puryani
pak ferdi lg mengujimu rendi
Sri Puryani
kyk nya pak sultan mau jodohin bu Claudia & p bobby
Sri Puryani
kenapa visumnya gk lgsg ? klo sdh hilang obat biusnya apa msh bs divisum?
Sri Puryani
jd orang kok nyegel rahma ....disayang gk mau
sok mandiri
Sri Puryani
jodohin aja kek rendy & rahma biar rendi gk songong, biar disadarkan sama rahma
Sri Puryani
mau dijodohin ini
Ira Herawati
teu bosen thor, dibaca deui😍
Ira Herawati
tamat sdh bacanya...
Ira Herawati
mampir deui Teh...tambih kesel🩷
Mryn
lanjuttt 😊
Mryn
😁😁😁
Mryn
yuuuu
Mryn
😊😊😊
Mryn
😆😆😆
Mryn
ada apa ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!