NovelToon NovelToon
Remember Again (Istri Rasa Depkolektor)

Remember Again (Istri Rasa Depkolektor)

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Keluarga & Kasih Sayang / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:96.6k
Nilai: 5
Nama Author: Asma Khan

➦➣ISTRI RASA DEPKOLEKTOR 2↻
☔︎︎_FAV, LIKE, COMMENT_☔︎︎
🧨NO BOOM LIKE!🗡

Mencintaimu adalah kebahagiaan sederhana, tetapi memilikimu tuk jadi duniaku. ~Reyhan Aditya.

Rasa ini seperti baru bagiku, rindu yang membelenggu tak tau tuk siapa. Dia atau seseorang yang tak mampu ku ingat. ~ Asma.

Kamu hanya milikku, tataplah disisiku hingga akhir napasku. ~ Kendrick Al Zafran.

Antara rindu dan belenggu dalam cinta semu, kisah lalu merajut asa dalam penantian—perjuangan sang suami menyadarkan rembulan malamnya.

Bak kupu-kupu tak menemukan jalan pulang, langkahnya tertatih mengharapkan dekapan hangat sang kekasih halal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IDR 3#Dua Kehidupan

Tatapan mata saling bertaut menyelami dalamnya rasa yang masih berusaha untuk saling memahami satu sama lain. Situasi yang ada mengharuskan pengorbanan dilakukan. Tentu disebut ketidakadilan tapi mau bagaimana lagi?

Usapan tangan menghentikan pengakuan Bagas yang pasti tak bermaksud mempermainkan dirinya. "Hubungan kita dimulai karena Ka Asma. Aku tak mempermasalahkan keputusanmu karena itu juga keputusanku. Kita bisa melewati kesulitan bersama-sama dan Rey membutuhkan tempat berpulang yaitu kita sebagai keluarga."

"Terimakasih sudah mau bersabar untuk hubungan kita. Aku merasa keluarga ini beruntung karena kehadiranmu dan Asma. Kalian berdua selalu bisa menjadi penenang kala badai menerjang. Tetaplah di sisiku dan jangan lepaskan tanganku.

"Fay, kamu tahu, awalnya aku berpikir kenapa Asma begitu menyayangimu dan sebulan ini, jawaban sudah menyadarkan diriku bahwa kamu mencuri hati tanpa niat. Terimakasih telah bertahan dengan pria emosian sepertiku." Lega hatinya mendengar dukungan sang kekasih.

Gadis itu menganggukkan kepala dengan seulas senyum menghiasi wajahnya. Hati tak seorangpun tahu tetapi kejujuran selalu menjadi kenyataan yang dinanti. Kebenaran itu tak mengubah keadaan hanya saja menjadi alarm untuk memperbaiki diri.

Sesi sarapan berakhir dengan perbincangan dari hati ke hati antara Bagas dan Fay. Seperti biasa, keduanya berangkat ke kantor bersama tapi kali ini tampak berbeda karena Rey ikut bersama mereka. Sudah diputuskan kehidupan harus tetap berjalan meski dunia tak lagi bersinar terang.

"Apa agenda hari ini?" tanya Rey setelah masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang.

Mobil Bagas di penuhi berkas meskipun rapi. Tetap saja tidak enak dipandang. Seketika ia sadar telah melupakan tanggung jawab seorang pemimpin. Sadar akan fakta menjadi parasit yang tidak berguna. Apakah cinta bisa mengembalikan rasa yang tiada?

"Berkas rapat hari ini, pertemuan terakhir dengan wakil CEO yang katanya akan menyetujui proposal dengan catatan Ka Rey datang seorang diri dan bukan diwakilkan." Fay menyodorkan map biru tua ke belakang yang langsung diterima Rey.

Map itu adalah berkas sebuah proyek baru yang seharusnya sudah deal setengah bulan lalu. Akan tetapi selalu dibatalkan karena pertemuan tak sesuai keinginan klien. Bagas harus menghadapi masalah tapi tak sekalipun berniat mengusik waktu berduka sang saudara.

Beberapa saat membaca berkas yang langsung bisa dipahami tanpa bertanya. Syaratnya tidak dipermasalahkan tapi bisnis tetap bisnis. Ketika klien tidak mempercayai saudaranya, maka ia harus memberikan pelajaran yang setimpal.

"Nando, berikan aku ponselmu!" titah Rey membuat Bagas menatapnya intens. Melihat sang saudara yang enggan, ia beralih menatap ke arah gadis yang duduk di depan. "Fay, hubungi klien yang menyusahkan saudaraku!"

"Rey, apa harus melakukan itu?" Bukan takut hanya saja tatapan tak suka Rey jelas memiliki makna lain. Hatinya merasa jiwa pebisnis pria satu itu semakin kuat tetapi lebih pada kepemilikan.

Perdebatan itu membuat Fay menghela napas pelan. Sebenarnya tak ingin ikut campur hanya saja melihat situasi semakin tegang menghasilkan ketidaknyamanan. "Kalian berdua bisa tidak berhenti berdebat? Kita masih di jalan, mau kecelakaan?"

Peringatan Fay menyudahi perdebatan kedua sahabat rasa saudara itu, sedangkan di tempat lain terjadi kehebohan yang membuat semua orang sibuk melakukan pekerjaan dengan terburu-buru. Tak seorangpun dibiarkan tenang karena ulah nyonya rumah. Nyonya besar yang menguasai wilayah istananya.

Suara lembut nan tegas memberi perintah ini itu hingga semua pelayan kelimpungan karena terlalu cepat diberikan perintah hingga kedatangan seorang pria dewasa yang berumur membuat hati lega. Mereka berharap mendapatkan belas kasihan, yah setidaknya bisa meneguk segelas air putih.

"Ma, kamu tidak jadi hias kamar putra kita?" tanyanya yang mengalihkan perhatian seorang wanita dengan penampilan anggun nan elegant. "Zahra masih di luar negeri, tentu kamu sendiri yang harus menemaniku memilih dekorasi kamar Al."

"Hmm, bilang saja Papa tidak bisa. Mama masih nunggu beberapa barang yang baru diantar dari toko. Ngomong-ngomong, Papa mau ke kantor?" tanya balik sang istri seraya membenarkan kancing jas suaminya.

"Hari terakhir bekerja, Ma. Setelah hari ini, semua akan diurus putra kita, lagi. Mau ikut?" tawarnya tak melepaskan kesempatan merengkuh pinggang wanitanya.

Tatapan mata penuh kasih sayang menghantarkan kehangatan. Pasutri yang selalu bahagia dengan cinta sederhana mereka. Rumah tangga sempurna tetapi bukan pura-pura. Kehidupan memberikan segalanya meski tanpa diminta.

Kemesraan itu membuat para pelayan membubarkan diri. Mereka tak ingin jadi obat nyamuk, apalagi serempak seperti demo dadakan. Keharmonisan keluarga majikan memanglah patut dicontoh bagi mereka yang memiliki kehidupan kurang lengkap harus belajar arti bersyukur.

Tak jauh berbeda dari pasutri itu, kemesraan lain juga mewarnai pasangan yang baru saja duduk di kursi VVIP salah satu pesawat terbang kelas bisnis. Tatapan teduh yang selalu memberikan perlindungan membuat sang kekasih hati merasa aman damai sentosa.

"Tidurlah! Akan ku bangunkan setelah sampai di Indonesia." ucapnya seraya merentangkan tangan membiarkan kepala gadis yang duduk disebelah kanan bersandar di bahunya.

Kondisi tubuh masih lemah bahkan terlalu banyak aktivitas bisa menjadi penyebab sakit dadakan. Mengingat kondisinya sendiri, gadis itu mengangguk menerima ajakan menjemput mimpi tak berperasaan. Ditemani usapan lembut yang menenangkan.

Mata yang terpejam dengan tangan saling berpegangan. Hatinya merasa keputusan kali ini tidak benar tapi demi kebahagiaan serta senyuman sang kekasih, maka apapun bisa dilakukan. Andai saja bisa terus menetap di London mungkin kehidupan akan lebih baik.

Sesaat ikut memejamkan mata meredam rasa dalam helaan napas panjang nan pelan. Keegoisan hatinya hanya karena ingin selalu bersama sang pujaan hati bahkan karena tak ingin kehilangan. Ia telah memutuskan tidak mencari tahu identitas gadis yang kini terlelap dalam pelukannya.

Terlalu sulit bagiku mendapatkan wanita sebaik dirimu. Kamu mungkin melupakan siapa dirimu sendiri tapi aku melihat kebenaran di matamu tanpa mengenal rasa takut. Apakah masa lalu mengubah jalan hidup kita? Indonesia bisa menjadi alasanmu meninggalkan diriku.~gumam hati pria itu dengan degupan jantung tak seirama.

Rumit ketika menjabarkan keadaan yang ada karena kebenaran itu sebagian dari sandiwara. Entah cinta, ego atau kesadaran diri yang akan mengubah takdir sang waktu. Perjalanan selama enam belas jam kurang menjadi begitu singkat dan berakhir dalam kepasrahan diri. Suasana bandara tampak seperti biasa, ramai karena menjadi pusat penerbangan internasional.

Mobil sedan dengan plat Jakarta yang datang menjadi kendaraan perjalanan selanjutnya. Sang sopir yang melihat kedatangan tuan mudanya bergegas membukakan pintu mobil bagian belakang. "Malam, Tuan. Selamat datang di Indonesia."

Tak ada jawaban selain anggukan kepala pelan. Tuan muda yang menggendong seorang gadis dengan hati-hati memasuki mobil. Ternyata berita yang tersebar di mansion benar adanya. Kini pewaris keluarga Zafran telah memiliki pasangan hidup.

Setelah memastikan semua barang bawaan masuk ke bagasi. Pak supir kembali masuk ke dalam mobil, lalu menyalakan mesin. "Tuan mau pulang kemana?"

1
Abdul Fatah
menjelaskan rumitnya pemikiran perempuan , cerita ny bagus cuma terlalu bertele-tele .
Ela Jutek
tau anak mu gak bisa bertahan gimana kamu Non
Ela Jutek
ahh nyesek lah
Ela Jutek
nona mu pingsan tuh, tapi bugus si pengacau udah tertahan sementara
Ela Jutek
tuh si Kia kemana sih kok gak jagain
Ela Jutek: gak deh kek nya kak
total 4 replies
Ela Jutek
istri mu kan emang keras kepala pak bos, sabar sabar saja🙄
Ela Jutek: Aamiin
total 8 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
si Bagas mulutnya enteng banget, ya kali orang tatap²an dikira gay😩
Ela Jutek
wow keren
Ela Jutek
nggak lope you too deh Al, kamu jahat soal nya
Ela Jutek
masa gak percaya sama Bagas sih Fay
Ela Jutek
war biasa kamu Al🙄
Ela Jutek: semuanyahh
total 2 replies
Ela Jutek
eh si mantan toh
Ela Jutek: harus dan kudu
total 6 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
kira² siapa yg ngikutin Rey sama Bagas ya🤔 apa jgn² Al 😳
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
Bagas Lo gila hah, bisa²nya ngajakin Rey ke bar😒
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
sebentar ini rapat macam apa? perasaan biasanya kalau rapat tahunan ya gk ada pesta khusus istri para pengusaha gini🙄
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
jangan bilang itu si Al🙄 please lah Asma udh bener² di kamar ngapain keluar sih 😩
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
please lah Al, yg Lo harapin tuh udh punya suami, jadi mustahil buat balik sama Lo mana dia lagi hamil juga kan🙄
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
hm, kayaknya Bagas masih ragu buat melangkah ke hubungan yg lebih serius☺️
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
mulai posesifnya, kayaknya Bagas emang hobi sembunyiin masalah, sesekali harus dikasih pelajaran 🙄
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
mau gk mau harus balik ke Jakarta kan, lagian mau sampai kapan menghindari masalah? apa di rapat tahunan itu nantinya Rey ketemu sama Al🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!