NovelToon NovelToon
Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali

Status: tamat
Genre:Budidaya dan Peningkatan / Spiritual / Epik Petualangan / Ruang Bawah Tanah dan Naga / Akademi Sihir / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:45.1k
Nilai: 5
Nama Author: made kusuma

Be Remake version from 'menjadi naga Satukan Dunia!'


ini adalah cerita dimana dunia yang menjadi begitu berbeda, namun pada awalnya menjadi satu. Meskipun berbeda, namun aturan tetap sama. Yang terkuat akan berkuasa dan Yang lemah akan tertindas.

Terpisahnya kedua belahan dunia ini telah membuat dunia ini sangat tidak stabil. Untuk itu, harus disatukan kembali. Tetapi, bagaimanakah caranya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon made kusuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3.pertemuan tidak terduga

Pagi hari telah tiba, Micah bersama yang lainnya tengah bersiap-siap menuju hutan Privera. Dalam hati dia menghela nafasnya, tidak menyangka Raven datang dan memintanya untuk ikut serta. Sulit untuk menolak permintaan Raven karena pada dasarnya, Micah sesungguhnya mencintai gadis yang setahun lebih tua darinya itu.

Di sisi lain, Micah sedikit kebingungan juga terhadap reaksi kakaknya kemarin, seolah olah ada yang disembunyikan darinya. Micah hanya bisa menghela nafas pelan saat ini, karena tidak mungkin bertanya lebih jauh karena ujung, mereka pasti akan mengarang jawaban. Lebih baik, menunggu waktu yang tepat untuk membongkarnya.

"Jack, aku merasa kita tengah diawasi," ucap Raven pada Jack dengan matanya yang tidak henti hentinya celingak celingkuk ke berbagai arah. Posisi mereka yang berdekatan membuat Micah terasa terbakar oleh api cemburu, namun Dia tahu, mustahil untuk mendapatkan gadis berambut merah itu.

"Aku juga kerasa begitu. Sepertinya kita harus berwaspada," jawab Shara

"Aku lihat di sekeliling tidak ada apapun. Apakah kalian bercanda?" tanya Collete

"Shirt! Kau sama sekaligus merasakannya?" tanya Risk sambil memukul pelan kepala Collete.

Mendadak Micah menyadari sesuatu. di seberang sana terlihat seekor kucing yang tengah terduduk, menurutnya sangat aneh. Seekor kucing hitam yang memiliki lonceng layaknya genta tengah asyik tengah menatapnya. Entah kenapa Micah merasa Kucing itu sangat Familiar.

Kucing itu kemudian mulai bangkit dari pose duduknya, lalu segera meninggalkan tempat itu. Itu seperti magnet yang membuat Micah mulai mengikuti kucing aneh itu sejenak, melupakan bahwa dia telah terpisah dari rombongan karena memang dia berjalan di urutan paling belakang.

Micah mulai tersadar setelah mengikuti Kucing itu begitu jauh, dimana dia telah pergi begitu jauh meninggalkan kelompoknya. Perasaan gundah mulai menghantui dirinya. Namun mendadak Kucing itu mengeong, yang membuat Micah kembali menatap kucing itu yang terus berjalan pelan semakin ke dalam hutan.

Micah mulai mengikutinya lagi, sampai mereka tiba di sebuah desa yang telah hancur. Sekali pagi, Micah seolah mengingat desa ini. "Kenapa desa ini terasa familiar? Eh, tunggu.Desa ini sama persis seperti di mimpiku.

Mendadak, hujan mulai turun dengan lebat, membuat Micah dan Kucing itu berlarian menuju seb8uah rumah yang sebagian telah hancur untuk berteduh. Kini Kucing itu terlihat menggigil, Membuat Micah merasa tidak tega lalu segera mengambil handuk di ransel kulitnya, lalu mengelap seluruh tubuh kucing itu yang kini berada di pangkuannya.

Dia mulai merasa cemas, berharap semua rombongan tadi baik baik saja. Seketika rasa kantuk menyerangnya, yang membuat Micah segera tertidur dengan posisi bersandar di Pilar rumah.

Setelah beberapa waktu berlalu, hujan telah reda. Micah terbangun dengan perasaan pusing. Matanya terasa berat, dan dia merasakan bahwa dia telah tertidur cukup lama. Dia mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Kucing hitam, desa hancur, dan rombongan temannya. Micah merasa khawatir tentang nasib mereka.

Saat dia mencoba bangkit, dia menyadari bahwa kucing hitam yang dia temui tadi kini berada di hadapannya, lalu mengeong sekali lalu segera pergi. Entah kenapa Micah merasa ingin selalu mengikuti kucing itu kemana pun itu pergi.

Micah mulai bangkit dari tempat duduknya lalu mengikutinya. Begitu sampai di suatu tempat dengan danau kecil di hadapannya, Kucing itu telah tidak kelihatan dari tempatnya. Itu membuat Micah mendadak kebingungan kembali, lalu dia celingak celingus sambil mendekati danau itu. Namun mendadak terdengar suara perempuan yang tertawa.

"Kau mencari seseorang? Aku ada di sini."

Micah mulai terkaget, lalu menatap danau itu yang ternyata ditemukan Kristal raksasa, begitu menatap sampai ke atasnya, dia menemukan Sosok gadis Bertelinga kucing yang sama persis di mimpinya, hampir tiada bedanya.

"Bagus, nak. Akhirnya kau pulang juga, apakah kau kau datang sambil membawa Stuff, seperti Firework dan Dancing Bear, huh? Tetapi aku ucapkan selamat datang kembali padamu."

Dia melompat turun dari atas Crystal itu lalu menunjukkan kemampuan akhirnya yang luar biasa, dimana kakinya mampu melayang di atas air dengan begitu menakjubkan. Kemudian, dia mulai mendekati Micah, lantas segera memeluknya erat.

"Aku telah menunggu lama disini untuk menunggu kepulanganmu, Putraku."

Micah merasa campur aduk oleh semua yang terjadi. Gadis bertelinga kucing itu tampak sangat mirip dengan sosok yang pernah muncul dalam mimpinya. Dia merasa seperti dalam cerita dongeng yang sangat nyata.

"Dia berbicara seperti mengenaliku dan bahkan menyebut aku putranya," gumam Micah dalam hati.

Gadis bertelinga kucing itu kemudian melepaskan pelukannya, lalu tersenyum, namun terlihat air mata di sudut matanya, dengan tatapan penuh kerinduan yang menumpuk di benaknya. Seketika Micah mulai tersadar, sebelumnya makanya telah menyembunyikan sesuatu saat menceritakan soal mimpi itu, dan sekarang gadis ini telah muncul di hadapannya. Apakah ini pertanda semua rahasia akan terbongkar di sini?

"Ayo pulang, Putraku. Akan aku masukkan masakan yang lezat untukmu, pasti kau merasa lapar."

Micah mulai mengikutinya kemana gadis itu pergi. Entah mengapa, hati ini juga terasa terisak dengan penuh kerinduan. Micah mulai memahami, pasti Semuanya akan terungkap di sini.

Micah mulai mengerutkan kening saat Gadis ini memasuki perkampungan yang sudah runtuh ini, namun Micah juga tidak mau bertanya cukup banyak. Terlihat, gadis itu memasuki rumah yang tadi dia tempati untuk berteduh. Jadi ini rumahnya?

"Maaf, putraku. Disinilah rumah kita, memang sedikit hancur."

Micah menatap rumah itu dan entah mengapa dia kembali bernostalgia, merasa dejavu. Micah mulai kembali teringat di mimpinya bahwa dia memang di rawat di rumah yang setengah hancur ini.

"Anu ... ibu. Sebenarnya apa yang terjadi di sini?"

Gadis itu terdiam deh, mendengar kata 'ibu membuat hati gadis bertelinga kucing itu terasa sangat terharu. bagaimanapun, dia telah membesarkan bayi itu selama 3 tahunan, belum sekalipun dia mendengar kata itu karena masih kecil. Namun sekarang telah berbeda.

Dia telah terpisah selama sebelas tahun lamanya dan begitu bertemu kembali dan sudah dipanggil ibu, itu membuatnya pengorbanan selama ini tidak sia sia. Micah sendiri juga agak kebingungan, mengapa mulutnya begitu spontan memanggilnya ibu.

"Apakah kedua pasutri itu menceritakan tentangku padamu?"

"Pasutri?"

Melihat rawut wajah Micah yang terlihat tidak berbohong membuatnya sedikit menghela nafas pelan. Dia langsung paham bahwa kedua pasutri itu telah menyembunyikannya dari bocah ini. Tetapi, jika itu benar, bagaimana putranya ini bisa memanggil nya ibu jika tidak seorang pun yang memberitahu soal itu?

"Bagaimana kau tahu aku ibumu?"

Micah terdiam sejenak, kemudian mulai menceritakan mimpinya. Dia kerasa bahwa itu bukan mimpi belaka, melainkan masa lalunya sehingga Gadis bertelinga kucing itu merasa bersyukur karena dia tahu bahwa itu karena takdir yang melakukannya.

ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

1
malest
bagus 👍
malest
bagus
Abi
susah di ingat nama tempat nya thor
Wind Sana: harap dimaklumi karena fantasi semacam ini tergolong baru.
total 1 replies
@Adeline
Aku Mampir
@Adeline: sama-sama
total 2 replies
Ryunivers
mawar buat karya menarik ini
Wind Sana: terimakasih atas kunjungan dan dukungan terhadap karyaku. mohon maaf jika saat membaca, di episode 50-60 Ke atas itu hanya terdapat adegan Filler
total 1 replies
sukses ya ka
Blue
semua nya pada baperan
Blue
Orng dewa terlalu ikut capur urusan anak muda hadehh
Wind Sana: hahaha, sebagai seorang dewi yang kesepian.
total 1 replies
Blue
bukankahc nya juga baperan? knpa solah olah yg cuma Dia? heran
Wind Sana: iya sih, tetapi Collete dan Raven tidak
total 1 replies
Blue
Lama lama jadi bosen sendiri sama mc nya
Wind Sana: lompat episode saja bang, soal nya ini scene Filler bukan Cannon
total 1 replies
Blue
Cuma grgr bercanda aja sampe di bikin rumit masalah nya-_
Blue
Najia jadi cowok baperan bgt,ending jadi cewe aja mc nya
Wind Sana: masih filler bang, coba langsung lompat episode saja bang
total 1 replies
Blue
Baperan amat jadi cowok😪
Wind Sana: ya, mau bagaimana lagi. saat memikirkan main Fighting begitu susah, tetapi sangat tidak menyukai ketinggalan update, oleh karena itu mengapa episode filler ini diciptakan. mohon maafkan kemampuan author yang tidak mampu menyuguhkan cerita Sacred Valley ini dengan baik
total 1 replies
Blue
bukankah master nya terlalu memaksakan kehendak orng lain?
Wind Sana: bagaimana pun hanya Dia yang bisa mengatasi tingkah bandel Pete, jadi ya mau bagaimana lagi
total 1 replies
Mommy Ai💙
mampir thor
ʀᴏʀᴜⁿʸᵃᴇɴᴏᴋʏ
Thor perutku
Wind Sana: kenapa??
total 1 replies
ʀᴏʀᴜⁿʸᵃᴇɴᴏᴋʏ
wih bisa di bilang sepuh umur segitu..
Wind Sana: ya bagi manusia. bagi siluman sih masih remaja namanya
total 1 replies
ʀᴏʀᴜⁿʸᵃᴇɴᴏᴋʏ
Imajinasi author buat alur cerita keren amat😁☝️👌
Wind Sana: terimakasih atas kunjungan dan dukungan terhadap karyaku
total 1 replies
ʀᴏʀᴜⁿʸᵃᴇɴᴏᴋʏ
momongannya kasian jdi rebutan..
ceritanya menarik..
Wind Sana: btw sankyu atas dukungannya terhadap karyaku, walaupun jalan ceritanya acakadul
total 2 replies
ʀᴏʀᴜⁿʸᵃᴇɴᴏᴋʏ
bagus novelnya.. recommend banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!