Summer Rindu Mahawira adalah bungsu dari empat bersaudara. Meninggalkan Indonesia menjadi pemberontak di keluarga Mahawira. Melepaskan impian Adyuta Mahawira, papanya dan menjalani hidup sebagai seniman.
Sementara ada Jason Cyrus Udayana sahabat kakak ketiganya Sean Alexi Mahawira yang tidak lelah mengejar Summer.
Kemudian di New York Summer bertetangga dengan pria berwajah mirip dengan Nicholas Saputra.
Selalu ada drama !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laplusbelle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Forever Love
Summer seolah menjadi titisan Lady Diana, istri Pangeran Charles. Bedanya ibu kandung dari Pangeran William dan Harry tersebut berasal dari keluarga kerajaan Inggris yang dijodohkan dengan putra mahkota kerajaan Inggris. Sementara ia adalah wanita biasa dari Asia Tenggara, yang sangat sangat beruntung bisa membuat jatuh hati seorang putra mahkota kerajaan Skotlandia. Lord Robert Finlay of Mersia.
Wanita yang pernah dipaksa menikah itu pasrah dalam tangan puluhan ahli rias yang bergantian maju memoles alat makeup pada wajahnya. Hari ini adalah pesta pertunangannya, Summer akhirnya berpindah sesaat di Palace, demi hari bahagianya. Di sini ia harus menjaga tata krama tinggi, berbicara sopan kepada Finlay dan Riley, tak ada canda tawa berlebihan seperti di kediaman Bibi Anne.
Di Palace Summer menempati kamar khusus yang menurut maid-nya dulunya di tempati mendiang permaisuri ketika hendak melahirkan Finlay. Summer dihadapakan oleh berbagai aturan kerajaan, termasuk ia seharusnya tidak banyak bertemu dengan Finlay, namun tunangan tampannya tetap saja menyelinap saat larut malam ke dalam kamarnya.
Kedua manusia yang dilanda asmara tersebut tidak bisa terpisahkan, terlebih Finlay. Sang putra mahkota sedang tergila akan tubuh indah Summer. Ya, mereka telah tidur layaknya sepasang suami istri. Mengingat malam
itu, Summer sempat ragu dan takut namun ia pun terlena akan sentuhan Finlay. Wanita yang sempat trauma dengan hubungan itu, dengan kekasihnya Summer mendapatkan kepuasan tanpa sesal. Ia menikmatinya. Sangat!
“Lady, saatnya menganti gaun.” Ucap penata rias yang semuanya mengenakan kemeja berwarna putih dan celana bahan berwarna hitam.
Jemari Summer diraih dengan lembut untuk berdiri, wanita tersiakan oleh keluarga Mahawira menjelma putri dalam satu pandangan mata putra mahkota.
Gaun berwarna maroon dari bahan pilihan melekat indah pada tubuhnya, Summer berdecak kagum dalam hati. Bayangan tubuh bak putri di dalam cermin besar di depannya, seolah tokoh putri dalam dunia Disney.
“Sempurna.” Ucap salah satu perias diikuti anggukan teman-temannya.
“Lady Summer sungguh menakjubkan.” Puji perias berambut coklat terang.
“Terima kasih.” Sahut Summer ramah, ia mengukirkan senyuman merekah yang membuat perias tersebut tersipu malu.
“Kami mendoakan Lady Summer dan Lord Finlay akan selalu berbahagia berpuluh tahun ke depan.” Ucap perias bergerak menggenggam jemari wanita cantik dalam gaun menakjubkan itu.
Pegawai kerajaan menjeda kehangatan di ruangan mewah milik mendiang permaisuri “Tugas kalian sudah selesai, sebentar lagi Lord Finlay akan menjemput Lady Summer.” Ucap sopan wanita berusia 30 tahunan dalam seragam
Palace, kemeja putih beraksen emas dengan celana berwarna chopper, sepatu berheels pendek.
Mendengar perkataan pegawai kerajaan, sontak para perias membereskan peralatannya. Tak lama kemudian Summer ditinggalkan seorang diri, sang lady duduk dengan anggun pada french loveseat yang kemungkinan berasal dari abad ke 19. Itu hanya terkaan Summer, karena ia tidak pernah melihat kemegahan klasik seperti itu sebelumnya.
Daun pintu setinggi dinding terbuka, sosok tinggi bersuit hitam dengan dasi hitam melangkah dengan elegan. Lord Finlay mengembangkan senyuman “Kekasihku, kau menakjubkan !” serunya memuja wanita yang langsung
berdiri dan ikut melangkah mendekat.
“Finnie.” Gumam bahagia Summer ketika pria tampan berwangi hutan setelah hujan turun, mendekapnya dengan hati-hati seolah ia adalah porselen bernilai ratusan juta poundsterling.
“My Lady, aku mencintaimu.” Finlay menarik pelukannya dengan perlahan.
Summer berbinar bahagia mengumamkan kata cinta kepada kekasihnya. Finlay berbalik ke arah pintu, dua pegawai kerajaan berjalan mendekat dengan baki berwarna emas .
“Seorang lady harus menyempurnakan dandanannya.” Finlay memerintahkan kedua pengawai kerajaan untuk memasangkan tiara, kalung, anting berlian dan mutiara.
“Perhiasan ini adalah salah satu milik ibu dari banyak koleksinya, sekian lama di tempat penyimpanan akhirnya ada wanita yang sempurna menjadi pewarisnya.” Ucap Finlay menatap Summer yang menangkup bibirnya, ia sekilas menggelengkan kepala saat pandangan mata mereka bertemu.
“Jangan menangis, Darling. Tidak selama aku masih hidup dan berada di sampingmu.”
Summer menganggukkan lemah kepalanya, sepenuh hatinya telah menjadi milik pria bermanik hijau tersebut. Pun tubuhnya.
…
Finlay mengenggam jemari Summer yang tak henti menghela napas melalui bibir terpoles warna maroon, sungguh menggoda.
“Tarik napas panjang, My Lady.” Bisik pelan Finlay ketika mereka berada di selasar menuju tangga yang akan mengarahkan ke tempat para tamu dan anggota keluarga kerajaan menunggu bintang utama malam itu.
“Aku sangat gugup, sayang.”
Finlay mengulum senyuman dengan mata berbinar “Ada aku di sampingmu. Kau akan terbiasa, Darling. Ini hidupmu, takdirmu.”
Summer membulatkan manik hitam ketika menarik napas panjang, Finlay terkekeh ringan.
“Aku siap.” Ucap Summer optimis
“Itu kekasihku yang sebenarnya.” Bisiknya mengindahkan puluhan pegawai kerajaan yang berbaris merapat pada kedua sisi selasar.
“Aku mencintaimu Lord Robert Finlay.”
Finlay mengembangkan senyuman lebar menoleh menatap penuh kasih “Aku pun begitu, Lady Summer.”
Ratusan pasang mata menatap pada pasangan yang tercipta dari surga Tuhan, decak kagum beserta tepukan tangan mewarnai malam yang semakin semarak.
“Ladies and gentleman. Lord Robert Finlay of Mersia dan tunangannya Lady Summer Rindu Greyhart.” ucap pembaca acara kerajaan melalui pengeras suara.
Tepukan tangan semakin meriah mengiringi langkah kaki pasangan yang menjadi sorotan, nampak sang raja Edward of Mersia beserta permaisuri mengulas senyuman bahagia. Summer pun bisa melihat sahabatnya dalam
gamitan tangan Riley, masih belum ada kabar gembira dari kedua orang terkasihnya itu.
Selama 90 menit berikutnya, Summer dikenalkan secara bergiliran kepada anggota keluarga kerajaan. Sebagian besar menerimanya dengan senyuman hangat, namun beberapa orang seolah iri dengan posisi Summer. Keluarga jauh tentunya para wanita sebaya Lord Finlay. Wanita yang kemungkinan besar berharap dijodohkan dengan sang pewaris mahkota.
Summer tidak mau ambil pusing, bagaimana pun ia adalah pemenangnya. Mereka boleh saja iri hati, hal lumrah jika seorang wanita menaruh hati namun tidak tercapai. Summer tetap dalam misinya, mengembangkan senyuman
hangat kepada siapa pun menjadi berdiri di depannya.
“My Lady, kenalkan sahabatku. Aku mungkin seorang putra mahkota, memiliki sebuah kerajaan. Namun pria tampan di depanmu ini memiliki dunia. Adrien Pranaja, pria terkaya dunia beserta istrinya Isla Bohemia. Kau juga
akan menyukai kabar ini, wanita cantik di depanmu berasal dari negara yang sama, Indonesia.” Ucap Finlay kepada Summer yang kemudian terpekik senang menatap wanita bergaun biru nan indah, senyuman indah ketika pandangan mereka saling bertemu.
Pria mengenakan suit hitam terkekeh “Kau terlalu melebihkan, temanku.” Ucap Adrien memberikan pelukan hangat Finlay.
“Begitulah kenyataannya, teman.”
Summer menerima kedua jemari wanita cantik yang memiliki senyuman yang sangat indah, ia terkagum dalam hati.
“My Lady, perkenalkan nama saya Isla Bohemia. Ya benar saya berasal dari Indonesia, tepatnya di Bali selama 18 tahun.” Ucap wanita pemilik senyuman indah dengan sopan
“Oh Tuhan, mulai hari ini kita adalah sahabat, karena laki-laki kita pun bersahabat. Isla, jadilah temanku ?” pinta Summer mengeratkan genggaman tangannya.
Isla mengganggukkan kepala dengan senyuman lebar “Ya, tentu saja, My Lady.”
Summer menggelengkan kepala “Tidak, Isla. Panggil aku Rindu.
Itu namaku.” Ucapnya bergerak memeluk tubuh wanita yang lebih dari darinya. Summer hanya bertinggi 169 cm, ia pun menerka mereka berselisih sekitar 5-6 centimeter.
“Kau sungguh baik , Rindu.”
Summer tertawa kecil menjaga sopan santun dengan menutup bibirnya “Kau pun begitu, babe.”
Isla bergerak ke bagian sisi kanan telinga Summer “Kita adalah wanita-wanita Indonesia yang beruntung. Apakah kau pernah bermimpi akan menikahi dengan seorang pangeran ?” bisiknya mencandai teman barunya.
Tunangan sang putra mahkota kembali terkekeh ringan “Tidak pernah sekali pun memikirkan ini akan terjadi di hidupku. Aku dulunya berada dalam penjara bernama keluarga. Aku pikir seumur hidup akan berada di tempat itu. Untungnya aku memiliki teman yang sedikit itu, tapi sangat membantuku. Dan inilah aku sekarang, Isla. Di posisi sebagai tunangan putra mahkota Kerajaan Mersia.”
Kedua tangan Summer dan Isla masih saling bertautan erat, senyum tak lepas dari bibir keduanya.
“Rindu, jika kau menginginkan bantuan dariku. Apapun itu, babe. Telepon aku. Selain menjadi istri pria tampan di belakangmu itu, aku sangat pandai menghancurkan seseorang. Maksudku seseorang yang jahat.” Bisiknya di
telinga Summer.
Manik hitam Summer melebar, perkataan Isla mengingatkannya pada seorang pria “Tunggu ! aku pernah melihatmu, babe.” Seru Summer meraih jemari kiri Isla, wanita cantik itu ikut membulatkan matanya.
“Navarro. Kau Isla Bohemia Navarro.” Serunya dengan berbinar
“Hei Rindu, aku tidak menyebutkan nama lengkapku. Bagaimana bisa kau tahu, babe ?”
Summer memamerkan gigi putih berderet rapi seperti kilauan tiaranya “Aku pernah bertemu dengan adikmu. Dia menolongku di New York. Kata-kata kalian persis. Kai Navarro, ya.. Pria mempunyai rambut putih dan sangat hebat
merobohkan para penculik hari itu, babe. Kai memperlihatkan foto keluarganya. Aku mengingatmu, karena kau tampak berbeda di foto itu. Maksudku di antara keluarga kalian.”
Keduanya pun tertawa, kembali Summer memeluk Isla “Sepertinya kita berjodoh, babe.” Ucapnya riang
“Ya.. aku sangat percaya akan jodoh, Rindu.”
Dehaman pelan menginterupsi kedua wanita cantik tersebut “Maafkan aku ladies. Istri temanku yang cantik, aku meminjam tunanganku sebentar. Nanti kalian bisa berbincang lagi.” Ucap Finlay sopan
Isla menganggukkan kepala “Aku takut kita tidak bisa bertemu lagi setelah ini, babe. Tamumu sangat banyak. Tapi ingatlah untuk meminta nomer ponselku. Aku akan menjadi penolongmu, sama seperti adikku. Kami mempunyai ilmu yang tak jauh beda.” Bisiknya dan mengakhiri pelukan dengan kecupan di pipi kanan Summer.
Wanita yang beralih dalam gamitan tangan Finlay menganggukkan dengan kuat menatap sahabat barunya yang sangat ramah dan mempunyai jiwa yang tangguh.
Finlay tersenyum lebar melihat kekasih hatinya semakin berbahagia, terbukti raut wajah Summer bersinar melebihi kilauan cahaya puluhan candelier di ruangan tersebut.
“Terima kasih, sayang. Mengenalkan aku dengan sahabatmu.”
Finlay menghela napas ringan “Aku masih mempunyai satu kejutan untukmu, Darling.” Ucapnya tetap menuntun langkah Summer ke arah bertolak belakang dari tempat mereka bersua dengan Adrien dan Isla.
Langkah Summer terhenti, tangannya meremas lengan kekasihnya. Pandangannya mengabur setelah melihat dengan jelas kejutan dari Finlay. Pasangan yang tersenyum dengan bibir bergetar bergerak cepat mendekati
Summer.
“Kak Rumi.” Pekik tertahan Summer memeluk kakaknya. Puri istri Samuel Rumi mengenggam jemari Summer.
“Kau sangat cantik, Rindu.” Gumam lirih Samuel tidak bisa menahan cairan bening dari pelupuknya. Ia teramat merindukan adik bungsunya.
“Kak Rumi, aku sangat merindukan kalian berdua.”
Samuel tertawa kecil sembari mengusap air mata bahagia “Wajar kau rindu, adikku. Namamu Rindu !”
Summer mengurai pelukan menatap wajah kakaknya dengan bibir merenggut “Lelucon yang sama,kak.” Rajuknya manja. Puri mengambil kesempatan itu menyeka air mata Summer dengan sapu tangan.
“Jangan menangis, Rindu. Tidak selama pesta ini masih berlangsung. Kami akan berada di Mersia hingga pesta pernikahanmu, dek. Jadi tahan air matamu.” Ucap Samuel lembut. Ucapan yang kemudian diiyakan oleh Puri,
istrinya.
Summer mengembuskan napas dalam “Kak Puri sangat kuat.” Ucapnya sambil menaruh tangan pada perut buncit kakaknya “Berapa bulan ?”
Wanita bergaun warna coral tersebut mengulas senyuman lebar “Jalan 6 bulan, Rindu.” Puri memeluk adiknya penuh cinta. Baik ia dan suaminya, sangat bersyukur bisa melihat Summer yang ringkih dalam gendongan Samuel berapa bulan lalu, kini dalam situasi yang sangat jauh berbeda.
“Terima kasih, Lord Finlay.” Ucap tulus Samuel menjabat tangan putra mahkota dengan mantap.
Finlay tersenyum lebar “Finnie, tanpa gelar. Begitu seharusnya seorang kakak memanggil adiknya.” Ucap sang putra mahkota memeluk hangat kakak tunangannya. Pria yang sangat berjasa dalam kehidupan asmaranya.
Samuel menggelengkan kepala tidak percaya, sebelumnya ia hanya mendengar pujian akan keramahan pria yang menjatuhkan pilihan kepada adik kandungnya. Sungguh nyata. Pria yang sangat sempurna, dia memiliki segalanya, kesopanan tingkat tinggi, harta, tahta dan wanita yang diangkat dari kubangan masa lalu keluarga mereka.
Summer berkilau bak berlian di tangan Finlay, tak ada satu pun yang memandang rendah adiknya.
“Mari kita bergerak ke pintu samping, pesta kembang api akan dimulai sebentar lagi.” Ucap Finlay kepada Summer, Samuel dan Puri.
Ia pun menggamit tangan kekasih hatinya. Pasangan berbahagia itu bergerak dalam tatapan mata semua tamu pesta. Finlay sekilas melihat melirik wajah Summer, wanitanya yang mengembangkan senyuman merekah.
“Malam yang sempurna.” Ucap Finlay
Summer menganggukkan kepala “Salah satu malam yang tidak akan pernah kulupakan, My Lord.”
Finlay tertawa jahil “Pasti yang menjadi urutan pertama adalah malam itu.”
Summer tersemu merah dan menggigit bibirnya lalu menganggukkan kepala tanpa ragu, pria bermanik hijau itu tergelak tawa, suara yang kemudian menjadi perhatian orang-orang
“Apakah kau lelah, My Lady ?” bisiknya dengan merundukkan badan pada indera pendengar kekasih cantiknya
Summer menggelengkan kepala, kembali Finlay tertawa. Suara riang menjadi melodi indah bagi Summer.
“Aku mencintaimu, Finnie. Selamanya.” Ucap Summer ketika tubuh mereka berdiri bersisian menatap jutaan cahaya berpendar indah di langit Mersia.
Finlay mendengar ucapan pelan Summer lalu menoleh “Selamanya, Darling. Bahkan di kehidupan berikutnya kita akan tetap bersama. Takdir kita tertulis di buku leluhur Mersia, jauh sebelum era ini. Percayalah.”
Manik hitam Summer ikut berpendar layaknya cahaya kembang api mendengar penuturan sang putra mahkota. Pastinya Tuhan melihat kebahagiaannya malam itu, malaikat pun hadir bersamanya.
Takdir indah telah tercatat di buku kehidupan sebelum kelahirannya di muka bumi, perlu melewati jalanan berkarang untuk mencapai tempatnya sekarang. Sepadan, mungkin. Summer sedikit meragu. Wanita memejamkan mata memanjatkan doa.
Apa yang menjadi masa lalu, tidak akan pernah lagi hadir di masa depannya.
…
Pria mengenakan coat hitam dan celana bahan hitam, rahangnya mengeras menyaksikan dari kejauhan pesta kembang api mewarnai langit Skotlandia utara.
“Aku membiarkanmu merayakan malam ini, Rindu-ku. Tunggu kita pasti aku bertemu kembali. Dan saat itu, tidak pintu bagimu untuk melarikan diri lagi.” Geram Jason Udayana dengan amarah yang menguasai pikiran, jiwanya.
“Tak lama lagi. Aku bisa memelukmu, Rindu-ku.”
###
Lord Finlay
alo kesayangan 💕,
jangan terlalu membenci Jason, nanti kalian jatuh cinta.. author tidak bisa menolong jika itu terjadi 😂😂😂
apa kabar kalian, masih kuat puasanya? 😄
[macam nanya ma anak TK]
buat semuanya, tetap sehat tetap menjaga kebersihan, terlebih yang masih beraktifitas di luar..
[btw, novel Kai belum lolos.. yep.. Kai Navarro kita, pewaris Black Panther] sabar menanti, kesayanganku ♥️
love,
D 😘
Tamat baca utk yg kedua kalinya ...
Dan tetap rinci baca dari tiap episode ....
Abis ini baca lagi Jace, Axel, Kai ...
Semangat author .... 🌹
who are you..?
D...
D...
D...
mm...
mm...
.....
mr. HB is back..!!
...
hiks..hiks..hiks...
huuuwaaa.....aaa...