setelah kehilangan kedua orang tuanya, Tasya yang sedang terpuruk tak sengaja bertemu dengan Ifan, seorang ceo dari perusahaan Tosung grup. dia pikir pertemuan mereka dapat membuatnya hidup bahagia, namun ternyata bukan kebahagiaan yang menghampiri hidupnya tapi kesengsaraan dan penderita yang ia dapatkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choi min Ah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teman SMA
Ifan kembali ke kantor untuk bekerja. Setelah itu Tasya memutuskan untuk pergi berbelanja karena bahan masakan di rumah sudah habis
saat di dalam bis tasya duduk di belakang dan memandangi pemandangan dari luar jendela
Betapa indahnya pemandangan di pagi hari, Tasya tersenyum menyambut paginya yang indah. Setelah kejadian tempo hari yang membuat hatinya hancur, kini dia mulai yakin dan mempercayai Ifan sepenuhnya
"Sepertinya aku menyukai dia lebih dari yang aku bayangkan" gumam Tasya sambil tersenyum. Setelah sampai bis pun berhenti di halte berikut nya. Lalu, semua orang turun begitu juga dengan Tasya
" Sudah pukul 9 Lewat, aku harus cepat" ucap Tasya lalu berjalan dengan buru buru. Ketika dia sedang berjalan dia melihat orang-orang berkerumun di tepian jalan
"Ada apa pagi pagi seperti ini" timpal Tasya lalu menghampiri kerumunan tersebut. Ternyata pagi itu ada sebuah kecelakaan, memang tidak parah tapi akibat kecelakaan tersebut jalanan menjadi macet lantaran orang-orang yang berkerumun. Saat dia menerobos masuk ke dalam kerumunan Tasya melihat seorang pria yang tergeletak dan di bantu oleh beberapa orang
Pria tersebut di angkat ke tepi jalan, Tasya tak bisa melihat wajahnya karena masih tertutup dengan helm
"Tidak papa, aku baik baik saja. Tadi motor ku hanya tergelincir karena jalanan yang licin" ucap pria tersebut sambil berdiri. Setelah itu orang pun mulai meninggalkan nya karena melihat dia memang baik baik saja
"Syukurlah, lain kali hati hati" ucap seorang pria
"Ah iya pak, maaf sudah membuat kekacauan di jalan" timpal pria tersebut, dan Ketika dia membuka helmnya Tasya terkejut melihat pria tersebut
"Helmi!" Ucap Tasya kaget. Pria tersebut sama kaget nya ketika melihat Tasya berdiri di hadapannya. Dia tak menyangka jika dia bisa bertemu dengan Tasya setelah 5 tahun lamanya
Ahirnya mereka pun berbincang di sebuah tempat duduk di pinggir jalan. Tasya tak menyangka dia bisa bertemu lagi dengan Helmi setelah 5 tahun berpisah
"Aku dengar orang tua mu meninggal karena kecelakaan" tanya Helmi. Tasya hanya tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya. Dia tersenyum dan mengatakan walaupun kedua orang tua nya sudah meninggal tapi mereka masih hidup di dalam 'hati nya
"Iya kau benar, bibi dan paman akan tetap hidup di dalam hati kita" timpal Helmi tersenyum. Helmi adalah Kaka kelas Tasya dan merupakan teman dekat Tasya ketika ia masih duduk di bangku SMA, dia juga lah yang menjaga Tasya dari gangguan orang orang yang ingin mengganggu nya
Karena sering bertemu dan mengantarkan Tasya pulang, orang tua Tasya juga akrab dengan Helmi. Bagi Tasya, Helmi adalah sosok Kaka yang sangat ia sayangi. Dia beruntung bisa bertemu dengan Helmi dan berteman dengan nya
Namun setelah Helmi lulus SMA dia di kirim oleh kedua orang tuanya ke Inggris untuk melanjutkan studinya. Karena itu lah mereka berpisah, dan sekarang mereka kembali bertemu setelah 5 tahun lamanya
"Maaf, saat kau sedang terpuruk aku tidak ada si samping mu untuk menghibur mu" gumam Helmi
"Tidak papa.sekarang kan kau sudah ada jadi kau bisa menghibur ku lain waktu" balas Tasya. Dia tersenyum melihat Helmi karena dia belum berubah dari dulu, sifatnya yang baik hati dan lembut membuat siapa saja pasti nyaman berteman dengan nya
"Apa kau yakin baik baik saja, seperti nya lutut mu terluka. Itu lihat celana mu robek" celetuk Tasya. Helmi haru Sadar Jika celana nya robek di bagian lutut, dan setelah di liat ternyata lututnya memang terluka
"Ah benar, padahal tadi aku tidak merasakan apapun. Setelah duduk dan berbicara padamu, rasa sakitnya mulai terasa" ucap Helmi. Kemudian saat Helmi hendak berdiri dia kehilangan keseimbangan nya dan oleng, refleks Tasya langsung menangkap Helmi yang hendak terjatuh
"Kau tidak papa kan" tanya Tasya khawatir. Helmi merintih kesakitan saat dia berdiri, dia mengatakan jika kaki kanannya sakit
Mereka pun ahirnya memutuskan untuk pergi ke rumah sakit dan memeriksanya lututnya. Dan setelah di periksa dokter mengatakan ada retakan di kakinya dan harus memakai gips
"Ah sial. Padahal aku baru saja pulang ke sini setelah 5 tahun pergi" timpal Helmi kesal
"Hey apa orang tuamu ada di sini?" Tanya Tasya tak tau
"Tidak, mereka ada di Inggris jadi aku pulang setelah menyelesaikan tugasku" balas helmi. Setelah itu Tasya pun mengantar kan Helmi pulang ke rumah nya
"Terimakasih sudah mengantarkan aku pulang" Tasya melihat ke sekeliling rumah dan tak ada satupun orang di sana
"Kenapa tidak ada siapapun? Kemana para pembantu mu"
"Oh, mereka belum datang. Mereka akan datang besok" jawab Helmi lalu mengangkat kakinya dan meletakan di atas sofa
"Aduh aku lapar" gumam Helmi sambil memegangi perutnya dan tersenyum melihat ke arah Tasya. Dengan wajah datar Tasya pun bertanya apa yang ingin dia makan
"Hehehe kau paling tau, karena di sini belum ada bahan masakan jadi pesankan aku makan, aku ingin makan paha ayam yang di siram dengan saus iga sapi. Emm pasti lezat" ucap Helmi. Tasya hanya terdiam sambil memicingkan matanya dan memesan makanan tersebut
"Oh oh.... Satu lagi" celetuk Helmi
"Apa lagi"
"Jangan lupa minum nya cola" jawab helmi. Tasya hanya menganggukkan kepalanya dan memesan makanan dan minuman yang di minta oleh helmi tadi
"Kenapa ekspresi wajah mu seperti itu, tenang saja aku yang akan bayar makanan nya. Kau juga boleh memesan apa yang kau mau" dengan cepat Tasya menolak nya dan mengatakan jika dia harus pergi untuk berbelanja bahan masakan
"Apa, kau harus pergi"
"Iya. Aku harus pergi. Baiklah aku pergi" saat Tasya hendak meninggalkan Helmi, dia malah terhenti ketika melihat Helmi yang tiba tiba merintih kesakitan
"Aduh aduh... Ahh, sakit sekali rasanya. Ahhh Mau mati aku" rintih Helmi
"Apakah benar benar sangat sakit" tanya Tasya lalu duduk di samping Helmi. Helmi tersenyum dan semkain merintih saat Tasya duduk di sampingnya
"Tentu saja, jika tidak sakit dokter tidak akan memasang gips di kaki ku. Temani aku di sini sebentar saja" ucap Helmi merintih kesakitan
"Kenapa aku harus menemanimu"
"Hey, tidak bisakah kau menemaniku, kau tidak lihat aku sedang kesusahan_- ah dasar menyebalkan" timpalnya. Ahirnya Tasya memutuskan untuk menemani Helmi sampai makanan yang dia pesan sampai
“Ah iya aku haus tolong ambilkan minum” Tasya hanya terdiam menatap helmi yang sedang menyuruhnya untuk mengambilkan minum untuk dirinya
“Plissss” tambah helmi memohon. Ahirnya Tasya mengambilkan minum untuk helmi. Sambil berjalan Tasya terus bergumam
“Ais, lihatlah sifatnya itu, baru juga sampai dia sudah menyuruh nyuruh diriku seperti pembantu. Ah Memang tidak berubah sama sekali sifatnya yang tukang penyutuh itu” timpal Tasya kesal. Tak lama kemudian, makanan yang Tasya pesan pun sampai, lalu Tasya segera menyiapkan nya dan meminta helmi untuk makan agar dia bisa segera pergi
“Kau tidak mau? Yakin” ucap helmi
“Tidak usah, aku tidak lapar” balas Tasya. Saat Tasya menemani helmi, Tiba tiba ponselnya berdering, sontak dia segera mangambilnya dan melihat panggilan masuk dari ifan
“Siapa” jawab helmi. Tasya tak menjawab pertanyaan nya, dia mengangkat panggilan tersebut
“Keluar sekarang. Aku ada di luar!” Ucap ifan dengan nada yang terdengar kesal
“Apa! Ada di Luar” dengan paniknya tasya berlari ke luar rumah. Karena melihat Tasya panik, helmi juga ikut berlari ke luar dengan kaki pincang sebelah. Saat Tasya membuka pintu, terlihat ifan yang sedang berdiri di depan pintu sambil menatap Tasya dengan tatapan tajam dan mengintimidasi
“Dia siapa” ucap serentak dari ifan dan helmi ketika melihat satu sama lain
BERSAMBUNG......
Jan lupa di like komen and vote nya 😊