NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Contest / Nikahkontrak
Popularitas:597k
Nilai: 5
Nama Author: gadissusanti

Plakkkk!!!
Kia menampar pipi ayahnya dengan berlinang air mata.
" Kia tidak akan pernah menuruti semua keinginan ayah, selama ini Kia sangat sabar menghadapi kelakuan ayah. Tapi sekarang?? kesabaran Kia sudah habis, ayahh, sudah habis!! "

Iya, dia adalah Kriya Anastasya, seorang gadis cantik yang akan dinikahkan dengan seorang rentenir duda beranak lima.

Ayahnya yang tega menukarnya hanya demi uang. Apakah itu bisa disebut ayah??

Tapi dengan bantuan Al sang pengusaha terkenal itu, Kia bisa lolos dari pernikahan tersebut.

Yang ternyata Al adalah orang yang pernah menyelamatkan dia dulu, orang yang sangat dingin pikirnya.

Kisah Kia masih berlanjut saat Al meminta Kia menjadi istrinya. Jika Kia menolak permintaannya itu, Al tidak segan-segan menjebloskan kakak dan ayah Kia kedalam penjara.

Tidak ada pilihan lain selain dirinya mengikuti kemauan Al.

Jadi, bagaimanakah kisahnya nanti??
Apakah keduanya bisa memberikan cinta satu samalain, atau malah sebaliknya keduanya tidak bisa mempertahankan rumah tangannya karena ego masing-masing??

Yukk simak kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gadissusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TMDTM BAB#19

Siang harinya.

" Arkhan" panggil Kia dari pintu kamar.

" Mamaaa" jawabnya, Arkhan berlari memeluk kaki Kia karena tidak sampai.

" Arkhan sudah siap?? " tanya Kia melepas pelukan Arkhan.

" Udah, Ma" jawabnya.

Untungnya tadi Kia membuat 3 setel pakaian sekaligus.

" Ayo kita berangkat" kata Kia.

" Bental, Ma. Papa nggak ikut?? " tanyanya.

Kia menjajarkan tubuhnya dengan tubuh Arkhan, " Tidak sayang. Nanti disana kita akan ketemu teman mama, Oke" kata Kia.

" Ohh, gitu ya ma. Baiklahh" jawab Arkhan.

Kia dan Arkhan menuruni tangga, saat sampai diruang tamu Kia berhenti sejenak.

" Mbok" ucapnya.

" Ada apa, Non? " tanya Kia.

" Mbok, Kia mau keluar sebentar. Nanti kalau ada yang nanya jawab aja Kia mau ketemu sama Vira taman Kia."

" Baik, Non" jawab Suti, " Tapi, apa tidak sebaiknya Non bertanya dulu sama tuan??" tanya Suti.

" Tadi pagi Kia udah bilang sama mas Al, tapi nggak tau dia lupa atau tidak. Kia tidak mau menganggu mas Al, dia lagi diruang kerjaan dari sarapan pagi tadi, takutnya ada yang penting, jadi Kia nggak berani masuk, Mbok. "

" Baik, Non" jawab Suti.

" Kia pergi dulu ya, Mbok" pamit Kia.

" Hati-hati, Non."

Didepan gerbang sudah ada ojek yang menunggu Kia keluar.

" Apakah Nbak yang bernama Kriya Anastasya?? " tanya orang itu.

" Iya Mbak" jawab Kia.

Kia langsung mengangkat Arkhan duduk dijok belakang mbaknya itu, setelah itu dia duduk dibelakang Arkhan.

" Udah, Mbak" kata Kia.

" Pegangan ya mbak" ucap orang itu.

Tangan Kia bukan memegang mbaknya itu, tapi dia memegang tubuh Arkhan. Tidak lupa memakai helm yang sudah disediakan. Mbaknya itu melajukan motornya dengan perlahan.

" Mbak, Mbaknya kan kaya, tapi kenapa Mbak malah memilih naik ojek gini?? " tanya Mbaknya saat ditengah jalan.

" Tidak apa-apa, suka saja" jawab Kia, " Mbak, apa boleh saya meminta nomor ponsel Mbak yang pribadi, agar saya bisa jadi langganan Mbak seutuhnya?? " tanya Kia.

" Sangat boleh, Mbak."

" Bentar saya ambil ponsel saya dulu" Kia merogoh ponselnya yang ada disaku celana, dia tidak membawa tas, karena dia tidak memilikinya.

" Berapa?? " tanya Kia.

" 08569973****."

" Makasih, Mbak" kata Kia, kembali memasukkan ponselnya.

" Nama Mbak siapa ya?? " tanya Mbak tukang ojeknya.

" Nama saya Kia, Mbak" jawab Kia, " Nama Mbak?? " tanya Kia.

" Nama saya Rara, Mbak" jawabnya.

" Ohhh, Mbak Rara" kata Kia. Rara hanya menganggukinya.

15 menit kemudian.

" Sudah sampai Mbak Kia." Rara menghentikan motornya pas didepan warung yang dituju oleh Kia, warung yang sangat sederhana itu.

" Trimakasih, Mbak Rara" Kata Kia saat sudah turun dan melepas helmnya.

" Ini" Kia menyondorkan uang.

" Ini kebanyakan, Mbak Kia" kata Rara saat melihat uang lima puluh ribu itu.

" Udah ambil aja!" Kia menaruhnya digenggaman tangan Rara.

" Trimakasih banyak, Mbak" katanya.

" Sama-sama. Aku masuk duluan ya, Ra" kata Kia.

" Hati-hati, Mbak" kata Rara, Kia hanya mangangguk.

Kia mulai melangkahkan kakinya memasuki warung itu sambil menggandeng Arkhan.

Saat masuk, mata Kia tertuju pada seorang wanita yang dia kenal, yang sedang memunggungi arahnya. Kia tersenyum manis kearahnya, melangkahkan kakinya kesana.

" Asalamualaikum, permisi Mbak" canda Kia seperti menirukan suara pelayan.

Vira memejamkan matanya sebentar sebelum membalikkan wajahnya, " Waalaikumsallam, Mbak. Silahkan duduk!!" kata Vira saat sudah menatap kearah Kia.

Kia langsung duduk dikursi depan Vira, menaruh Arkhan disampingnya.

" Kamu nggak kangen sama aku?? " tanya Kia basa-basi.

" Nggak sama sekali" jawab Vira memalingkan wajahnya, menatap kesembarang arah.

" Ya udah kalau nggak kangen, aku pulang Lagi ya" kata Kia sambil tersenyum jail.

Vira seketika reflek berbicara, " Eitt, jangan jangan" katanya, mentap Kia.

" Iyaa, aku sangat rindu kamu" katanya sambil megerucutkan bibirnya kedepan.

" Dihh, katanya nggak" kata Kia, sekarang dia yang memalingkan wajahnya.

" Tidakk lahh. Aku tu sangat rinduuu kamuu" kata Vira manja. Kia tersenyum simpul kearahnya.

" Maaa, Alkhan hauss" kata Arkhan menatap kearah Kia. Kia dan Vira reflek menoleh kesumber suara.

" Ya Allah, Mama sampai lupa sayang."

" Makk, Makk" Kia memanggil orang yang jualan disana dengan sebutan " Mak / Mak'e ".

Orang yang mempunyai warung pun datang, " Ehh, Mbak Kia. Saya kira Mbak Kia udah lupa sama Mak'e" katanya.

Dia bernama Mak Ijah, dia belum terlalu tua sih dan bukan terlalu muda, bisa dibilang pas-pasan.

" Bagaimana Kia bisa lupa sih, Mak??" tanya Kia diselingi senyumnya, " Mak, Kia pesan teh hangat dua ya, Mak. Vir kamu mau nambah lagi nggak?? "

" Nggak usah" jawab Vira.

" Teh hangat dua aja ya, Mak" ucapnya.

" Mbak Kia udah punya anak ya?? " tanya Ijah.

Kia menanggapi dengan senyumannya saja. Mak Ijah pun pergi dari sana.

" Ya, gimana ceritannya kamu udah punya anak sebesar ini?? jangan-jangan kamu bohongin aku ya waktu itu, kamu bilang belum mempunyai suami."

" Bukan" kata Kia singkat.

" Lalu bagaimana?? apa kamu main sama laki-laki luar??" tanya Vira pelan.

" Fitnah aja kamu ini" jawab Kia.

" Trus bagaimana?? " tanya Vira mulai frustasi.

" Ini, Mbak" Ijah menyondorkan dua gelas teh hangat.

" Trimaksih."

" Ini sayang minum dulu" Kia membantu Arkhan untuk minum teh hangatnya.

" Alkhan bisa sendili, Ma" ucapnya.

" Tapi ini masih panas, Arkhan" kata Kia protes.

" Tapi Alkhan bisa sendili, Mama." Merebut gelas yang ada ditangan Kia.

Kia menghela nafasnya kasar, membiarkan Arkhan melakukan sendiri.

" Jadi gimana ceritanya?? " tanya Vira yang sedari tadi hanya diam melihat kedekatan antara Kia dan anaknya itu.

" Aku udah nikah."

Mata Vira membulat sempurna mendengar ucapan Kia itu. Dia tidak menyangka jika temannya yang sudah dia anggap sebagai saudaranya sendiri tega membohonginya.

" Aku nggak nyangka sama kamu, Ya." Berdiri dari duduknya, " Aku kira kamu itu baik, tapi ternyata?? ahhh, lupakan" Dia membalikan tubuhnya, ingin pergi dari hadapan Kia.

" Hey" Kia menarik pergelangan tangan Vira, " Duduk dulu, biar aku jelasin" kata Kia sesantai mungkin.

Vira menghela nafasnya, lalu kembali duduk.

Kia menatap kearah Arkhan sejenak, " Iya aku memang sudah menikah" kata Kia.

" Benerkan kamu boongin aku" kata Vira, memalingkan mukanya.

" Aku baru menikah beberapa hari lalu, Vir" jelas Kia sedikit.

" Mana ada baru nikah kemarin udah punya anak sebesar itu?? Cihh, tidak masuk akal sekali."

" Dia bukan anak kandung aku, Vir. Aku bertemu dia saat berada dijalanan, aku sangat kasihan sama dia yang dibohongin ibunya. Ibunya bilang akan kembali menjemputnya, tapi sampai malam ibunya tidak datang juga, jika kamu berada diposisiku apa yang akan kamu lakukan?? apakah kamu akan meninggalkannya sendiri, begitu?? tidak bukan?? " jelas Kia panjang lebar, menghela nafasnya sebentar, " Aku nikah juga bukan keinginanku."

" Bukan anak kandung??" tanya Vira.

Kia mengangguk.

Mata Vira mandang kearah Arkhan, menatap lekat wajah Arkhan.

" Apa yang kamu bilang itu benar, Ya??" tanya Vira lagi, menatap wajah Kia, meminta kebenaran yang sejujurnya.

" Iya" jawabnya.

" Maaf, Ya. Aku tidak bermaksud menud,,,,,,,," ucapnya dipotong.

" Udah nggak apa-apa " katanya.

" Trus bagaimana dengan menikah bukan keinginan kamu?? " tanya Vira.

Kia mulai menceritakan saat dia dipaksa menikah dengan siduda beranak 5 ( Juned), dan menceritakan apa yang terjadi selanjutnya. Tapi dia tidak menceritakan siapa orang tersebut.

" Nikah kontrak?? " tanya Vira terbelak kaget.

" Sutttttt, jangan berisikk" kata Kia.

" Kenapa kamu mau?? " tanya Vira, " Siapa dia?"

" Udah sekarang nggak usah dibahas lagi" kata Kia.

" Tap,,,,,, " ucap Vira terpotong.

" Kamu udah nggak sayang lagi sama aku?? " Kia mengeluarkan jurus ampuhnya.

" Oke oke, Baik."

" Ya gitu dong."

" Maaf, Ya. Aku belum bisa menjadi sahabat yang seutuhnya buat kamu, belum bisa membantu kamu saat kamu susah."

" Stop, No. Kamu adalah sahabat baik aku, kamu udah banyak membantu aku. Seharusnya aku yang minta maaf sama kamu karena selalu nyusahin kamu," kata Kia.

Vira mengulurkan kedua tangannya, minta dipeluk oleh Kia. Kia pun membalas pelukan Vira. Pelukan yang terhalang oleh meja kayu yang panjang Itu, tapi masih membuat keduannya terasa nyaman.

.

.

.

.

Bersambung.

1
Syahira Ira
lanjut kan...
Ayu Astrike
coba dulu ah mampir
Didit Mh
nahh kl udh menyangkut kekerasan SM perempuan saya gx suka banget ni Thor Krn menurut saya perbuatan nya gx keterlaluan beda kl keterlaluan knnkasian ap lagi smpy di dorong gituu jangan lhh
Didit Mh
uuuhh manteeppp banget
Didit Mh
kata" nya Mantappppppp
Didit Mh
asyik bc nya gx bikin pusing
Suhaini Safii
Kenapa terlalu lama tuk sambungan nya.... Harap di percepat ya....
Yustika PAMBUDI
ya ampun itu suara pintu ditutup ko bunyinya "beraaakkkkk" banget sih.... hahahaha.
Mami Ikii
lnjut donk
Andrean Brima
Dulu awal nikah pun aku memanggil suamiku " Yayang " gk bisa dgn sebutan "Mas" bgtu punya anak panggilan aku rubah jd " Ayah"
Andrean Brima
balkon kamar mandi....🤔🤔🤔d bab ini d bqn mumet alurnya bingung
Andrean Brima
bingung 😇😕😕🤔 yg baca pemeran namanya yg tercantum Al..... semua
Tuti Hayuningtyas
lanjuuuut thooooorrrr
Tuti Hayuningtyas
wow udah belah dureng yach🥰🥰🥰
Tuti Hayuningtyas
ya Alloh sayang banget si Alif sama adiknya🥰🥰🥰🥰
Tuti Hayuningtyas
nyimak ya thoooooorrrr lanjut
Agung Kartika
bagus
Novida Yanti
kapan kelanjutannya Thor, penasaran ni
Tutik Rahayu
lanjut thor
Nurul Azka
ia the best
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!