NovelToon NovelToon
Babat Negeri Leluhur

Babat Negeri Leluhur

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Contest / Budidaya dan Peningkatan / Perperangan / Dan budidaya abadi / Dikelilingi wanita cantik / Ahli Bela Diri Kuno / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ebez

Cerita pengabdian untuk negeri tercinta
Kisah perjalanan hidup Panji Watugunung sang Pendekar Pedang Naga Api membaktikan diri untuk negeri tercinta yang berada diambang kehancuran karna perebutan kekuasaan antara putra putra raja

Di balik perjalanan hidup, ada kisah cinta yang melibatkan Dewi Anggarawati putri Kadipaten Seloageng dan dua adik seperguruannya

Kepada siapakah cinta Panji Watugunung akan berlabuh?? Bagaimana perjalanan nya sebagai pendekar muda jagoan dunia persilatan?

Simak kisah selengkapnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pernyataan Cinta Sang Putri

Senja mulai menghilang

Berganti malam gelap bertabur bintang

Setelah letih seharian perjalanan, Dewi Anggarawati mandi dan berendam di air hangat. Sebelum mandi tadi, Dewi Anggarawati sempat meminta pelayan menyediakan air panas, meski membayar 5 keping perunggu, tapi itu setimpal dengan kenyamanan yang di dapat.

Memang sebelum berangkat untuk perjalanan pulang, Dewi Anggarawati meminta uang dari Saketi. Sekantong besar perak dia berikan pada Panji Watugunung, dan sekantong sedang berisi 200 keping perak dia pegang..

Selesai mandi dan berganti baju, Dewi Anggarawati berdandan cantik lantas menuju kamar tidur Panji Watugunung

Tok tok

Tok tok

"Masuk saja, tidak di kunci"

suara dari dalam kamar

Dewi Anggarawati tersenyum setelah membuka pintu kamar

Panji Watugunung terlihat segar, setelah berganti baju

Duduk bersila di atas tempat tidur beralas kain

"Kakang, apa aku menggangu mu?"

"Tidak Dinda,

ada perlu apa Dinda kemari?" tanya Panji Watugunung

Duduklah"

Dewi Anggarawati tersenyum tipis dan segera duduk di kursi dalam kamar penginapan itu

" Sebenarnya ada yang ingin ku tanyakan, tapi aku takut menyinggung perasaan kakang.."

"Tanyakan saja, barang kali aku bisa menjawabnya.." Panji Watugunung kembali menutup mata nya, sambil menata napas

"Sebenarnya kakang sudah tau tentang perjodohan yang aku terima bukan??" tanya Anggarawati dengan pandangan meminta jawaban

Hahhh

Seketika Panji Watugunung melotot kaget dan memandang Dewi Anggarawati yang sedang menatap tajam ke arah nya

Setelah menenangkan diri sejenak, Panji Watugunung menghela nafasnya

Huhfffttt...

"Iya, Kakang sudah mengetahui nya sejak mendengar cerita dinda di hutan latihan itu" jawab Watugunung tenang

"Lantas kenapa kakang Watugunung diam saja? Apa kakang menolak di jodohkan dengan aku?

Apa aku kurang cantik?" Dewi Anggarawati memberondong Panji Watugunung tanpa memberi kesempatan menjelaskan

" Bukan begitu Dinda,..."

Panji Watugunung belum selesai berkata,

Dewi Anggarawati sudah memotong ucapan nya..

"Terus apa? Apa ada orang lain di hati Kakang?"

Bulir air mata perlahan menetes dari ujung kelopak mata indah Dewi Anggarawati

Melihat tangis Anggarawati, Panji Watugunung terenyuh..

Dia bangkit dan memeluk tubuh Dewi Anggarawati yang duduk di kursi

Tangis Anggarawati semakin terisak sambil membalas pelukan hangat dari Panji Watugunung

"Dengarkan Kakang dulu Dinda,

Sebelumnya kakang minta maaf dulu, karna tidak segera menjelaskan masalah perjodohan ini dengan Dinda,

Kakang hanya ingin mengenal dan mengetahui sifat-sifat dari Dinda

Kakang tidak ingin grusa grusu dengan memberi tahu Dinda

Sebab pernikahan itu sesuatu yang suci, bukan untuk main main Dinda

Makanya kakang sengaja menyimpan masalah ini, agar kakang bisa mencari tau sejauh mana perasaan Kakang"

Dewi Anggarawati mendongakkan kepalanya, mencoba mencari celah kebohongan dari ucapan Panji Watugunung namun dia tidak menemukan nya

"Dan bukan kah Dinda Anggarawati juga menolak di jodohkan dengan aku?" Panji Watugunung tersenyum

Dewi Anggarawati terkejut mendengar Panji Watugunung berkata seperti itu

Dia lupa, bahwa dia kabur dari istana Seloageng karna menolak perjodohan itu

Dia lupa, karna dia jatuh cinta pada lelaki tampan yang menolong nya tanpa mengetahui bahwa lelaki yang di tolaknya adalah lelaki yang di cintai nya

"Aku aku tidak menolak kog...

"Aku hanya marah pada Romo Adipati memaksa perjodohan"

Dewi Anggarawati tergagap bicara

Dia segera menunduk, wajah nya merah seperti tomat matang

Malu, dia sangat malu mengakui lelaki yang dia tolak di jodohkan dengan nya tenyata lelaki yang sangat di cintai nya

'Duh bagaimana ini?'

Dalam kebingungannya, suara Panji Watugunung mengagetkan nya

"Apa dinda masih menolak di jodohkan dengan aku?"

Deggg...

"Aku tidak menolaknya!"

Tanpa sadar, Dewi Anggarawati menjawabnya

'Hahhh,

apa yang sudah ku ucap kan?'

Bodoh bodoh bodohhh'

rutuk Anggarawati.

Dewi Anggarawati semakin tak berani mengangkat wajahnya. Wajah nya seperti kepiting rebus.

Panji Watugunung tertawa kecil

Kali ini dia sengaja mengerjai putri Adipati Seloageng itu

"Lha kenapa tidak jadi menolak?"

"Aku mencintainya"

Lagi lagi mulut Dewi Anggarawati tak terkontrol,

jantung Anggarawati berdetak kencang seperti mau meledak

Cupp

Sebuah kecupan mesra mendarat di kening Dewi Anggarawati

'Kakang Panji Watugunung mencium kening ku.

Ini bukan mimpi. Ini bukan mimpi'

Pelan Dewi Anggarawati mendongakkan kepalanya,

Panji Watugunung tersenyum manis disana.

Seketika dia sadar...

"Aaaaaaaaaa kakang Watugunung mengerjai ku! " Anggarawati teriak sambil berdiri dan menjauhi lelaki tampan yang baru saja mencium kening nya..

Panji Watugunung terkekeh geli melihat tingkah Dewi Anggarawati

"Kakang Wugunung jahat,

aku benci kakang"

Anggarawati yang merasa malu di kerjain habis habisan oleh Watugunung bermaksud berlari keluar kamar, namun baru mau melangkah tangan nya di tarik oleh Panji Watugunung.

Anggarawati tak siap, langsung menabrak tubuh lelaki tampan itu.

"Yakin benci?? "

tanya Panji Watugunung yang gelagapan menjawab pertanyaan karna hangat pelukan dari lelaki yang di cintai nya

"Benar benar cinta"

ucapnya lirih tapi terdengar jelas oleh Watugunung

Dewi Anggarawati semakin merah padam wajah nya dan membenamkan wajahnya di dada Panji Watugunung

Panji Watugunung tak menjawab, indra pendengaran nya bereaksi saat ada suara pelan jatuh di atap penginapan.

'Satu

Dua

Tiga

Empat

'Hem empat tikus rupanya'

Lalu Panji Watugunung berbisik pada Dewi Anggarawati yang masih mematung dalam pelukannya

"Dinda, ada empat tikus ingin bermain dengan kita. Dinda pura pura saja tidak tau. Dinda setelah ini mundurlah ke kamar. Panggil Paman Saketi untuk bersiap siap.. Soalnya tikus nya mulai berdatangan" ucap Panji Watugunung setelah merasakan kehadiran beberapa orang yang duduk di atap bangunan lain

Dewi Anggarawati terkejut tapi segera menyadari situasi.

"Hoahhhh baiklah Kakang, aku ke kamar ku dulu ya. sudah ngantuk nih" Anggarawati sengaja mengeraskan suara

Anggarawati segera keluar dari kamar Watugunung, setengah berlari dia menuju kamar Saketi

Dan..

Tok tok tok

tok tok tok

"Paman, bangun paman!!

Pintu kamar terbuka, Saketi setengah ngantuk memandang kearah Dewi Anggarawati

"Ada apa Gusti Putri??"

"Sssstttttt,

coba tajamkan pendengaran paman!! '' bisik Anggarawati

Seketika raut wajah Saketi kaku, dia bisa merasakan ada banyak orang di atap penginapan..

"Cepat bangunkan yang lain paman, Kakang Watugunung sudah menghadang mereka"

Baik Gusti Putri"

Sedangkan Watugunung, setelah Dewi Anggarawati keluar kamar segera membuka jendela lalu melompat menghadang orang orang berpakaian hitam diatas penginapan

Melihat ada sosok menghadang, orang orang berpakaian hitam itu terkejut..

"Rupanya ada pendekar juga di rombongan orang kaya"

"Kalian bunuh dia" teriak seorang lelaki tinggi besar

Dua orang berpakaian hitam melesat melempar pisau pisau kecil kearah Watugunung

Watugunung melompat mundur kebelakang menghindari pisau , belum sempat menjejakkan kaki, pisau pisau kecil lain melesat mengincar punggungnya..

Namun Watugunung dengan mendorong tenaga dalam nya kebawah, bersalto di udara dan berdiri diatas dedaunan di pohon besar di samping penginapan

"Ilmu meringankan tubuh yang hebat,

Siapa kau?"

"Aku?"

"Tentu saja kau, memang siapa lagi?" teriak pria berbadan tinggi besar gusar

"Aku hanya pengelana" Jawab Panji Watugunung tenang

"Keparat, sebutkan namamu, pantang bagi Bajing Ireng menghabisi nyawa manusia tanpa tau namanya" ,lelaki yang menyebut dirinya Bajing Ireng itu semakin marah..

"Jadi kau Bajing Ireng?"

*bersambung*

1
carat28
hai kak, apa boleh bantu follback? Saya mau kirim inbox terkait penawaran kepenulisan. Terima kasih
Munding Wangi Wastu Kencana
ini. erita jg g seru kaya stensil aja urusan perempuan mulu
Anah Suhana
Pedang Naga Api,Pedang Tulang Iblis dan Golok Iblis Air ada ditangan Panji Watugunung..
Anah Suhana
harusnya nanti lagi pedang pusaka tulang iblis bilaberhadapan lagi harus bisa diambil agar tidak meresahkan dunia persilatan dan dibawa ke perguruan padas putih atau klau tidak disimpan oleh panji sendiri..
Daniel Setyahadi
Emg sepak bola pake tendangan bebas tor 🤣
Taufan Sule Muskita
Panji Kebanyakan bini jadi oon
Taufan Sule Muskita
Luar biasa katro ini cerita, poligami terus ceritanya sangat tidak bermutu
Taufan Sule Muskita
Ini cerita kok makin aneh2 aja ya
Taufan Sule Muskita
Idih katro amat ya jadi perempuan
Taufan Sule Muskita
Lawan gerombolan serigala pake pedang biasa ini lawan Matel pake pedang pusaka katro amat😂👎😂
Gd Jaya Official
sdh brpa meme ne
Hadi Ghorib
👍👍👍
Hadi Ghorib
seraaaaaaang....
Hadi Ghorib
hdehh saapaa lagi yg minta Di nikahin
Hadi Ghorib
ayo Baca ulang 😍
Hadi Ghorib
ayo Baca ulang
Hadi Ghorib
ayo Baca ulang 💪
Hadi Ghorib
ayo Baca ulang 🙏👍👍💪😍
Hadi Ghorib
ayo Baca ulang 🙏👍👍💪😍😄
Hadi Ghorib
ayu Baca ulang, 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!