NovelToon NovelToon
Pacaran Setelah Menikah

Pacaran Setelah Menikah

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Cintamanis / Tamat
Popularitas:71.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Arifia Kurnia

Seorang gadis cantik yang hidup dengan ayah dan ibu tirinya beserta kakak tiri perempuan yang selalu iri pada kecantikannya.

Gadis itu menutupi kecantikan dirinya dengan memakai kacamata super tebal sehingga terlihat seperti gadis kutu buku.

Aku Melati Putri Hadi.

***************

Pria yang mapan,tampan dan juga seorang idola papan atas.

Pria ini di gilai kaum wanita,banyak film yang ia bintangi namun hanya satu wanita yang ingin dinikahinya,wanita yang juga berasal dari industri perfilman yang tak lain adalah pacarnya sejak duduk di bangku kuliah.

Aku Arnon Marvion Gafin.


*************

Hal tak terduga mengganggu kehidupan mereka yang sangat berbeda kasta.

Ibu keduanya bersahabat dan sepakat menikahkan mereka, apakah mereka akan menerima pernikahan itu?

Silahkan follow,klik favorit dan baca novel author ya readers

Happy reading 😘😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arifia Kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Arnon berjalan menuju kearah kamarnya. Saat hendak membuka handel pintu, Kepala pelayan Mirna memanggilnya.

"Maaf, Tuan muda! Nyonya menunggu anda di ruang keluarga."

"Baiklah! tolong masukkan semua bajuku yang ada di atas tempat tidur ke dalam koper." Melangkah menuju ruang keluarga.

Arnon duduk di sofa tepat di samping sang ibu. Ia melihat ibunya tengah tersenyum-senyum sendiri saat melihat sebuah kotak kecil di tangannya. Sampai kedatangannya pun tak di ketahui oleh Susan karena wanita itu sedang asyik dengan imajinasinya sendiri.

"Mom," panggil Arnon.

Susan tersadar dari lamunannya. Ia menatap sang putra sambil tersenyum kikuk.

"Sejak kapan kau datang, Ar?"

"Sejak Mommy sibuk dengan kotak kecil itu." Dengan nada sedikit kesal.

"Hehehe ... maaf ya, Sayang!"

"Ada apa Mommy memanggilku kemari!" menatap kotak kecil yang ada di tangan ibunya.

"Ini untukmu dan Melati, kau tidak boleh menolak apa yang sudah Mommy atur! bukalah, Nak!" tersenyum ke arah putranya.

Arnon menerima kotak kecil yang di berikan oleh Susan. Saat pria itu membuka dan melihat isinya, ia mengerutkan keningnya.

"Ini tiket pesawat dan kunci? untuk apa Mom?" tanya Arnon bingung.

"Itu kunci Villa keluarga kita yang ada di Bali dan tiket pesawat itu untukmu dan Melati," jelas Susan.

"Kenapa harus di Villa Mom! aku tidak ingin menginap di sana, aku ingin di hotel yang sama dengan yang lain dan tiket pesawat ini juga aku tidak perlu, Mom! Clara sudah mengurus semuanya " Dengan wajah kesal tingkat akut.

"Jika kau menolak semua itu? kau tak perlu ikut mereka, lagi pula apa gunanya kau berlibur bersama teman-temanmu jika istrimu kau tinggal di sini dan yang pasti media akan menulis artikel jika kau berselingkuh dengan mantan pacarmu di Bali," jelas Susan dengan tatapan dingin.

"Kenapa Mommy selalu mengaturku! bukankah kita sudah sepakat jika aku masih tetap boleh berhubungan dengan Clara meskipun aku sudah menikahi, Melati? bukankah pernikahan ini hanya formalitas," ucap Arnon dengan nada sedikit meninggi.

"Kau benar, Arnon! pernikahan ini hanya formalitas dan kau tenang saja, Mommy akan segera mencarikan suami penggantimu setelah kalian berdua berpisah! bukankah kalian hanya berencana menikah selama sebulan?" tanya Susan menatap Arnon tajam.

Wajah pria itu menegang ketika sang ibu mengetahui perjanjiannya dan Melati.

"M-Mommy tahu dari mana tentang perjanjian kami?" dengan wajah yang sudah memucat.

"Kau tidak perlu tahu Mommy tahu darimana, yang jelas setelah perjanjian kalian sudah selesai, Mommy akan mencarikan suami untuk Melati yang bisa menjaganya sampai ia tua, bahkan jika perlu Mommy akan mencarikannya mulai dari sekarang! jadi saat kalian telah sah bercerai, Melati bisa langsung menikah dengan pria beruntung itu," jelas Susan dengan nada sedikit mengancam.

Dada Arnon terlonjak mendengar ucapan sang ibu, ia seakan tidak ingin miliknya di ambil oleh orang lain, namun pria itu lagi-lagi mengabaikan perasaannya.

"Baiklah aku akan menerima apa yang sudah Mommy rencanakan, tapi ini hanya sebatas aku tak ingin nama baikku tercoreng karena pemberitaan media." Dengan wajah datar kemudian melangkah menuju kamarnya.

"Mommy akan terus berusaha agar kau bisa sadar jika Melati penting bagimu, Nak! Mommy melakukan ini semua demi kebaikanmu kelak. Mommy tak akan memberitahumu tentang Clara yang sebenarnya, biar kau mengetahuinya sendiri." Sambil menatap punggung putranya yang perlahan lenyap.

Melati menatap semua barang pemberian mertuanya dengan wajah tak dapat di artikan lagi.

"Kenapa banyak sekali? astaga, Mommy! kenapa harus selengkap ini, aku hanya berlibur bukan ingin pergi pemotretan! sampai alat makeupnya juga selengkap ini." Sambil menepuk jidatnya karena pusing dengan semua barang yang berada di hadapannya saat sekarang.

Gadis itu hanya memasukkan beberapa dress dan dua setel baju serta sepatu dan sandal masing-masing hanya sepasang.

Keesokan harinya Melati sudah bersiap karena kepala pelayan Mirna telah memberitahunya jika jadwal keberangkatan ke Bali jam 7 pagi.

Arnon juga telah selesai bersiap.Ia membawa kopernya dan menyuruh salah satu pelayan untuk membawanya ke mobil.

Pria itu sudah berada di meja makan. Ia hanya sarapan roti dan selai coklat serta satu gelas susu hangat.

Melati menuruni tangga sambil menggendong ransel yang berukuran sedang. Ia berjalan menuju meja makan untuk sarapan.

Di sana tak ada perbincangan apapun, keduanya asyik dengan sarapannya masing-masing.

"Tuan muda sekarang waktunya berangkat ke bandara," ucap Mirna.

"Tapi aku belum selesai," celetuk Melati.

"Makan saja di mobil, jangan lupa susunya habiskan dulu." Arnon melangkah menuju mobil.

Melati mengekori langkah kaki suaminya sambil memakan sisa roti yang tinggal separuh.

"Kau bisa pelan-pelan tidak? aku susah mengikuti langkahmu," ucap Melati sambil berlari kecil.

"Kakimu saja yang pendek tak bisa mengejar langkah kakiku," ledek Arnon.

Gadis itu hanya bisa memanyunkan bibirnya. Mereka berdua masuk kedalam mobil dan berangkat menuju bandara.

Keduanya telah sampai di bandara. Melati masih setia menggendong ranselnya, sementara Arnon tampil dengan gaya kasual nya dengan kacamata hitam bertengger di kedua matanya, sedangkan kopernya di bawakan oleh supir.

Semua orang menatap pria itu dengan tatapan kagum bahkan ada yang sampai meneriaki namanya.

Melati hanya bisa mengamati itu semua tanpa bisa berkata apa-apa karena dunia ke-artisan di luar dunianya.

Mereka berdua sudah duduk di dalam pesawat yang tengah mengudara.

Melati diam saja saat berada di dalam pesawat, wajahnya pucat dan berkeringat dingin.

Gadis itu duduk tepat di samping suaminya. Ia sebenarnya ingin memberitahu Arnon jika perutnya terasa tak enak.

Arnon asik dengan earphone yang menempel di kedua telinganya tanpa tahu kondisi Melati.

Saat Arnon tak sengaja menoleh kearah istrinya, ia merasa aneh dengan wajah Melati yang nampak pucat.

"Kau kenapa? apa kau sakit?" tanya Arnon sambil membuka earphone di telinganya.

"Perutku terasa tak enak." Sambil memegang perutnya.

"Apa kau baru pertama kali ini naik pesawat?" tanya Arnon dengan tatapan tak percaya.

Melati hanya bisa menganggukkan kepalanya. Kepalanya terasa pusing sedangkan tangannya sudah berkeringat dingin.

"Astaga! apa gadis ini mabuk? huh! jangan sampai dia muntah di sini."

"Kau istirahatlah dulu, jika sudah sampai aku akan membangunkanmu," pinta Arnon.

Tanpa pikir panjang gadis itu mulai memejamkan matanya. Ia mencoba untuk tidur meski dirinya tak ingin tidur.

Arnon masih menatap Melati. Ia tahu jika Melati tak bisa tidur. Tak ada cara lain, ia harus turun tangan sendiri.

"Kemarilah!" menarik pundak Melati dan meletakkan kepala gadis itu di pundaknya sambil mengusap kepala istrinya lembut.

Perlahan gadis itu mulai tenang. Aroma tubuh Arnon seakan menghipnotisnya untuk segera tidur dan tak lama kemudian gadis itu tidur bersandar di pundak Arnon.

Arnon tak merasakan pergerakan Melati sama sekali, saat pria itu melihat kearahnya, benar saja istrinya sudah tertidur pulas.

"Kenapa kau tak bilang padaku jika ini baru pertama kali kau naik pesawat." Menatap wajah Melati.

Arnon bergeser lebih dekat dengan Melati agar kepala gadis itu tak terlalu jauh dari pundaknya.

Pria itu hanya bisa tersenyum saat menatap Melati yang tengah tertidur pulas di pundaknya.

"Semoga kau tak menyusahkan aku saat kita sudah sampai," gumam Arnon sambil terus mengusap kepala istrinya lembut.

1
Sandi Septiandi
yg tau judul nya kasih tau ya cerita tentang perjodohan anak sma dan mahasiswa nama cewek nya azela dan cowok nya kak ray terus ada nama xelo,fani
Herlina Niputu
jodohnya Agnes mungkin pram
Herlina Niputu
dilanjut thor
Rosanti
Luar biasa
ambardinda c
novel ini bnr2 penuh dgn keromantisan tp juga konfliknya seru terima kasih untuk karyamu ini kk Author semangat trs ya 😊😊😊😊😊
Belekek Dlpnnam
menyimak
Khan Sa
keren
Ama
emangnya kenapa klw kulit sawo matang, kalau cantik ya cantik aja, wanita indo emang rata2 kulitnya gk seputih orang korea😂
devaloka
ya udah ambil aja
Isna Rahayu
Kecewa
Habibah Qolbi
siaaap👍buat sebucin2nya Thor....biar nyahok ..
vvin_da
aku tau sih emang bisa misal ambil kuliah disaat libur untuk mempersingkat waktu dan cepat wisuda
tapi ya nggak 2 tahun juga
Hikmania fina Ningtyas
ceritanya bagus dan menarik
altharion
seruuuw ternyatah...
Ita Sinta
Clara astaga🤦
Ita Sinta
bakal ada perang dunia nih
Ita Sinta
bener banget mommy
Ita Sinta
itu jodoh mu ganteng😁
Ita Sinta
harus seruuuu😂
Adelia ZahrotusShifa
terus semangat berkarya thoooor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!