Takdir itu tidak dapat di tebak, kadang apa yang di inginkan tak sejalan dengan keadaan. Fitri, harus merelakan dirinya berpisah dengan suaminya karena suatu keadaan.
Akankah dia bisa menjalani kehidupannya seorang diri, ataukah dia bisa menemukan cinta yang baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Achdia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20 : Romansa di kantor
Hari ini semua orang sedang sibuk, banyak sekali laporan yang harus mereka kerjakan.
Tak ada waktu untuk mereka bersantai-santai. Benar-benar deadline yang mengharuskan mereka untuk fokus menyelesaikannya hari ini juga. Tiba-tiba terdengar dering telepon di meja Fitri, ternyata Fajar menyuruh Fitri segera menyelesaikan laporannya dengan cepat dan menyerahkan padanya secepat mungkin.
"Perkerjaan hari ini benar-benar melelahkan, ini juga mas Fajar sudah tahu pekerjaanku numpuk banget, suruh cepat-cepat.. huft" gerutu Fitri dalam batinnya.
Fitri beranjak dari duduknya untuk menyerahkan hasil lapran yang telah ia selesaikan. Dia menuju ruangan Fajar dan segera mengetuk ruangan tersebut. Setelah itu Fitri masuk dengan membawa beberapa berkas. Fitri di suruh duduk di kursi dan Fajar menghampiri untuk memeriksa semua berkas laporan yang Fitri kerjakan.
Fajar pun mengecek dan membacanya satu persatu dengan serius. Ternyata laporan yang di buat cukup memuaskan, dia langsung menandatangani nya. Kemudian Fitri membawa kembali berkas-berkas tersebut dan berdiri dari duduknya hendak keluar dari ruangan tersebut.
Tanpa aba-aba, Fajar menarik tubuh Fitri kedalam dekapannya, dengan tangannya melingkar di perut Fitri karena Fajar memeluk Fitri dari belakang. Fajar sedikit menunduk menaruh dagunya di pundak Fitri. Fitri yang di perlakukan seperti itu sedikit kaget dan mencoba melepaskan dirinya dari dekapan Fajar. Namun usaha itu sia-sia, Fajar malah semakin mempererat dekapannya.
"Mas lepasin donk, ini kan di kantor, nanti kalo ada yang lihat gimana" gerutu Fitri masih mencoba melepaskan dirinya.
"Ok aku lepasin, tapi cium dulu donk" goda Fajar sambil mendekatkan Pipinya.
"Gak mau ah, cepat lepasin" ucap Fitri sedikit meninggikan suaranya.
"Yaudah, aku gak akan pernah lepasin kamu. Lagian nyaman banget memelukmu seperti ini" ucap Fajar malah semakin erat dekapannya.
"Yaudah yaudah, ok. Aku cium nih" ccuuuppp Fitri mengecup pipi Fajar sekilas.
"Tapi kok gak kerasa yah, coba sekali lagi" ucap Fajar dengan manja.
Fitri pun mencium pipi Fajar sekali lagi dengan agak lama di sana sehingga meninggalkan noda lipstik di pipi Fajar. Tak lama Fajar melepaskan dekapannya, Fitri pun segera keluar dengan wajah merona penuh rasa malu. Sementara Fajar memegang pipinya yang di cium Fitri dengan senyum-senyum sendiri karena berhasil menggoda pacarnya.
Waktu makan siangpun tiba. Semua karyawan keluar untuk pergi makan siang begitupun kedua sahabat Fitri.
"Fit, hayo kita makan siang?" ajak Ria.
"Kalian duluan aja nanti aku nyusul" jawab Fitri masih tetap fokus pada komputer nya.
"Yaudah kita duluan yah" ucap Syifa, mereka akhirnya pergi meninggalkan Fitri sendirian.
Fitri terus saja berkutat dengan kerjaannya, dia begitu fokus tak mempeedulikan apapun di sekitarnya. Tanpa ia sadari seseorangendakati mejanya. "eehhmeemm" suara seseorang mencoba memanggil Fitri. Tapi Fitri tak menggubris nya, "Eeehheemmm" sekarang suara dehemannya di perkencang, akhirnya Fitri menoleh pada sumber suara.
"Eh. mas Fajar." sadar Fitri
"Kamu gak makan siang Fit?" tanya Fajar.
"Nanti saja mas, nanggung nih" ucap Fitri masih fokus dengan keejaannya.
"Kalo waktunya makan siang yah istirahat dulu lah sayang" ucap Fajar, sambil mencubit pipi Fitri dengan gemas.
"iya iya" Fitri pun menyimpan pekerjaan nya dan merapikan beberapa berkas yang berantakan di mejanya.
Fajar memutar kursi Fitri kehadapannya yang masih berdiri, Fitri pun sedikit kaget. Dengan cepat Fajar meraih kepala belakang Fitri untuk mendekatkannya ke hadapan wajahnya yang sekarang menunduk ke arah Fitri. Tanpa basa-basi, fajar mencium bibir Fitri. Fitri melotot kaget dan hendak melepaskan ciumannya namun tangan Fajar menahan belakang kepalanya sehingga ia tidak bisa bergerak. Fajar semakin beraksi dengan terus ******* bibir Fitri dengan rakus dan Fitri pun mulai membalas lumatannya tersebut. Lidah mereka saling bergelut satu sama lain, mereka saling menggigit kecil. Cukup lama mereka berciuman dan Akhirnya mereka berhenti karena suara perut yang mulai memberontak.
"kkrryyuuukk kkrryyuuukk"
Mereka pun tertegun sejenak lalu melepaskan ciumannya sambil tersenyum malu dan segera meraih tisu untuk melap bibir mereka masing-masing yang terlihat basah. Sebelum beranjak, Fitri mengoleskan lipstick ke bibirnya karena warna lipstick di bibirnya memudar. Kemudian Fitri dan Fajar pergi untuk makan siang bersama.