NovelToon NovelToon
You Are Mine

You Are Mine

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:333.7k
Nilai: 5
Nama Author: violla

Karena alasan cinta, Aisha mengubur cita-citanya dan menikah muda dengan Aarick. Namun sayang, ternyata cinta saja tidak mampu menjaga keutuhan rumah tangganya.

"Di mana dia menyentuhmu! Apa selama ini kau selingkuh di belakangku?" teriakan Aarick menggema di dalam kamar.

"Apa kau akan melepaskan aku jika aku menjawab iya?"

"Aisha!!"

Sejak pertengkaran itu Aarick semakin bersikap dingin, bahkan rasa cemburunya sudah menyakiti Aisha dan janin yang dikandung istrinya.

Bagiamana akhir rumah tangga mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MT2. Bab 20

"Anak itu memang keturunan bapaknya! Nekat dan keras kepala. Beraninya dia datang diam-diam ke kamar Aisha. Persis seperti maling," Endi geram setengah mati melihat rekaman CCTV di ruang kerjanya.

Saat itu ia melihat sekelebat orang melompati pagar rumahnya. Sudah hampir tengah malam biasan satpam keliling menjaga keamanan rumah jadi sudah pasti pos satpam kosong. Sementara Elang belum pulang ke rumah. Jadi, siapa yang dilihatnya tadi? Apa maling sedang mengintai rumahnya?

Endi yakin jika ia tidak salah lihat karena tidak mungkin ada hantu di rumahnya, demi menuntaskan penasaran yang bersarang di kepala ia memutar ulang rekamaan CCTV.

Kedua matanya membola melihat Aarick masuk ke kamar Aisha. Untuk apa Aarick datang di jam malam seperti? Apa yang mereka lakukan di kamar anak gadisnya?

Endi tidak mau membuang waktu. Ia masuk ke kamar dan terpaksa membangunkan istrinya yang sudah tidur pulas.

"Berkas pernikahan anak kita sudah rampung kan?" ia langsung bertanya saat Alisa mengerjapkan mata.

"Bangunin aku cuma mau tanya itu doang?" Alisa kembali meringkuk di bawah selimut.

Endi duduk di bibir tempat tidur persis di sebelah Alisa. "Pernikahannya dipercepat. Mereka harus menikah besok...." lirih Endi.

Alisa sontak membuka selimutnya. Mata yang tadi ngantuk berat kini sudah terbuka lebar. Ia duduk dan bersandar di kepala tempat tidur.

"Kamu ngelindur?" tanya Alisa dengan suara parau. Ia mengup lalu merapikan rambutnya.

"Gimana mau ngelindur? Aku belum tidur sama sekali." Endi menunjukan rekaman CCTV yang terhubung di ponselnya.

"Aarick?" Ia menatap lekat suaminya. "Aisha nggak mungkin seperti itu," ia tidak mau berprasangka buruk. "Tapi, kenapa Aisha mengijinkan Aarick masuk ke kamarnya?"

Pertanyaan yang sama. Mereka larut ke dalam pikiran masing-masing. Hanya Aarick dan Aisha yang tau jawabannya. Sebelum semua terlambat Endi segera menghubungi sahabatnya.

***

Aarick baru saja menutup pintu utama rumahnya. Seluruh ruangan hampir gelap menandakan jika penghuni rumah sudah tidur. Ia melangkah mengendap seperti maling karena tidak mau membangunkan orang rumah. Tapi, belum sempat ia menapaki anak tangga tiba-tiba lampu menyala menerangi ruang tengah.

"Dari mana?" tanya Ariel. Ia sengaja menunggu Aarick guna memastikan informasi yang baru saja didengar. Ia tidak akan tinggal diam jika Aarick berani menodai Aisha.

"Biasa, Pa ... anak muda," jawab Aarick. Ia mematung di tempat saat melihat wajah Papa yang datar tanpa ekspresi.

"Papa mau bicara." Aariel membutar badan dan duduk di sofa. Ia menepuk sofa kosong di sampingnya. Aarick tidak punya pilihan selain menurutinya.

"Ada masalah apa sampai Papa nungguin, aku?" Ia semakin gugup saat bahunya dirangkul Ariel. Telapak tangan yang berukuran besar itu pun terus saja menepuknya.

"Kamu sayang sama mama?" tanya Ariel, ia mengunci pandangan Aarick. Bicara dengan anak keras kepala harus dengan pikiran yang dingin agar tidak terjadi baku hantam di rumahnya sendiri.

"Justru Mama wanita pertama yang aku sayangi, Pa." Aarick tertawa dan menepuk paha Ariel. Ia merasakan aura mencekam di sini sebab Papa masih sama memasang wajah datar.

"Sama Arta sayang, nggak?"

"Ya sayanglah, pokoknya Aarick nggak akan tinggal diam kalau ada yang berani nyakitin mama dan Arta," jawab Aarick yakin.

"Justru kamu sendiri yang sudah nyakitin mamamu karena diam-diam datang ke rumah om Endi, untuk apa kamu masuk ke kamar calon istrimu?" Emosinya pun mencuat juga. Ariel mencengkram kerah kemeja Aarick lalu membawanya secara paksa menaiki anak tangga menuju lantai dua.

"Dengrkan penjelasan Aarick, Pa." Ia menarik tangan Papanya tetapi papa semakin menarik bahkan mencekik lehernya, ia memasang wajah takut tetapi hatinya bahagia karena rencananya berjalan mulus. Aarick tau kalau di rumah Aisha terpasang CCTV justru itulah tujuan dan incarannya.

"Di mana norma kesopananmu sampai kau berani menyentuh Aisha sebelum menikah? Bagaimana jika hal terjadi pada adikmu?" Ariel menghempaskan Aarick ketika sudah di dalam kamarnya.

Aarick tidak mampu menjawab ketika melihat mamanya menangis di tempat tidur.

"Ma---

"Tetap di situ! Mama kecewa sama kamu." Anggun membuang muka.

"Tapi Aarick nggak ngelakuin apapun, Ma." Aarick berjalan cepat dan bersimpuh di depan Anggun. "Aarick cuma...." Ia terdiam mencari alasan yang tepat. Tidak mungkin ia berkata jujur sudah mencium Aisha. Meskipun di jaman ini hal seperti itu sudah lumrah bagi sebagian orang tetapi ia malu mengakuinya di depan mamanya. "Kangen," imbuhnya dengan suara yang lirih.

"Apapun alasanmu ... yang kamu lakukan itu salah. Kamu punya adik perempuan, harusnya kamu kasih contoh yang baik bukan sebaliknya!" hardiknya marah, ia kecewa melihat Aarick. "Kemua sudah sepakat untuk menikahkan kalian besok, tidak perlu menunggu dua atau tiga hari lagi, dan kamu harus ingat satu hal." Anggun menjeda kalimatnya lalu menunjuk bahu Aarick. "Mama nggak akan maafkan kamu kalau berani menyakiti Aisha," imbuh Aggun lagi.

Aarick menggenggam tangan Mamanya. "Aarick janji nggak akan ngecewakan Mama," jawabnya. Ia menghapus air mata yang mengalir di wajah Mamanya.

***

Sebuah pernikahan bisa mengikat dua watak yang berbeda menjadi satu. Menyatukan dua keluarga di dalam kebahagiaan yang sama. Dalam mengarungi bahtera rumah tangga hendaklah selalu menerima kelebihan dan kekurangan pasangan. Menjaga komunikasi dan kepercayaan adalah kunci utama agar kesetiaan tetap utuh untuk satu nama yang bertengger di hati.

Semua orang tau itu. Pihak keluarga juga berharap kelak Aarick dan Aisha bisa menjaga keutuhan rumah tangganya.

Seperti yang sudah disepakati bersama, pagi ini keluarga Erlangga datang ke rumah Endi. Tidak ada yang berubah, pernikahan hanya dihadiri keluarga inti dan beberapa saksi.

Rencananya, setelah melewati hari berkabung atas meninggalnya kakek Aarick mereka akan mengumumkan kabar bahagia ini kepada para kolega.

"Elang masih belum bisa dihubungi, ada di mana anak itu?" resah Endi, ia sudah duduk di samping penghulu yang akan menikahkan Aisha dan Aarick.

Aarick dan Aditya tampak duduk santai ditempatnya masing-masing. Aarick bersila kaki di depan meja kecil yang berisi berkas pernikahannya. Sedangkan Aditya duduk di samping papa Ariel.

Sementara di dalam kamar. Aisha sudah tampil cantik dengan polesan makeup diwajahnya. Kebaya putih pilihan calon mama mertuanya juga sudah membalut tubuhnya yang ramping. Para perias juga terus memuji kecantikannya. Tetapi ia tidak merasa terhibur karena sampai sekarang Elang masih belum pulang ke rumah.

"Harusnya kak Elang menyaksikan pernikahanku, bukan menghilang seperti ini...." lirih Aisha, ia menoleh kearah pintu yang sudah terbuka dari luar. Mama Alisa melempar senyum kepada dirinya.

"Masih nunggu kakakmu?" tanya Alisa. Ia pun merasakan kekhawatiran yang sama. Gelisah karena anaknya belum pulang ke rumah.

"Kak Elang ada di mana, Ma?" tanya Aisha, wajah cantiknya masih cemberut.

"Mungkin kakakmu masih reunian sama temen-temennya. Kamu jangan cemas karena Papa sama om Ariel udah nyebar orang untuk nyari kakakmu. Jangan cemberut di hari pernikahanmu." Alisa menggandeng tangan Aisha.

***

Semua mata memuji kecantikan mempelai wanita. Aarick bahkan hampir tidak berkedip melihat calon istrinya yang tampak malu-malu. Hingga Aisha sudah duduk tepat di sampingnya pun ia tidak bisa berpaling arah sampai penghulu meyebut namanya.

"Nak Aarick sudah siap?" tanya penghulu. Ia mengulurkan tangan bersiap untuk menikahkan kedua mempelai.

"Siap, Pak!" seru Aarick saat sudah berjabat tangan dengan penghulu.

Proses ijab kabul pun dimulai. Aarick cukup sekali mengucapkannya.

"Bagaimana saksi?" tanya penghulu pada beberapa saksi yang ada di sana.

"Aarick!!!"

Semua arah tertuju pada sumber suara. Elang berdiri tegak di belakang Aarick.

***

Aku nggak pindah lapak. Karena aku sayang sama pembaca setia mantan tercinta. Terima kasih karena sudah mendukung ya.

1
Haryani Yuliwulansih
Ditunggu lanjutannya
Haryani Yuliwulansih
Luar biasa
Sulaiman Efendy
KOQ LAGI2 CERITANYA GANTUNG.
Sulaiman Efendy
ELANG YG DIBANGGA2KN TERNYATA TERLIBAT SINDIKAT NARKOBA DI LONDON...
Olly O Krisen
Bono...Boni...🙄
Agustin Ria Astuti
sapose ini mengadu domba? 🤔🤔🤔🤔
Sidieq Kamarga
Ha ha ha kena telak Sisil 🤩😂😂😂
momOf3AdorableKiddos
mana lanjutannya kakakkkkk
Arlisa Wanda
up kak ko udah end d profilx
Arlisa Wanda
up
langitsenja
loh koq udh end pdhl konflik baru dimulai
Ira-Hazirah Sweetz
thor....ini bener" gantung gini kah ending nya ??
Ira-Hazirah Sweetz
next
melanny laukon
koq dh tamat Thor???
Maulidis Atia
cerita airin sama yusri apa judulnya kak?
Fitri Anwar ALfhyank
kok udah end?? tp gantung loh
kayla
iyaeee sudah ngga ada kelanjutannya kha??
Lila Hilalia
kok blm ada lanjutannya
Viio Mom'Yasmine
ini gimna sih nanggung bgt. ngga jelas ya sinopsis sm critanya.
Elisabeth Ratna Susanti
boomlike ❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!