NovelToon NovelToon
TAWAKU TERBALUT LUKA

TAWAKU TERBALUT LUKA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:919.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mei_Mei

(Taka season 1)


Cerita yang memiliki selera humor tinggi yang mungkin akan mengocok perut kalian.
Menggunakan bahasa Jawa tetapi akan tetap ada terjemahan arti.

Arselio Reytaka Milard, seorang pemuda masih berstatus pelajar SMA disalah satu sekolah elite yang ada dikota Jakarta. Ia memiliki saudara kembar bernama Arselio ReyNata Milard. Nama mereka begitu mirip, meski saudara kembar namun keduanya memiliki wajah yang berbeda begitupun dengan karakter sikap mereka yang juga berbeda. Namun, saudara kembar itu begitu menyayangi satu sama lain, dimana ada sang kakak maka disitu juga ada sang adik.

Dia anak horang kaya keempat, tetapi tingkah laku disekolah seperti orang biasa. Bahkan disekolah selalu bersikap konyol, apa yang dia ucapkan selalu sukses membuat orang lain tertawa.

Apakah perjalanan mencari jati diri seorang Taka akan penuh tawa seperti julukannya?
Mari kita ikuti kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei_Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lagi-lagi Ayah dan Taka

Persaudaraan adalah hubungan yang kental, bagaimanapun kesalahan yang dibuat tetap tidak tega melihat wajah adiknya bersedih. Sebagai kakak, Saka bisa memaklumi keteledoran sang adik.

"Kakak makasih sudah mengerti, lain kali Taka akan berhati-hati menjaga baby nutrigel," ia memeluk tubuh kakaknya.

Saka masih menyunggingkan senyuman.

Ayah Arsel ikut tersenyum melihat kedua jagoannya saling menyayangi dan akur.

"Tapi tetep aja kak Taka bersalah, harusnya dihukum dong," ucap Nata.

"Ealah nih bocah demen banget ngadu domba." kesal Taka.

Nata menanggapi dengan cengengesan.

"U'um..." baby Saf-Saf berjalan kearah Om kesayangan. Bocah balita yang baru saja mencebur kedalam got itu sudah dimandikan dengan bersih. Rambut gimbalnya menghabiskan satu botol sampo dengan sabun cair yang tak tau lagi menghabiskan berapa botol.

"Kamu sudah selesai mandi?" Taka bertanya. Baby Saf-Saf mengangguk dan kini sudah naik diatas pangkuan Om kesayangan.

"Kamu tadi nggak dengerin Om, kenapa harus masuk kedalam got?" imbuh Taka lagi.

"Pu pu, Um..." jawab baby Saf-Saf sebisanya.

"Hei mana ada kupu-kupu didalam got?" herannya, tapi baby Saf-Saf hanya menganggukkan kepala.

Bunda Sensa berjalan mendekat, ia duduk disamping sang suami. Sedari tadi ia belum menanyakan tentang peristiwa cucu satu-satunya yang mencebur kedalam got.

"Taka, bagaimana ceritanya keponakanmu bisa mencebur dalam selokan?" tanyanya.

"Bun, kasus ini sudah ditutup, kenapa ditanyain lagi?" jawab Taka.

"Eh siapa yang menutup? 'kan Bunda belum bertanya."

"Bunda telat tanyanya,"

"Udah berapa kali kamu teledor jagain baby Saf-Saf? Kamu ini benar-benar Taka," Bunda Sensa menggelengkan kepala.

"Iya aku udah minta maaf sama kak Saka, besok baby nutrigel nggak akan mencebur got lagi."

"Anggap saja tadi baby Saf-Saf mandi lumpur hangat," imbuhnya.

"Buset, keponakan mencebur ke got malah dianggap mandi lumpur hangat. Kalau gitu kamu mencebur juga dalam got, biar seperti mandi lumpur hangat." kata ayah Arsel.

"Kita cebur bareng-bareng aja yah, itu bagus untuk melancarkan peredaran darah orang yang sudah tua." jawab Taka.

"Ora sudi." jawab ayah Arsel ketus.

"Hari minggu malah jadi kacau gara-gara kakak,"

"Elah Maemunah dari tadi nggak bisa diem, nyalahin mulu. Kamu juga salah nggak mau bantuin jaga baby nutrigel" sungut Taka.

"Enak aja ganti nyalahin aku! aku tadi masih telponan sama onoh...." jawab Nata.

"Opo, telponan karo Martono!" Taka mendengus sebal.

"Martono Martono, Martin!"

"Kebagusan kalau namanya Martin, mukanya aja kayak topeng monyet,"

"Daripada Sarinem, nggak ada bagus-bagusnya."

"Alah mboh!"

"Kalian ini berantem apa lagi?"

"Ntah itu punya kakak sama kembaran gitu amat," gerutu Nata.

"Ih lu kira aku mau kembaran sama kamu,"

"Eh kalian ini berantem kenapa?" kini bunda Sensa yang bertanya.

"Nggak heran sayang, keduanya sejak dalam kandungan memang sering bertengkar." ayah Arsel menyahut.

"Emang kamu tau kalau si kembar berantem sejak didalam perutku?" heran bunda Sensa.

"Ya dulu waktu perut kamu bergelombang, kata kamu bayi dalam perut menendang-nendang, itu berati mereka dalam perut saling menendang."

"Heh, kalau itu mah memang seperti itu, bukan berarti bayi dalam perut bertengkar dan menendang saudara kembarnya. Semua bayi memang bergerak-gerak, entah bayi itu kembar atau tidak, semua memang bergerak. Menandakan kalau didalam perut itu ada nyawa yang hidup." bunda Sensa menjelaskan.

"Aku jadi kangen masa-masa itu, saat dulu anak kembarmu masih didalam perut dan menendang-nendang pipiku." ucap ayah arsel dengan senyum bahagia.Ia menerawang jauh kembali ke masa lalu.

"Kalau ayah kangen, sini biar Taka kabulin  keinginan ayah. Taka bisa nendang ayah saat ini juga." Taka menyahut.

"Bocah ini bener-bener kalau kamu nendang ayah sekarang, yang ada ayah bakal langsung pingsan dan masuk kerumah sakit." ayah Arsel menatap sinis.

"Kakak ini," sahut Nata.

Taka cengengesan.

Bunda Sensa dan Saka menahan tawa.

"Kata ayah tadi kangen sama tendangan kita, ya sini Taka penuhi kerinduan ayah."

"Anak kamu sayang," ayah Arsel menggelengkan kepala.

"Hah, nggak heran, dari dulu memang begitu 'kan? Omongan Taka nggak usah didengerin, sejak keluar dari perutku dia udah penuh tipu daya." jawab bunda Sensa santai, ia udah hapal dengan sikap putra putrinya tidak lagi ambil pusing.

"Oh iya yah, Taka lupa buat kirim Cecep ke bengkel. Taka minta uang dong,"

"Astaga, uang lagi uang lagi, setiap mata kamu terbuka kenapa mintanya cuma uang terus nggak ada yang lain!"

"Yah kalau orang marah-marah terus biasanya cepet tua loh..."

"Memang ayah sudah tua,"

"Iya, tapi walaupun ayah tua masih tampan dibanding orang jompo lainnya,"

"Heleh, modus. Pinter banget nge-rayu nya." ayah Arsel mengejek.

"Ck..." Taka berdecak, merasa gagal untuk merayu sang ayah. Jurus apa yang akan dia gunakan.

"Taka, kamu boros banget sama uang itu buat apa? kebutuhanmu bukannya sudah ayah cukupi." kini Saka yang bertanya.

Taka menggaruk pelipis, ia memang terlalu sering minta uang. Walau pun uang itu digunakan untuk hal bermanfaat tapi mereka semua tidak tau. Ia pun enggan untuk memberitahu, belum saatnya.

"Kebutuhanku memang banyak kak, maaf kalau aku boros. Besok biar Taka nyari kerja sampingan biar nggak ngerepoti."

"Eh, tumben kamu sadar begitu? kesambet apa coba? atau baru saja mendapat hidayah."

"Ealah, anak sadar salah, anak ugal-ugalan tambah salah. Duh Gusti, beri hamba kesabaran." ucap Taka.

"Allahuakbar," ucap ayah Arsel. Ia berdiri.

"Alhamdulillah sayang anak kita sudah sadar." imbuhnya lagi.

"Hust... kamu itu suamiku." bunda Sensa memukul tangan ayah Arsel.

"Kamu dengarkan kalimat yang dikatakan dia." ayah Arsel menunjuk kearah Taka.

"Hoalah, opo bapakku wes pikun tenan to, ada orang ngeluh dibilang sadar." ucap Taka lemas dan gemas.

"Eh, kamu tadi mau nyari kerja sampingan, memang mau kerja dimana? kamu sekolah aja pulang sore bahkan nyampek rumah udah Maghrib." kata ayah Arsel.

"Apa aja yah, yang penting dapet uang," belum selesai sudah dipotong.

"Jangan bilang kamu malak lagi, atau mau bobol bank? merampok, melakukan kejahatan. Maling ayam." selidiknya.

"Sebut semua bentuk kejahatan yang ayah tau,"

"Ish..." ayah Arsel mencebik.

"Bentuk kejahatan yang ayah sebutkan semua salah. Taka punya suara emas, suara yang dimimpikan semua orang, aku akan memanfaatkan suaraku."

"Heh, kamu mau konser?"

"Bukan. Konser mah butuh dana besar yah, yang ada bukan ngasilin uang malah ngeluarin uang."

"Lalu kamu mau usaha apa? semua salah, jangan-jangan kamu ngerjain ayah lagi. Kamu suka jahil."

Taka tertawa lucu, yang dikatakan ayahnya memang benar. Ia memang suka jahil pada siapapun.

"Tidak, Taka juga bosan ngerjain ayah mulu'. Ayah kalau dikerjain nggak ada perlawanan, terlalu datar."

"Heh, kalau belok-belok ntar nyungsep kayak kamu kemarin." ayah Arsel menertawai Taka. Mulut limis itu menggerutu dan memandang sinis.

1
Narawin's~
lanjutttt
Qaisaa Nazarudin
Nama rakyat banget,Gak ada nama yg nikin lidah ku keseleo menyebutnya..👏👏👍👍Mantap thor aku suka..👍👍
Qaisaa Nazarudin
Oaalahh siapa sih yg killer di sini? Taka atau pak gurunya? 🤣🤣🤣🤣

Mampir thor,kayaknya seru ceritanya..🙋🙋😄
Muhamad Hasbi
Luar biasa
Nurma Lisa
ternyata novel ini bisa untuk obat stress🤭🤭
Akakdidi Kakdidi
bagus jalan ceritanya
Mmh Na Aas Tea
makin sedih cerita nya
Mmh Na Aas Tea
sedih banget 😭😭😭😭
Mmh Na Aas Tea
aduh parah si raja🙄🙄
Mmh Na Aas Tea
🤣🤣🤣🤣,,perut ku Ampe sakit bacanya karna lucu
Kenzi Kenzi
jadi inget sama pilem si dudung
Kenzi Kenzi
bahkan,nama aja kembaran....hahhahaa....kek nya bakalan ada nama2.kembar lainnya nih...mujiren mujirah...mujiran...
Kenzi Kenzi
ini pangkal karya2mu selanjutnyankan thor....,gw mampir....
Akak Mei: Ada banyak Kak, klik profile saya dan ikuti biar tau setiap kali saya buat karya baru. Terima kasih sudah mampir ya.
total 1 replies
Lisna Wati
terimakasih ceritanya thoor sy suka
Lies Mulyadi
ngakak poll,bulu kaki digambar
THE END.MD
aku udah baca tulisan kak mei yang ini beberapa kali dan tetep bikin aku ketawa dan nagis lagi dan aku salut buat bikin karya yang bagus ini ma kak mei semanagt terus ya kak mei nulis nya kalo bisa tulis juga cerita kisah cinta nya ayah ansel ma bunda 👏👏👏👏👍👍👍👍
Yani Srihastuti
lucu banget,suka genre yg seperti ini
Rini Apriyanti
Yg baca ikutan nangis, tissue mana tissue
Hani Hanie
haduuhh takaDung...sampai keluar air mata aq ketawanya..dasarr😂
Nuranita
gila ini novel.....bner2 bkin menyedih tiap kali bca....nangis tanpa dmnta kek airmata jtuh sndri....😭😭😭😭😭😭😭😭padahal udah 3x bacax
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!