kisah persahabatan, cinta, keluarga dan masa lalu
Bagaimana akhir kisahsi kembar tiga?bisakah mereka bersatu lagi dalam satu keluarga?
Cerita ini kelanjutan dari novel sebelumnya yang berjudul l LOVE YOU PAK POLISI
jangan lupa beri dukungannya pada Author dengan like, komen, vote dan follow juga ya ditunggu banget dukungannya😍😊 tekan favorit juga untuk novel ini.terimakasih untuk semua yang udah setia dukung Authornya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nindira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Panggilan telepon dimalam hari
"Jadi Asel masih hidup?jadi dua jasad anak kecil itu bukan Arsyi dan Arsel?"
Angga lalu mengangguk Ayu lalu berkata"Aku juga tidak yakin waktu itu,kalau Arsyi dan Arsel sudah meninggal dunia jadi meskipun mereka sudah dikabarkan meninggal dunia aku tetap mencari mereka"kata Ayu lalu terdiam
"Begitulah kejadian sebenarnya dan aku sangat menyesal karena tidak percaya sama kamu, maafkan aku cinta kembalilah padaku demi anak-anak kita"kata Angga sambil menatap mata Cinta penuh harap
"Kamu pikir dengan penyesalan dan kata maafmu bisa mengembalikan semuanya?apa kamu tidak tahu bagaimana hancurnya hati dan hidupku setelah kamu membuangku dan Arsya?Apa kamu tahu bagaimana susahnya aku harus membesarkan Arsya sendirian?"
"Aku minta maaf Cinta, aku ingin menebus semua kesalahanku padamu dan Arsya, aku ingin rujuk sama kamu aku janji akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk anak-anak kita"pinta Angga dengan sungguh-sungguh
"Jangan berharap aku bisa menerima kamu lagi hati ini terlalu sakit untuk bisa memaafkan semua kesalahanmu jadi jangan pernah mencoba untuk mendekati aku dan Arsya lagi karena aku dan Arsya tidak akan sudi menerimamu lagi"kata Ayu tegas
"Kalau kamu dan Arsya tak bisa menerimaku lagi lalu bagaimana dengan Arsel? apa kamu tidak ingin bertemu lagi dengan dia dan bilang padanya kalau kamu adalah momynya Arsel? aku yakin kalau Arsel tau momy nya masih hidup pasti dia ingin kita bersatu lagi"
"Berikan Arsel padaku katakan padanya kalau kamu ini adalah papa angkatnya. biarkan aku hidup dengan anak-anakku dan kamu jangan pernah ganggu kehidupan kami lagi dengan begitu aku baru bisa maafin kamu"
"Bagaimana bisa kamu memberikan persyaratan seperti itu? aku sangat sayang pada Arsel aku tidak mau kehilangan dia lagi dan Arsel pun tidak akan percaya dengan kata-kata bohongku kalau aku papa angkatnya,dia pasti mengira aku sedang bercanda kalau kamu tetap egois apa kamu yakin tidak mau bertemu lagi dengan Arsel?"
Ayu lalu terdiam karena dia bingung harus berbuat apa? disatu sisi dia ingin bertemu dengan Arsel dan berkata kalau dia ini adalah momy nya Arsel dan disisi lain dia tak mau kembali rujuk dengan Angga karena rasa marah, kecewa, sakit hatinya yang membuahkan kebencian dihati Ayu terhadap Angga
"Sudahlah aku tidak mau membahas ini lagi denganmu tapi ingat suatu hari nanti aku akan membawa Arsel darimu tanpa kita harus rujuk jadi bersiaplah"ancam Ayu
Setelah itu Ayu pergi tanpa Ayu sadari Angga terus mengikuti kemana pun Ayu pergi karena Angga mau tahu dimana tempat tinggal Ayu sekarang ini.
waktu menunjukan pukul 00.00 Radit masih tertidur pulas dipembaringannya. tiba-tiba handphone Radit berbunyi awalnya Radit mengabaikan suara handphonenya karena rasa kantuknya tak bisa dikalahkan tapi handphone itu terus berbunyi tanpa henti berharap sang pemiliknya mengangkat panggilan teleponnya
Akhirnya Radit pun bangun dengan malas dan meraih handphone yang tersimpan dimeja dekat lampu tidur yang terletak disamping tempat tidur Radit
📞Hallo ini siapa ya?'tanya Radit dengan mata yang masih terpejam
📞Hallo om ini aku Arsya, momy gak pulang dan handphonenya gak aktif maaf ya aku nelpon om ditengah malah gini'kata Arsya dibalik telepon dengan suara parau
📞Oh Arsya ada apa ko malam-malam telepon om?'tanya Radit masih memejamkan matanya
📞Tolong aku Om badanku lemas dan menggigil, kepalaku pusing aku gak kuat om dirumah gak ada siapa-siapa tolong aku om'kata Arsya semakin lemas dan parau
Mendengar itu seketika Radit lalu beranjak bangun dan mencari sandalnya sambil terus menelepon
📞Iya,, iya,, om kerumah kamu sekarang kamu tungguin om ya om akan segera datang
📞iya om cepetan ya ke sini
Setelah itu Radit menutup teleponnya dan mencari sandalnya dengan terburu-buru tanpa dia sadari dia memakai sandal yang berbeda kemudian Radit mencari kunci mobilnya dan segera pergi kerumah Arsya masih dengan menggunakan piyamanya dan sandal yang beda.
Sesampainya dirumah Arsya, Radit lalu memencet bel rumah karena rumah Arsya terkunci dari dalam. ketika Arsya mendengar bunyi bel dia lalu bangun dari tempat tidurnya dengan susah payah dia mencoba pergi dari kamarnya untuk membuka pintu rumahnya.pintu pun dibuka oleh Arsya dan dibalik pintu sudah ada Radit yang sangat mencemaskannya
"Ya ampun Arsya kamu sakit? wajahmu pucat banget"Kata Radit
Tiba-tiba Arsya terkulai lemas karena sudah tak kuat lagi berdiri. Radit lalu memapah tubuh Arsya yang terasa sangat panas untuk pergi kekamar Arsya
"Arsya badan kamu panas banget, kamu tiduran dulu ya dikamar biar om panggil teman dokter om supaya datang ke sini"
"Iya om"jawab Arsya
Setelah dikamar Arsya,Radit lalu merebahkan tubuh Arsya kemudian dia menelepon teman dokternya untuk segera datang kerumah Arsya. tak lama dokter pun datang dan langsung memeriksa Arsya setelah itu Arsya diberi obat untuk segera diminumnya agar panasnya cepat turun. tapi sebelum minum obat Radit masak bubur dulu karena sebelum minum obat Arsya harus makan dulu
"Arsya tunggu dulu ya om buatin bubur dulu"kata Radir lalu pergi kedapur
Didapur Radit segera menyalakan kompor dan mulai memasak bubur
"Buburnya cepetan matang dong Arsya harus segera minum obat"gumam Radit sambil terus mengaduk-ngaduk buburnya dengan gelisah
Setelah matang Radit mematikan kompornya dan langsung memegangi panci yang panas dengan kedua tangannya tanpa kain lap
"Awww,,gila panas,, aduuuh tangan gue sakit nih, gue lupa gak pake kain buat megangin gagang pancinya"
Radit lalu menyiram luka bekas memegang panci panas itu dengan air keran.setelah itu dia baru menuangkan buburnya ke dalam mangkuk kemudian dia membawa bubur itu kekamar Arsya
"Arsya kamu makan dulu ya setelah itu kamu minun obat"kata Radit sambil menyuapi Arsya
Arsya lalu makan bubur kemudian dia minum obat
"Sekarang kamu sudah minum obat jadi tidurin dulu ya,om gak akan pulang ko om akan jagain kamu"
"Makasih om, kalau gak ada om aku gak tau bagaimana jadinya aku?"kata Arsya dengan nada suara lemah
"Iya sama-sama tenang aja sya, om akan selalu ada buat kamu ko"
"Sekali lagi makasih om"
"Iya, om mau nyuci mangkuk bekas buburnya dulu ya nanti om balik lagi ke sini kamu tidur aja"
"Iya om"
Kemudian Radit pergi kedapur untuk mencuci mangkuk bekas bubur setelah selesai baru dia kembali ke kamar Arsya tapi saat dia mau melangkahkan kakinya Radit baru sadar kalau sandalnya sebelah kiri semua
"Ya ampun ko sandal gue sebelah kiri semua sih, gue baru sadar sekarang lagi mungkin dari tadi udah kaya gini kali ya pantes aja kaki gue ngerasa gak nyaman pake sandal"kata Radit sambil menepuk jidatnya dengan mata yang melihat ke kakinya
Sementara diluar rumah Ayu baru pulang dia lalu memarkirkan mobilnya didepan rumah lalu dia hendak masuk kedalam rumah namun ketika dia mau masuk kerumah tangannya ditarik seseorang. betapa kagetnya Ayu dia kemudian melirik kebelakang untuk melihat siapa yang sudah menarik tangannya
"Rupanya disini rumah kamu, aku tidak akan menyerah Cinta sampai kamu memaafkanku dan memberi kesempatan kedua padaku untuk menebus semua kesalahanku"kata seseorang itu
"Ngapain kamu ngikutin aku sampai kesini?pergi kamu dari rumahku"bentak Ayu sambil mendorong Angga hingga dia beringsut mundur
Ayu lalu segera masuk kerumahnya dan menutup pintunya tapi Angga segera mengganjal pintu dengan kakinya hingga pintu itu tak bisa ditutup
"Pergi kamu dari rumahku jangan ganggu hidupku lagi"ucap Ayu sambil terus berusaha menutup pintunya dengan sekuat tenaga
Tapi Angga mendorong pintu itu hingga terbuka lebar karena tenaga Angga lebih kuat dari pada Ayu kemudian dia masuk kedalam rumah. Ayu sangat kesal dan marah karena Angga menerobos masuk kerumahnya dengan paksa lalu Ayu mencari barang-barang apa saja yang ada disekitarnya kemudian dia melemparkan pada Angga agar dia mundur dan pergi dari rumah Ayu
Naman Angga tak menyerah dia semakin mendekati Ayu dan memegangi wajah Ayu dengan kedua tangannya agar Ayu menatap matanya.Ayu lalu berontak dengan memukuli dada Angga, Angga lalu menangkis tangan Ayu
"Hentikan Cinta, sekeras apa pun kamu mengusirku aku pun akan semakin keras untuk bertahan"kata Angga
"Brengsek pergi kau dari rumahku aku muak melihatmu"bentak Ayu
Tanpa Angga dan Ayu sadari Radit yang baru keluar dari daput melihat dan mendengar pertengkaran mereka hanya saja Radit tak bisa melihat wajah Angga karena dia membelakangi Radit
"Ayu bertengkar sama siapa itu? aku harus kesana untuk melerai mereka"batin Radit namun langkahnya terhenti ketika Angga berkata
"Aku tidak akan pergi dari sini sampai kamu ijinkan aku bertemu dengan Arsya anak kandungku, darah dagingku, aku sangat merindukan dia jadi aku mohon biarkan aku ketemu sama dia"kata Angga kemudian bersujud memohon pada Ayu
"Apa anak kandung,,, darah daging,,, jadi laki-laki itu mantan suami Ayu?"batin Radit tak karuan
Ayu yang marah tetap tak mau mengijinkan Angga bertemu dengan Arsya kemudian dia Mendorong Angga hingga Angga yang sedang jongkok lalu terduduk kemudian Ayu melempar guci kedepan Angga hingga pecah berserakan,Angga hanya pasrah tanpa mencoba untuk menghindari guci itu dia hanya menyilangkan kedua tangannya dikepala untuk melindungi wajahnya dari pecahan kaca itu sambik menundukan kepalanya
Mendengar keributan diluar Arsya mencoba bangun dengan keadaannya yang masih lemah untuk mengecek apa yang sebenarnya terjadi?
"Oooom,, om Radiiiit,, oooom,, ada apa diluar ko ribut-ribut?"kata Arsya setengah berteriak
Namun tak ada jawaban dari Radit, Arsya lalu membuka pintu kamarnya tiba-tiba kepalanya makin berat dan pusing Lalu Arsya bersender dipintu kamarnya untuk menopang tubuhnya
"Mom,, apa itu momy? momy udah pulang?"tanya Arsya yang tiba-tiba pandangan matanya menjadi kabur dan gelap karena rasa pusing yang tak tertahankan
Mendengar suara itu Angga lalu bangun dan mendekati Arsya
"Arsya, apa ini kamu? kamu Arsya kan?"tanya Angga dengan mata yang berkaca-kaca
"Om,, siapa?"Tanya balik Arsya tapi tiba-tiba Arsya pingsan
like n favorit buat karyamu thor
mampir ya "Tambatan Hati Ceo Tampan "
atau "Akibat Nikah Muda. "
like♥️
like...♥️♥️☺️
salam dari
Gadis tiga karakter
salam dari
Gadis Tiga Karakter
semangaat...
Salam dari
GADIS TIGA KARAKTER