KETERANGAN: Di harap kan untuk membaca novel "Wanita Taruhan Elvan" karena novel ini adalah anak nya🤭🤭
Ini adalah lanjutan kisah cinta anak-anak dari ke dua sahabat yang pernah berselisih paham di masa lalu. Dengan ketulusan hati, persahabatan mereka kembali seperti semula hingga mereka menjadi tua dan anak-anak mereka saling jatuh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20.Boleh Minta Tolong?
"Asal kau tahu Hana, aku sebenarnya tahu di mana Elvan menempatkan anak nya." ujar Raka sambil memandang ke arah luar balkon kamar nya.
"Dari mana kau tahu?" tanya Hana penasaran.
"Keluarga Elvan sangat kaya bahkan harta mereka tidak akan habis jika ia tidak bekerja sekali pun. Bisnis peninggalan kakek dan papah nya tersebar di beberapa negara. Dan aku sangat yakin jika Elvan menempatkan anak nya di salah satu negara tempat dia berbisnis."
"Jangan beri tahu Arka, aku takut dia menyusul ke sana."
"Tidak! akibat perbuatan Arka saja aku sudah malu." ujar Raka. "Aku yakin jika Kinara dan Kean berada di tempat yang sama seperti aku dulu." batin Raka.
Raka kemudian memerintahkan istri nya untuk menutup pintu yang menuju arah balkon kamar dan setelah itu mereka pergi tidur. Berbeda dengan Arka, pria itu masih sibuk dengan buku nya. Apa yang di baca Arka? komik, novel atau sejenis nya! hanya dia yang tahu.
*****
"Sedang apa?" tanya Zura yang baru saja masuk ke dalam kamar anak nya.
"Bunda....membungkus sesuatu." jawab nya membuat Azura penasaran.
"Bungkus apa?"
"Bunda, Kinara boleh minta tolong?" tanya gadis itu.
"Minta tolong apa?"
"Besok Arka ulang tahun, Kinara boleh titip kado ini untuk dia?" tanya gadis itu sambil menyodorkan satu kotak kecil. "Tapi jangan sampai ada yang tahu, bunda aja yang tahu." mohon gadis itu.
Tak mau mengecewakan anak nya, Azura mengiyakan permintaan Kinara. Kinara senang, ia langsung memeluk bunda nya. "Ayo makan malam, bunda sudah masak lauk kesukaan kamu." ujar Zura.
Mereka kemudian pergi ke meja makan, benar saja, sudah ada beberapa lauk pauk khas dari negara mereka. Kinara dan Kean sangat lahap saat makan karena mereka sudah lama tidak makan masakan bunda nya.
"Pelan-pelan, jangan rebutan." tegur Elvan.
"Ayah suapin Nara." pinta gadis manja.Lahir di keluarga yang kaya raya dan memiliki orang tua yang sangat memanjakan nya juga memiliki tiga kakak laki-laki membuat Kinara sangat manja dengan semua orang.
"Kau ini sangat manja." ujar Elvan lalu menyuapi anak nya.
"Jangan begitu, dulu kau sangat menginginkan anak perempuan. Jadi jika Nara manja pada mu itu resiko." ucap Zura. Ya, dari ke empat anak nya hanya Kinara dan Kean yang paling manja.
"Berapa lama ayah dan bunda di sini?" tanya Kean.
"Satu minggu." jawab Elvan.
"Kok sebentar, kenapa gak satu bulan?" tanya Kinara.
"Bunda mu pasti tidak akan cocok dengan udara di sini dan makanan di sini. Maka nya ayah mempersiapkan semua nya dengan matang sebelum berangkat ke sini."
"Benar kata ayah mu." ujar Zura.
Selesai makan malam, mereka duduk-duduk di ruang keluarga. Sudah lama rasa nya tidak seperti ini hingga membuat Zura enggan meninggalkan ke dua anak nya. Kinara, banyak sekali yang ia cerita kan dan ke dua orang tua nya hanya menjadi pendengar yang baik. Sedangkan Kean, pria itu hanya sibuk main game di handphone nya.
Malam semakin larut, akibat kemanjaan dari anak-anak mereka, malam ini mereka tidur berempat di atas tempat tidur milik Kean yang berukuran king size itu. Elvan hanya bisa tertawa geli di dalam hati nya saat melihat istri dan ke dua anak nya tidur memeluk istri nya.
"Jika begini, kapan mereka dewasa nya?" lirih Elvan kemudian ikut merebahkan diri di samping Kean.