Biar asyik jangan lupa Follow akun aku ya !!
Yang sudah saya ucapkan terima kasih dan selamat membaca !!
Arzachio Mexram Morales adalah seorang pria yang berkedudukan sebagai pemimpin klan Mafia yang berada di, Meksiko. Bukan hanya Meksiko saja yang dapat dirinya kuasai. Hampir seluruh klan mafia yang ada di seluruh dunia berada di bawah kekuasaannya. Dirinya memiliki warna mata yang sangat indah sekaligus langka. Kenapa begitu ? karena dirinya memiliki 2 bola mata yang berbeda jenis, yang sebelah kiri berwarna biru dan yang sebelah kanan berwarna hijau zamrud. Semua wanita yang menatap matanya akan terpukau dan langsung jatuh cinta.
Tapi bagaimana jadinya jika seorang pemimpin mafia menjadi seorang ayah ? itulah yang dihadapi oleh Arzachio Mexram Morales yang tak sengaja bertemu seorang bayi laki-laki di markas besarnya. Entah bagaimana bocah laki-laki tersebut bisa sampai ke sana, yang jelas akibat kejadian tersebut dirinya memiliki status baru yaitu menjadi seorang Ayah yang terpaksa merawat seorang anak tanpa adanya dampingan seorang wanita disisinya. Hingga tanpa sengaja anak yang dirinya rawat memanggil seorang wanita dengan sebutan mama.
Lantas bagaimana kelanjutan kosah mereka ??
yang penasaran silahkan mampir dan tinggalkan jejak ya !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon penulis puisi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 19
Jangan lupa Follow akun Author ya !!
Vote, komen, like, and ratenya jangan lupa ditunggu ya !!
" Bagaimana ini !!, jika kami tertangkap maka habis sudah nyawa kami. Tapi jika kami tidak pergi maka kami pasti akan terus disiksa disini." bunyi suara batin Xena bimbang antara pergi atau tidak dari mansion mewah milik ketua mafia yang disegani oleh dunia.
...☘☘☘☘...
Sementara Xena yang sedari tadi gelisah memikirkan bagaimana caranya agar bisa kabur dari mansion ini. Disisi lain Arzachio tengah murka dan marah saat mengetahui bahwa pabrik gudang narkoba milik mereka dibakar oleh seseorang membuat dirinya mengalami kerugian yang cukup besar.
" BRENGSEK, APA SAJA KERJA KALIAN HA. BISA-BISANYA BARANG YANG HARGANYA PULUHAN MILYAR ITU TERBAKAR. DASAR TAK BERGUNA." Makinya sambil menarik kerah baju orang yang lalai dalam menjaga pabriknya.
" Bunuh mereka semua Farhan, aku tidak mempekerjakan orang yang lalai dalam tanggung jawabnya." ucapnya dingin dan dibalas anggukan kepala oleh sang tangan kanan.
" Baik tuan." setelah mengatakan itu semua, Arzachio memutuskan untuk pergi meninggalkan ruang kerjanya tersebut dan bergegas pergi menuju kamar tidur milik Xena untuk memberinya sebuah pelajaran.
Dengan langkah kaki jenjangnya yang lebar, dirinya bergegas berjalan menuju ke kamar yang Xena dan Aca tempati. Dengan perasaan murka bercampur marah akibat perilaku Xena yang berani menampar dirinya di depan seluruh bawahan yang dirinya punya di rumah ini.
" Ayokkk kita pindah !!."
" Ayok Ama !!." seru salah seorang bocah yang tak lain adalah suara anaknya, Al. Dan diikuti oleh suara Aca yang menyetujui usulan yang Xena berikan kepadanya membuat jantung yang dimiliki Arzachio berdetak sangat kencang.
Deg
Langkah kaki yang Arzachio miliki seketika berhenti. Nafas yang dirinya miliki tiba-tiba tercekat dan kedua tangan yang dirinya miliki terkepal erat saat mendengar kalimat yang barusan Xena ucapkan di dalam kamar membuat perasaan Arzachio seketika menjadi was-was. Dirinya tidak ingin dipisahkan dari sang anak, tidak ada satu orangpun yang boleh melakukan itu termasuk perempuan itu.
" Tidak ada satupun orang yang boleh melakukan itu termasuk dia. Hukuman yang pantas untukmu adalah mati nona Xena." ujar Arzachio di depan pintu kamar dan berbalik arah meninggalkan kamar tersebut tanpa diketahui oleh ketiga orang itu.
...☘☘☘☘...
" Ya tuhan, kenapa penjaga gerbangnya semakin banyak ya ??." lirih Xena sambil menatap penjaga gerbang yang tadinya berjumlah 2 orang kini malah bertambah menjadi 6 orang. Dan bukan itu saja, jumlah bodyguard yang berlalu lalang kini menjadi bertambah membuat celah untuk kabur dari mansion ini semakin tipis dan sangat sulit.
" Ada apa ini !! Kenapa semuanya berubah mulai dari yang menjaga gerbang hingga orang-orang yang berlalu lalang pun semakin banyak. Kenapa bisa begini !! Kalau seperti ini bagaimana caranya kami bisa kabur ?." kesal Xena bingung memikirkan bagaimana cara keluar dari mansion ini.
" Arggggh, sial !!." rutuknya memaki semua anak buah Arzachio yang berjumlah sangat banyak itu.
" Kita lihat sejauh mana kau bisa pergi dari sini. Tak akan aku biarkan kau pergi dari sini dengan membawa putraku Xena, tak akan pernah ku biarkan itu semua terjadi." seru Arzachio tersenyum sinis memandang ke arah balkon tempat dimana Xena berada saat ini.
" Aku yakin ini semua pasti ulahmu tuan Arzachio, ini pasti ulahmu. Namun, bukan Xena namanya jika tak bisa mengabulkan itu semua." tekannya sambil menyeringai lebar di dalam hatinya.
" Perketak semuanya jangan biarkan satu ekor semut pun keluar dari sini dan jika kalian gagal maka kematian menanti kalian saat itu juga." ancam Arzachio yang dipatuhi oleh mereka semua dan bergegas menjalankan perintahnya.
" Mari kita mulai permainannya nona Xena." ujarnya menyeringai.
Malam pun tiba, semua para bodyguard yang ditugaskan Arzachio kini tengah berada pada posisinya, sesuai dengan arahan yang diperintahkan oleh bos mereka yang tak ingin memberikan celah untuk Xena dan putranya kabur meninggalkan mansion mewah yang dirinya miliki. Namun, bukan Xena namanya jika tidak memilki seribu satu cara untuk keluar dari mansion ini.
" Al, Aca !!." panggil Xena dengan lembut kepada kedua bocah itu yang menatap dirinya dengan penuh tanda tanya.
" Iya ama, ada apa ?." tanya Al dengan lugunya.
" Iya aunty !!." sahut Aca dan Al serentak.
" Dengerin mama sama aunty baik-baik ya, Al kamu nanti campurkan bubuk ini ke seluruh air yang ada di dapur ya. Jangan sampai ketahuan, kamu harus pandai akting supaya rencana kabut kita dapat berjalan dengan mulus." bisik Xena ke telinga putranya Al untuk menyelesaikan tugas yang dirinya berikan dan tak lupa menyelipkan sesuatu ke tangan sang putra.
" Iya ama, Oce." sahutnya semangat.
" Dan kamu Aca, kelereng yang kamu punya tolong sebarin di sekitar pintu utama ya, dan jangan lupa taburin juga minyak di dekat tangga. Ingat jangan sampai ketahuan."
" Beles aunty." serunya sambil mengangguk mantap.
" Bagus !!." sahut Xena senang sambil memberikan jempolnya kepada kedua bocah itu. " Semoga kita berhasil." ucap Xena mengulurkan tangannya yang diikuti Aca betada diatas tangan Xena dan tangan Al yang berada di atas tangan Aca dan mereka pun berteriak ' Yes ' dengan bahagia.
" Sekarang ayo laksanakan !!." perintah Xena yang diangguki kedua bocah itu.
" Laksanakan." seru Al dan bergegas pergi dari kamar tersebut untuk melaksanakan perintah yang Xena berikan kepadanya.
" Laksanakan." seru Aca tak mau kalah dan bergegas pergi untuk melaksanakan perintah yang Xena berikan kepadanya.
Sekarang tinggalah Xena seorang diri yang berusaha memikirkan bagaimana caranya agar bisa menyelabui orang-orang yang sedang berlalu lalang di luar mansion agar mereka bisa kabur dari sini.
" Beles Ama !!." ujar Al setelah memasuki kamar tersebut sambil meminum susunya.
" Celecai aunty, dah Aca keljain." ucapnya lucu sambil memperlihatkan tangannya yang terkena noda minyak.
" Good job, kalian memang hebat sekali." bangga Xena memeluk kedua bocah itu erat.
" Makacih Ama." sahut Al.
" Makacih aunty." sahut Aca.
kak lanjut lagi, aku nungguin lohh